
" Iya maaf, tadi Enggak ke angkat. Aku masih tidur seperti nya?" kataku pada Estu yang tengah menelponku.
" Tadi malam nyampai nya, jam sembilan mungkin?" kataku mengingat ingat.
" Gimana, keadaan anak anak?" tanyaku kemudian.
" Ya syukur kalau begitu?" kataku lagi sambil mengucek mata ku.
" Ya aku masih sibuk ngurusin ini, itu di sini. Minggu depan aku ke Surabaya mengisi seminar. kataku lagi.
Lalu aku sedikit tersenyum kecil karena di ledeknya.
" Yaa... nasib orang mah gada yang tau?" kataku pada nya.
" Kan semua juga demi kalian?" kataku lagi.
" iya deh... makasih Sayang.?" kataku kemudian.
" Salam buat ibu yaa.. nanti kalau anak anak nanyain aku. kamu telpon aku aja lagi?" kataku sambil mensudahi nya.
" Aa.. Tadi Ada yang cariin Aa kerumah?" kata Mira Kepada ku.
" Siapa?" kataku. dia hanya mengangkat bahu.
" Mira aja gak kenal. tadi mas Arya yang nemuin." katanya.
" Perempuan apa laki laki?" tanyaku.
" Laki laki Aa.. tapi Mira gak tau siapa nya??" kata nya
Aku hanya mengangguk angguk kan kepala ku pelan.
" Nanti kalau ketemu mas Arya aja Aa... tanya Kedia?" kata Mira. Aku lantas mengangguk lagi.
***
Enggak ngerti lagi lah aku dengan urusan Kaka ipar ku itu. Aa Sakha.
Tadi pagi ada seseorang yang mencarinya, kata nya Pengacara dari keluarga nya si Ayu?
Entah apa lagi yang akan di tuntut oleh keluarga nya itu.
Apa mungkin Keluarga nya sudah tahu jika Ayu pernah keguguran? Dan kemungkinan besar kakak iparku lah yang telah??
Serba bingung aku dengan nya. Belum lagi tekanan dari keluarga ku, terutama ibu yang meminta kakak iparku itu untuk Segera pindah. Agar tidak tinggal di rumah ku.
Sedangkan aku Sendiri berencana untuk melanjutkan Program kuliah ku di Australia. agar nantinya aku bisa mengajar calon dokter muda.
Sengaja. biar saja Mas Sakha tinggal dengan ku, agar dia dapat menjaga Mira. istriku.
Ibu malah memintaku agar Mira tinggal dengan nya. biar rumah ku bisa di sewakan?
Dadaku rasanya berat jika memikirkan ini.
Istriku sendiri sudah Hamil empat bulan. di kondisi nya yang sekarang, Mira masih membantu kakak nya itu dj CV furniture nya. Dan malah menjadi Andalan mas Sakha dalam menangani karyawan nya.
Aku sendiri tak pernah melarang nya, hanya saja mengingatkan. jika terlalu berat mending di serahkan pada Kakak ipar ku tersebut.
Yang menjadi masalah, adalah ibuku yang selau menggoreng nyaenjadi topik keributan.
Pusing dan bingung.
" Dokter, Ruang operasi nya sudah Siap?" kata salah seorang Nurse Kepada ku. Aku menatapnya sambil tersenyum.
" Oke.. saya segera Kesana?" kataku sambil mengangkat jempol ku.
***
" Besok ballroom mau dipake seminar untuk Bank.?"
" Akan banyak Peserta yang hadir dari luar daerah sebagai tamu undangan. jadi saya minta kalian untuk meningkatkan pelayanan kepada kostumer?" kata atasan ku kepada kami ketika hendak memulai aktivitas.
" Ada pertanyaan?" katanya lagi. dari kami banyak yang diam. hanya beberapa saja yang menayangkan hal yg kurang mereka pahami.
" Indah. nanti Pulang kerja, mampir ke toko yuk?" ajak Manda rekan kerja ku itu yang sama sama resepsionis
" Mau beli apa?" tanyaku padanya.
" Bedak sama lipstik ku habis?" katanya sambil tersenyum. Aku membalas nya dengan mimik muka ku.
__ADS_1
" Iya pak, selamat siang. ada yang bisa saya bantu?" kataku pada salah seorang tamu yang Datang.
Dia memakai kacamata hitam nya sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam dompet nya.
" Iya mbak, saya mau check in reservasi kamar atas nama Nuril Azmi A. untuk hari ini sampai lusa?" katanya sambil menyerahkan KTP nya itu.
aku sedikit tersenyum kepada nya. tapi dia menatapku lekat. yang membuka kaca matanya itu.
" Ayu?" katanya menyapa diriku. aku menatapnya, seketika aku merasa gugup, karena tahu siapa yang Berdiri dihadapan ku ini.
Aku hanya mencoba tersenyum datar.
" Kamu ayu kan?" katanya kepada ku.
" Saya indah pak?" kataku berusaha menghindar.
lantas dia tertawa kecil.
" Maaf, ternyata saya salah orang?" katanya lagi.
" Maaf ya mbak..?" katanya sambil tersenyum kecil Kepada ku.
" saya pikir tadinya mbak adalah seseorang yang saya kenal. tapi ternyata hanya mirip?" katanya lagi.
Aku lantas menyerahkan kunci kamar nya itu kemudian.
" Ada di lantai lima ya Pak?" kataku padanya.
" Oke... terima kasih?" katanya datar. lalu pergi menuju lift sambil menarik koper baju nya.
Aku menatapnya sembunyi sembunyi dari Sini. sesaat sebelum dia menaiki lift, mas Sakha memandang ku.
aku menghembuskan nafasku perlahan, rasanya berat ketika berhadapan dengannya tadi. Aku berusaha menjadi seseorang yang pura-pura tak kenal dengan dirinya.
Namun sepertinya, sikapnya tadi terhadapku juga menyesuaikan dengan apa yang aku katakan terhadapnya.
Namun itu malah membuatku semakin merasa sakit.
Ternyata, mas Sakha adalah tamu undangan dari seminar yang akan diadakan besok.
menurut keterangan yang terlampir, dia akan menjadi salah satu pembicara di seminar tersebut.
Ternyata keberhasilannya sekarang ini membuatnya semakin dikenal.
" Indah, Kamu kenal sama Tamu yang barusan?" tanya Manda Kepada ku.
aku aja menggelengkan kepalaku perlahan.
" tapi rasanya Dia memang kenal kamu loh?" katanya lagi.
" Kebetulan Mungkin? Kan bisa saja ada orang yang mirip mirip dengan ku. bisa saja dia salah duga?" kataku mengelak.
Kemudian Manda hanya tersenyum.
***
Aku melepaskan meja yang aku kenakan, dan menggantinya dengan kaos agar sedikit merasa santai.
Aku masih membiarkan seseorang tadi - resepsionis tadi yang bernama Indah? aku yakin kalau dia itu sebenarnya adalah Ayu. Mana mungkin aku lupa dengan dirinya dan terlihat sekali Jika dia Sengaja menutupi sesuatu dariku.
Atau mungkin sekali baginya yang sengaja menghindar dariku.
Namun Rasanya, perasaan ini tidak terima. ingin sekali rasanya aku mau minta penjelasan dari nya. atas sikapnya terhadap ku.
**
Jangan dekat atau jangan datang kepadaku lagi
Aku semakin tersiksa karena tak memilikimu
Kucoba jalani hari dengan pengganti dirimu
Tapi hatiku selalu berpihak lagi padamu
… Mengapa semua ini terjadi kepadaku
… Tuhan maafkan diri ini
Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya
__ADS_1
Namun apalah daya ini
Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta diaэ
… Tapi hatiku selalu berpihak lagi padamu
… Mengapa semua ini terjadi kepadaku
… Tuhan maafkan diri ini
Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya
Namun apalah daya ini
Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia
… Mengapa semua ini terjadi kepadaku
… Tuhan maafkan diri ini
Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya
Namun apalah daya ini
Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia
Suara instrumental lagu terdengar di seluruh lounge hotel ini.
Aku duduk sambil menikmati kopi di sore ini sedikit Merasa Rileks karena nya.
sambil sedikit menghapal kan Tulisan yang besok akan aku sampaikan kepada peserta yang lain dan perwakilan Bank yang Hadir sebagai sponsor di seminar ini. katanya juga ada perwakilan dari kantor kementerian pusat.
Sesekali aku melihat ke sekeliling, Siapa tahu orang yang bernama Indah tadi akan lewat.
sungguh, masih masih penasaran kepadanya.
aku rasa Dia memang benar Ayu. Ayu yang aku kenal, yang pernah jadi kekasihku dan aku pernah berniat untuk menikahinya.
Kira kira, Bagaimana caranya ya agar aku bisa mengobrol dengannya.
" Selamat sore mbak?" memberanikan diri kepada temannya itu.
" Iya Pak, Ada yang bisa saya bantu?" katanya terdengar ramah. Aku tersenyum sambil sedikit melirik kepada Ayu.
" Maaf Mbak, Saya mau minta sendal untuk di kamar saya. Tadi saya sudah coba mencari tetapi memang tidak ada?" kataku.
" Ohh iya pak, biar nanti room boy nya mengantar kan?" katanya.
" Eee.. sama itu mbak? saya bisa minjam sajadah dan tau arah kiblat nya?" kataku.
" Itu ada pak, biasanya di laci meja di bawah tivi nya. tanda kiblat nya juga ada di dalam laci?" katanya menjelaskan.
Aku hanya tersenyum sambil mengucapkan terima kasih, sebelum pergi. Aku menatap Ayu dan mencoba lagi untuk tersenyum kepadanya.
Namun dia hanya menatap ku. hanya tipis sekali senyum nya itu.
Hatiku terasa sedikit sesak karena nya. mungkin saja dia tak ingin lagi tahu segalanya tentang aku. dan ingin melupakan segala kejadian dengan ku.
**
" Sepertinya tamu itu penasaran sama kamu indah?" kata manda kepada ku.
" Ya wajarlah penasaran, Mungkin dia enggak pernah ngelihat perempuan cantik kayak aku?" kata ku yg bercanda terhadapnya.
Lantas Amanda Sedikit memukulku. kami tertawa Bersama kemudian.
Sebenarnya, Aku juga merasa penasaran terhadapnya. mungkin ada perasaan rindu di dalam hatiku terhadapnya. Aku kira aku sengaja pergi jauh darinya berharap tidak akan bertemu lagi dengannya.
seolah-olah, perasaanku dan perbuatanku ini menjadi sia-sia.
Rasanya, permasalahan dalam hidupku tidak akan pernah selesai. jika aku terus-terusan mengingatnya.
sejauh apapun aku pergi, sepintar apapun aku menghindarinya. akan sia-sia Dan percuma jika aku masih menaruh hati terhadapnya bahkan berharap besar kepadanya.
sejujurnya aku masih ingin bersamanya. tak perduli Dia memiliki berapa wanita di hidupnya, Tak peduli orang berkata apa tentang aku ataupun dia. yang paling penting aku merasa bahagia saat di dekatnya.
aku merasakan apa yang aku cari selama ini di dalam hidup ku.
Aku mencintai nya, sungguh sangat mencintai nya.
__ADS_1