
" Kemarin tiba-tiba bapakmu itu pingsan, setelah Baca surat panggilan dari kejaksaan??" Kata ibuku sambil sedikit menangis.
" Sebelum Bapakmu baca surat itu, dia cerita kalau dia Memergoki Panji Sama perempuan yang sering diceritakan Reni itu."
" Bapak mu Bilang, kalau Dia ikutin Panji sampai Kamar Hotel!?"
" Dia marahin Panji Sama Gundikan nya itu. Sampai Ngusir Katanya,
Jangan Pulang ke Rumah lagi!?"
" Lahhh, Bapak memang Seperti itu. Nanti juga Baik lagi Bu. Gak usah Khawatir??" kataku menenangkan nya.
" Tapi Sekarang marah nya berbeda Estu, Gak seperti Dulu kalau dia marah sama kamu.?"
" Waktu Panji pulang ke rumah, Dia langsung nyuruh Pak Yatno Buat bantuin Panji beresin Baju dan Barang milik nya!"
" Sama sekali Dia Gak mau nemuin Si Panji!?"
" Bapak kamu itu Kecewa berat sama Panji, pikiran dan perasaannya campur aduk!?"
" Antara ingin Mempertahankan Pernikahan Panji, tapi Tahu kalau anaknya sendiri yang Salah. atau Membiarkan Reni yang Terus gugat cerai.!?"
" Dia Malu sama Orang tua nya si Reni!?"
" Bapak mu Bilang, Nggak sudi jika Panji sampai menikah dengan perempuan itu, apalagi Bapak tahu kalau perempuannya masih istri sah orang lain!?"
" Bapak mu kecewa, marah, kesal sama dirinya sendiri kenapa Dulu nggak pernah mau percaya sama kamu, katanya!"
" Dia merasa malu terhadap keluarga besarnya Reni."
kata ibu Mengulang perkataan nya tadi sambil mengusap air matanya.
aku tahu, ibu menangis karena sedih atas kenyataan yang terjadi.
Aku memandang Bapak yang tergolek lemah di atas tempat tidur. Ada selang infus Serta Selang oksigen yang Menempel di Tubuh nya. Tubuh Bapak Terlihat Lemah sekarang.
Pastinya dia syok dengan keadaan.
Belum Lagi Dugaan korupsi yang sama-sama di lakukan bersama mantan bawahannya tersebut.
Seketika aku sadar, tidak mungkin Sakha tidak mengetahui persoalan ini. bukankah dia sebelumnya sedang menjadi saksi di pengadilan Pak Garcia.
Aku tahu Walaupun dia tidak mengatakannya.
lagi-lagi aku merasa kagum terhadapnya, sedikitpun dia tak menunjukkan rasa penasarannya terhadap Bapak, hanya menanyakan kabarnya.
Bisa saja Dia mengatakan hal yang sebenarnya kepadaku kemarin. Aku rasa, tidak mungkin dia tidak mengetahui jika Bapak sudah menjadi tersangka kasus korupsi.
Dia masih berlaku sopan terhadap Bapak yang sering menyakitinya. Dari omongan juga tindakan.
Sesaat, aku membayangkan Sakha, Banyak sekali kebaikan-kebaikan nya yang mungkin orang lain tak mengetahui.
Hanya Saja, Kelemahan nya itu ???
***
" Terima kasih ya udah jagain arcelio sehari ini."
Kataku kepadanya, Dia Hanya tersenyum
" Iyaa, gak masalah. ini juga tugasku.!"
Jawabnya sambil menatap Ku.
" Yaa sudah aku pulang dulu ya?!" katanya kemudian.
" Kamu nggak temanin dia aja malam ini??" tawar Ku padanya. Namun sepertinya dia menolak Dari caranya menatapku.
" Lain kali aja. Kapan kapan. aku masih ada sedikit urusan!?" katanya.
__ADS_1
Aku hanya menganggukan kepalaku perlahan.
" Ngomong-ngomong, kamu di Jakarta nginep dimana??" tanya ku.
" Di rumah temen, Cuma kontrakan Kecil sihh??"
" Teman satu kampung dulu.?" jawabnya sambil memakai sepatu nya itu.
" Aku pulang dulu Yaa, gak enak lama-lama di sini.?!" Katanya kemudian sambil sedikit tersenyum.
" Nanti di sangka yang enggak-enggak sama orang lagi?" katanya.
" Siapa??" tanya aku. Dia hanya tersenyum Lagi.
" Enggak enak Aja, Takut nya tiba-tiba pacar kamu datang. nanti yang ada malah salah paham??"
Jawabannya sedikit mengejutkanku.
Kenapa dia bisa beranggapan bahwa aku sudah memiliki pacar??
Apa dia Pernah Tau kalau Erwin main ke rumahku?? pikirku penasaran, namun aku hanya diam.
Aku Merasakan Sakha Sekarang Banyak berubah, Sikap dan Perlakuan nya terhadap ku?
dari sebelum ini, di bandingkan dengan beberapa bulan yang lalu. terakhir kali saat kami bertemu.
Tak berapa lama ojek online yang dia pesan pun datang. Setelah berpamitan, lalu dia pergi meninggalkanku dan anaknya.
Seperti ada rasa kehilangan namun susah dijabarkan, mengapa aku merasakan perasaan itu.
Kemudian, Aku membawa Arcelio masuk ke dalam rumah.
***
" Hallo, Ay.??" Kataku memanggil nya di telepon.
" Lagi apa??" kataku lagi sambil melirik jam di dinding kontrakan tempat si Azis. Pukul setengah sembilan malam Kata ku dalam hati.
" Hmm, Kamu baik baik aja kan??" tanya ku.
" Maaf, Baru bisa telepon kamu??" kataku. Dipikir pikir Aku menelfon nya seperti orang yang sedang pacaran saja.:))
" Udah Sholat Isya belum??" tanyaku.
" Hmm, lagi gak sholat?, Kenapa??" tanyaku sambil sedikit tersenyum.
" Lagi Merah?, Apanya??" Ledek ku dengan suara datar seolah-olah tidak tahu.
Aku disini jadi senyum-senyum sendiri.
Terdengar suara nya yg Kesal dari sana. Dan Aku makin tersenyum Karena nya.:)-
" Iyaa..iyaa??" kataku lagi mensudahi rasa kesalnya itu.
" Kenapa, Aku pulangnya kapan??"
" Hmmm, kenapa emangnya??" tanya ku lagi.
" Kamu kangen ya sama aku??" kataku meledek nya lagi. Sekarang aku tertawa kecil mendengar nya seperti Kesal lagi.
" Maaf, iya aku tau kamu tanya serius. masa bohongan sih. kan aku tau kamu Serius sama aku??" kataku sambil menahan senyuman ku.
" Mungkin Seminggu atau dua Minggu lagi aku pulang ke Kutoarjo. Menyelesaikan urusan dengan pak Subandi??" jawab ku. lalu terdiam mendengar kan nya bicara.
" Ay, aku rasa kamu perlu tahu sesuatu juga??" kataku.
Terdengar suara nya yg Tampak kaget itu.
" Aku sudah di pecat dari Kantor. Secara enggak langsung. Aku Sudah nggak ada urusan lagi di sana??" kataku.
__ADS_1
" tapi karena aku pernah ada urusan dengan Pak Subandi, Aku akan mengurusnya dan kembali ke sana??"
"Terus, tanya nya dari sana.
" Yaa.. aku enggak Tau gimana nantinya, aku belum kepikiran mencari kerja atau apa? pikiranku masih ngeblank!?" jawab ku.
" Nanti, kalau kita sudah ketemu kita bicarakan ini baik-baik ya??" kataku meminta.
" Tolong jangan berpikiran yang bagaimana dulu. Aku pasti pulang Kesana, Aku pasti Nemuin kamu kok.?"
" Gak usah nangis juga Ay? karena sampai saat ini aku masih mikirin kamu, beneran??" kataku.
" Ya udah, sukur kalo gak nangis mah??" kata ku.
" Coba sekarang video call??" kataku lagi.
" Kan gak mau, kenapa emangnya??"
" Ya udah, ya udah. habis ini PAP aja yaa. gak usah di edit-edit??" kataku sambil tertawa kecil.
" Ya udah, PAP aja ya. jangan diedit, kamu udah cantik tanpa editan??" kataku kepadanya Sambil sedikit nyengir.
Setelah sambungan teleponku terputus dengan ya tidak berapa lama terdengar notifikasi pesan.
Sebuah gambar, foto dirinya.
Matanya yang terlihat sedikit merah itu kupastikan karena menangis tadi.
Dia menangisiku Karena apanya ya??
Semula, aku memandang Foto itu biasa saja. dari beberapa foto PAP yang aku minta, atau sengaja Dia kirim kan Selama aku Di Jakarta.
Mengapa aku bisa punya perasaan kepadanya yaa??
Aku pikir tadinya dia perempuan yang biasa-biasa saja. Sebenarnya, jauh dari standar ku selama ini terhadap perempuan.
Setelah Di cermati, ternyata??
Atau mungkin Karena Aku Sering Memandang Foto Darinya itulah, Aku seperti di Hipnotis.
Semakin lama, Dan Semakin aku sadari. Dia memang Cantik Alami.
(Uhuyyy, pikirku sambil sedikit tersenyum)
Ayu ku itu, ternyata Cantik dan Sangat manis. :^^_^
Lewat Foto, Ku Tatap Matanya yang bulat itu. kemudian bibirnya tipis, Hidung nya yang Sesuai dengan wajah dan Bentuk Kepala nya Yang sedikit oval Persegi. Juga rambutnya yang Hitam lebat serta sedikit berkilau, panjang terurai.
membuatku, membuat standar baru, Bertambah Sudut pandang ku terhadap perempuan Secara Harfiah.
Belum lagi tubuhnya yang Ramping Berisi, Betis nya yang seperti Bulir padi, Alisnya bukan alis Bergambar atau bercetak??
Tinggi yang Semampai katanya orang mah? dan yang lain dan yang lain pikirku menerawang dirinya membuatku berpikiran kemana-mana. Wajah ku Rasa nya memerah?? ( ꈍᴗꈍ) Ehehehehe!!!
Pantas saja, Pacarnya itu buru buru melamar??
Namun, Maaf. lagi lagi aku mencuri Start Di setiap hubungan yang aku jalani. Percintaan atau apalah namanya.
Sebenarnya, bukan Maksud ku seperti itu, Namun rasanya kebetulan sekali. Antara Ayu dan Estu Dahulu??
Hanya dengan Livia, Aku tidak mencuri Start, Hanya saja Diam-diam.
Diam-diam, Tampa Sepengetahuan Estu Yang saat itu menjadi Istri ku. Aku Berselingkuh dengan Livia.
Setelah ku pikir, Apa sih yang ku cari dari seorang perempuan?
Mungkin, yang ku cari pertama itu adalah merasa Pas saat pertama kali bertemu, Merasa Klop dan Klik yang terkoneksi dari tatapan matanya.
Lalu Penampilan fisik dan Prilakunya.
__ADS_1
Ahaha... Pikirku sambil Mengembangkan Senyum.