
"Ehhh... tumben-tumbenan bu RT,lagi nunggu aku. Kangen yah,". Kekehnya Ayunda,ja melihat Bu RT tengah menunggu di teras rumahnya.
"Ikut aku Ayunda,sekarang juga.langsung saja,gak usah basa-basi". Bu RT, langsung menyeret paksa Ayunda.
"Ta-tapi bu,mau kemana? Main tarik aja" Ayunda,pasrah saja dengan perlakuan bu RT.
"Kerumah ibu,nanti kamu bakalan tau. Ini sangat penting,misi harus di selesaikan". Tegas bu RT, sambil menuntun Ayunda. Mereka sedikit berlari.
Rumah Bu RT,cukup masuk ke dalam gang. Ayunda, kebingungan kenapa tiba-tiba dia di seret seperti ini.
Sesampai di rumah Bu RT, terlihat cukup ramai. Ayunda,saja bengong melihat kehadiran J. Menggunakan celana hitam panjang, pakaian atas putih dan menggunakan peci.
"Bu RT,ada hajatan yah. Iiiss....gak bilang,kan aku bisa ganti baju bu. Gak kaya gini juga kali, pakai baju kantor". Gerutu Ayunda. "Tapi,kamu ada di sini J,mana penampilan kamu kaya gini". Tanya Ayunda.
"Duduk,kamu tanda tangan dulu beberapa berkas ini. Cepat,sayang. Agar kita cepat-cepat menikah". J, menyodorkan beberapa lembar berkas.
"Haa? Menikah katamu. Tapi,kenapa mendadak J? Mana suasananya seperti ini,ada masalah kah". Delik mata Ayunda, ke arah J.
"Hussssttttt....kamu tanda tangan aja,dulu. Selesai ini semua,J akan ijab kabul. Kamu ganti baju di kamarku,". Sahut bu RT.
"Iya, Ayunda. Cepat lakukan,saja. Lebih cepat lebih baik". Sambung bu Sumi.
"Sumpah,aku bingung lagi bu. J,kenapa diam". Rengeknya Ayunda.
"Tanda tangan saja dulu,kalau sudah selesai semuanya. Nanti aku akan ceritakan,kenapa seperti ini. Hanya acara sederhana di akad nikah kita,bahkan tergesa-gesa". J, menatap lekat ke arah Ayunda.
Tanpa berpikir panjang lagi. Ayunda, langsung tanda tangan. Lebih baik aku turuti saja, batin Ayunda.
Selesai tanda tangan. Ayunda, langsung di bawa ke kamar bu RT.
"Ayo,kita ke kamar dulu. ganti baju dan dandan sedikit". Bu Lela, langsung menuntut Ayunda.
__ADS_1
Masih terdengar sayup-sayup ucapan J,kepada seorang pria yang sudah berumur sepertinya seorang penghulu.
"langsung saja pak,kita mulai ijab kabulnya". ucap J, dari kejauhan.
Saat di kamar. Ayunda, langsung di suruh ganti baju. Gaun berwarna putih,hanya ada hiasan manik-manik biasa. Ia juga menggunakan hijab dan menggunakan make up tipis.
Di bantu oleh beberapa ibu-ibu tetangganya juga. Ayunda,masih termenung kenapa pernikahan sangat sederhana. Ia tak habis pikir,namun ia tetap percaya. Ada hal sesuatu kenapa J, melakukan hal ini.
"Cantiknya kamu Ayunda". Bu RT,memuji kecantikan Ayunda
"bu,apa ada masalah? Tolong katakan". Mata Ayunda,mulai berkaca-kaca.
"Sabar nak,kita bereskan dulu akad nikahnya. Baru kita ceritakan, selamat menempuh hidup baru". Bu sumi, langsung memeluk Ayunda.
"Tapi bu? Paman dan bibi,tidak ada. Bahkan anakku juga tidak ada,bu. Kenapa seperti ini". Air mata Ayunda, akhirnya mengalir juga. Sekuat tenaga,ia bendung. Tapi sia-sia,ia menatap ke arah ibu-ibu di dekatnya.
"Sahh....''
"Dengar nak,kamu dan J. Sudah sah, menjadi suami-istri ". Bu RT, menghapus air matanya
"Yang penting kamu sudah sah, dengan J. kalau lama-lama, nanti malah susah. apa lagi mantan suami kamu, tiba-tiba muncul selalu mengganggu dirimu,." sambung bu Lela.
Ayunda, hanya mengangguk pelan. Mungkin semua ini,ada yang tidak beres. Ia berdiri dan keluar dari kamar, terlihat jelas di wajah J. Ia tersenyum saat melihat Ayunda,keluar.
Dengan patuhnya, Ayunda duduk di samping J. Ia mencium punggung tangan J,yang baru jadi suaminya. J,juga mengecup kening Ayunda.
"maafkan aku, sayang. Hanya sederhana seperti ini,tidak sesuai yang di inginkan dan di harapkan". Lirih J,ia menghapus sisa air mata Ayunda.
"Tidak apa,aku mengerti. Kamu sudah menepati janji, untuk menikahi ku. Semua ini, pasti ada alasan yang kuat". Jawab Ayunda,ia tersenyum merekah.
J, langsung menatap ke arah ibu-ibu. "Makasih,untuk ibu-ibu. Yang sudah bersedia membantu ku,"
__ADS_1
"Tidak apa-apa,nak.kami senang membantu kamu dan Ayunda, karena dia sudah kami anggap anak sendiri. Kami titip nak Ayunda, jangan buat dia sedih lagi". Pinta bu RT,ia juga tak sanggup menahan air matanya.
"Makasih bu,". Ayunda, berhamburan ke pelukan bu RT dan lainnya.
Walaupun acara akad nikah, sangat sederhana tidak ada terkesan seperti pernikahan yang dulu. Tapi Ayunda, bersyukur karena J sudah menepati janjinya.
sudan pasti ibu-ibu lainnya,juga di beri tips oleh J. malah semakin semangat membantu J,dalam rencananya ini.
Saat semuanya sudah beres, akhirnya J dan Ayunda. Segera pamit kepada ibu-ibu dan lainnya.
Mobil yang menjemput mereka akhirnya sudah datang. terlihat mobil mewah, berwarna hitam.
Didalam mobil,hanya hening tidak ada yang membuka suara. Sedangkan J,sibuk dengan ponselnya.
"Kau berhutang alasan dengan ku,J" Ayunda, langsung ke intinya saja.
J, menghela nafasnya dengan berat. Ia mendekati tubuh Ayunda dan memeluknya.
"Kenapa akad nikah kita, seperti bersembunyi? Apa,kamu sengaja menyembunyikan pernikahan kita? Atau kamu tidak mau, orang-orang lain. Bahwa kita sudah menikah J,". Tanya Ayunda,lagi. "apa kata orang-orang J. bahkan paman,bibi dan Al. mereka tidak ada juga,hanya foto-foto biasa. itupun hanya beberapa saja".
"Aku tidak mungkin melakukan hal yang membuat kecewa,aku terpaksa harus menikahi mu dengan cara seperti tadi. Kamu sadar,bukan? Kalau kita mengadakan acara akad nikah,secara terbuka. Aku yakin,ada seseorang yang akan menggagalkannya. Terutama Abraham, Yolanda dan mantan suami mu. Kamu juga tahu,bukan? Kalau mantan suamimu,di bantu oleh siapa? Aku sudah merencanakan semuanya secara mantang-mantang, paman bibi,dan Al. Semuanya sudah tahu, walaupun kamu tidak tahu. Dalam diam ku,aku bisa mengatasi semuanya. Aku hanya tak ingin,ada yang menggangu acara sakral kita. Hanya itu, walaupun secara tersembunyi". Ucap J, menjelaskan semuanya. Ia mencium kening Ayunda.
"Benarkah? Kau tidak ada yang di sembunyikan dari belakangku". Tanya Ayunda, menatap tajam ke arah J.
"Tidak ada sayang,". Senyum kecil J. "pulang dari honeymoon,kita akan mengadakan resepsi pernikahan. Mereka tidak menganggu,sebab kita sudah menikah".
"Kita mau kemana". Tanya Ayunda,ia bersandar pada tubuh J. ia sadar jika jalan yang di tempuh, bukan jalan pulang.
"Sesuatu yang tidak pernah tau,kita dimana? Mungkin saja, mereka sedang mengintai kita. Kita langsung honeymoon,sayang. Al, titip bikinkan adik". Ucap J,ia tersenyum kecil.
Ayunda, tersenyum manis. Ketika mendengar jika anaknya menginginkan seorang adik,ia tersipu malu-malu. Duhhh....kaya anak perawan aja akunya, deg-degan banget. Gerutu Ayunda.
__ADS_1