
Hari ini, Hari pernikahan Mira dan Dokter Arya. Mau tak mau aku harus memenuhi janjiku untuk mendampingi nya.
Sedari tadi aku belum bertemu dengan mas Sakha yg seperti nya sibuk juga.
Resepsi pernikahan mereka tak berlangsung di gedung atau Hotel mewah, Dokter Arya dan Mira memilih menggunakan Ruangan terbuka, taman untuk resepsi nya.
Para tamu undangan hanya berasal dari keluarga Pak Dokter, juga sedikit dari kenalan nya.
Sedangkan Keluarga Mira hanya ada mas Sakha dan kakak Perempuan nya.
Tidak lebih dari sepuluh orang. Sedangkan Istrinya mas Sakha yang katanya akan hadir itu, belum terlihat. Ibunya Kylie?
" Terima kasih ya mbak Ayu?" kata Mira lirih Kepada ku, aku tersenyum kepadanya.
" Semuanya berjalan lancar dan baik. Untung mbak mau milihin Dress sama yg di pakai Keluarga. Semuanya pas mbak?" katanya sambil tersenyum lagi.
Dia sedang Di rias kembali, Aku memegang pundaknya.
" Karena pernikahan itu baik nya hanya sekali seumur hidup, jadi lakukan lah yg terbaik?" kataku.
Dia hanya mengangguk dan tersenyum kecil.
" Mbak, Katanya Cece Livia mau Datang sama Kylie. mereka sedang di jalan?" Katanya sambil menatap ku dari kaca rias.
Aku hanya tersenyum kecil,
" Aku Baik baik aja kok mir?" kataku meyakinkan nya.
Dia membalas senyumanku.
Di Keluarga Mira dan mas Dokter Semuanya menggunakan setelan kemeja dan kebaya berwarna sama. Berwarna Tosca muda yg soft.
Termasuk dengan kebaya yang aku kenakan juga kebaya yg di paketkan untuk Cece ipar nya Mira.
Cici livia, yang katanya akan datang.
Sudah pukul Sepuluh Pagi. Setelah acara akad nikah ulang Selesai serta menandatangani Buku Nikah semuanya berbaur untuk makan.
Terdengar alunan suara Musik yang merdu, menggema di setiap sudut taman.
Suara tawa dan Riuh nya orang yg datang terdengar Sangat dekat. Seolah-olah kami adalah keluarga.
Mira dan Arya berdansa, merayakan kebahagiaan mereka. Tak bisa di sembunyikan raut wajah mereka yang berbahagia. mereka berdua masih terlihat malu-malu dan kikuk memperlihatkan kemesraan di Semua. orang yg hadir.
Senyum yang penuh Cinta dari keduanya, juga senyum Tatapan bahagia dan puas dari bibir mas Sakha.
Aku menatapnya dari sini.
Aku ikut serta saat mereka mengambil Foto keluarga.
Aku di dekat mas Sakha yang berdiri tegap.
Dia terlihat sangat tampan dan gagah. tak henti hentinya dia tersenyum. Dia memegang lengan ku, seolah aku adalah Bagian dari Keluarga inti Mereka.
Aku merasa tersanjung.
Tak sengaja kami saling bertatapan, Dia tersenyum kepada ku. Aku menatapnya.
" Kamu cantik." katanya dari gerakan bibir nya yang terbaca oleh ku. Aku tersenyum, rasanya meledak semua rasa di hatiku. Aku tersipu karena nya.
Tak begitu lama, Mira menghampiri seseorang yang baru saja datang sambil menggandeng gadis kecil.
Dari jauh dia terlihat sangat anggun menggunakan setelan yang sama dengan keluarga Mira, juga Aku.
Terlihat jelas, Dia Cici Livia serta Kylie.
Aku menarik Nafas ku, mengatur detak jantung ku yang tiba-tiba terasa Cepat.
Aku harus bisa menahan nya. pikirku.
Aku tersenyum serta menghampiri nya, menyapa Kylie yang tak asing bagiku.
Tatapan Cici Livia sangat lekat pada ku. tak terlihat rasa kesal marah atau Benci nya terhadap ku.
Terlihat biasa saja, namun aku tahu ada sesuatu di dalam dirinya beranggapan terhadap ku.
Mas Sakha pun terlihat biasa saja saat menyapa kami berdua, malah saling memperkenalkan satu sama lain.
kami berdua hanya tersenyum Tampa bersalaman.
Mas Sakha segera menggendong Kylie.
Dia menikmati Suasana dengan mengajak Dansa putri nya itu.
Terlihat rasa bahagianya, rasa cinta dan kasih nya terhadap putri kecilnya yang sudah terlihat anggun sejak Dini.
Aku tersenyum kepadanya, Aku merasa juga Bahagia.
**
Aku memperhatikan Perempuan muda yang bernama Ayu tadi dari sini, sambil memperhatikan Sakha yang seolah berdansa dengan Kylie.
Anak ku itu juga terlihat sangat Happy bersama dengan Papa nya. Aku tersenyum.
__ADS_1
Ku lihat Perempuan itu juga menatap lekat Sakha dan juga tersenyum sambil Seolah olah menggigit jemari nya.
Aku menatapnya yg terlihat cantik dan Anggun. tak terlihat seperti dia yg dulu.
Sepertinya dia terlihat matang dan dewasa.
Aku Memperhatikan nya yg Semampai, senyumnya yg manis dengan sedikit gingsul. Body goals dengan betis yang seperti bulir padi.
Dia anggun dengan Hils yang tak begitu Tinggi.
Seolah-olah ini juga pesta miliknya, karena yg di kenakan nya juga sama dengan apa yg di kenakan ku.
Mungkin Mira yang memintanya untuk membantu semua pesta yg sempurna ini.
Arya dan Mira terlihat sangat bahagia. menyapa setiap tamu yang datang.
mendatangi tamu yg duduk di meja perjamuan.
Tak ada Panggung pelaminan untuk mereka.
Tak begitu lama, Sakha mendatangi ku. dia mengembangkan senyum nya yang Hangat dan Kuat. menyodorkan tangannya seolah mengajakku berdansa.
Sesaat aku berfikir, namun akhirnya aku mau.
**
Rasanya Kebaya yg ku kenakan ini menyempit dan membuat ku sesak.
Seperti tak ada udara di sekeliling ku saat aku melihat mas Sakha Berdansa dengan istri nya itu.
Hatiku panas Terbakar Cemburu. namun aku harus tetep tenang.
Setidaknya sampai pesta ini Selesai.
Aku menahan nafasku yg seolah memburu.
Mereka tampak sangat serasi, yg satu anggun dan yang satu terlihat Gagah.
Terlihat senyum mereka yg canggung dan Memaksa. jangan sampai memalukan, itu menyemburatkan Rasa Bahagia dari mereka berdua.
Mas Sakha sangat lembut memegang pinggang ramping istrinya yg cantik.
Mengajaknya mengikuti Alunan lagu yang merdu.
Tinggi keduanya sangat imbang. Seolah, jika Mas Sakha sedikit menunduk saja bisa langsung mencium nya.
Hatiku panas, Sejujurnya aku tak kuat melihat mereka. aku berkali kali meminum air di gelas yg aku pegang.
Aku sengaja memalingkan wajah ku.
Anak lelaki kecil itu berlari menghampiri mas Sakha Sambil berteriak memanggil Papa??
Pandangan ku beralih kepada wanita yg tampak dewasa itu. Aku menarik Nafas ku.
Tak menyangka aku akan bersalaman dengan mantan istri mas Sakha?
Dengan kata lain, disini sedang berkumpul para wanita Wanita mas Sakha?.
**
Aku menarik Nafas ku saat di bisik kan oleh Mira, jika seseorang yg baru saja datang itu adalah mantan istri Mas Sakha. kakak ipar ku.
Aku melirik ke arah nya, meminta nya sambil berbisik pelan, agar terlihat biasa' saja. jangan sampai Keluarga ku curiga. terutama ibu.
Istri ku itu hanya mengangguk kecil. tatapan nya yg tajam itu memancarkan Aura Cinta yg hangat sampai di dadaku.
Dia Sangatlah Cantik, Aku benar benar jatuh hati dan semakin jatuh cinta terhadap nya hari ini.
Berharap pesta akan segara Berlalu. Namun aku harus sabar.
Aku memperhatikan mereka semuanya, Antara Livia, Ayu dan mbak Estu. mereka terlihat biasa saja.
aku menatap mas Sakha yang seolah-olah Tak Ada hal yg perlu di perebutkan atau di ribut kan.
Dia pandai membawa Suasana, sehingga tak terlihat sedikit pun gejolak yg mungkin saja terjadi.
Itu memperjelas bahwa kakak iparku ku itu pemain yang sangat Baik dan Pro!
**
Sakha mendatangi Aku dan Haris yg baru saja datang bersama dengan Livia yang di gandeng nya dengan anggun.
Raut wajah Haris Seperti tak bisa menyembunyikan Semua pertanyaan yg mungkin ada di benaknya. dia terlihat sangat Gusar.
Sakha sangat gagah dan tampan. kata hati ku memuji nya.
Dia tersenyum kepada kami. kemudian dia menyalami kami berdua.
" Terima kasih pak sudah mau mampir kesini?" katanya pada Haris.
Haris hanya diam, memang dia belum tahu siapa mantan suami ku. siapa Sakha yg menjadi klien nya itu.
Dan Seolah Sakha sangat merahasiakan nya dari Haris.
__ADS_1
Aku hadir Disini pun tak Sengaja di ajak Haris.
Beberapa hari yang lalu kami memang berlibur bersama ke Jogja.
Dan Haris lah yg mengajak mampir di tempat kliennya yg sedang mengadakan pesta.
Haris tidak tahu jika Sakha adalah mantan suami ku, ayah dari anak anak ku. Arcelio dan Danesh.
" Sudah pak, tolong biasa saja?" kata Sakha Sambil tersenyum.
" Kalian?" katanya terdengar sedikit Gusar sambil menyembunyikan rasa kecewanya.
" Mas, kenapa gak bilang sih kalau?"
" Saya gak tau Pak, kalau Estu dan Bapak menjalin hubungan?" jawab Sakha terlihat biasa.
Aku hanya diam.
" sudah Pak semuanya baik-baik saja. kita sudah berbahagia dengan pilihan hidup masing-masing yang terjadi sekarang hanya hubungan pembahasan anak-anak, tidak lebih dari itu.?" kata Sakha.
Kemudian memperkenalkan Livia kepada Harris. aku menatap Livia berusaha biasa saja. Bukannya aku tidak tahu persoalan mereka berdua yang intinya karena aku.
dan Livia seolah-olah juga tidak mempermasalahkan kehadiranku yang datang tiba-tiba tanpa prediksi.
tatapan matanya datar kala memperhatikanku. dia pintar menyembunyikan segala rasa yang mungkin benci terhadap ku.
Berbeda dengan aku yang dahulu sangat membencinya.
Tak lama kemudian Mira datang bersama dengan suaminya yang bernama Arya itu untuk menyapa kami. seorang dokter spesialis jantung yang tak sengaja menikahi Mira saat mantan mertuaku aku itu sakit parah.
aku pikir pernikahannya tidak akan terjadi sejauh ini. Karena aku tahu, sebenarnya Sakha juga menyangsingkan posisi keluarga nya yang berbeda status dengan mas Dokter.
seperti halnya pernikahan yang lain kami berfoto keluarga bersama. ada aku, juga Livia yang berdampingan dengan Mira dan suaminya serta juga Sakha dan anak-anak kami.
Haris sepertinya marah dia tidak mau mau diajak berfoto bersama kami.
dan juga, bodo amat pikirku terhadapnya?
aku diperkenalkan dengan seseorang yang sepertinya tidak begitu asing.
sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana pikirku?
setelah mengetahui namanya aku tahu bahwa dia adalah Ayu pacar dari Sakha. yang pernah Livia sebut-sebut.
Dia perempuan cantik dan masih muda. semuanya terlihat menarik darinya dengan balutan kebaya yang seragam dengan milik Livia.
Senyumnya manis, wajahnya Ayu dan cantik. bentuk wajahnya yang sedikit oval dengan hidung yang proporsional, dia terlihat anggun dengan usianya yang yang muda.
Tubuh nya yg Semampai dengan Wajah yg berbinar dan terlihat Dewasa.
Sangat berbeda dengan kali pertama aku melihat nya yg sebagai gadis biasa, bahkan jauh dari standar Sakha?.
Ternyata, Sakha mengasah nya sangat baik.
Aku rasa Dia tidak terlihat timpang jika disejajarkan dengan Sakha.
Ada sedikit rasa iri dalam hatiku kepadanya, bahkan kepada keduanya. Livia dan Ayu.
baik Livia ataupun Ayu jika dijajarkan dengan Sakha akan terlihat serasi. yang membedakan hanya tinggi badan mereka berdua antara Ayu dan Livia.
Livia terlihat sedikit lebih tinggi daripada Ayu.
Sakha memanggil Ayu, tersenyum kepadanya.
" Ayu. ini Estu, apa kamu Sudah kenalan?" katanya sambil tersenyum kecil.
Ayu hanya mengangguk.
" Mau kemana? Kamu disini saja. makan sama Ngobrol sama sama?" kata Sakha yang tampak menahan nya ketika hendak pergi.
Dia menatap kami. aku dan Livia tersenyum kepadanya.
dan Seolah kata kata Sakha itu perintah baginya, maka dia Duduk, tak jadi pergi dari kami.
**
" Kalian dahulu menikah' berapa lama?" tanya Haris Kepada Sakha. Sakha hanya tersenyum sambil menatap ku lalu kepada Haris yg terlihat seperti sedang mengintrogasi.
" ada baiknya kalau saat pesta pernikahan seperti ini kita tidak membahas tentang perceraian?" katanya.
Haris tersenyum.
" Engga kok pak. ini cuma tanya biasa saja? basa basi kata Haris?"
" Enam tahun?" jawab nya.
" usia Anak kalian sama seperti nya?" kata Haris lagi
" Itu, si Arcelio sama anak perempuan itu? Maaf itu anak kalian kan?" tanyanya Kepada Livia dan Sakha.
Sakha kembali tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya perlahan.
" jadi karena itu kalian bercerai?" kata Haris yang terdengar menyinggung. lagi lagi Sakha tersenyum kepada Haris.
__ADS_1
" semua yang terjadi itu tentang masa lalu Pak, dan alhamdulillah baiknya kami sudah melewatinya dan berbahagia dengan kehidupan kami masing-masing?"
jawab sakha terdengar bijak.