TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Akad nikah 2


__ADS_3

"apa yang kalian bicarakan dan di tangan mu apa bu RT,". ada seseorang memergoki mereka.


mereka bertiga kaget karena mendengar suara dari arah belakang mereka.


Bukannya hanya Hans,seorang namun ada Regan, Farhan, Kevin, Vivian dan Melisa.


Mereka dari tadi curiga dengan kelakuan ibu-ibu bertiga ini.


"Astagfirullah,kalian menganggetkan saja. Ayo..sini tapi jangan ribut,". Geram bu RT.


Merek mendekati bu sumi,bu Lela dan bu RT.


"Apaan ini bu,". Tanya Vivian.


Sedikit demi sedikit bu RT, membuka kotak tersebut.


"Aaa..hmmmm,". Mulut Vivian dan Melisa. Di bungkam oleh pasangan masing-masing. Betapa tak terkejutnya isi dalam kotak sepasang boneka pengantin dilumuri dengan berwarna merah seperti darah.


"Hussssttttt.....,". Ucap bersamaan. Vivian dan Melisa, mereka mengangguk kepala.


"Kami menemukan ini pagi tadi,waktu kami bertiga mau kerumah Ayunda. Cepat-cepat kamu menyembunyikan takut membuat keributan kasian Ayunda. Karena ada seseorang datang jadi kami bawa masuk dan kami simpan,". Jelas bu RT.


"Kami curiga apa gara-gara ini Ayunda, pingsan. Maksudnya ada hal-hal mistis bisa jadi ada yang tak suka dengan pernikahan mereka,". Sambung bu Sumi.


"Aku mau membawa kotak ini ke anakku. Dia seorang ustadz,siapa tau ada sesuatu dengan kiriman orang ini,". Kata bu Lela.


"Tapi, musyrik kalau percaya begituan,". Sahut Kevin.


"Masa zaman sekarang masih ada mistis-mistis segala,". Timpal Regan.


"Siapa tau aja,malahan harus hati-hati lah Walaupun udah zaman modern,". Ujar Melisa.


"Ya,udah. Bawa saja ke anak ibu, nanti secepatnya bari tahu gimana hasilnya,". Ucap Vivian


Bu Lela, langsung membawa kotak tersebut untuk pulang kerumah anaknya.


Mereka pun kembali ke ruang tengah.sambil menunggu Ayunda, siuman.


"Hans,kau yakin sudah menelpon dokter Ikshan,".


"Sudah,". Jawabnya.


"Kenapa lama sekali baru datang,". Gumam Vivian.


******


Satu jam berlalu. Ayunda,sudah siuman. Ia juga terlihat berantakan baju pengantinnya juga terlepas, hiasan di wajahnya sudah hilang. Itu semua karena Zense, terlihat wajah Ayunda sudah kembali segar tidak pucat saat baru sadar.


"apa kamu mau makan, sesuatu sayang,". Tanya Zense.kini Ayunda, tengah bersandar di tempat tidur.


"Tidak! Tapi panggil kan MUA,aku mau di rias lagi.aku mau melanjutkan acara akad nikah kita,". Rengeknya


"Tidak perlu, kasian dirimu sayang. Biar nanti aku suruh membubarkan orang-orang,". Tolak Zense.


"Tidak mau...aku maunya di lanjutkan masa tidak ada momen-momennya sih,lagian aku sudah sehat kembali. Kalau tidak mau malam ini jangan tidur denganku,". Sungut Ayunda.

__ADS_1


Zense, mengusap wajahnya dengan kasar.melihat wajah sang istri kecewa, membuat Zense tidak tega.


"Kamu yakin? Mau melanjutkan acara ini,".


"Hmmm...aku sudah sehat,aku tidak apa-apa. Percayalah,". Senyum merekah di wajah Ayunda.


Cup...


Satu kecupan mendarat di pipi Zense. Sang empunya tersenyum puas.


Zense, beranjak pergi dan langsung membuka pintu kamar.


Melihat Zense,keluar walaupun hanya kepala saja.


Membuat ibu-ibu dan yang lainnya berbondong-bondong mendekati pintu kamar.


"Bagaimana Ayunda,".


"Apa dia sudah siuman,".


"Dia baik-baik saja,bukan,". timpal lainnya.


Banyak lagi pertanyaan di lontarkan kepada Zense.


"Panggil kan MUA. Ayunda,mau melanjutkan acara ini,". Ujar Zense.


Membuat orang tercengang mendengarnya.


"Emang Ayunda,sudah membaik Zen,". Tanya Regan.


"Iya,nak. Apa Ayunda, baik-baik saja. Kalau kurang baik, lebihnya tidak usah di lanjutkan,". Ujar bibi Zense.


Zense, hanya mengangguk kepala.


"Ayunda..," lirih bu RT, merek semua terharu melihat keadaannya baik-baik saja.


Malahan Ayunda,susah payah memasang baju pengantinnya yang di lepas oleh suami.


"bantuin bu,tolong panggil MUA nya. Biar bisa di lanjutkan, bukannya ibu-ibu mau foto bareng,". Ucap Ayunda. tersenyum manis.


"Kamu memang Ayunda, selalu kuat,". Bu Sumi, langsung memeluk Ayunda, terlihat jelas matanya berkaca-kaca.


Saat di periksa Ayunda,di nyatakan sehat.ia juga berniat melanjutkan acara akad nikah sederhana yang sempat tertunda.


"Ikhsan,kenapa kamu lama sekali ha? Baru datang,". Geram Hans.


Mata nyalang Zense,sudah tajam menatap dokter ikhsan.


"Bagaimana,tidak telat. Aku di bodohi maps yang kau bagikan Hans. Sampai-sampai aku salah masuk acara pernikahan orang, bagaimana malunya aku,". Decak ikhsan.


Mendengar perkataan dokter ikhsan, sekaligus teman mereka. Mereka hanya cengengesan tanpa bersalah kepada ikhsan.


"Ck,malah ketawa,"


"Ayolah..ikhsan,santai bro. Ini demi bos kita,". Kekeh Farhan.

__ADS_1


"minggir-minggir..ike mau merias wajah mempelai wanita. Aduhh..ini anak siape sih,sesak ike,". Ucap Susi, dengan gemulainya. "wouyyy...minggiiirr..,". suara asli Susi, keluar.


"Astagfirullah,bencong,". Gumam Regan, Farhan, Alex, Bimo, Kevin dan Hans.


"Jeng, tolong bantu ike...buat usir anak-anak nanti pengantin nya sesak,gerah ini ike,". Decak susi.


"Susi,mana bu Mega,". Tanya bu Sumi.


"Jeng, Mega. Lagi makan katanya lapar. Jadi ike yang gantiin merias Ayunda,".


"Ya,sudah. Masuk sana,".


"Ya, ampun. Ike, sampai kagum dengan you. Lama gak ketemu kita kamu semakin cantik Ayunda,". Susi,menyentil dagu Ayunda.


"Iya,kita lama gak ketemu. Kamu tambah sukses yah,makin sibuk saja,". Kata Ayunda.


"Iiiss.. makasih pujian kamu. Ike,terharu,".


Dengan tangan lentik Susi,merias wajah Ayunda. Mereka pun saling berbincang.


"Biar aku saja Si,yang melanjutkan,". Ujar bu Mega,dia MUA Ayunda.


"Oke..ike,mau ke mempelai pria nya saja,". Kekeh Susi. Ia mengambil baju jas dan bedak untuk mengoles wajah mempelai pria nanti.


"Bu sum,tolong panggil kan mempelai prianya,". Ujar Susi. Dengan cepat bu Sumi, menunjuk.


Dengan langkah cepat Susi, menghampiri Zense.


Dari kejadian Zense,sudah paham jika pria jadi-jadian itu akan menghampirinya.


"Astaga..hati ike, melehooy.kamu memang jago Ayunda,mencari suami kaya dia. Uuuhh...kekar sekali dadanya, pengen ike, cicipin,". Dengan gerak lentik meraba-raba dada bidang Zense.


Semua temannya melihat kejadian tersebut bergidik ngeri.


"jangan kau sentuh,ini milik Ayunda,sudah cukup. Aku bisa sendiri,". Zense,menepis tangan gemulai susi.


"Ya,ampun. Suami Ayunda,garang sekali. Tapi gak papa.hati susi,berasa ngauuung,dahh tampan uumaah,". Kekeh Susi.


Amit-amit jabang bayi,batin Melisa.


"Ngeri betul,". Kata Vivian.


"Ternoda mataku,". Kekeh Alex.


Susi, menoleh ke arah belakang. Betapa terkejutnya melihat pemandangan wajah tampan teman-teman Zense.


"Aaaaaa...pengeran ike,". Susi, langsung berlari ke arah Hans. Ia langsung memeluk Hans.


Karena dapat serangan dari pria jadi-jadian Hans. langsung memberontak karena saking semangatnya susi,susah sekali untuk di lepas.


"Lepas,aku masih normal. Kalian bantu aku,". Pinta Hans.


"Hahaahaa..,".


"Hahahaha...,".

__ADS_1


bukannya membantu malah mereka tertawa lepas.


Semua orang sekitar tertawa juga melihat aksi Susi, memeluk erat di tubuh Hans.


__ADS_2