
Kemudian Aku berbicara dengan ketiga adikku.
" Elis, Mira, Sareung Maja. Aa mihape Abah Ambu nya. Tolong di jaga Sing Bener. lamun Aya Naon gegeraanNelpin Aa.?" Kataku.
( Elis, Mira sama Maja. Abang titip Abah sama Ambu yaa. Tolong di jaga yang bener, kalau ada apa apa cepet nelpon Abang?)
" Tolong di inget inget, salama kolot masih aya Di dunia. Urang kudu bener bener bakti Kana na.?"
#( Tolong di ingat, selama Orang tua masih ada di dunia. kita mesti benar benar berbakti?)
" Di jaga omongan Sareung kalakuan Kana kolot.
Lamun kolot Lalaki/Abah Geus nte Aya di Dunya. Maka eweh deui Jalma Nu ngajagaan maneh, Eweh deui Nu Masihan Nasehat juga mere Nyaho maneh Kana kahirupan.
#( Di jaga omongan sama kelakuannya ke orang tua.
Kalau orang tua lelaki/Abah sudah tidak ada lagi di dunia ini. maka enggak ada lagi yang menjaga kamu, enggak ada lagi yang ngasih kamu nasehat juga ngasih tau kamu sama kehidupan.)
" Lamun Indung anu Nepi eweh deui di Dunya iyeu, Maka maneh Bakalan ka lengiten Doa mustajab anu bisa nembus Kana langit. Maneh Bakalan ka lengiten Surga maneh anu Aya di Dunya.
Baru Oge, Maneh bakal ka lengiten Sagala Cinta anu bener bener Tulus kana maneh Dina Dunya.!?"
#( Kalau ibu yang sampai enggak ada di Dunia ini / Meninggal. maka kamu bakal Kehilangan Doa mustajab yang bisa menembus ke langit.kamu bakal Kehilangan Surga kamu yang ada di dunia.
Dan juga,kamu bakalan kehilangan segala cinta yang benar-benar tulus sama kamu di dunia ini!?)
" Inget, urang bisa kaos kiyeu Ayena lain Tina Saha Saha. Lain Tina jelma anu Bogoh Kana urang, Lain Tina harta Atawa jabatan.
Tina doa Indung anu Nepi ka pintu langitDi Kobul ku Allah. Jang urang!?"
" Usaha Jeung doa urang mah kur saberaha sih dibanding Jeung doa Indung.Nte Saberaha dibandingkeun Doa & Usaha kita?)
# ( ingat, kita bisa jadi seperti sekarang ini bukan dari Siapa siapa.bukan dari orang yang cinta sama kita/pacar. Bukan dari Harta atau jabatan.
Dari doa ibu yang sampai ke pintu langit, di kabulkan sama Allah buat kita.
Usaha sama doa kita mah cuma seberapa dibandingkan dengan Doa ibu, Gak ada apa apanya/Doa & usaha kita)
*****
# Jakarta.#
aku langkahkan kakiku ke dalam sebuah Bank yang sudah menjadi bank pemerintah.
Kemudian aku bertanya kepada security yang berjaga bahwa aku aku ingin bertemu dengan GM mereka. kemudian aku menyebutkan nama Geraldus Richardson, adik dari Rudi.
aku menunggunya sekitar 10 menit di lobby Bang biru ini. kemudian, Richard datang menemuiku kami saling bersalaman.
" Mas Sakha yaa.??". katanya kepadaku. aku hanya mengangguk.
" ke ruangan saya aja mas?" katanya sambil mengajakku. aku mengikutinya dari belakang.
" abang saya udah cerita semua ke saya waktu kemarin saya nemuin dia di rutan.
" sebelumnya saya tanya masnya punya rekening tabungan di bank ini nggak??" pertanyaannya kepadaku. Aku menjawab tidak.
__ADS_1
" kalau Boleh saya tahu, masnya usah apa sih di kampung??" tanyanya.
" Saya baru mulai merintis sih belum lama, kalau mau Contoh produk furniture kerajinan kami. ada kok di akun media sosial - Igram.??"
" buka aja, disitu saya bikin maksud saya kami mengrajin kayu kayu menjadi furniture seperti meja kursi lemari bufet pintu jendela atau Gebyok?"
" bisa cosplay sesuai permintaan pembeli juga kok??" kataku menjelaskan.
Richard mendengarkanku dengan saksama sambil mengangguk angguk pelan.
dia tampak membuka akun media sosialnya melihat foto-foto foto yang ku pajang di Igram resmi untuk CV kami.
" Terus rencana kedepannya apa? maksud saya, Ya apa ada rencana untuk membesarkan usaha Mas ini?" tanya kepadaku
" tentu saja Saya punya rencana, pertama-tama Saya ingin menjadikan usaha Saya ini menjadi di sebuah CV. jika sudah mengantongi izin, Saya berencana mengirimkan proposal kepada waralaba furniture juga berusaha impor dengan mengikuti pameran pameran sebelumnya??" jawabku.
Richard tanpa mengangguk-angguk kan kepalanya lagi.
" idenya luar biasa Mas, brilian. apalagi ini contoh produknya lebih ke art ya. lebih ke seni??" katanya sambil melihat-lihat akun media sosial milikku.
aku hanya tersenyum.
" saya pikir ini salah satu cara untuk mengurangi penggunaan bahan dasar kayu. serpihan serpihan kayu yang diserut saya coba olah lagi dengan menggunakan Lem kayu dan dicetak??" kataku.
" Hmmm... idenya Bagus Mas, sebentar lagi Bank kami mengadakan event untuk wirausaha mandiri. masih bantuan modal 1 miliar pada pemenangan jika ide dan usahanya itu masuk akal, dan dijamin pasti berkembang??" katanya kepada aku.
" mungkin nanti saya fikirkan, setelah semua urusan saya untuk memperbaiki Wood art saya selesai??" kataku kepadanya.
" Hmmm. Terus ini kan uang nya sudah saya urus mas. Mas nya ada rekening bank lain atau bagaimana Mah nya??" kata Richard kemudian.
" Maaf mas, ini bukan pencucian uang atau bagaimana hanya saja Abang saya Rudi kan masih dipenjara kalau tiba-tiba ada uang dari rekeningnya keluar transfer ke rekeningnya Mas takutnya diawasi sama kepolisian atau KPK?" katanya.
aku hanya mengangguk menyetujui idenya Richard itu, kemudian setelah semuanya selesai pulang dengan pengawalan darinya.
Aku mau bawa uang cash sebesar 45ojt.
hanya sekardus mi instan.
***
Kenapa tiba-tiba di rekeningku bertambah uang sebanyak 15 juta. Siapa yang men transfernya? pikirku. apa mungkin Sakha? dari mana dia uang sebanyak ini sekarang.
apa aku harus nelponnya, menanyakan langsung kepadanya.
sedangkan aku sudah tidak berhubungan dengan siapapun, setelah Om Vanus memergoki ku Check in di hotel bersama kenalan nya yang pengusaha mobil itu.
aku di maki nya habis-habisan, dan menyuruhku pindah bekerja kembali ke ke Surakarta.
bekerja sebagai salah satu staf di rumah sakit swasta di kota ini.
aku menjadi akuntan nya.
" Hallo, Sakha??" kataku berusaha menyapanya.
jawaban darinya terdengar sangat dingin, aku seperti berbicara dengan orang asing.
__ADS_1
" Gimana kabar kamu sekarang??" tanyaku berbasa-basi kepadanya.
" Aku Baik kok??" kataku menjawabnya.
" Sekarang kamu lagi ada di mana??" tanyaku lagi.
" Di Jakarta??" kapan kamu pulang ke Kutoarjo??" tanyaku padanya.
" Kenapa mungkin nggak pulang, Bukannya kamu masih dinas di sana apa kamu sekarang sudah kembali ke Jakarta??" tanya aku.
"kalau kamu sudah tidak ada ikatan dinas di sana, terus usaha kamu gimana??" Tanya ku.
" belum kamu pikirkan lagi?, maksud kamu??"
"tapi maaf nih Sakha? aku mau tanya sesuatu sama kamu??" kataku.
" kamu yang transfer aku uang 15 juta??" tanyaku kepadanya.
" Aku sudah enggak kerja lagi di bank, Sekarang aku di Surakarta kerja di rumah sakit??" jawab ku.
" jadi ya aku sudah nggak bisa cari tahu lagi siapa yang transfer sama aku??"
" Yang lain?? yang lain gimana maksud kamu??" kataku
dia hanya diam tanpa menjelaskan.
" Aku cuma pengen tau aja, Kenapa 15 juta??"
" Lohh, bukan harusnya berapa atau lebih dari segitu cuman kan aku harus tahu alasannya kenapa 15 juta?" tanya aku Aku apa adanya yang dijawab berbelit.
" Aku kan tadi bilang, kenapa harus 15 juta bukan kan berarti aku ini lebih dari kamu. kan dulu uang itu aku kasihkan ke kamu bukan aku pinjam kan??"kataku.
" kok kamu bilangnya gitu nggak usah sok baik sama kamu. Sakha, aku itu dulu beneran mau nolong Kamu bukan minjemin kamu uang??'
" bukan masalah sisanya adalah bunga Dari uang 10 juta. emang kamu pikir aku bank atau rentenir??"
" Sakha, emangnya kamu nggak bisa bicara baik-baik sama aku.?!"
" Aku emang salah, aku tahu memang aku perempuan yang hina Dimata kamu, yang kotor, yang najis, yang menjijikan. dan terserah kamu mau bilang apa terhadapku aku udah nggak peduli. Toh kita sudah nggak punya hubungan!!!" kataku sedikit senewen dengannya.
" Aku cuma tanya segitu kamu jawab melebar kemana-mana. kamu mau aku ladenin sampai mana, baru bisa balikin uang segitu aja merasa hebat yang luar biasa.??!" kataku marah kepada Sakha.
" Aku juga nggak mau pakai uang dari kamu itu, lelaki yang kasar, yang sama aja dengan lelaki buaya lainnya lelaki b******* yang di otaknya hanya ada n**** n**** dan n****.
" sial banget aku ketemu kamu!! selamat sore!?" kataku sambil membanting ponselku.
Sial Batinku kesal.
Kenapa sih dia? sudah sehina itukah aku di matanya.
kalau bukan karena dia pun aku tidak akan begini.
tidak menjual diri. andai saja dia tahu kebenaran apa yang terjadi. andainya dahulu keadaan tidak sulit. andaikan dulu dia langsung menceraikan istrinya mungkin aku tidak akan berusaha untuk??
penyesalan terbesar, juga disebabkan oleh ya.
__ADS_1
b******* lelaki brengsek bernama Sakha.