Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
episode 113


__ADS_3

" Gak usah, bentar lagi aku baikan?" kata Estu terlihat lemah. Aku hanya mengangguk.


" Ya udah deh kalau begitu, aku pulang ya?" kata ku kemudian. Dia hanya mengangguk kecil.


" Kamu jadi pulang hari ini?" tanya Estu. Aku hanya tersenyum.


" mungkin besok., tadi aku sudah cancel jadwal kereta aku?" jawab ku.


" Kalau pulang, kabarin yaa?" katanya pelan sambil terlihat mau muntah lagi?


Dan benar saja, dia kembali muntah.


" Aku antar kamu ke dokter dulu deh?!" kataku memaksanya.


" Gak usah? Nanti juga aku bakal baikan. kan udah di kerik??" jawab nya.


" udah nurut aja, kenapa sih. apa Susah nya kamu nurutin aku kali ini.!?"


" nanti kalau aku pulang, kamu begini lagi? Siapa yang mau nganterin kamu ke dokter.?" kataku.


" selagi masih siang?" tambah ku.


" Aku curiga, magh nya kamu kambuh?" kataku lagi.


" Aku mual Tadi nyium pewangi ruangan di kamar bapak?" katanya padaku.


" Ya sudah lah, mending Sekarang kita ke dokter?" kataku.


**


" Hmm, Bu. bisa tolong Panggil suami ibu Sekarang kesini?" kata dokter itu pada ku. Aku hanya diam.


" Buat apa ya dok?" tanya ku.


" Ini, saya mau kasih tau resep obat yg harus di tebus di apotik?" katanya.


Aku mengangguk kecil, lalu Memanggil Sakha masuk kedalam ruangan nya.


" Anaknya sudah berapa pak?" tanya Dokter itu pada Sakha sambil menuliskan resep obatnya.


Sakha menatap ku.


" Du..Tiga Dok?" jawab nya sedikit gagap.


" Lumayan cukup lah ya pak?" katanya sambil tersenyum.


Sakha memandang ku.


" ini resep vitamin yang harus Bapak tebus di apotek ya pak? kebetulan stoknya di sini lagi kosong?" kata dokter nya.


" Harusnya bapak peka kalau Anak Bapak sudah 3?" kata dokter itu sambil tersenyum.


" Maaf maksud dokter apa ya?" tanya Sakha Kemudian.


" ibu hamil anak yang keempat Pak, selamat ya?" katanya yang membuat kami kaget dan Saling pandang.


" maksud bapak istri saya ini sedang hamil?" kata Sakha.


" Iya Pak pak Mungkin usia kandungan Ibu sekitar 7 atau 8 Minggu?" katanya yang sontak membuat kami kaget kembali.


Bagaimana mungkin pikirku??


" Tapi Dok saya masih KB, saya pakai IUD?" kataku kemudian.


" mungkin Ibu lupa? itu kan ada jangka masanya. Ibu pasang yang untuk berapa tahun?" tanyanya.


" 3 tahun dok, tapi ini sudah terlewat? jawab ku.


" Wahh pantas saja Bu? Sudah kadaluarsa begitu??" katanya sambil tertawa.


" Atau Kendor mungkin Bu, coba ibu tanya lagi sama dokter atau bidan yg memasang nya dulu?" katanya.

__ADS_1


Aku hanya diam.


" Apa bahaya dok jika masih tertinggal di rahim?" tanya ku.


" Ibu konsultasi sama dokter kandungan saja ya. kalau enggak minta di USG?" katanya kemudian kepadaku.


" Saya takut kalau nanti menjelaskannya salah?" katanya lagi.


Aku hanya mengangguk kecil. Sakha hanya diam.


Di sepanjang perjalanan, kami berdua hanya diam. berulang-ulang Aku mengingat kapan terakhir kali aku berhubungan **** dengannya.


sepertinya Sakha memikirkan hal yang lain?


Dia memberhentikan mobil ku Di pelataran sebuah kafe yang tak begitu ramai.


" Makan dulu lah, aku pusing?" katanya sambil menaikkan rem tangan.


Aku mengikutinya naik ke lantai dua yang ternyata Ruangan ber AC.


dia masih diam sampai pesanan kami datang.


" Estu, coba kamu cerita Itu anak siapa?" katanya.


" Iya anak kamu lah??' jawab ku. dia tertawa kecil sambil memalingkan wajahnya.


" jangan ngada-ngada. selama ini kan kamu pacaran sama Haris?" katanya menyangkal.


" Iya, aku pacaran sama Haris. tapi aku n**** nya cuma sama kamu!?" kataku kesal.


dia menatapku sambil mengernyitkan dahinya.


" are you seriously, not kidding!?" katanya.


aku menatapnya geram. rasanya kesal saja sama dia.


" kalau kamu menyangkal Ya terserah kha, biar aku yg gedein anak ini sendiri?" kataku sambil mengaduk jus yang ada di depanku.


aku menatapnya tajam.


" ya Kamu ngerasa nggak? pernah enggak n**** aku. 7 - 8 minggu yang lalu?" kataku.


" kamu enggak ingat, sebelum kepala kamu itu sobek. kamu ngapain aja sama aku di rumah?" kataku.


" Tapi kamu yakin itu berbuatnya sama aku?!" tanyanya yang membuatku marah.


" Sakha..., kamu pikir aku ini l**** yang bisa dengan siapa saja tidur?" Kataku.


" kamu boleh curiga sama Haris. tapi aku nggak pernah sama sekali ngelakuin nya sama dia.!"


" kamu tanya ke orangnya langsung deh!?" kataku kesal.


" Terus buat apa kamu KB IUD sampai 3 tahun lebih!?" katanya dengan nada yang masih curiga.


" masangnya itu dulu, waktu Lio masih bayi! kamu nggak ingat kalau kamu itu sering maksa maksa aku!?" kataku.


" kamu nggak ingat kalau kamu pernah maksa aku di rumahnya ibu?" Kataku.


**


Aku hanya diam. Aku tahu pasti, dahulu aku Bagaimana terhadap nya. Bahkan mencuri curi kesempatan untuk Memaksa nya. meskipun dia tidak mau.


Saat itu dia sengaja tinggal di rumah mertuaku, sehabis melahirkan anak ku Lio.


Saat dia melayangkan gugatan cerai nya, pikiranku semakin gila akan dirinya. aku seperti haus yang tiada terkira. saat itupun Livia sudah pergi meninggalkanku.


Dan memang aku pernah melakukan itu, sewaktu Aku ke Jakarta mengurus pinjaman modal kepada kantor nya Haris. sekitar dua bulan yg lalu.


Aku menatapnya.


" sekarang bagaimana?" kataku kepadanya.

__ADS_1


" tahulah...!! Terserah kamu?" katanya.


" berarti besok kita menghadap Bapak?" kataku. Dia hanya Diam.


" Tapi benar kan Itu anak aku?" kataku lagi.


" Kalau kamu enggak mau, aku bisa mengaborsi nya kok Kha?" katanya mengancam.


" daripada nantinya dia hidup tidak diakui sebagai anak kamu, mending aku menggugurkannya sekarang?" katanya lagi.


" Estu, apa yang kita lakukan ini sudah dosa. jangan kamu tambah lagi Dosa kita dengan perbuatan yang lain yang lebih keji?" kataku.


dia menatapku sengit.


" Apa kamu mau, nanti saja kita menikahnya ketika anaknya sudah lahir? kamu mau tes DNA dulu?" katanya.


" Gak perlu!! besok kita ketemu dengan bapak. Aku siap nikahin kamu lagi. tapi aku enggak bisa ngasih banyak ke kamu?" kataku.


" aku masih belum tahu apa yang direncanakan Livia terhadapku. seperti yang kamu tahu kita sudah baikan semalam?"


" Aku nggak pingin dia tahu tentang ini. kita bisa di tuntutnya dengan pasal perselingkuhan Dan perzinahan ?" Kataku.


" meskipun sekarang keadaannya berbalik, dia yang aku selingkuhi sama kamu, sedangkan dulu aku yang berselingkuh dengan dia??"


kataku sedikit tertawa sinis. menertawakan ironinya kisah hidup ku.


Kemudian aku memandangnya, seseorang yang dulu pernah jadi istriku akan kembali menjadi istriku. Apakah ini yang namanya CLBK?


dan tiba-tiba saja aku merasa bersalah kepada Livia.


***


" Kenapa kalian tiba-tiba memutuskan akan menikah?" tanya ibu kepadaku.


" Maaf Bu?" kataku pelan.


dia menatapku curiga sambil memegang bahuku.


" Sebenarnya ada apa?" tanyanya kemudian.


" Estu Hamil lagi Bu sama Sakha??" kataku sambil tertunduk.


" Ya ampun Estu, kenapa begini lagi ceritanya sih?!" katanya yang terdengar kesal, jengkel dan marah.


" Yaa mbok kalau mau nikah itu nggak pakai hamil duluan.??"


" Kamu ini perempuan kok murahan banget sih sama dia?! diajak hayu, digoda mau.!!" katanya.


" ngomong sekarang, sekarang yg sengaja ini kamu kan ke dia??"


" bukan dia yang sengaja ke kamu seperti dulu?!" katanya.


" enggak ada niat yang sengaja bu dari kami berdua?!" jawab ku.


" terus kamu mau bilang apa Kalau kejadiannya sudah begini. kamu memang ingin hamil lagi begitu?" katanya sambil melotot.


" Kamu mau bilang kalau kamu sama dia saling membutuhkan begitu?!" katanya.


" Dia sudah punya istri loh Estu??" katanya lagi.


" Estu akui ini adalah ketidak sengajaan Bu. Estu masih mau sama dia dan dia masih mau sama Estu?" kataku polos.


ibuku itu lantas menengadahkan wajahnya ke atas.


" Lantas apa Sakha nggak curiga Kamu hamil Sama siapa?" tanyanya kepadaku.


" Iya, tadi dia sempat curiga dan nuduh Estu melakukannya sama Haris.!"


" tapi Estu berani bersumpah Bu, Estu nggak pernah melakukannya sama orang lain selain sama dia?!" kataku.


" heran aku sama kamu? sebenarnya dia itu itu punya pelet apa ke kamu. sampai sampai kamu enggak mau berpaling pada orang lain?" katanya sambil pergi.

__ADS_1


sebenarnya aku tidak tahu harus bagaimana, tidak mungkin juga untuk menggugurkan kandunganku.


__ADS_2