TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
efek obat


__ADS_3

Satu jam baru orang-orang berkumpul sebagai saksi dan penghulu.


Ayunda, Zense dan Hans. Mereka bertiga hanya diam dan melihat di layar cctv, mereka tidak ikut masuk ke dalam ruangan. Ruangan dimana pak Tejo,akan ijab kabul secara bergantian dengan bu Halimah dan bu Sari.


Saksi-saksi dan penghulu hanya diam tanpa bertanya-tanya karena mulut mereka sudah di bungkam dengan segepok uang.


Lagipula mana berani dengan Zense Alvaro, penghulu hanya menjalani tugas yang sudah di perintahkan.


Ada senyuman kecil di sudut bibir Ayunda. Zense, langsung memangku istrinya itu.


"Ganti judul aja author, mertuaku ibu kandungku sendiri,". Kekeh Hans. "Kan cocok buat Ambar,yang menikah dengan Johan. Terus Johan,punya ibu tiri yaitu mertuanya sendiri. Sumpah ribet thor,". Sambung Hans.


Ijab kabul berjalan dengan lancar. Mereka juga mendatangani berkas-berkas di atas meja.


Setelah selesai saksi dan penghulu,di suruh keluar ruangan itu.


"Lo,kenapa kami di cegat.bukankah acaranya sudah selesai, bahkan apa yang di katakan Ayunda. Kami sudah jalanin tanpa membantah sedikitpun,kami mau pulang urusan dengan bosmu sudah selesai,". Ucap pak Tejo,kepada salah satu penjaga.


"Masuklah, nanti bos kami ingin bicara sebentar,". Ucap penjaga itu.


Dengan hati kesal pak Tejo, menurut saja.


"Apa lagi sih,bikin geram aja Ayunda,". Decak bu sari. Duduk di pinggir ranjang.


"Coba,sini berbaring di atas ranjang.behh...empuk banget bu,". Ajak bu Halimah.


Ceklekk...


Hans dan beberapa pelayan masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Ini makanan dan minuman,pasti kalian lapar bukan. Terserah mau di makan apa gak,yang jelas Ayunda sudah berbaik hati,". Hans, menyuruh pelayan itu menyerahkan makanan yang di bawa mereka.


Selesai menaruh semua makanan. Hans dan lainnya keluar dari ruangan.


Mata bu sari dan Halimah, berbinar melihat makanan yang menggiurkan apa lagi aroma ayam panggang.


"Jangan di makan, takutnya ada racun yang di taruh Ayunda,". Cegat pak Tejo.


"Aku sudah sangat lapar,terserah lah kalau mati kekenyangan. Tak sia-sia aku mati dalam menikmati makanan seenak ini,". Bantah bu Halimah. Ia langsung memakan ayam panggang,tepat di hadapannya. Ia juga mengambil nasi, begitu banyak.


Bu sari, terlihat meneguk ludah saat melihat bu Halimah begitu lahap. "Aku juga pak,bodo amat kalau ada racun.mana mungkin juga Ayunda, memberikan kita racun,". Kata bu Sari.


"Hmmmm...enak banget lo pak Tejo,uuuhh sambalnya waw...,". Celetuk bu Halimah.


Melihat kondisi istri-istri baru pak Tejo,tidak apa-apa. Ia juga memberanikan diri untuk menyantap hidangan yang disajikan.

__ADS_1


Perutnya sudah terasa sangat lapar,ia juga haus. Sedikit demi sedikit pak Tejo, memakan namun lama-kelamaan ia menikmatinya.


Setelah jam kemudian. Makanan yang di sajikan ludes tak bersisa.


"Enak,banget...baru kali ini aku makan seenak ini,". Gumam bu Halimah. Ia merangkak naik ke atas ranjang.


"Rebahan enak ni, istirahat dulu yah.baru pergi dari sini,". Ucap bu sari.


"Kalau perut kenyang, enaknya nonton bola,". Gumam pak Tejo.


Beberapa menit kemudian reaksi obat pada tubuh bu sari,bu Halimah dan pak Tejo.


"Kok panas banget yah,". Ucap bu Halimah.


kenapa ni, dengan tubuhku.


"Iya,apa AC nya mati,". Bu Sari, mengibas bajunya. sial,masa di matiin sih.


Sedangkan pak Tejo, sudah lepas baju dan celananya.


"ngapain pak,lepas baju segala. Jangan macam-macam lo,uuuhhh...panas banget,". Ucap bu Halimah.


Bu Sari,juga sudah melepaskan baju di tubuhnya. Wajahnya memerah,ia mengeliyat di atas ranjang.


Bu sari dan bu Halimah , mengeliyat seperti cacing kepanasan.


Karena reaksi obat begitu kuat, membangkitkan ga*rah yang tak terkendali.


Pak Tejo, langsung menerkam istri-istrinya yang baru dia nikahi tadi.


"aahhhh... jangan pak, ahhh,". ucap bu Halimah, walaupun mulut berkata tidak namun tubuh ingin meminta lebih.


bu sari melihat pak Tejo, menghujamkan pen-isnya di liang va-gi-na bu Halimah. entah pikiran mana ia mengo-cok sendiri.


"aahhh...aahhh...," desah bu sari,kini pak Tejo,juga bergantian dengan istri satunya ini.


bu Halimah,sudah terkulai lemas.namun tangannya juga masih meraba-raba dua gundukan miliknya, efek obat mungkin.


Suara erangan kenik-matan dan desa-han menggema di ruangan tersebut.


Sedangkan Ayunda, bergidik geli melihat aksi mereka di layar cctv.


"kamu masih di Hans,kamu gak pantas liat video beginian,". Tegur Ayunda,yang masih menatap layar cctv tersebut.


"Lah, gak pantas darimana. Aku ini lebih tua darimulah,". Jawab Hans.

__ADS_1


"Gak pantas lah,kamukan lajang masih.kasian sabun jadi korban,atau kamu mau ikutan nganu-nganu bareng pak Tejo,". Ide Ayunda.


"Ikut aku sayang,". Zense, langsung menarik lengan Ayunda.


Sesampai di depan pintu kamar dan masuk ke dalam lalu di kunci.


Zense, langsung ******* habis bibir Ayunda sambil menuntun ke atas ranjang. Tangan Ayunda,di cekal ke atas kepalanya. Tangan kekar Zense, melepas paksa baju yang melekat pada tubuh Ayunda.


"Aahh... hmmmm,". Desa-hannya Ayunda.


Saat ciuman turun ke leher, begitu pula tangan Zense, meremas gundukan di da-da Ayunda.


Ayunda,juga melepaskan baju suaminya itu. Ia kagum dengan tubuh suaminya, begitu berotot roti sobek. Ia mengelus-elus adik kecil suaminya.


"**** dong sayang,". Bisik sensual Zense.


Dengan di penuhi hawa naf-su berdua. Ayunda, langsung mengemut adik kecil suaminya yang sudah berdiri tegak.


Zense, merasakan kenikm-atan bercampur geli saat adik kecilnya menyentuh gigi-gigi Ayunda.


"Aahhh...aahhh terus sayang,hmmmm,". Erangan Zense,ia juga menggigit bibirnya.


Selesai dengan emutan Ayunda. Kini Zense,yang bergantian melu-mat habis dua gundukan lalu turun ke bawah ke li-ang va-gi-na Ayunda.


"Ahhhh...shhh....ahhh...,". Desa-hannya Ayunda, tubuh mengeliyat. Saat tusukan lidah Zense,ke dalam va-gi-nanya. Di tambah Zense, memainkan klit-orisnya sesekali ia menji-lati dan di sedotnya.


Setelah puas, barulah adik kecil suaminya masuk ke dalam liang va-gi-na Ayunda.


Bless....


"Ahhhh...,". Des-ah Ayunda dan Zense.


Ayunda, merasakan miliknya penuh karena adik kecil suaminya masuk dan terasa hangat.


Begitu juga Zense, merasakan kenikm-atan bercampur denyutan di adik kecilnya di dalam milik Ayunda. seperti di remas-remas enak.


Awalnya hanya maju mundur dengan lambat lama kelamaan semakin cepat. Ayunda,terus meraung-raung kenikm-atan di bawah Kungkungan Zense.


"Ahhhhh.....kau begitu cantik sayang, saat mende-sah di bawahku,". Ucap Zense,ia melu-mat bibir manis istrinya.


"Aakhh... ak-aku mau kelu...aarr... Aahhhhhh...ahhhh,". Tubuh Ayunda, menggelinjang karena mendapatkan orga-sme. Zense, merasakan ada cairan hangat di adik kecilnya,ia tau jika sang istri sudah klim-aks. Ia juga menghunjam tubuh Ayunda, begitu cepat.


Zense,juga menggantikan beberapa gaya.


keringat bercucuran membasahi tubuh mereka berdua, saling berpelukan dan berciuman.

__ADS_1


__ADS_2