Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
Episode 33


__ADS_3

" Estu... Apa kabar??" Sapa seseorang dari Balik tubuh ku. aku menoleh kepadanya.


Dia tersenyum kepada ku.


" Erwin??" kataku sambil sedikit mengingat nya.


Dia kembali tersenyum Kecil kepada ku.


Lalu kami pun saling Bersalaman.


" Kapan pulang??" Tanyaku kepada nya.


" Baru seminggu, Kamu belanja??" jawab nya sambil menatap kedua anak ku. aku hanya mengangguk. kemudian dia tampak mencari sesuatu.


" Suami kamu mana??" tanya nya.


Aku hanya tersenyum sambil mengisyaratkan sesuatu.


Dia hanya sedikit ternganga.


" Kamu sama siapa kesini nya??" tanyaku kepada nya.


" Aku Antar mama??" jawab nya.


Tante Lestari, Pikirku.


" Mamaa, disini??" katanya sedikit berteriak memanggil mama nya. tak lama Tante Lestari sudah ada di hadapanku. aku kemudian bersalaman dengan nya.


" Kamu sendirian belanja nya Estu??" tanya nya sambil memegang pipi Arcelio.


Aku hanya mengangguk pelan.


" Harusnya kamu punya asisten rumah tangga Estu??" katanya.


" Iya Tante, Ada sih tapi baru besok datangnya dari Kampung??" jawab ku.


" Oohh..ya sudah, ngomong ngomong udah dulu ya. Tante duluan mau pulang??" katanya sambil melirik ke dalam troli belanjaan milik nya.


" Iya Tante, gak apa-apa.??" kataku sambil menatap ke Erwin.


" Oohh ya Estu, Can i have your phone number?? katanya.


" Sure?!" jawab ku sambil menuliskan nomor ku pada ponselnya itu.


Tak lama kemudian kami berpisah.


***


Aku tak mengantar Livia sampai Jogja. hanya seperempat Perjalanan.


Percuma, Karena sepanjang perjalanan kami cuma bertengkar. tidak enak rasanya, Malu kepada Driver Pemilik Taxy online yang usianya mungkin sama dengan Lelaki yg tadi di gandeng Livia.


Aku menunggu di Simpang pertigaan jalan. Menunggu Noval dengan yang lainnya datang.


Sedangkan waktu sudah hampir sore, mana mendung lagi, pikirku.


" Gak Popo Tah Mas Awak mu??" ( Gak apa apa kan Mas diri mu) Kata Eko kepada ku. aku hanya sedikit tersenyum.


" Udah, gak apa-apa? ayo jalan pulang??" kataku kepada yang lain.


" Ayu, aku bonceng lagi apa mau sama Eko??" tawarku kepada nya. Dia seperti kebingungan untuk sesaat. Namun akhirnya dia bersama ku.


Ternyata, ketika sebentar lagi kami mau sampai tujuan. hujan turun sangat deras. terpaksa aku berhentikan motor Milik Hakka ini di tepian jalan.Aku dan ayu berteduh di sebuah Saung yang biasanya digunakan untuk berjualan.


Sementara yang lain, entah kemana.


" Besok, kamu sift berapa kerja nya Yu??" Kata ku berbasa-basi.


" Sift dua mas??" Jawab nya.


" Masuk jam berapa??" tanyaku lagi


" Jam satu siang Mas??" katanya pendek.

__ADS_1


" Maaf yaa, gara gara aku. kamu pulang terlambat??" kataku. Dia menatapku dengan sedikit senyum.


Sementara itu, Rasanya Hujan turun semakin deras. tak jarang terdengar gemuruh beserta kilat yang menyambar. aku lantas mematikan ponselku begitu juga dengan Ayu.


Untung saja lampu jalan segera dinyalakan, jadi agak sedikit terasa Hangat.


Semakin terasa ini adalah " Bad Day" yang kualami.


Keadaan ku dengan Livia semakin Kusut, Kejelasan aku dipanggil kerja juga tidak ada. Uang untuk modal sudah tipis mana barang belum laku.


Walaupun merasa malu, Seperti memakan sesuatu yang harus nya itu untuk anak ku. Untung saja, Estu memberikan kelonggaran masalah finansial terhadap anak anak ku.


entah masalah apalagi di depannya akan kuhadapi.


Sesaat kami terdiam karena pikiran masing-masing.


" Mas, kamu jadi besok melamar pekerjaan??" tanyanya tiba-tiba. Aku menoleh kepadanya.


" Entahlah, aku nggak tau lah Ayu? Hilang mood??" jawab ku. Dia hanya diam menatap ku.


" Ehhh, Ay. Kemarin Waktu aku sama pak Bandi ke Salatiga. katanya sodaranya ada yang mau lamaran? Siapa yaa??" tanya ku.


" Baru perkenalan keluarga sih mas, kalau lamaran mah belum??" jawabnya. aku menatapnya serius.


" Ooo... itu kamu ya??" tanyaku kepadanya. dia hanya tersenyum.


" Orang mana? waaah selamat ya??" kata ku kepadanya. lagi-lagi dia hanya tersenyum.


" baru perkenalan keluarga Mas, kalau tunangan mah belum ??" Ulang nya.


" Rencananya tahun ini apa tahun depan??" kata aku pura-pura excited.


" Kalau ada rencana ibadah, sebaiknya nya segera dilaksanakan??"


" Apaan sih Mas, Wong masih lama kok??" jawabnya.


" ya jangan di lama lamain, dicepetin aja udah dicepetin??"


" Kalau di nanti-nanti in, di lama-lamain malah gede loh godaannya??"


dia hanya tertawa senyumnya sedikit memberikan warna di hatiku yang hari ini terasa kelam, mendung dan hujan.


" eh, tapi kan kalau aku ajak kamu main sekarang ini masih bisa kan ya. kamu belum resmi dimiliki siapapun kan??" kataku bercanda. dia kembali tertawa kecil.


" Emangnya Barang, pakai ada yg miliki Segala??" jawabnya.


" Loh, kan emang kamu punya something jadi harus dimiliki??" kataku.


Dia sedikit mengernyitkan dahinya.


" Something apa??" katanya sedikit bingung.


" Yaa something yang bikin seseorang itu Stuck di kamu, mungkin kebaikan kamu, mungkin paras kamu, atau mungkin senyum kamu. banyak hal lahh yang bikin seseorang itu stuck di satu wanita yang benar-benar harus dimiliki ?!"


" Hmmm... Emang gitu Yaa??" katanya kemudian. aku hanya diam menatapnya sambil memberikan senyum.


" Dulu, Mas nya Stuck di Mantan karena apa??" tanya nya.


" Ehhh, Maaf nih mas. gak usah dijawab juga nggak apa-apa ?!" katanya meralat pertanyaannya. aku cuma tersenyum


" Hmmm... yaaa.. ya nggak apa-apa. udah berlalu ini??" jawab ku kepadanya. dia menatapku dengan serius


" Yaaaa, apa ya yang bikin aku stuck sama dia dulu. Hmmm, seingat aku dia orangnya jutek, Dia itu acuh tak acuh Tapi Perhatian??!" kataku sambil mengingat-ingat Estu.


Aku sedikit tertawa kecil.


" Dulu sih dia pacar nya orang. Dan Aku nggak tahu kalau dia udah punya pacar.?"


" Nah, karena aku nggak tahu dia punya pacar itu. aku sering Deketin dong??" kataku sambil sedikit tertawa lepas.


" Lama kelamaan, kita Deket banget. sampai Aku ngerasain nyaman nih kalau sama dia. ngobrolnya nyambung, kadang-kadang dimintain pendapat pas. maksudnya tepat.?"


" orang nya gak sombong walaupun anak orang kaya ya gitu deh??"

__ADS_1


" Yang dipikiran aku saat itu, aku nggak Ingin kehilangan dia !?" kataku


" Aku beraniin diri lah buat main ke rumahnya suatu hari, keluarganya baik. bapaknya sama ibunya waktu Itu sambut Aku dengan baik."


" Kan ditanyain macam-macam tuh, lulusan mana, pernah kerja di mana aja, kelahiran tahun berapa.?"


" Nahh, Pas Bapak tanya aku asalnya dari mana, Aku suku apa, bapaknya itu langsung diem kayak nggak suka sama aku.?!"


" Langsung lah bapaknya itu ngomong kalau Estu, nama mantan istri aku itu udah dijodohin sama anak temennya namanya Panca atau Dimas gitu??"


" Terus nyeritain hal-hal yang lebih baik lah daripada aku. intinya aku dipukul mundur."


" Yaa akunya sadar diri sih, aku tahu maksud orang tuanya yang pastinya ingin anaknya dapat yang terbaik Kan ya??"


" Terus Mas nya kok sampe dapetin mbak nya?? katanya penasaran. aku hanya tertawa.


" Namanya jodoh kali yaa... jalan nya dari mana aja??" jawabku dengan sedikit terkekeh.


aku menatap nya yang hanya diam.


" Habis kejadian itu, jujur aku jaga jarak sama dia. takutnya aku makin merasa ingin memiliki dia.!?"


" waktu itu teman-teman sekantor juga merasa aneh katanya yang biasa dekat kok jadi jauh. terus kok saling diem-dieman?"


" Karena kondisi yang nggak nyaman itu aku pindah kerjaan."


" tapi mungkin Estu juga punya perasaan ke aku masih penasaran aja kali ya sama aku, dia sering kirim pesan ke aku, atau ngajak ketemuan. Backstreet lah gitu.?!"


" Aku sama dia sebenarnya nggak pernah ada komitmen atau kata-kata pacaran gitu. tapi namanya hati pasti punya koneksi kalau rasanya saling memiliki !?"


" Terus??" tanyanya penasaran.


" Aku bawa lari dia aja sampai akhirnya bapaknya Ngasih Restu dan menyetujui pernikahan kami !?"


" Terus lahirlah Anak kami yang pertama??" kataku Sambil tertawa lebar.


" Astaghfirullah haladzim Mas, Kamu??" katanya tertawa sambil menutup mulut nya.


" Yaa aku tahu aku salah, emang aku nggak punya pikiran panjang saat itu. namanya Masih muda ya, belum banyak pengalaman??!"


" Tapi kalau sekarang aku tahu itu salah. imbasnya ke anak aku sendiri??" kataku.


" Semisal, dihadapkan dengan situasi seperti itu lagi gimana??" tanya ya.


" kalau sekarang sih aku udah tahu itu salah, lebih baik kawin lari aja deh sebelum itu duluan??" jawab ku sambil tertawa kembali.


" Tidak untuk di tiru tapi yaa??" kata aku sambil tertawa terkekeh.


***


" Terus, kamu sama dia samakan perasaannya??" tanya aku balik.


" Hmm, sebenarnya ya aku belum merasa yakin sama dia makanya aku minta waktu ?!" jawabnya


" Waahh... Parah, seharusnya kamu jangan ngasih harapan dulu ke dia. ini keluarga nya udah main loh ke rumah kamu ??" kataku.


" Iyaa sih mas, semoga aja karena masalah waktu Aja dan pada akhirnya aku bisa terima dia??" jawabnya.


" Aku doain deh semoga kamu yakin bahwa dia itu jodoh kamu !?"


" Apa-apa itu harus yakin dulu, terus pupuk rasa cinta dan rasa memiliki kamu terhadap Dia. kasihan dia kalau cuma bertepuk sebelah tangan??" kataku sambil nyengir.


" Nahh, sudah lumayan reda ayo kita pulang sekarang??" ajak aku kepadanya


" Mas, tapi ini jangan kamu bilangin ke Mas Bandi ya. takutnya keluarga pada ribut??" kata nya sambil memegang lenganku. sesaat akan menaiki motor. aku hanya mengangguk pelan untuknya.


Tak Disangka sangka gerimis kecil kembali turun sedikit lebat, karena kurasa jarak semakin dekat aku terabas saja hujan yang menghalangi perjalanan kami.


Dia memelukku Erat dari tangan nya melingkar di pinggangku. tak kupungkiri, sembulan miliknya terasa hangat menempel di punggungku.


Jiwa lelakiku bangun, Aku merasakan kenyamanan karenanya.


Heii, sudah lah. Aku sungguh tak ingin berfikiran macam-macam saat di perjalanan!?

__ADS_1


Sungguh aku berada di posisi yang sulit, disatu sisi aku merasa nyaman dan senang di satu sisi Aku ingin menyuruhnya untuk mundur sedikit ke belakang. namun aku takut itu membuatnya malu kepadaku.


dan rasanya mubazir saja jika aku tak nikmati. hahaha :))


__ADS_2