
Malam hari yang begitu cerah di hiasi bintang-bintang yang sangat indah,di tambah udara sangat segar.
Malam ini J, membawa Ayunda ke arah rumah tetua di pulau ini.
Di sepanjang jalan di hiasi beberapa obor untuk menerangi jalan, malam begitu gelap tidak memiliki listrik.
"Apa tidak ada listrik, di pulau ini". tanya Ayunda.
"Ada, tapi aku dengar-dengar mesinnya rusak". jawab J,ia tersenyum manis.
Sesampai di rumah tetua pulau. Ternyata J dan Ayunda, sudah di tunggu.
Sangat ramai orang-orang setempat sedang mengadakan acara,ada yang menari-nari dan musik dari seruling bambu,gendang dan lainnya.
Di kelilingi obor-obor,di hiasi beberapa rangkaian bunga.
"Selamat datang anakku,lama tidak berkunjung ke pulau ini". Ucap seorang pria bertubuh besar, sepertinya dialah tetua di pulau ini. Hanya menggunakan celana pendek di hiasi beberapa rangkaian daun.
"istri mu sangat cantik,nak". sang tetua mengelus rambut Ayunda.
"terimakasih,". kata Ayunda, tersipu malu-malu.
Sang tetua memeluk erat tubuh J, seakan-akan tetua sudah menganggap seorang anak.
Sepertinya J, memang sangat dekat dengan tetua di pulau ini,batin Ayunda.
Seorang wanita paruh baya, menggunakan baju entah terbuat dari apa.ia mendekati Ayunda dan tersenyum.
"Semoga pernikahan kalian abadi dan selalu bahagia". Wanita tersebut menghamburi bunga-bunga ke tubuh Ayunda dan J.
Mereka juga mengalungkan bunga ke leher Ayunda dan J.
"Terimakasih,atas semuanya" kata Ayunda,ia tersenyum manis kepada lainnya.
"Ayo,ikut dengan kami". Ajak seorang wanita cantik tengah tersenyum lalu menggandeng tangan Ayunda.
Ayunda,hanya menuruti saja. Ia di bawa ke sebuah tempat yang di penuhi beberapa wanita dan ibu-ibu lainnya.
"Kenalkan namaku Yenny". Kata wanita yang menggandeng lengan Ayunda.
__ADS_1
"Namaku Ayu". Senyum kecil Ayunda.
"Kau akan kami hias, suamimu sudah di angkat menjadi anak tetua di sini. Kamu akan mendapatkan istimewa dari kami, beberapa hiasan saja. Malam ini, malam perayaan pengantin baru kalian,". Ucap Yenny. Ia sambil menghiasi wajah Ayunda,dan lainnya memakaikan beberapa bunga-bunga di tubuhnya.
pantesan terlihat sangat dekat, ternyata sudah di angkat sebagai anak, batin Ayunda.
"terimakasih banyak,aku sangat senang dengan momen ini". senyum kecil di sudut bibirnya Ayunda.
Seorang wanita paruh baya. Melukis di keningnya Ayunda, berbentuk daun. Terlihat sangat indah, walaupun hanya kecil.
"sangat indah,aku sangat menyukainya. terimakasih banyak" ucap Ayunda
"sama-sama, semoga pernikahan selalu bahagia dan sejahtera". paruh baya itu, mengelus rambut Ayunda
Beberapa menit kemudian. Selesailah sudah tubuhnya di buat pernak-pernik oleh mereka.
J, tersenyum kecil saat melihat wajah cantik Ayunda.
Api unggun di nyalakan.
"Silahkan kalian duduk" ucap tetua kepada J dan Ayunda.
Beberapa jenis makanan di atas meja panjang, untuk perayaan pernikahan mereka. Beberapa tradisi yang mereka jalani. Sedangkan Ayunda,hanya menuruti perintah istri tetua.
Orang-orang menari-nari dan bersorak-sorai gembira di malam hari. J langsung membawa Ayunda,juga menari. Walaupun sama-sama kaku,namun mereka menikmati suasana malam ini.
"aku sangat mencintai mu sayang". bisik J, sambil menari dengan Ayunda.
"aki juga mencintaimu,". ucap Ayunda,juga.
Bagi Ayunda,ini adalah pernikahan yang unik baginya. ia tak pernah menduga seperti ini,namun sayang. semuanya hanyalah ingatan saja,tidak ada sesi foto-foto dan video.
"Pergilah, waktu yang sangat bagus untuk kalian memulai kehidupan baru". Kata tetua. Namun secepatnya di angguk J.
"terimakasih atas semuanya,tetua". J, langsung memeluk ayah angkatnya.
"terimakasih,bu". Ayunda,juga memeluk erat tubuh istri tetua.
J, langsung mengangkat tubuh istrinya dan meninggalkan keramaian orang-orang.
__ADS_1
Sesampai rumah yang di tempati mereka. J, langsung masuk ke dalam dan menuju kamar pribadi mereka.
Ia meletakkan tubuh Ayunda, secara berlahan. J, manatap lekat wajah Ayunda. Di bawa Kungkungan nya,ia mengelus-elus pipi mulusnya Ayunda. hanya ada sebuah senyuman di sudut bibirnya mereka,tidak ada saling berbicara.
Cup...cup...cup....
Beberapa kali wajahnya Ayunda,di cium oleh J. Terakhir adalah bibirnya Ayunda.
Ciuman yang di berikan oleh sang suami. Ayunda, menikmati suasana malam ini. Ia akan menyerahkan miliknya,yang sudah lama tidak merasakan sentuhan lembut dari seorang suami.
"Aaahh...". Des-ah Ayunda,saat ciuman turun ke lehernya.
Dengan sigap J, melepaskan semua pakaian Ayunda dan miliknya juga. Sekarang tubuh mereka berdua,sudah tidak ada penghalang apapun. Walaupun hanya sehelai benang sekalipun.
Mata Ayunda, melorot menatap milik sang suami. Sudah tegak,namun bukan keadilan. Ia susah payah meneguk salivanya. Astaga,besar dan melebihi milik Zense. Aduhhh..mana perawatan full milikku,bisa sakit sekali melebihi pecah perawan ini, gerutu Ayunda. Ia bergidik ngeri.
"Bis-bisa kamu kecilkan milikmu J,pasti sangat sakit". Gugupnya Ayunda.
"Hahaha...kamu ada-ada saja sayang, sentuh lah. Kau tanding saja,siapa yang paling besar dan perkasa malam". J, langsung melu-mat habis satu gun-dukan milik Ayunda. Ia melakukan secara bergantian,dan memberikan remasan. "aku akan melakukan pelan-pelan sayang,tidak akan buru-buru. waktu kita berdua,masih panjang" senyum semerik J
"Aaahhh...shhhhhh...ahhhh". Desis Ayunda,ia benar-benar merindukan sent-uhan lembut seperti ini. Kepalanya mendongak ke atas, matanya merem melek merasakan kenik-matan.
J, tersenyum kecil saat melihat wajah Ayunda. Terlihat sangat menik-mati servisnya. "keluarkan semua desa-han mu sayang,aku sangat menyukai suara merdu mu".
Ciuman itu, turun ke bawah perut milik Ayunda. ia merasakan rasa geli-geli nik-mat
Glekkk.....
Terpampang nyata saat membuka lebar-lebar pa-ha miliknya Ayunda. Begitu sangat menggiurkan di mata J. Surga milik Ayunda,hanya di tumbuhi anak bulu-bulu halus. "ini sangat indah, sayang. aku akaj mencicipinya". gumam J.
J, memajukan wajahnya dan menenggelamkan kepalanya ke arah milik Ayunda. Ia menji-lat seluruh vagi-na dan memainkan klito-risnya. jari-jari besarnya keluar masuk ke dalam miliknya Ayunda. sang empunya, menggelinjang menik-mati permainan sang suami.
Tubuh Ayunda,mengejang hebat dan menik-mati permainan sang suami.jari yang semakin cepat keluar masuknya.
"Ahhh...shhh....enaakkk....teruussss...aahhhh... J....J...ahhhh....". Suara desa-han menggema di seluruh ruangan kamar.
Mendengar des-ahan Ayunda, membuat J bersemangat untuk menyervis sang istri. "Ayo,sayang. jangan di tahan terus keluarkan saja".
"Aaaaaahhhhh....". Erangan kenik-matan Ayunda,ia mendapatkan pelepasan pertama. ****** *****, yang ia dapatkan. Nafasnya ngos-ngosan tubuhnya lemah.
__ADS_1
Sedangkan J, tersenyum puas. Di jarinya penuh dengan cairan kenik-matan sang istri.
"ini baru pemula sayang,masih panjang lagi dan keluarkan suara indahmu itu". J, mencium kening Ayunda.