Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
Episode 29


__ADS_3

Entahlah, Aku makin kesal mendengarnya tengah bersama orang lain. apalagi itu seorang perempuan. entah dia berbohong atau tidak tentang perempuan tadi, yang kurasakan hanya kesal terhadapnya.


aku merasa dia sedang bersenang-senang di atas penderitaan ku walaupun dia tidak tahu Terhadap keadaan yang sedang kuhadapi.


aku merasa saat ini tidak ada seorangpun yang perhatian terhadap ku, terhadap nasibku dan anak-anak ku. semakin lama keadaan semakin rumit, dan menjengkelkan.


kenapa semua orang sangat menjengkelkan sekarang pikirku kesal.


setelah merapikan pakaian anak-anak ku, aku persiapan diriku dengan kemungkinan yang akan terjadi.


Aku persiapkan diriku Dari umpatan Bapak.


aku sudah membulatkan tekad ku untuk meninggalkan rumah ini, Aku tak ingin di terus dikontrol oleh Bapak, Aku tidak ingin terus merasa terkekang.


Cukup bagiku untuk Selalu menahan akan kebenaran yang aku ketahui. Aku sudah enggak mau tahu dengan urusan Panji. aku sudah tidak ingin mendengar cacian dari Bapak kepada anak-anakku. Aku benci dengan keadaan yang sekarang.


secara perlahan-lahan, Aku Angkut barang ke dalam mobil saat semuanya tengah tertidur.


******


" Loh kok, kamu sudah sampai saja Val??" kataku kepada Noval dan Desy pacarnya itu di depan penginapan menyambut kami.


" Aku mah sudah dari tadi sore mas, bukan berangkatnya pagi??" katanya menjawab ku.


tak lama kemudian Irfan Ayu dan Tiwi keluar dari mobil. aku mengambil Tas Ransel dari dalam Bagasi. Tak sengaja Ayu yang tampak mengambil barang miliknya tersenggol oleh ku, dan itu membuatnya sedikit kaget mungkin hingga dia berdiri tegak dan kepalanya menyundul bagasi yang terangkat.


" Aduh!!?" katanya pelan sambil sedikit Manahan rasa sakit di kepalanya.


aku yang secara reflek mengucapkan maaf berulang kali sambil mengusap-usap kepalanya itu, sampai saat aku tersadar dan menghentikan tindakanku barusan.


" Maaf ??" kataku sekali lagi. dia hanya diam dan menatapku.


" mana yang lain??" tanya ku kepada Noval.


" lagi keluar Mas??" jawabnya.


tak lama kemudian Eko, Ikmal dan Hakka datang dengan dua motor.


" Lahhh, katanya kalian berboncengan dengan pacar kalian?? Mana??" tanya aku.


mereka bertiga tampak tertawa.


" Sek lah mass, masih menyeleksi ini??" jawab Hakka padaku.


" Maksudnya Apa??" kata aku heran yang disambut tawa geli oleh mereka bertiga.


" ini, rundingan dulu yang mana yang bakal dibawa. aku dapat di online lho??" jawab Hakka dengan tertawa.


aku memandang ke arah mereka bertiga, Dan mereka menatapku dengan tatapan yang mengisyaratkan sesuatu Sambil mengangguk angguk pelan.


" Astaga.. Heiii jangan gitulah nggak enak sama yang lain??" kataku mengerti dengan maksud mereka.


Mereka hanya tertawa puas kepada ku.

__ADS_1


" Yaa nggak usah cerita-cerita ke cewek lain. di sini kan yang asing cuman indah, itu jangan sampai dia tahu??" kata Ikmal penuh makna.


" Mbak Ayu nya mas Sakha maksudnya??" kata Eko dengan nada menggoda kepadaku.


" Sialann... Duamputtt Kabeh!!" umpatku sambil menggelengkan kepala


" Maksudnya Apa Mas?? nyesel ya, Aku nggak kasih tahu dari kemarin??" kata Eko Sambil tertawa.


" Edan edann..wes edannnnn!!" kataku sambil masuk ke dalam rumah.


Mereka hanya tertawa.


Entahlah, setelah itu mereka bertiga pergi entah kemana. di penginapan hanya ada Aku Irfan dan Noval beserta ketiga perempuan.


sudah hampir jam 3 pagi, mereka bertiga belum juga pulang. padahal tadi sesudahnya aku sempat tertidur beberapa jam.


Prima sekali mereka, pikirku.


****


Awalnya emang terasa sebal saat dia tadi membahas mantan istrinya itu. rasanya aku tidak terima jika dia masih menjaga perasaan mantannya.


ada perasaan tidak suka, jika dia berbicara tentang mantannya atau berbicara dengan anaknya sekalipun.


Astaghfirullah...


Aku kenapa bisa berpikiran seperti itu.


seharusnya aku aku bisa menerima dia sekaligus anaknya suatu hari nanti jika aku ada jodoh dengannya pikirku berkhayal.


kemudian aku tersenyum sendiri sambil menatap ke sekitar.


hanya ada aku di kamar ini, lalu ke mana perginya Tiwi?? pikirku.


atau mungkin sedang ke toilet. tapi mengapa sedari tadi tidak kembali.


memang setelah sampainya tadi, aku langsung pergi ke dalam kamar tak terasa Aku tertidur.


Pukul berapa sekarang, pikirku sambil melihat jam yang ada di ponselku. jam 3 malam lewat beberapa menit.


Teringat tadi saat ia memberikan ponselnya kepadaku, aku menatap wallpaper di ponselnya. dua anak lelaki yang lucu, mungkin itu anaknya. mirip dengannya aku rasa, sepertinya menggemaskan dan sedikit nakal anaknya itu pikirku sambil tersenyum sendiri.


Aku beranjak dari tempat tidur ku, Cuaca yang dingin memaksa ku untuk memakai Jaket yang lebih tebal beserta kaos kakinya.


Aku berjalan keluar, aku menoleh ke sekitar. tampak pintu kamar yang ku lewati terbuka. Noval dan Desy yang tampak tertidur pulas sambil berpelukan?? Aku sedikit kaget. Namun ku paksakan biasa saja,lalu aku melangkah ke luar rumah.


Disana Mas Sakha sedang duduk sendiri mengenakan jaketnya dan selimut tidur. Aku mendekati nya yang sedikit menengadah ke atas.


" Mas...?" Sapa kunpelan. dia seakan kaget sambil menatap ku.


" Astaghfirullah haladzim, Ayu. kaget aku?" katanya sambil mengelus dadanya. Aku tersenyum.


" Lagi apa, sendiri. mana yang lain??" kataku.

__ADS_1


" Para bujang mah belum pulang. kalau Noval tadi tidur. Irfan juga sepertinya??" katanya


" Tapi di kamar cuma ada Noval sama Desi mas??" kataku.


" Ada kali Irfan di atas sama Tiwi??" jawab nya.


" Tapi kan mereka??" kataku terputus..dia tampak tertawa kecil sambil menarik napas dalam-dalam.


" Kamu mau aku buatkan kopi apa teh panas ??" tawar nya. Aku langsung menggelengkan kepalaku pelan.


" Gak usah mas, takutnya malah beser nanti..dingin ??" kataku sambil duduk di sampingnya


" Mas gak tidur??" tanyaku.


" Tadi udah, ini kebangun aja??" jawabnya.


" Lihat, disini banyak banget bintang nya??" katanya sambil menunjuk ke atas. akupun ikut menengadahkan kepala ku.


" Iya..?" kataku lirih sambil tersenyum.


" Dari tempat kita Disana juga ada, tapi gak sejelas dan sebanyak dari sini??"


" Mungkin disini daratan tinggi, Jadi kita lebih jelas melihat nya mas??" jawab ku.


Kemudian dia tersenyum Kecil kepada ku.


" Pinter kamu??" katanya sambil menatap ku.


" Emang begitu kan??" jawab ku lagi.


Dia masih tersenyum Kecil kepada ku. ya Tuhan, bisa tolong hentikan tidak. pinta hatiku kecil sambil berpaling dari nya.


" Sebenarnya, aku pernah berfikir? Bintang itu sebenarnya apa??"


" Walaupun secara teori nya, Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya yang disebabkan oleh reaksi fusi nuklir yang menghasilkan energi yang terjadi Di intinya. ??" katanya.


Hmmm...pintar juga dia.pikir ku.


" Lalu??" kataku. Dia hanya tertawa kecil.


" Kalau aku kadang meng interpretasi kan Bintang itu sebagai Kumpulan kisah Indah Di dunia yang pernah terjadi. ya semacam kisah cinta tulus di dunia inilah.??"


" Gak harus perempuan dan laki-laki,bisa jadi kisah ibu dan anak,antar teman... antar keluarga... Atau antar apapun yang terjadi secara tulus, tapi gak sempat Terjadi dan berlangsung lama??"


" Maksudnya, kalau itu perempuan sama lelaki ya gak sampai menikah, anak dan orang tua ya cuma sebentar.??"


" Ya semacam itulah, Intinya.. Istilahnya Cinta yg gak kesampaian pada akhirnya tetapi Tulus benar kasih nya??" katanya dengan sedikit tertawa.


Aku sedikit terdiam.


" Terus kenapa jadi bintang??"


tanya ku. dia menatapku dengan pandangan penuh makna sembari tersenyum lagi.

__ADS_1


__ADS_2