TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Positif


__ADS_3

Tiga bulan kemudian.


Hubungan Ayunda dan Zense, semakin erat. Ayunda, selalu berdoa agara dia cepat memiliki momongan. Zense, selalu perhatian kepada istri tercintanya. Begitu pula dengan Ayunda.


(Jam berapa pesawat mu berangkat sayang).


Ayunda, tengah menelepon suaminya di luar negeri.


(Aku sudah di bandara,mungkin setengah jam lagi. Kira-kira jam 8/9 malam aku akan sampai,aku sangat merindukanmu sayang).


(Benarkah,aku juga. Aku menunggu mu,ada kejutan yang membuat sangat bahagia)


(Uuuhh.... kejutan apa sayang,aku jadi tidak sabar untuk pulang. Aku tutup telpon,nanti aku telpon lagi..ummmaahh)


(Dahh... uumaah,aku mencintaimu Zense)


(Aku sangat mencintaimu Ayunda).


Tut..tut....


Telpon pun di putuskan oleh Zense.


Ayunda, tengah meremas hasil periksaan kehamilan dan hasil USG tadi siang.


Ayunda, dinyatakan hamil dua bulan. Ada senyuman merekah di wajah Ayunda,ia tak sabar memberikan kejutan yang begitu sangat bahagia kepada Zense.


"Aku yakin, Zense pasti sangat bahagia" ucap Ayunda,ada buliran bening di pelupuk matanya.


"Selamat non,pasti tuan sangat bahagia. Apa lagi kehamilan non Ayunda,di tunggu-tunggu non,". Ucap bi Ijah. Ia art yang di kerjakan oleh Zense.


"iya,bi.jadi gak sabar menunggu kedatangan Zense,".


"pasti tuan sangat bahagia non,bi Ijah yakin itu,". kekehnya.


walaupun begitu drama yang panjang untuk Zense, memperkerjakan Art di rumah.


Agar Ayunda,tidak capek-capek melakukan itu ini. Dan ada teman juga jika Zense,tidak ada.


Malam semakin larut sudah menunjukkan pukul 11 malam,tidak ada tanda-tanda kedatangan Zense.


malam semakin mencekam Ayunda, bertambah gelisah. ia mondar-mandir di ruang tamu, sesekali dia mengintip di sela-sela tirai. namun hasilnya nihil,ia sudah berpuluh kali melakukan hal itu.


beberapa kali Ayunda, menelpon suaminya namun tidak aktif.


"Kenapa telpon Zense,tidak aktif? Katanya mau telpon,sudah jam segini tidak ada tanda-tanda apapun,". Gelisah yang di landa Ayunda, semakin menjadi-jadi.


Apa lagi derasnya air hujan, petir menggelegar membuatnya sedikit takut. "Ya Allah, kenapa firasat ku tidak enak,". Gumam Ayunda.


Ia memeluk erat foto pernikahannya. Entah kenapa dirinya tiba-tiba, menangis.

__ADS_1


bi Ijah, sudah Ayunda suruh untuk beristirahat. biarlah dia menunggu suaminya datang.


Ting...nong...


Suara bell berbunyi, Ayunda dengan cepat membuka tirai. Ia ingin tau siapa yang datang.


namun anehnya tidak ada suara mobil yang datang.


Benar saja Zense,sudah ada di depan pintu. Rasa takutnya hilang sirna,ada senyuman manis di wajahnya.


Ia langsung membuka pintu rumah. Ayunda, sangat terkejut melihat wajah sang suami begitu pucat,di tambah dengan basah kuyup karena hujan .


"Ya Allah, kenapa kamu basah kuyup sayang. Lalu kemana Hans,dan mana mobilmu. Apa mobilmu mogok, kenapa tidak menghubungiku. Wajahmu pucat sekali sayang, apa kedinginan,". Ayunda, langsung membawa Zense,masuk kedalam rumah.


Zense,hanya mengangguk kepala menjawab perkataan istrinya.


Ayunda, langsung membawa suaminya ke dalam kamar. Ia juga membuka semua pakaian Zense,ia langsung melilitkan handuk di pinggang suaminya. baju basah Zense,ia taruh di lantai saja dulu.


"Aku ambil baju ganti,kamu duduk dulu sayang,". Ayunda, langsung mengambil baju berbahan tebal agar menghilangkan rasa kedinginan suaminya.


Zense,hanya diam melihat sang istri membuka lemari pakaiannya.


Ada senyuman kecil di sudut bibir Zense. "Aku membuat kopi panas untukmu,"? Baru melangkah kaki,lengan Ayunda sudah di cekal Zense.


"tidak perlu sayang, aku mau dirimu. Tolong jangan kemana-mana,". Zense,menarik tangan Ayunda. Lalu memeluknya dengan erat .


Ayunda, melepaskan pelukan dari suaminya.


Benar saja dia mengeluarkan hasil kehamilan dan foto USG,tadi siang. dengan langkah cepat ia menghampiri Zense,di tepi ranjang.


Ayunda, langsung memberikan hasil pemeriksaan kehamilannya.


"Aku hamil sayang,bukankah ini yang kita nantikan,". Senyum Ayunda, terpancar di wajahnya.


"ha-hamil..,". hanya itu keluar dari mulut Zense,ia hanya melihat begitu heran kertas di tangannya.


membuat hati Ayunda, bertanya-tanya dan pikirannya kemana-mana.


Kenapa?apa Zense,tidak suka? Tidak bahagia? Bukankah dia juga menantikan ini, batin Ayunda.


Zense, menitikkan air matanya. "Kenapa menangis sayang,apa kamu tidak suka dengan kejutan ku". Tanya Ayunda. Kenapa wajah suamiku pucat sekali,ada apa dia.


Zense, menghapus air matanya. "Aku sangat bahagia sayang,tapi aku sangat sedih. Tidak bisa menjagamu dan anak kita,aku sangat mencintaimu Ayunda. Sangat mencintaimu,". Lirih Zense. ia mengelus-elus foto USG di tangannya.


"Maksud kamu apa sayang,hemm..katakan apa ada masalah, dengan pekerjaan mu atau apa? Tolong ceritakan semuanya," mata Ayunda,mulai berkaca-kaca. "aku tidak mau mendengar ucapan yang aneh-aneh,".


"Aku sangat mencintaimu sayang,yang aku takutkan adalah tidak bisa menjagamu,". Lirihnya lagi. Zense, menatap lekat di mata Ayunda,ia mengelus rambut halus sang istri.


Deggg....

__ADS_1


"Huuuusttt....aku tidak mau mendengar perkataan mu yang itu lagi,aku jadi takut sayang. Aku mengerti kamu tidak bisa selalu menjagaku,karena sibuk bekerja,". Ucap Ayunda. "aku paham dan amu mengerti,selama ini aku tidak mempersalahkannya,".


"tidak...aku berharap kamu harus menjaga anak kita sayang,yang di dalam kandungan mu. Jangan terlalu lelah,jaga kesehatan mu,". Kata Zense.


Cup...


Cup...


Cup...


Ia mencium kening dan kedua pipi Ayunda, dengan lembut.


"Sayang,apa kamu baik-baik saja. Aku merasa kamu bukan Zense,biasa aku kenal,". Ayunda, merasakan suasana berbeda.


"Jangan kamu pikirkan macam-macam sayang, mungkin itu hanya perasaan mu saja. Ayo,kita tidur. Aku ingin memeluk mu malam ini,". Ucap Zense,ia membaringkan tubuh istrinya.


"aku sangat mencintaimu Ayunda,dan anak kita,"


"aku tau,kamu sangat mencintaiku. begitu juga aku sayang,". jawab Ayunda.


Apa hanya perasaan ku saja,apa ini bawaan kehamilan ku.kenapa Zense,berasa beda, batin Ayunda.


Zense, memeluk erat tubuh istrinya. "Aku sangat mencintaimu Ayunda, maafkan aku. Jika selama ini aku belum membahagiakan mu,".


Deggg...


Ada rasa menjanggal di hati Ayunda.


"Sayang,aku sangat bahagia hari ini. Apa lagi tentang kehamilanku,aku tidak sabar menunggu dia lahir. Kita bermain bersama di taman,". Ayunda, memeluk tubuh Zense, dengan erat. "kamu sudah membuktikan kalau aku bahagia,".


Bau bunga melati tubuh Zense,apa dia ganti parfum atau hanya penciuman ku saja, batin Ayunda. Ingin ia tanyakan namun di urungkan. Saat melihat sang suami sudah terpejam.


"Aku sangat mencintaimu sayang,aku bahagia bersamamu mu dan anak kita,"


Tak lama Ayunda, juga terlelap dalam tidurnya.


*****


Pagi hari begitu cerah,sirna matahari di oagi hari menembus celah-celah tirai.


tokk...tokk...


bunyi ketukan pintu kamar Ayunda, mendengar suara ketukan kamar. Ayunda, langsung mengeliyat dan bangun. "ia sebentar bi,". teriak Ayunda.


saat melihat kesampaian Ayunda,sudah tidak menemukan Suaminya. "sayang...sayang,kamu dimana,". panggil Ayunda. apa Zense,sudah pergi bekerja? mana mungkin dia pergi lagi, bahkan tidak membangunkan ku.


Ayunda, menggaruk kepalanya yang tidak gatal. ia juga turun dari ranjang dan membuka pintu kamar.


"ayo,non. di ruang tamu,sudah ada yang menunggu non,".

__ADS_1


"tamu bi,tamu sepagi ini,". Ayunda, langsung menuju ruang tamu.walaupun keadaan baru bangun,bahkan belum cuci muka juga. ahhh, pasti Zense,ada di sana.


__ADS_2