TERLALU LELAH

TERLALU LELAH
Berlibur


__ADS_3

Seperti Perkataan Regan. Bos-nya Ayunda, dia mengajak liburan berapa hari ke pantai. Mumpung gratis dan sesekali refreshing otak pikir Ayunda.


Satu koper sudah siap di teras depan rumahnya. Bahkan Ayunda, juga terlihat sangat rapi dan terlihat wajahnya yang cantik.


"Jangan lupa oleh-olehnya yah,". Ucap bu Sumi.


"Iya yu,apa gitu. Buat kenangan lah,". Timpal yang lainnya.


"Suruh bi Sumi,hubungin aku soalnya rada-rada lupa,hehehe,". Kekeh Ayunda.


"Kalau masalah oleh-oleh biar aku nanti menghubungi mu biar gak lupa,". Sahut bu RT. Ia terlihat semangat apa lagi masalah oleh-oleh.


"Syip bu RT,". Ujar Ayunda.


"Hati-hati lo dijalan yu, semoga selamat sampai pulang nanti,". Ucap yang lainnya.


"Aammmiiinn,". Sahut bersamaan.


Di sisi lain ada senyuman kecil nampak tak suka siapa lagi bu Halimah dan anaknya Sinta.


"Boleh ikut gak yu,". Sinta,membuka suara.


Ayunda, nampak menggaruk kepala nya yang tak gatal. "Gak bisa Sint! Aku aja di ajak sama bos dan calon istri nya,". Jawab Ayunda


"Kan kamu tinggal bilang aja gitu,susah banget,". Ketus Sinta.


"Masalahnya ini bos,aku gak mau ngelunjak. Kalau mau kamu sendiri yang ngomong! yang mau ikut siapa juga," Decak Ayunda. Apaan sih ni parasit main ikut-ikutan.


"kitakan kan keluarga yu! kalau Sinta,ikut. Aku juga ikut untuk jaga anak ku apa lagi tengah hamil besar,". Ucap sang ibu.


"Kalau hamil besar,lebih baik di rumah aja Sint, nanti malah ngerepotin orang aja,". Ucap Bu Lela.


"gak usah di ajak Sinta,yu. Nanti malah ngerepotin bos kamu malah, niatnya mau refreshing malah tambah beban,". Sahut bu RT.


Emang yah ibu-ibu selalu di hati, batin Ayunda.


" Aku takut aja Sint,kamu kenapa-kenapa di sana. Mana suami kamu gak ada lagi,lebih baik gak usah,di tambah lagi bos aku kan jadi gak enak,". Kata Ayunda.


"Kamu jahat yu,kita ini keluarga tapi kamu tak pernah menganggap aku keluarga mu! aku mau juga jalan-jalan bu,". Isak tangis Sinta.


"Kasian anakku yu,dia mau ikut. Biasa orang hamil sensitif,kamu sih gak ngerasain hamil kek gimana,". Ejek bu Halimah.

__ADS_1


"Walaupun aku gak pernah hamil ,tapi aku tau kok bu. Anak kamu aja yang lebay,".


"Gak usah di dengarin yu,kalau masih di landeni mereka malah ngelunjak,". Timpal yang lainnya.


Bu Halimah,terdiam dia tak lagi bersuara apa lagi mendengar perbincangan para ibu-ibu membuat harga dirinya terinjak-injak. Ia langsung membawa anaknya masuk ke dalam. Apa lagi tangis Sinta, semakin menjadi-jadi seperti anak-anak menangis tak di belikan mainan oleh ibunya.


Para ibu-ibu juga pamit karena kesibukan mereka masing-masing.


Beberapa menit kemudian ada bunyi klakson mobil dari depan rumah Ayunda.


Sang sopir langsung membawa koper Ayunda.


"Sial!. jadi benar cuman kita bertiga saja,". Ucap Ayunda. Kini ia, Regan dan Vivian. Sudah didalam mobil.


"Gak kok yu, nanti di pantai banyak orangnya,". Elak Vivian.


"Jangan-jangan punya pasangan masing-masing lagi,". Ayunda,menyimpit kan bola matanya.


"Heheh,kamu kan bisa ngajak hmm itu anu,". Lirih Vivian.


"Anu apa,".


Ayunda, nampak tak percaya beberapa video dan foto-foto saat Zense,di rumahnya.


"Hebat juga yah! Zense,yang terkenal arogan dan berdarah dingin. Tiba-tiba berubah jadi hello Kitty di depan emak-emak! Hahahahah,". Regan tertawa lepas dan Vivian,hanya cengengesan.


Apa lagi Ayunda,nampak heran. Ck, arogan berdarah dingin konon. Yanga ada malah nyosor kaya angsa,batin Ayunda.


"Dapat dari mana sih kalian video sama foto-foto begini,". Tanya Ayunda.


"Hans dan Kevin! Mereka yang menyebarkan video dan foto itu di group bisnis. Aku yakin Hans dan Kevin,habis di hajar habis-habisan sama ayang mu,". Kekeh Regan.


"Oh, ngomong-ngomong kalian kapan nikah,". Tanyanya lagi.


"Dua Minggu lagi,". Jawab Vivian.


"Kenapa gak habis nikah aja liburan sekaligus bulan madu,".


"Wow,kalau bulan madu cukup kami berdua yah sayang! Kami tak mau ada yang ganggu,". Regan cengengesan sedangkan Vivian, menahan malu di hadapan Ayunda.


"Gak usah malu sama Ayunda, sekalian kamu berguru sama suhu sebelum kita uwuwuwun,". Kekeh Regan.

__ADS_1


"Jangan di ambil hati apa yang di katakan Regan,tapi aku punya triknya. Aku bingung mau kasih kalian kado apa? Secarakan situ bos aku,". Ayunda, nampak bingung.


Vivian dan Regan, saling pandang lalu mereka tersenyum lebar.


"Kok tiba-tiba perasaan aku gak enak yah,". Kata Ayunda. Menatap pasangan laknat tega-teganya membuat dirinya menjadikan obat nyamuk.


"Yu,kamu sama Zense,ada hubungan ni. Coba deh kamu bujuk rayu dia dan berikan kami sebuah kado pernikahan nanti bulan madu di pulau pribadinya,". Ide Regan.


"Ck, sudah miskin kamu Gan? Tumben-tumbenan cari yang gratis,". Decak Ayunda.


"Ya elah, sesekali dong kami cari yang gratisan,". Vivian,mulai mengedipkan mata centil nya.


"Tolong matamu di kondisikan, merinding aku liatnya Vi,". Tegur Ayunda. "Ehh,baru tau kalau dia punya pulau pribadi,".


"banyak lo wanita di luar sana ngejar-ngejar Zense,dia itu terkenal kaya raya Yu. Perusahaannya ada dimana-mana. Hati-hati diluar sana banyak pelakor gatal-gatal kaya ulat bulu,". Ucap Vivian.


"Aku gak tau sama sekali tentang dia, yang aku tau dia pembisnis dan,".


"Dan kamu tunangan paksa,gitu,". Sambung Regan.


"So'toy lo,". Sahut Ayunda.


Vivian, menggelengkan kepalanya melihat calon sang suami bersama Ayunda,tengah berdebat yang tak masuk akal.


Perjalanan yang di tempuh cukup jauh Ayunda dan Vivian, mereka berdua telah terlelap dalam mimpinya.


****


"Kenapa Sinta, menangis bu?,". Tanya Vano,ia tengah bingung saat pulang bekerja tiba-tiba melihat istrinya tengah menangis.


"Itu biasa orang hamil sangat sensitif. Tadi dia mau ikut Ayunda, berlibur bersama bos-nya,". Jawab sang ibu.


"Untuk apa juga ikut-ikutan kenal saja tidak sama bosnya Ayunda. Jangan bikin malu kamu Sint,sudah banyak harga diri kita ini di injak-injak sama orang lain karena sifat kamu dan ibu,". Decak Vano.


"Tapi mas,aku ini keluarga nya. Jadi berhak dong aku ikut demi anak kita,ini juga kemauan anak kita,". Isaknya.


"Gak usah bawa anak-anak Sint,aku pinta sama kamu jangan berbuat aneh-aneh. Aku pusing kepala melihat tingkah laku mu yang konyol,".


"Orang hamil itu maunya macam-macam Van,jangan sembarang kamu,". Tegur sang mertua.


Ck,ibu sama anak sama saja membuat aku pusing. Lama-lama aku tidak tahan,batin Vano.

__ADS_1


__ADS_2