
" Yaa Estu, ada apa?" kataku pelan saat mengangkat telepon dari nya. aku melirik kepada Ayu yang duduk di sampingku, Lalu aku berdiri.
" kabar anak-anak gimana?" tanya ku kemudian.
" Iya maaf akhir akhir ini Aku sedikit sibuk menyelesaikan kerjaanku ini dan itu. sampai aku lupa menanyakan kabar anak-anak sama kamu atau sekedar untuk menelepon nya?"
" sekarang anak-anak kemana?" tanyaku lagi.
" gak usah video call dulu di sini tempatnya Banyak Debu. Kalau video call aku enggak jelas berbicara?" Kata ku beralasan.
kulihat Ayu yang terdiam dan raut mukanya yang sedikit berubah.
Mungkin aku mengerti.
Beberapa saat aku berbicara dengan anakku Arcelio dan Danesh. bercanda dengan mereka sebentar.
" Bagaimana kabar ibu dan bapak?" tanyaku kemudian setelah aku selesai berbicara dengan anak-anak?"
" Apa, bapak sakit dirawat di rumah sakit?" kata ku
" Semoga cepat sembuh ya,?" kataku lagi.
" emmm... aku belum tahu kapan aku akan Ke Jakarta. aku di sini sibuk?" kataku.
" Apa Bapak nanyain Aku Dan pengen ketemu sama aku! kok tumben ada apa.!?" kata ku heran.
kulihat lagi Ayu yang masih duduk itu. raut mukanya bertambah berubah?
" Mungkin Nanti kalau aku ke Bekasi nengokin teh nyai , Aku sempatin mampir ke sana.?" kataku.
" Hmm... kamu tahu dari siapa? apa dia yang ngasih tahu kamu sendiri?" kataku menjawab pertanyaannya yang menanyakan Aku kenapa tidak menengok Kylie.
Sesaat Aku terdiam mendengarkan nya berbicara sesuatu. Raut Muka ku sedikit serius. Aku menarik nafas panjang.
Setelah Estu selesai berbicara, aku menanggapi nya biasa. berusaha biasa saja di depan Ayu. aku tak ingin Terlihat gusar.
" Ya sudah Nanti lagi yaa? rekan kerjaku memanggil." kata ku sambil mematikan panggilan tersebut.
Lalu aku menatap Ayu Yang sepertinya membuang muka. Raut wajahnya terlihat Asam?
" Ay, kamu kenapa?" tanyaku pelan. namun dia hanya Diam.
" Kamu nggak suka aku di telepon dia apa nggak suka aku ditelepon sama anak-anakku atau keduanya?" tanyaku sambil duduk bersandar di samping nya.
" Maafin aku ya Ay, Aku ini lelaki yang nggak sempurna buat kamu. yang merasa memiliki aku banyak dan memang tanggung jawab ku juga banyak?" kataku kemudian.
Namun Dia hanya diam, menyembunyikan segala perasaan nya mungkin?
" Aku tidak ingin kamu mengerti, tapi setidaknya kamu memberi ruang buatku untuk berhubungan dengan semua orang yang pernah aku kenal. Apalagi itu menyangkut anak-anakku Ay?"
Ayu Menundukkan kepalanya, menyembunyikan Raut Wajah nya. Aku menghela nafas ku, memandangnya Sebentar.
" Jadi kapan kamu merasa siap untuk menghadap sama orang tuamu?" tanyaku kemudian kepadanya.
" Mas Bandi juga sedikit Gusar mikirin kamu yang pergi tanpa kejelasan?" kata ku.
__ADS_1
" tadinya aku hampir saja keceplosan sama dia, tapi setelah dipikir-pikir memang waktunya belum tepat." kataku.
" Emangnya Mas mau ngomong apa?" tanyanya.
" Aku mau ngelamar kamu?" kataku. Dia hanya tertawa kecil.
" Memang kelihatannya seperti nggak mungkin yaaa??" kataku sambil tertawa kecil Juga.
" Aku ini seperti lelaki yang menjilat Ludah aku sendiri.?"
" Lelaki yang munafik dan badjingan seperti yang keluarga kamu tuduhkan Ay?" kataku.
Kataku sambil tertawa Bias dan Datar.
" Harusnya kita dulu nggak bermain-main sampai sejauh ini, karena pada akhirnya kamu yang dirugikan oleh ku?" kataku.
" Maafin Aku ya Ay?" kata ku. dan dia hanya diam.
***
Gemericik air hujan yang jatuh di sore ini Seolah menemani lamunan dan kesendirian ku.
Meskipun Dia ada di dekat ku.
Aku merasa Kedinginan? Tak hanya tubuh ku, tetapi Batinku yang sepertinya Hampa.
Memang setelah kejadian itu mas Sakha kepadaku seperti agak dingin. Segala Rasa Hangat yg biasa dia hadirkan seolah padam terhadap ku.
Aku merasa jika....,
Rasa cintanya Berubah seperti rasa kasihan terhadapku, Yang di barengi dengan sikap nya tak sehangat dulu. saat dia menatapku pun seperti menatap orang lain, tak bersinar seperti biasanya.
Dia tidak lagi melakukan itu, Setelah sepulang aku dari klinik Sewaktu itu.?!
Dahulu, saat tahu aku akan menikah dengan Linggar. dia tetap menemuiku, menanyakan Kabar itu dan langsung mendatangi aku yg masih bekerja di minimarket .
Dia Datang masih dengan tatapan matanya yang Hangat. Seperti Tatapan Saat pertama, yang membuatku jatuh cinta.
Namun sekarang??
Mungkin sedang banyak persoalan yg dia hadapi. apalagi sekarang mas Sakha sedang menghadapi gugatan cerai dari istrinya itu.
" Kamu jangan maksain diri mas kalau kamu nggak ingin nikah sama aku?" kataku pelan Kepada nya.
Dia langsung menatapku kaget.
" Maksud kamu apa Ayu?" tanyanya seperti Bingung.
" Iya Mas, kalau kamu nggak pengen nikah sama aku, Kamu jangan terlalu memaksakan diri untuk melamar aku.?"
" Apalagi kamu tahu seperti apa mereka, dan juga kamu tahu Posisi kamu di mata mereka?" kataku lagi.
kemudian dia berdiri sambil menatapku, Raut mukanya berubah menjadi kesal.
" Lalu sekarang aku harus apa!! harusnya bagaimana aku berbuat sama kamu. Jangan bikin aku merasa serba salah Ay!?" katanya kesal.
__ADS_1
" Mau aku di Cap Jelek sama keluarga mu, Mau aku tidak disetujuin sama keluargamu, meskipun seperti itu, aku tetap maju demi kamu. selama kamu masih mau sama aku!?" Katanya terdengar Jelas.
" Tetapi, kalau kamu ngomong nya seperti itu tadi. aku jadi bingung dan pusing!! harusnya aku berbuat seperti apa terhadap kamu!" katanya.
" Aku tahu aku paling cacat, banyak salah, banyak kekurangan di mata kalian semua. Tapi tolong lihat Niat aku sama kamu Ay.!"
" Bukan karena aku udah pernah tidur sama kamu, tapi aku ingin menebus rasa bersalah Aku ini sama kamu Ay?"
" Aku ingin membalas rasa cinta yang kamu miliki terhadap Aku Ay?" katanya sedikit Lirih.
" Oohh, Jadi mas hanya ingin membalas Cinta aku, jadi selama ini Mas gak punya perasaan itu?" kataku Sedikit bergetar.
" Terus, emang sekarang mas sudah Siap, sudah Punya cinta sama aku?!" tanyaku Sambil menahan Rasa Sesak Di dada. dia menatapku tajam.
" Iyaa!! Aku Cinta sama kamu Ay, Aku juga ngerasain apa yg kamu rasa?!" katanya tegas Tampa jeda.
" kalau aku enggak cinta sama kamu, aku enggak bakal tidur sama kamu. kamu pikir gampang bercinta sama perempuan kalau enggak memiliki perasaan?!" katanya.
" Dan Cinta itu bukan melulu tentang tidur bareng , bercumbu atau bermesraan. Cinta itu sebagai perasaan,feel... terhadap seseorang!?" katanya lagi.
Aku hanya diam menatap nya.
" Kalau kamu cinta sama aku, Kamu punya feel sama aku Mas, Kenapa kamu bersikap Dingin sama aku sekarang!" kataku yang langsung membuatnya merasa terpojok.
Dia hanya diam Sambil Menatap ku, Seperti Menelanjangi ku dengan tatapan nya yg tajam.
Kemudian terdengar helaan Nafasnya yang terdengar Berat.
" Ayu..., Maaf kalau aku terasa begitu buat kamu. Tapi Memang Sekarang aku sedang banyak pikiran."
" Ada setumpuk pekerjaan yang harus aku selesaikan juga ada setumpuk visi-misi yang sedang aku rencanakan untuk kemajuan usahaku itu!!"
" Dan di rumah pun aku masih dihadapkan dengan setumpuk permasalahan yang tak kunjung selesai.!?
" Aku capek sama hidupku sendiri dan kadang aku merasa nggak ada seorangpun yang bisa mengerti. mereka hanya bisa menuntut... menuntut... menuntut terus dari aku.!"
" Aku tidak ingin dimengerti, tapi setidaknya kasih aku Ruang!? katanya.
" Maafin Aku kalau Aku terasa dingin buat kamu?" katanya sambil mendekati ku.
Dia mencium jemari tangan ku dan memeluk ku.
Aku sudah tak kuat lagi menahan rasa yg bergejolak di dadaku. aku bergetar dan menumpahkan Air mata di pelukannya itu.
Aku memeluknya, Mas Sakha mengelus Rambut ku berkali-kali. Dia Meletak kan Bibir nya kepalaku itu.
Aku memeluknya semakin Erat, Rasanya Tangis ku menghebat.
Hatiku seketika terasa Hangat, Aku merasakan lagi Cinta nya yang membuatku nyaman itu.
Sungguh Tuhan, Aku mencintai nya sangat Dalam dan menggema di seluruh Dada ku - atas Namanya.
" Mas Sakha, jangan tinggalin Aku..." kataku Kepada nya. Dia memeluk ku semakin erat juga, Seperti akan menelan Tubuh ku.
**
__ADS_1
Aku Tahu pasti apa yg dia inginkan atas Ku.
Berkali kali Ayu mengatakan hal yg sama 'Jangan tinggalin Aku?'