
Bulan berganti bulan.
Tidak terasa kandungan Ayunda,sudah melewati hpl lima hari.
Paman dan bibi Viana, menyuruh Ayunda. Agar stand by di rumah sakit VIP,namun Ayunda menolak. Ia ingin tinggal di mansion saja,di sana banyak pelayanan dan bi Ijah. Mereka mampu menjaga Ayunda, ketika ingin melahirkan.
"Bi,tolong buatkan aku salad buah. Jadi pengen aku,". Ucap Ayunda,ia bersandar di sofa panjang. Dengan perutnya sudah membesar,ia mengelus lembut perutnya.
Ya Allah, kuatkan hamba. Jika melahirkan nanti walaupun tanpa suami, kuatkan hamba. Selamatkan anak dan hamba ya Allah,batin Ayunda. Air matanya mengalir di pipinya.
"Sabar yah,non. Bi ijah,tau bagaimana perasaan no. Apa lagi tanpa suami yang mendampingi di sisi non,tapi percayalah non kuat. Demi anak kalian,". Senyum merekah di wajah bi Ijah.
"Makasih yah,bi. Semoga aku dan anakku selamat,kami berdua sehat-sehat,". Isak tangis Ayunda.
Beberapa mobil mewah memasuki halaman mansion.
Seorang pria yang keluar dari mobil dan diikuti beberapa pengawal pribadi.
Ayunda, tengah asyiknya duduk di sofa sambil menikmati salad buah. Dia masih tidak tau kedatangan seseorang di belakangnya.
"Hallo,adik iparku,". Ucap pria itu dengan lantang.
Deggg....
Ayunda, langsung menoleh ke arah belakang. Syok dan tubuhnya seakan-akan membeku.
Ia nampak tak percaya apa yang dilihatnya, seorang pria yang mirip dengan suaminya.
Tidak, Ayunda. Dia hanya kembaran suamimu,dia hanya kembarannya bukan suamimu, batin Ayunda. Ia menahan rasa di dadanya,ia juga manahan air matanya untuk tak jatuh.
Seseorang yang sangat ia rindukan,ada didepan matanya. Walaupun wajah mereka sangat mirip,tapi dia adalah kembaran Zense.
"Non,kita...,". Ucapan bi ijah, langsung di potong Ayunda.
"Tidak apa,bi. Dia...dia hanya kembaran Alm.suamiku,". Lirih Ayunda. "Silahkan duduk,". Ucap Ayunda, dengan santai.
"Ahh...aku kira kau akan memelukku erat karena wajahku sangat mirip dengan suamimu yang sudah meninggal dunia,". Senyum semerik J.
Datang bertamu secara tiba-tiba yaitu Alvaro Negredo,yang sudah berganti nama menjadi Tuan J.dia adalah kembaran Zense Alvaro.
__ADS_1
"Untuk apa kau ke sini? Tuan J,". Ayunda, mulai melangkah mundur saat J mulai melangkah maju.
"Aiis...aku sungguh takjub kau mengetahui nama sampingan ku,aku ke sini ingin melihat mansion lamaku dan menemui istri kembaranku,". Tatapan tajam ke arah Ayunda.
Gugup dan takut Ayunda, rasakan saat ini. Ia melihat diri J, penuh seringai tajam. Tubuh Ayunda, seketika menegang.
"diam di situ,jangan mendekat,". Bentak Ayunda.
"Hahahaha...kau membentak ku Ayunda,hemm...kau pikir kamu itu siapa ha,kau hanya istri adikku,". J, langsung menghimpit tubuh Ayunda,ke dinding. Ia bersuara tepat di telinga Ayunda.
Ayunda,hanya memalingkan wajahnya dan menunduk ia tak mau menatap wajah yang selama ini di rindukan.
"Tuan,jangan lakukan itu kepada non Ayunda,". Pinta bi Ijah,ia sudah di tahan pengawal J.
"Menjauhlah dariku,". Decak Ayunda,ia mendorong dada bidang J,namun dada bidangnya sangat kokoh. Himpitannya juga kuat.
Wajah Ayunda,di tahan oleh J agar menatap wajahnya. Jari-jari besar itu menyentuh kulit pipi Ayunda.
Deggg...
Sentuhan ini,persis waktu itu. Apa dia yang menolongku,batin Ayunda. ia melihat di jarinya ada sebuah cincin tengkorak.
"Lepaskan aku, menjauhlah. Aku ini istri adikmu J,jangan sentuh aku,". Ia memberontak agar terlepas dari J.
"Ck, istri adikku. dia sudah meninggal dunia Ayunda,". senyum semerik di wajah J.
"Aauuu...auuu... perutku, sakit,". Ayunda, meringis kesakitan dan menahan perutnya. Ia juga memegang lengan J, begitu kuat.
"Kau jangan berbohong wanita, Licik,". Ia mencekal lengan Ayunda, dengan kuat.
"tuan, sepertinya non Ayunda mau melahirkan,". teriak bi Ijah.
"iya,tuan. cepat bawa di ke rumah sakit,ini sangat bahaya,". sahut pelayan lainnya.
"benar tuan,kita harus membawa wanita itu. kalau tidak ia akan tiada,". ucap salah satu pengawalnya.
"Auu...sakit...hemmm..akuu..uuuhhh...mauuuu... melahirkan J,". Teriak Ayunda.
"Apa? Kau mau melahirkan,". Seketika wajah J, begitu panik cairan bening keluar dari pangkal paha Ayunda.
__ADS_1
Ayunda, meringis dan memegang lengan J.
"kenapa kamu tiba-tiba mau melahirkan ha..! aku belum selesai berbicara dengan mu,dasar wanita lemah,". gerutu J.
"Uuuhhh....sakit ..antar...antar aku sekaraaaang,". Teriak Ayunda. "nanti sajaaaa...kamuuuu...mengerutuuuu..ku...uuuhhh...haaaa,".
"astaga,aku harus apa ha! aku bukan dokter kandungan,". ucap J,ia masih setia menahan tubuh Ayunda.
"tuan,kita bawa ke rumah sakit.cepat tuan,angakat tubuh wanita itu,". suruh pengawalnya.
astaga,kamu benar-benar lemot J. saat keadaan genting begini, batin J.
ia dengan sigap menggendong Ayunda,menuju mobil untuk di bawa ke rumah sakit. Bi ijah dan pelayan lainnya, siap-siap menyusul dan membawa keperluan Ayunda.
Di dalam mobil J,begitu panik melihat cairan semakin banyak keluar. Ia mengeluarkan tisu untuk mengelap cairan ketuban Ayunda, pecah.
"Lebih cepat bodoh,". Bentak J kepada sang sopir.
"Ini sudah cepat tuan,". Jawab sopir itu,sudah menancap gas begitu cepat.
"Uuuuh...haaaa...huuu...hemmm...,". Ayunda, menahan rasa sakit di bagian perut. Ia juga mencekram lengan kekar J.
"Kenapa kamu tiba-tiba mau melahirkan ha? Saat aku datang,". Decak J.
"Bodoh....aku..aku mana tau... aaaargghhh...uuuuhhhh...haaa...,". Ayunda,menarik napas dan menghembuskan nafas. "kenapa kau tiba-tiba datang ha! di saat tidak tepat,kau pria brengsek,".
"Oh,kau masih bisa mengataiku. walaupun kondisimu seperti ini ha!apa kamu tidak takut aku melempar tubuhmu keluar,". seringai tajam J.
sial,salah biara lagi,batin Ayunda. "tidak, maafkan akuu...uuhhhh...hemmm... kontraksinyaaaa...yang membuatku riflekkkss ...,". ucap Ayunda,ia manahan rasa sakit,saat kontraksi datang.
Ya Allah, kenapa tiba-tiba aku mau melahirkan saat dia datang kepadaku. Apa dia yang kamu tunggu nak,agar ada yang menemani mamah di samping saat melahirkan mu. Air mata Ayunda, mengalir di pipinya.
Sial..sial,kenapa tiba-tiba dia melahirkan. Bikin susah saja,batin J,ia membiarkan lengannya di cengkram dengan kuat. Ada ras pedih mungkin sudah luka karena kuku Ayunda.
J,merasa iba melihat wajah Ayunda saat menahan rasa sakit. air mata terus mengalir, cengkraman tangannya semakin kuat. mata Ayunda, terpejam sesat lalu membuka apa lagi nafasnya ngos-ngosan. J, membenarkan rambut Ayunda,yang menutupi wajahnya.
"uuuhhhh....huuu...huuuu....hemmm....,". Ayunda, mengembuskan napasnya.
"bertahanlah,kita akan sampai. kau tenanglah,". ucap J,ia membawa Ayunda,ke dalam pelukannya.
__ADS_1
"Aaaku..uuuhhh...sudaaaahh...taaak tahaan..uuuhh...lagi....,". lirih Ayunda,ia juga merasakan bau maskulinnya di tubuh J.