
"subhanallah,cantik banget kamu Yu,". Timpal yang lainnya saat Ayunda,sudah keluar dari kamar.
Aura kecantikan menjadi pengantin terpancar di wajah Ayunda.
"Cantik, banget.gak nyangka kamu secantik ini,". Ucap bu RT.
"Pangling melihat wajah cantiknya kamu yu," ujar bu Sumi.
"iya,yah...cantik Ayunda,beda dengan pernikahan pertamanya,".
"semoga ini pernikahan Ayunda,yang terakhir,". gumam yang lainnya.
Para ibu-ibu dan lainnya memuji kecantikan Ayunda. Ia lebih cantik di pernikahan kedua di bandingkan dengan pernikahan dia yang pertama.
Wajah bu Sari, nampak monyong tak suka dengan cibiran orang-orang sekitar.
"Eleh... Ayunda,kan sekarang perawatan jadi beda lah," ucap bu sari. Ia tengah kesal mendengar perkataan ibu-ibu lainnya.
"MUA dulu sama yang sekarang beda, ibu-ibu Maimunah. tentunya MUA sekarang lebih lihay dari dulu,katro banget sih,". gerutu Ambar.
"iya, sok-sokan ngomong sembarangan.biasa lah ibu-ibu gak bisa membandingkan dulu dan sekarang, sudah pasti lah skill MUA tahun ke tahun akan menjadi lebih baik,". sahut Neli
"Ayunda,itu memang cantik dari dulunya bu Sari.anakmu aja yang kere gak bisa modalin buat perawatan Ayunda,". Timpal lainnya.
"benar,gimana mau modal perawatan mertua dan iparnya numpang hidup alias morotin uang Ayunda.
"Ingat yah,bu. Si Hendri, cepat-cepat tu di obati. Kami sangat takut ketularan penyakitnya itu,". Ejek yang lainnya.
"Hati-hati, kalian kan satu rumah. Bisa-bisa tangan tu gak higienis,". Sahut yang lainnya sambil menunjuk lengan bu sari.
Banyak juga cibiran yang lainnya, dengan hati kesal bu Sari menjauhi dari kerumunan.
"emang Ayunda, dulu kerja apa bu,maaf lupa bertanya,". tanya bibi Zense,ia sedari tadi menguping pembicaraan mereka.
"dulu Ayunda,mengajar di taman kanak-kanak.ia seorang guru di TK paud,". jawab bu Sumi.
"tapi sayang jeng,ada benalu di kehidupan Ayunda,". timpal lainnya. bibi Zense,hanya manggut-manggut mendengar cerita lainnya.
Zense, langsung mengambil lengan Ayunda. Untuk duduk di tempat akad nikah tadi.
Mereka saling bergantian berfoto bersama untuk kenangan.
Para pria nya sudah menyingkirkan diri karena tak sanggup berdesakan dengan para ibu-ibu rempong sohibnya Ayunda.
Vivian dan Melisa,bodo amat dengan desakan ibu-ibu.
__ADS_1
Jangan di tanyakan lagi nasip Hans. Ia merasa begitu hancur hidupnya hari ini.
Karena Susi, selalu menempel pada nya.
teman-teman begitu senang dengan momen Hans,hari ini.
"Syukuri saja Hans,dia kayanya jodoh mu,". Ucap Regan.
"Bentar lagi akad nikah Hans,hahahah,". Gelak tawa Bimo.
"Kurang ajar kalian,aku tidak mau. Lepaskan tanganmu SUSILAWANTO....,". geram Hans. Dengan nada penuh penekanan.
"Gak mau..ike,gak mau pisah darimu pangeran. Secepatnya kita menikah..uuuhh..gak sabar ike,". Mata centil Susi.
"Gila...najiss...lepas...bantuin lah, senang banget teman kesusahan,". Decak Hans.
"pasti hot banget kalau di atas ranjang..ike,jadi gak sabar,". ujar Susi.
Hans, begitu prustasi ia juga bergidik geli.harga dirinya musnah dalam sekejap, tentu saja dirinya baham gosip di kalangan bisnis.
Yang lainnya malah cengengesan saja melihat penderitaan Hans.
"Bungkus saja Hans, untuk mu Si,aku serahkan untukmu,". Ujar Zense, mendekati mereka.
"Wesss....nyerah yah,udah gak betah sama ibu-ibu," kata Alex.
"heran Vivian dan Melisa, betah-betah aja sama ibu-ibu rempong,gantian foto," decak Regan.
"Namanya juga calon ibu,gak kaya di samping Hans,jadi ibu jadi-jadian,". Kelvin, manahan tawanya.
"Apa kah harus menondong pestol agar kamu lepas Susi,". Ancam Hans.
"Wess..santai Hans,ini acar nikahan Zense. Jangan kamu buat perang-perangan dong,". Cegah Farhan
"Susi, kita belom berfoto-foto. Ayo, sini ajak Hans juga,". Teriak Ayunda,ia memanggil MUA susi wanita jadi-jadian.
"Aduhh...ike,jadi terharu kamu ingat aja dengan aku... tunggu,ike mau foto bareng pangeran Hans,juga,". Teriak Susi, dengan nada centilnya.
"Ayo,kite berfoto bersama pengantin.ayo..," Susi,menarik paksa lengan Hans.
"Iya,tapi lepas dulu tanganmu. Aku mau membenarkan pakaian,". Najis...banget aku foto bareng sama wanita jadi-jadian,mau di taruh mana wajah arogan ku.
Saat lengan Susi, terlepas. Ini ada kesempatan emas Hans,ia langsung mengambil langkah seribu meninggalkan Susi dan masuk ke dalam mobil.
"Iiiihhhh..pangeran...ike,di bohongin....aaa pangeran ike kabur....balik sama ike.. pangeran,". Jerit histeris Susi. Saat mobil di kemudi Hans,telah jauh dari perkarangan rumah Ayunda.
__ADS_1
"Astagfirullah, akhirnya aku selamat,". Gumam Hans.
*****
Malam semakin larut. Acara pun telah usai. Semua orang-orang telah pulang ke rumah masing-masing.
"Aku tau,kamu kelelahan. Tidurlah,untuk malam ini aku bebaskan tapi tidak untuk malam berikutnya,". Ucap tegas Zense.
Glekk...
Bakalan encok ini mah,batin Ayunda. Ia turun dari ranjang dan mengambil benda pipih di dalam lemari.
Ia ingin memperlihatkan sebuah pesan yang menerornya.
"Apa,aku boleh bertanya,". Ucap Ayunda. Ia duduk di pangkuan sang suami bergelut manja.
"Apapun, tanyakan,". Jawab Zense,ia mencentil hidung mancung Ayunda.
"Jawan dengan jujur, apa ada seseorang yang menyukai mu atau kamu ada dekat dengan seorang wanita sebelum diriku,".
"Tidak, tidak ada. Kalau kamu tidak percaya tanyakan dengan mereka,". Jawabnya.
Ayunda, menatap intens ke mata sang suami. Dia hanya melihat manik-manik mata apa ada sesuatu di sembunyikan. Yah, Vivian dan Melisa juga pernah berkata jika dirinya wanita yang pertama menaklukkan hati Zense.
Jika tidak dari orang Zense, berarti yang meneror dirinya adalah yang dekat dengannya.
Deggg....
"Apa yang kau pikirkan sayang, kenapa tiba-tiba menanyakan seperti itu,". Zense, nampak heran.
"Coba,kamu baca isi pesan di ponselku,". Dengan rasa penasaran Zense, langsung mengambil ponsel dan membaca pesan yang begitu membuat dirinya geram dan marah.
Mata nyalang Zense, terlihat jelas."kurang ajar,dia berani-beraninya bermain dengan ku,".
"Malam kemarin,ada seseorang mengedor pintu kamar. Ada dua orang berjubah hitam sedang mondar-mandir di depan rumahku,". Ucap Ayunda,lagi.
"Tenang sayang,kamu tidak perlu takut. Aku sudah mengirim semua buktinya,biar Hans. Untuk menyelidiki kasus ini,kita liat siapa yang berani menerormu,". Decak Zense.
Dengan langkah cepat Zense, membuka tirai jendela dan membuka sedikit. "Ck,tidak ada. Ternyata benar mereka ingin menganggu ketenangan kami,". Decak Zense.
"Sayang, sini,". Ucap Ayunda. Ia memperlihatkan cctv,benar saja ada dua orang berjubah hitam sedang mondar-mandir di depan rumah nya.
"Kamu tidak apa-apa kan sayang,". Tanya Zense.
"Tidak apa-apa,aku cuman khawatir saja,".
__ADS_1
Zense, langsung mengajak istrinya berbaring di atas ranjang.
Mereka saling berpelukan dengan mesra. "Tidur lah, aku tau kamu capek sayang,". Lirih Zense. Ia tidak ingin melakukan hubungan enak-enak karena dia paham pasti seseorang akan menganggu mereka.