Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
Episode 114


__ADS_3

Aku berjalan gontai mengikuti langkah Livia sambil menggendong Kylie.


Dia sepertinya semangat sekali menuju Bioskop. yaa memang kami bertiga sengaja ke mall untuk menonton film yg baru saja tayang.


Bagaimana mungkin aku melakukan itu sama dia? pikirku.


Bagaimana jika Livia tahu bahwa aku akan??


Apa yg harus aku lakukan. pikirku.


" Sakha, mau duduk di set berapa?" tanya Livia yg menyadarkan ku l. Aku segera tersenyum.


" Nyaman nya kamu duduk dimana?" kataku. Dia tersenyum kecil Kepada ku.


sepertinya, Senyum nya itu akan tertinggal di ingatan ku.


**


" Aku lapar? kita ke food court dulu Yaa?" kataku Kepada Sakha setelah kami selesai menonton. Dia hanya mengangguk kecil sambil tersenyum.


Dari tadi, Seperti nya dia hanya Diam? fikir ku. Hmmm...


" Dari tadi Kylie lihatin anak yg naik itu?" katanya sambil menunjuk anak-anak yang sedang menaiki miniatur hewan kecil yg mengelilingi mall.


" Aku mau ajak dia naik yaa?" katanya. Aku hanya mengangguk.


" kamu di sini aja sambil makan. Aku sama Kylie paling cuman sebentar?" katanya.


Aku mengangguk lagi. Dia hp? kepadaku.


Senyum nya itu? pikirku


Selang beberapa menit Sakha pergi. ada seseorang yang menghampiri ku.


" Livia?" sapa nya


Aku menatapnya.


" Aldes?" kataku sambil berdiri dan Memeluknya. sudah lama sekali aku tak bertemu dengan nya.


" Sama siapa kesini? Kamu sendiri??" tanyanya kemudian.


" Aku sama..?" kataku. dia tersenyum kecil lalu mengenalkan seseorang yang bersamanya itu.


" Kenalin ini Marco?" katanya.


" Livia." kataku sambil menjabat tangan nya, di tersenyum padaku.


" ehh, katanya kamu sudah menikah?" tanya Aldes kemudian. Aku hanya mengangguk kecil.


" Sekarang dia kemana?" tanyanya lagi.


" Lagi kemana tadi yaa..?" kataku sambil tertawa kecil


" Eh kapan kapan main dong ke apartemen. udah lama banget loh kamu gak main?" kata Aldes.


" Iya deh, nanti aku main. kemarin aku sibuk ngurus Mama aku?" Kataku.


" Eh iya, Gimana kabar nya mama kamu sekarang? Udah baikan??" tanyanya.


" Mama baru meninggal seminggu kemarin." jawab ku.


Dia buru-buru menutup mulutnya itu dengan jemarinya.


" Maaf yaa Livia.. aku gak tau kalau Mama mu...?" katanya sambil merangkul ku.


" Ia'm so Sorry, Aku turut berduka cita yaa?" katanya kemudian. Aku hanya mengangguk.


" Oh iya Marco, ini Livia. dulu dia Teman satu apartemen ku?" kata Aldes Kepada Teman nya kemudian. Marco Tampak mengangguk.


" Yg pernah kamu ceritakan itu kan?" kata Marco lagi.


Aku menatap Aldes. kemudian Aldes menatapku canggung sambil tertawa.


" Oowh, yg aku ceritakan ke kamu itu mah Sendy. teman satu kampus ku?" katanya lagi sambil tertawa kepada Temannya itu.


Buru buru Marco mengangguk.

__ADS_1


Aku jadi berfikir??


" Aku mau pesan dulu Yaa? gak apa-apa kan Livia kalau aku makan bareng sama kamu? Aku kangen banget saat kita sama-sama dulu?" katanya.


Aku hanya mengangguk sambil tersenyum lagi.


Tak begitu lama dia meninggalkan kami berdua.


Marco menatap ku lekat.


" Maafin aku yaa.. kalau tadi bikin keadaan jadi sedikit canggung?" katanya.


Aku hanya tersenyum.


" Gak masalah sihh?" kataku. Dia tersenyum sambil mengangguk kecil.


" Ohh iya, sekarang kegiatan kamu apa?" tanya nya.


" Yaa, aku cuma ngurusin anak ku sekarang?" jawab ku


" Oo yaaa? kamu sudah punya anak?" katanya seperti tak percaya sambil tertawa.


Aku hanya mengangguk sambil memperhatikan nya.


" Kamu gak keliatan Seperti seseorang yg sudah punya Anak tapi. kamu masih kelihatan seperti Mahasiswa Senior ??" katanya sambil tertawa lagi.


" Berlebihan kamu?" kataku sambil menggerakkan tangan ku.


" Serius?! Aura kamu masih seperti seseorang yg belum berkeluarga. jiwa kamu masih kelihatan bebas seperti Aldes?" katanya.


Aku sedikit tersipu karena pujian nya itu.


" Aku sering denger nama kami disebut sebut sama Om Hans Lohh??" Katanya pelan. Aku sedikit kaget sambil menatap nya.


Dia tertawa kecil.


" Santai Livia, Aku tahu kok.?" katanya sambil menatap ku penuh arti.


Sudah lama aku melupakan nama itu. ex sugar Daddy ku.


" Aku hanya ngikutin rule nya Aldes. Aku juga pemain??" katanya terdengar Santai. Aku makin kaget mendengarnya Berbicara seperti itu.


Kemudian dia tertawa.


" Lucu deh lihat ekspresi kamu? mungkin karena kita baru kenal. Coba dari dulu aku kenal kamu? pasti seru yaa??" katanya.


Lalu aku melambaikan tanganku ke arah Sakha dan Kylie yg sedang menaiki miniatur hewan itu.


" Dia suami sama anak kamu?' tanyanya kemudian. Aku hanya tersenyum.


" Suami kamu orang biasa yaa?" katanya lagi. Aku menatapnya


" Maksud aku, dia pegawai?" katanya mengoreksi kata katanya.


" Iyaa... dia cuma pegawai biasa?" kataku sambil tertawa kecil.


lalu dia melambaikan tangan nya kepada Aldes.


" Livia... Sewaktu waktu boleh yaa Aku ngobrol sama kamu?" tanyanya. Aku hanya mengangguk


Kemudian dia mengkoneksikan ponsel ku dengan nya.


" Om Hans kayaknya masih nginget kamu banyak?" katanya pelan. Aku menatapnya


Tak Lama kemudian Aldes Datang.


Tak berselang lama, Sakha dan Kylie juga Datang?


Aldes menatap Sakha lekat. seperti tak percaya dia akan bertemu dengan Sakha.


" Jadi kalian akhirnya menikah??' katanya terdengar tak Percaya bersamaan dengan tawa kecil nya.


Aldes menatap kami bergantian.


' Yaa ampun? ini anak kamu Livi. lucu amat sihh?' katanya sambil menyentuh pipinya Kylie.


Sakha kemudian menjabat tangan mereka berdua.

__ADS_1


" Kamu apa kabarnya Des?" tanya Sakha. Aldes hanya tersenyum kecil sambil membuka kedua tangan nya.


" Sakha... katanya kamu sudah di luar kota sekarang?" katanya pada Sakha.


" Kok kamu tahu?" kata Sakha sambil tertawa.


" Kamu lupa kalau aku ini punya banyak mata dan telinga?" Jawabnya sambil tertawa.


sepanjang di percakapan kami, Marco terus saja memperhatikanku. aku tak tahu pasti apa yang ada di pikirannya tentang aku.


mungkin saja Aldes sudah banyak menceritakan tentang aku kepadanya. sampai-sampai dia tahu mengenai Om Hans?


ex Sugar Daddy ku yang sangat Royal itu. Dia salah satu anggota dewan yg ada di Senayan. disamping itu dia juga seorang pengusaha yg aktif di salah satu partai besar di Indonesia ini.


**


" Tadi ngobrol apa aja kamu sama mereka sebelum aku datang?" tanya Sakha Kepada ku setelah kami hampir dekat dengan Rumah.


" Enggak Ngobrol apa apa sih. cuma biasa aja? namanya sudah lama gak ketemu?" jawab ku.


" Oohh...?" katanya singkat.


Dari tadi dia dia hanya Diam setelah kami keluar dari Mall. Entahlah, apa yg dia fikirkan?


" Aku sih menyarankan, kalau kamu jangan dekat lagi sama Aldes?" Katanya. Aku hanya diam.


" Bukan aku gak percaya sama Kamu? tapi memang lebih baik kita memilih Teman yg membawa kita ke arah yg lebih baik?" katanya.


" Kamu itu ngomongnya kejauhan Kha. siapa juga yg mau dekat dekat sama dia?" kataku menyangkalnya.


" Ya kan kewajiban aku sekarang ngingetin kamu Livi? Aku kan masih suami kamu? Kamu gak jadi kan gugat cerai aku kan?" katanya sambil sedikit tertawa kecil.


Aku hanya berpura-pura cemberut Kepada nya.


**


" Kamu jadi pulang besok?" kata ku pada Sakha sesampainya kami di rumah.


" Aku mau ke Bekasi dulu, nengokin teteh?" katanya. Aku hanya mengangguk.


" Baju sama barang barang punya kamu masih di rumah Estu?" tanyaku. Sakha menatap ku seperti gelagapan.


" iya, besok aku ambil?" katanya.


" Kamu sengaja yaa!?" tuduh ku.


" Yaaa... daripada aku di usir lagi kan yaa?" katanya sambil tertawa.


**


Aku belum mengerti apa maksud pembicaraan Marco tadi yg mengatakan bahwa dia seorang pemain??


Apa mungkin dia??


Lantas aku memeriksa Profil kontak nya. aku sedikit terbelalak ketika menatap Foto Nya itu.


Dia berpose dengan gaya yg seperti itu, bersandar di dada seorang pria bule??


Ternyata dia seorang Uke.( menggambarkan seorang laki-laki yang  submissive  dan berpasangan dengan karakter  seme  yang menggambarkan laki-laki  dominant.)


Aku buru-buru menutup ponsel ku saat Sakha yang Membuka pintu kamar ku.


" Livia, malam ini aku tidur sama Kylie lagi yaa?" katanya. aku menatapnya, sedikit mengangguk kecil. tapi menurut ku dia Sedikit Aneh?


**


Aku masih memikirkan kejadian tadi siang. saat aku bersama dengan Estu?


Lalu besok aku harus bagaimana? pikirku. Bagaimana jika Livia tahu jika Aku menikah lagi dengan Estu.


Mungkin saja dia akan kembali menuntut Cerai dengan ku.


Lalu tadi, dia bertemu dengan Aldes? apa yang dia ceritakan dengan nya sebelum aku datang?


Jujur aku takut jika Livia kembali kejalan yang salah. meskipun aku belum bisa membahagiakan nya, tapi aku sungguh sungguh ingin dia menjauhi dunia yg seperti itu.


Dan tatapan lelaki tadi yg bernama Marco itu? Aku agak risih dengan nya, tatapan mata nya seakan sedang Menelanjangi ku.

__ADS_1


Aku berfikir jika dia mengetahui tentang kami berdua. tapi bagian yg mana??


__ADS_2