
Walaupun akad nikah J dan Ayunda, dengan cara bersembunyi. Cepat lambatnya,akan ketahuan juga.
Abraham, sangat marah saat mengetahui jika Ayunda dan J. Sudah menikah dan pergi entah kemana? Anak buahnya,sudah kehilangan jejak.
"Aaaaaarggghhh.... dasar tidak berguna,susah payah aku membayar kalian semua. Tapi, hasilnya nihil juga. Tidak akan aku biarkan kalian bahagia dan menikmati bulan madu, sungguh kau membuat aku geram J. Aku sudah merusak dan membakar hotel yang sudah kamu rencanakan untuk resepsi pernikahan. Ternyata,kamu nekat juga dan menikah secara diam-diam. Aaaaaarggghhh....". Abraham, langsung mengobrak-abrik isi ruangan kerjanya.
"Dia milikku,akan jadi milikku. Aku tidak peduli dengan siapa,aku berhadapan". Senyum semerik Abraham.
"Cukup Abraham,jangan membuat gila lagi. Perusahaan kita,menurun sangat drastis. Aku yakin, ini semua karena J. Jangan meremehkan dia, jangan mengusiknya lagi. Ini sangat bahaya untuk perusahaan kita,". Tegur sang sekertaris pribadinya. "Jangan keras kepala Abraham,ini sangat bahaya".
Abraham, langsung terduduk lemas di tepi sofa. Ia mengacak-acak rambutnya dengan kasar. "Diaaamm...lebih baik kamu keluaaarrr....". Teriaknya.
Sang sekertaris hanya diam saja. "Sudahlah Abraham,dia bukan jodohmu. Ikhlaskan saja, banyak wanita lain. Yang jauh lebih baik,kamunya aja malas cari" ledeknya.
Abraham, tersenyum kecut saat mendengar ledekan temannya.
Sang sekertaris paham bagaimana, sifat bosnya. Apapun yang dia inginkan, harus bisa mendapatkan. Jika tidak,maka orang pun tidak akan bisa memilikinya juga.
*****
"Bodoh...bodohhh..... sudah aku bilangkan,jangan pernah lalai dengan Ayunda". Geram Yolanda,kepada Hendri. Ia sambil menekan telunjuk ke arah kepala Hendri. "Bukankah aku sudah membayar mu dengan mahal,kenapa bisa lalai ha? Kemana saja,kamu ha? Mengurus wanita satu saja,tidak becus,". Bentak Yolanda, matanya memerah manahan emosi.
"Ke-kemarin aku sibuk bos..maaf atas kelalaiannya ". Hendri, menunduk takut.
"Bodohhhh....dasar pria tidak berguna,kamu Hendri. Sudah aku bilangkan,awasi dia sepenuhnya jangan sampai lalai. Tapi apa ha? Kamu malah sibuk dengan urusan yang tidak penting, aaaaaarggghhh..... Siaaallll....punya anak buah tidak berguna juga, termasuk kamu". Mata nyalang Yolanda, menatap tajam ke arah Hendri. "Ck,anak buahku tidak bisa terlalu dekat dengan dengan Ayunda. Dia juga di jaga dengan anak buah J dan Abraham,makanya aku menyuruhmu Hendri. Tapi apa? Kamu tidak becuusss....jika aku seorang dukun,kau yang aku tumbalkan".
Glekkk....
Hendri, sangat takut.nyalinya sangat ciuutt,saat ini.
__ADS_1
"Kau tau Hendri, mereka sudah menikah. Secara sembunyi-sembunyi dan kau tau, mereka sedang melakukan honeymoon. Yang aku tidak ketahui, tiba-tiba saja kehilangan jejak. J, memang hebat. Ia memiliki tempat persembunyian sangat baik".
"Tidak,tidak mungkin mereka menikah,". Hendri, menggeleng kepala.
Plakkkk.....
Satu tamparan mendarat di pipi Hendri. "Itu karena kamu lalai Hendri,tidak bisakah bergerak cepat ha? Dasar lamban,pantas saja. Ayunda,tidak sudi Kembali kepadamu. Hanya menyusahkan orang lain,Ck". Yolanda, menatap tajam ke arah Hendri,ia ingin sekali mencabik-cabik habis mangsa di hadapannya. Tapi dia berpikir, mungkin akan berguna lain kali.
"Apa yang harus aku lakukan,bos". Pinta Hendri,ia tak berani menatap Yolanda.
"Pergilah,pantau jika mereka sudah pulang. Kamu harus mengawasi gerak-gerik Ayunda, ganggu terus. Atau sekalian buat rencana licik". Jawab Yolanda, dengan cepat Hendri mengangguk pelan. "Untuk saat ini, kau masih selamat Hendri. Tapi,tidak lain kali. Pergiiiiii, sebelum aku berubah pikiran".
Tanpa ba-bi-bu lagi, Hendri langsung pergi meninggalkan Yolanda. Ada rasa lega di hatinya, mungkin untuk saat ini dia selamat.
"Aku juga harus mengawasi gerak-gerik Abraham, jangan sampai dia melukai J. aku bisa saja membakar perusahaannya,". gumam Yolanda.
*****
Di tempat lain. Dalam waktu dua jam mereka,sudah menempuh perjalanan menggunakan mobil.
Saat ini mereka melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter,gugup dan takut yang di rasakan Ayunda. seakan-akan dia pergi jauh, seperti boronan saja.
Karena ini adalah pengalaman Ayunda, menaiki helikopter. Tak henti-hentinya,ia memegang lengan J dengan erat.
Bahkan tak berani, menatap ke bawah.matanya merem melek,karena takut tubuhnya juga gemeteran.
"Ayolah,sayang. Buka matamu,lihatlah di bawah sangat indah pemandangannya,". J, mencoba membujuk sang istri.
"Tidak, tidak mau. Ini terlalu seram J,kita sangat jauh menempuh perjalanan. Kapan sampainya,apa lama masih mendarat jantung ku hampir cobot". Gerutu Ayunda. J dan pengawalnya hanya cekikikan mendengar keluhan Ayunda.
__ADS_1
Tentu saja Ayunda, sangat kesal kepada sang suami. Sesekali,ia mencubit lengan dan pinggangnya J.
"sabar sayang, setengah jam lagi baru akan mendarat. Tapi,kita perlu menempuh perjalanan lagi menggunakan kapal pesiar dalam waktu setengah jam. Barulah kita sampai ke tempat tujuan,aku yakin.kamu akan sangat menyukainya,di sana sangat indah". J, mencium kening Ayunda.
"Aku seperti diculik, begitu sangat jauh perjalanan. Badanku sangat pegal-pegal semua". Gerutunya lagi, dengan wajah memelas.
"Aku melakukan hal ini,agar bulan madu kita. Tidak akan terganggu oleh siapapun,sayang. Mengertilah, nanti kau akan menikmatinya". Kedip mata J.
"Terserah,aku ingin tidur. Tapi hati ku was-was, takutnya tiba-tiba hilang kendali helikopter nya dan jatuh. Pas bangun,ehh... tau-taunya sudah beda alam". Keluh Ayunda, matanya memang ngantuk. Tapi dia tahan,karena takut.
"Huuuusttt...jangan takut,ada aku yang menjaga mu". J, langsung melu-mat bibir milik Ayunda.
Ia mencoba menepuk bahu J,agar berhenti mencium nya karena di dalam helikopter bukan hanya mereka berdua tapi ada pilot dan sekertaris ikut serta mereka.
"kenapa sayang,apa kamu marah kepadaku. karena membawamu sangat jauh". J, menatap lekat ke wajah Ayunda.
"kamu harus tau diri,jangan mencium ku sembarangan tempat. kita di sini,bukan hanya berdua sayang. sabar dulu,". Ayunda, mengalungkan tangannya ke leher J.
"Kau sangat menggemaskan sayang,tak sabar aku memakanmu". J, mengigit bibir bawahnya Ayunda. deru nafas J, terasa di kulit wajah Ayunda.
"Aku merindukan Al,". lirih Ayunda, ia tersenyum kecil.
"Tenang sayang. Al, tengah berbahagia karena menunggu cetakan sang adik. Tak perlu khawatir,dia aman bersama paman dan bibi. untuk beberapa saat,kita jangan melakukan komunikasi dengan siapapun,jangan menggunakan ponsel atau hal lainnya. mereka bisa melacak keberadaan kita, sayang. aku tidak suka ada yang menganggu ku,kau paham kan". J, mengelus pipi mulusnya Ayunda.
Ayunda,hanya mengangguk pelan. ia sangat tau,jika bagaimana sifat sang suami. ia langsung bersandar di dada bidang kokoh J,ia tersenyum kecil. matanya berlahan tertutup.
"Tidurlah sayang,akan aku bangunkan jika sampai. aku sayang mencintaimu Ayunda".
maafkan aku Zense,aku sudah merebut istri mu. aku tau pasti kamu sangat marah di alam sana, melihat kami bermesraan berdua,batin J.
__ADS_1