
" Maaf.?" kata ku pelan sambil mengangkat wajahnya. Dia menangis. Aku memeluknya lagi.
Rasanya aku rindu dengan pelukan ini. pikirku.
Aku mengajak nya tersenyum, meskipun Wajah nya masih terlihat Sedih.
Lantas aku mengelus Perut nya kembali.
kami saling bertatapan, Aku mendekatkan wajahku ku padanya yg mulai terpejam.
Sesaat Kami saling berbalas ciuman yang terasa hangat dan Dalam.
Aku merindukan nya, mungkin juga dia sama. Memeluk nya kembali dengan Lembut. Seolah menghidupkan Lentera yg menggantung di langit-langit kalbu.
Aku menatapnya dalam batas keinginan yang lain, dan dia membalasnya dengan Bentuk Kemengertian.
Kami bertindak sesaat setelahnya.
Semua Rasa marah akhirnya Berakhir dengan ciuman yg mendalam. yang seolah tak ingin melepaskan.
Aku tersenyum dan memeluk tubuh istriku ini, Dyah Pangestu Indriyani. Menatap nya Hangat.
Kadang, Cinta itu butuh ujian. Setelah nya akan terasa kuat Ataukah menjadi puing.
Aku dan dia, tentang masa lalu dan sekarang.
Dengan keadaan dan kemampuan ku, Aku masih mencintainya.
" Estu... I love you." kataku pelan pada nya. wajahnya sedikit merona.
" gombal?" katanya sambil tersenyum yang aku tahu artinya.
Aku tertawa kecil sambil mencium nya kembali.
***
Aku masih di depan rumah milik Livia. Hujan yang turun sedikit deras disertai angin yg juga kencang.
Aku memencet bell Rumahnya beberapa kali. namun belum ada orang yg Sepertinya akan membuka pintu. Mungkin suaranya kalah dengan suara hujan yang deras ini.
Aku mencoba menghubungi nya beberapa kali. namun Nihil.
Kemana kali ini orang nya? pikirku.
Air hujan yang sedikit tampias ke teras rumah, sedikit mengenai ku.
Apa mungkin orang nya tidur? pikirku lagi.
Memang sudah hampir pukul satu malam.
" Kirain Gak bakalan Datang?!" kata Livia, sesaat setelah membuka pintu nya Tampa ku sangka sangka.
Dia membalikkan badannya, masuk kedalam rumah. Aku lantas mengikuti nya.
" Kylie mana?" tanyaku sambil mengebatkan tangan ku ke bagian bajuku yang basah terkena air hujan.
" Ya udah tidur lahh!?" jawab nya sewot.
" kalau kamu datang nya besok pagi, pasti dia sudah bangun!?" lanjut nya dengan nada yang masih seperti itu.
aku hanya diam. lalu berjalan ke dapur, bermaksud untuk membuat secangkir teh.
" Livia kamu taro tehnya di mana?" tanyaku sedikit berteriak kepadanya.
" belum belanja.!" jawab yang singkat sambil menghampiriku.
" kamu mau bikin apa sih?!" dengan adanya yang seperti mau tak mau.
" Bikin teh." jawabku pelan.
" Aku belum belanja." katanya lagi.
dan aku hanya minum air hangat yang terpasang di dispenser.
kemudian aku memandangnya dan dia memandangku.
kami hanya saling diam, entahlah aku harus bagaimana.
" Kandungan kamu bagaimana hari ini?" kayaknya aku sedikit berbasa-basi kepadanya.
" Biasa Aja!" jawab nya singkat. Lantas aku memandangi perutnya yang membuncit itu.
" kamu sudah makan?" tanya ku kemudian.
dia hanya mengangguk kecil.
" udah minum susu?" tanyaku lagi.
__ADS_1
" belum belanja!?" jawabnya sedikit ketus.
" Tadi kenapa nggak kirim pesan sama aku? kan bisa aku beliin tadi di minimarket?" kataku menjawabnya.
" Lahhhh... telepon aja lama ngangkat nya?!" katanya yang seolah-olah sedang mencari keributan itu.
kemudian aku menghela nafasku sedikit panjang di depannya.
" Maaf tadi sewaktu Kamu nelpon aku sedang berbicara dengan pakdenya Estu?"
" besok Dia mau kembali ke Jawa?" kataku.
" Bodo Amat.." katanya dengan nada yang sedikit nyinyir.
Yaa tuhan, Sebenarnya dia mau apa dari aku? pikirku sedikit kesal sambil menatapnya.
lalu aku pergi meninggalkannya menuju kamar Kylie.
namun anakku itu tidak berada di kamar ya.
" Kylie nya mana?" tanyaku
" kan tadi aku bilang kalau dia sudah tidur?... ya berarti tidur..??" jawabnya dengan nada yang menjengkelkan.
" iya, tapi dia tidur di mana?" kataku sedikit menahan amarah.
" Ada di kamar ku?' jawab nya Acuh.
nafasku sedikit tak beraturan melihat tingkahnya yang seperti itu.
rasanya aku mulai terpancing marah karena nya.
" Yaa sudah, sekarang kamu juga tidur... istirahat?" kataku sambil menuju kamarnya.
" Maksud kamu?...kamu mau tidur juga di kamar Aku. bertiga gitu sama Kylie?!" katanya seperti melarangku.
aku menatapnya sedikit Tajam.
" Enggak.!" kataku.
" aku bisa kok tidur di sofa atau di ruang tamu, atau di kamar tamu!?" kataku bernada jengkel kepadanya.
" kalau kamu mau enggak ditungguin juga nggak apa-apa. aku bisa pulang!?"
" kalau niatnya nggak mau datang! ya nggak usah maksain datang!!?" katanya denga nada yg marah.
" Kan kamu bilang, tadi Kylie nanyain aku!?" kataku.
" Apalagi kamu habis keluar dari rumah sakit!?" tambah ku lagi.
" kan kamu bisa nelpon aku sebelum kamu ke sini..Tanya. biar kamu datang itu nggak sia-sia?!"
" anak yang nanyain kamu juga udah tidur, aku juga enggak perlu kok kamu tungguin.! aku udah sehat?" katanya yang membuatku sedikit geram.
" Oo... ya sudah!" Kataku Marah sambil berjalan ke ruang tamu.
Lantas aku duduk di kursi panjang. aku benar-benar merasa pusing bingung dan marah padanya.
Mungkin saja kalau dia tidak sedang hamil atau tidak habis dari rumah sakit kemarin itu, aku Sudah meladeni nya Ribut.
Ujian dari nya, Jangan sampai aku memperburuk keadaan.
lantas aku mengusap muka ku. menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. aku harus Sabar, harus kuat menghadapinya.
" Mau ngunciin pintu... Kirain Pergi!?" kata nya sambil melirik ku.
Lantas aku berdiri, menatap nya.
" Mau kamu Apa! aku suruh pergi?" kataku pelan dengan nafas yang sedikit tersengal karena menahan marah.
" Kalau kamu mau, ya silakan!?" katanya dengan nada menjengkelkan.
Benar benar yaa orang ini? Pikirku kesal.
Astaghfirullah haladzim... Batinku sambil mengelus dada.
Aku hanya diam sambil menatap nya lagi.
Lalu aku Duduk kembali di Sofa sambil sedikit berbaring.
" Kalau kamu niatnya cuma numpang tidur, harusnya tadi begitu datang kamu langsung naik ke atas kamar tamu!!" kata nya.
Aku berdiri dan menatapnya tajam benar-benar marah.
" Terus, maunya kamu apa!!"
kataku sambil menendang meja yang ada di hadapanku yang langsung bergeser Dekat kursi di sebelahnya. tadi bunyinya Cukup keras.
__ADS_1
Livia lantas melotot kepadaku.
" kamu kalau datang cuma mau marah-marah mending nggak usah datang sekalian!!" katanya dengan suara yang sedikit keras.
dia menanggapi kemarahanku.
memang maunya dia seperti ini mungkin. pikirku.
" aku nggak marah kalau kamu nggak mancing mancing!" kataku.
" dari tadi aku mulai datang sampai sekarang ini, Emang kan kamu niatnya mau ngajak aku ribut!?"
" Mau kamu kan!?" kataku.
" ini Aku layanin kamu!!" kataku Keras.
" Siapa yang mancing-mancing kamu? Emang dasarnya kamu mau marah kan sama aku!!" katanya malah membalikkan fakta.
" Dengar yaa... buat apa aku ngajak kamu ribut!! kamu kalau ngomong pake otak."
" aku mau datang ke sini karena omongan kamu tadi. karena Kylie.!!"
" kalau kamu tadi bilang di telepon, kamu udah baikan! aku juga nggak bakal ke sini!!" kataku kesal
" Yaaa Udah!! kalau kamu mau pulang rumahnya si Estu.. sana..?!" katanya dengan sedikit melotot.
" lumayan, ada beberapa jam lagi sebelum subuh!!" Katanya menyindirku.
Aku menatapnya sangat sengit. aku sedikit menggelengkan kepalaku perlahan, Sungguh tidak mengerti apa yang dia fikirkan.
" Kamu kalau mikir dia, jangan cuma buat aku e**!!" kataku sambil menunjuk kepalanya.
dia langsung menepis tanganku.
" Heehh!! Akan kamu yaa!!?" katanya marah.
" yang nggak sopan duluan itu siapa aku apa kamu!?" kataku sambil menunjuk mukanya dengan jari ku?
Tangan nya menepis jari ku lagi dengan kasar.
" Sopan kamu yaa!!" katanya keras.
" kalau kamu sudah enggak butuh bantuan aku itu, kamu bisa bilang!!"
" enggak usah bikin orang itu marah dulu sama kamu. aku juga punya batas rasa sabar sama kamu!!?" kataku kesal.
" Aku ini masih suami kamu! kamu itu masih ada tanggung jawabnya aku!?"
" bisa nggak sih kamu ngertiin aku sedikit aja? walau Aku tuh nggak ada artinya buat kamu!!" kataku
" Mungkin aku nggak ada apa-apanya sama Daddy Daddy kamu itu yang super rich!!"
" kalau kamu nggak bisa ngehargain aku sebagai suami kamu, setidaknya kamu hargain aku sebagai seorang yang mau bekerja buat kamu!!" Kataku sambil terus menunjuknya.
Aku kesal... sangat kesal kepadanya. emosiku tidak terkontrol.
dia hanya menatapku sengit.
" Kamu kalau cuma mau pura-pura baik sama aku mending kamu nggak usah ngelakuinnya sekalian sama aku!"
" Aku nggak suka ya Kamu gituin... kamu ungkit-ungkit!" katanya keras kepadaku.
" emangnya, kamu pikir aku suka kamu gituin!!" balas ku.
" setidaknya kalau kamu nggak ngarepin aku datang. kamu bisa suruh langsung tidur saja tadi atau suruh pulang lagi!" kataku.
'' nggak usah pakai Sindir sana.. Sindir sini dulu.!!"
" Yaa seharusnya yang begitu Itu, kamu sadar sendiri... tahu diri sendiri, nggak perlu aku ingetin!!" jawab nya.
" Ooh... gitu!! kan sebenarnya nggak pingin lihat aku kan?!" kataku kesal.
" Oke aku Pulang!!" kataku sambil berjalan keruang tengah bermaksud untuk mengambil jaket dan kontak mobil.
Dia menatapku sengit.
" pulang sana pulang!! pergi yang jauh Sekalian!!"
" yang kamu pikirin cuman Estu... Estu... Estu terus!!" katanya sedikit berteriak.
" terus kamu pikir aku datang ke sini itu kenapa!!" balasku keras.
" kalau bukan mikirin kamu sama Kylie. ngapain aku datang ke sini!!"
" Aku tuh suami kamu Livia, bukan kacung kamu!!" bentak ku.
" Enggak bisa apa kamu sedikit ngehargain aku!!" kataku keras.
__ADS_1