
" Waduhh... gimana ini??" kataku setengah mengeluh.
" Ada apa mas??" tanya Noval kepadaku. teman Kosan ku. Dia masih berkuliah di salah satu universitas negri di Dekat sini.
Aku menatap nya.
" Ini Aplikasi Banking ku gak bisa di pakai?" kataku sambil menatap nya.
" Loh kok bisa mas??" tanya nya.
" Tadi pas aku mau make aplikasi, kan ada tulisan minta di update. aku update lah lewat google play. lah pas udah selesai kok gak bisa di buka? gimana ini yaa??" kataku sedikit bingung.
" Udah coba telpon call center nya mas??" katanya menenangkan. aku menatap nya lagi.
" Gak tau aku nomernya?" jawab ku
" Ke kantor cabang nya aja mas??" katanya lagi.
" Buku tabungan nya juga entah kemana??" jawab ku.
" tapi masih ingat nomer rekening nya mas??" katanya.
" Iya sih, ada??" kataku sambil mengeceknya di daftar kontak yang aku simpan.
" Besok Senin ke kantor cabang nya aja mas??" katanya lagi.
" Aku nanti malam mau ke Jogja jee??" kataku lagi.
" ya kan bisa di urus di kantor cabang sana??" katanya sambil tersenyum.
Dan aku menyadari ke goblokan ku, kemudian kami berdua tertawa.
********
Sudah lima bulan berlalu aku berada di kota kecil ini. Kutoarjo di Jawa tengah. meskipun aku berada di Pusat kota, namun keadaan di sini tak sehiruk pikuk seperti di Jakarta.
Kadang malam Terasa Sepi meskipun masih banyak yang berlalu lalang. Embun Sering turun meskipun Belum melewati tengah malam.
Kota ini sungguh Asri, ada ketenangan tersendiri di dalam nya.
Kepindahan ku di kota ini kusadari adalah campur tangan dari mantan mertua ku. Mungkin dia sengaja agar aku tak dekat lagi dengan anaknya, ataupun dengan anak anak dari Dyah Pangestu Indriyani . mantan istri ku.
Tapi sejauh ini, hubungan komunikasi ku dengan anak ku yg di asuh oleh nya baik baik saja. kadang aku menelepon Danesh ataupun sesekali melakukan panggilan video dengan nya. bagiku itu sudah lebih dari cukup.
Aku tinggal di rumah yang ditempati oleh beberapa orang yang juga sama-sama kost di dalamnya.
3 diantaranya adalah mahasiswa di perguruan tinggi di kota ini, Aku dan dua lagi rekan kerjaku yang berasal dari desa di kota ini, Ikmal dan Eko.
" Mas Sakha, masih inget gak Kasir Minimarket yang pake kerudung Hitam waktu itu??" kata Noval yang tiba-tiba muncul dari pintu depan. aku menatap nya.
" Emangnya kenapa Val??" jawab ku.
" Dia ternyata ngekos di rumah belakang ini loh, yang Kosan tingkat itu mas??" katanya sambil menunjuk ke arah belakang.
" Kok kamu tau Gak?" tanya ku. Dia tersenyum sumringah. Dasar anak muda pikir ku geli.
" Anu mas, tadi gak sengaja pulang bareng.??" katanya sambil cengar-cengir. aku tertawa geli menanggapi nya.
" Kok bisa??" kataku sambil tersenyum
" Aku kan tadi Nunut Irfan pulang ngampus, lah pas aku jalan masuk sini. kok ada dia jalan di depan ku??" jelas nya.
" Bisa bisanya kamu tau dia kasir minimarket itu??" tanyaku lagi menanggapi nya sambil tertawa kecil.
" Aku pura pura manggil nama sembarang mas, eh kok dia nengok??" katanya sambil tertawa puas.
Aku pun tertawa sambil mendorong bahu nya.
" Awas ketahuan Desy, mampus Kowe!?" ledek ku.
" Ya jangan ketahuan lah,wong aku juga gak ngapa-ngapain kok??" canda nya.
" Tak aduk no ( tak aduin) !?" kata Ikmal tiba tiba keluar dari kamarnya. Kami tertawa
" Ooo..jangan tho mas. aku gak serius cuma penasaran aja??" kata Noval dengan aksen Jawa nya yang membuat kami semakin tertawa geli.
__ADS_1
" Rasa penasaran mu iku yg bikin rusak??" kata Ikmal.
" Nah dengerin tuh, ustadz Ikmal udah ngomong??" kataku bercanda.
" Ya gak mas..jangan aduin ya sama Desy??"
" Mengko tak Jak dolan meng Klaten, dolan meng simpang??" katanya sambil cengengesan.
" Duamputt...Ra bener malahan!!?" kata Ikmal sambari mendorong bahu Noval sambil pura pura marah.
Kami bertiga tertawa lepas.
*******
" itu Deket Malioboro kan ada Bank gede mas, yg bangunan nya cet putih?" kata Eko menjelaskan.
" Minta aja antar ke supir nya kesana??" katanya lagi.
" Nanti jalan ke Sleman juga paling jam dua siang?" lanjut nya lagi.
Aku hanya mengangguk.
Setelah mengambil nomer antrian,aku duduk di barisan belakang menunggu panggilan.
Aku mengenakan Masker memang, karena tadi ke Bank ini menggunakan ojek online dari Hotel dimana kami menginap.
Pagi pagi sekali kami berangkat ke Jogja, untuk bertemu dengan calon Calon mitra kami.
Sesampainya di Jogja, kami stay di Hotel yang rencana akan meeting sebentar sebelum kami ke Sleman untuk me ngecek langsung di lapangan.
******
" Nomer antrian A 35 mohon segera ke counter tiga??" tiba tiba mesin pemanggil otomatis menyebut nomer antrian ku.
Karena aku sediki bingung, bapak satpam mengarahkan ku ke counter yang di maksud.
" Selamat Siang Bapak, saya Agnes ada yang bisa saya bantu??" kata costumer servis itu menyambut ku.
Sesaat aku terdiam, bengong menatap nya.
Aku buru buru duduk di hadapan nya, lalu membuka masker ku. Dia tampak terdiam menatap ku untuk sesaat.
Ada perasaan yg entahlah di antara kami.
"Ada lagi yg bisa saya bantu Bapak Nuril Azmi Adisakha.?" katanya menyebut namaku dengan tersenyum.
Aku menelan ludah ku.
" Aku boleh tau Nomer telfon mu??" Kataku pelan.
Sesaat dia memandang ku sambil mendehem kecil.
" Nanti aku yang hubungi kamu??" jawab nya diplomatis. aku hanya mengangguk. lalu menjulur kan tangan ku. Dia hanya menelengkup kan jemari nya.
Kemudian aku berlalu dari nya, berjalan keluar dari Bank ini.
Rupanya dia sekarang bekerja di sini. jauh sekali?? pikir ku. dari Jakarta jauh jauh kerja ke Jogja. emangnya gak ada Bank disana yang menerima dia bekerja. pikir ku lagi.
Atau mungkin dia sengaja, sengaja kerja yg jauh untuk menghindari ku. pikir ku GR. aku sedikit tersenyum di balik Masker ku.
Tapi memang Dia dari Surakarta sih katanya dulu? dimana itu juga aku gak tau pasti.
Aku menatap ponsel ku,siapa tau ada pesan dari nya harap ku,yang nyatanya tidak.
Waktunya makan siang. pikir ku sambil melirik ke jam tangan ku.
*****
" Males ya...kamu aja yang keluar ko sama orang orang itu??" kataku sambil merebahkan tubuh ku yang terasa capek.
" Aku nanti aja. masih lama juga kita di sini??" tambah ku lagi.
" Malam Minggu mah rame mas Malioboro??" katanya.
" Ya gak harus malam Minggu juga. tapi kalo malam ini aku capek??" jelas ku.
__ADS_1
" Yowes, tak mangkat ya? mau titip apa??" katanya.
" Beliin Refill Vape ku ya. mau yang Essen Coklat mint?" kataku lagi.
" Dimana belinya??" tanya Eko kepada ku. aku menatap nya.
" Yoo..kamu tanya sama orang hotel lah,pasti tau??" kataku.
" Duitnya punya kamu dulu ya??" lanjut ku. dia hanya diam lalu pergi meninggalkan ku.
******
Jam berapa ini?? pikir ku sambil membuka mataku perlahan. setelah Eko pergi tadi,rupanya aku ketiduran
Tak seperti biasanya aku mengalami migren sepulangnya dari Sleman tadi menilik kondisi lapangan.
Aku berdiri, mencari air mineral tadi yang ku beli di jalan. Seperti nya aku butuh obat. pikir ku sambil berdiri sempoyongan.
Setelah mengambil air wudhu dan sholat Isya, aku keluar kamar ku. Berjalan ke lobby hotel sederhana ini. Tampak beberapa orang tersenyum kepada ku. Aku berdiri mendekati security, menanyakan apotik terdekat dengan hotel ini. sesaat kemudian aku mengucapkan terima kasih kepada bapak berkumis, security tadi.
Aku berjalan sambil membawa plastik yang berisikan obat migren,minyak mentol dan Obat herbal cair.
Aku berhenti di sebuah angkringan kecil di bahu jalan. lampu nya sedikit redup tetapi banyak muda mudi yang lesehan di samping ny sambil mengobrol.
" Air jahe mas satu.?" kataku sambil mengambil beberapa tusuk sate dan nasi kucing.
" Isinya apa ini mas??" tanyaku kepada si penjual.
" Itu ayam suwir mas??" jawab nya. aku hanya mengangguk pelan.
****
" Sampun mas, mau dahar Sego kucinge tigo kaleh sate usus,sate puyuh sedoyo enem. terus minume kopi Joss setunggal kaleh wedang jahe setunggal??" kata seseorang di samping ku yg hendak membayar. aku menoleh sebentar.
( Sudah mas, tadi makan nasi kucing nya tiga.sama sate usus,sate puyuh semua enam. terus minum nya kopi Joss sama air jahe satu)
" Kowe nambah ora mau Nes?" tanyanya kepada temannya. aku kembali menoleh kepada seseorang yg muncul dari sebelah orang tadi.
Aku menatap nya lekat. mata kami saling beradu.
Ingin sekali aku menyapanya, namun takut yg bersama dengan nya itu pacar nya.
Kami hanya saling menatap dan diam. aku sedikit tersenyum kepada nya.
" Kamu disini Mas??" sapa nya tiba tiba mengejutkan ku. aku hanya mengangguk kecil.
Orang yang berada di antara kami terasa heran karena nya.
" Kenal tho Kowe??" katanya.
" Koncone mas ku Nang Jakarta??" katanya menjelaskan
" Oo...ngunu??" katanya. aku tersenyum sambil menjulurkan tangan ku. teman nya itu menyalami ku.
" Disini sedang apa mas??" tanya teman nya itu.
" Lagi ada kerjaan aja mas??" kataku
" Oo..." katanya panjang.
" Terus ini Tinggal dimana mas ??" tanya nya kemudian.
" Di hotel Samudra, tadi dari apotik terus mampir ke sini??" kataku menjelaskan.
" Terus nanti balik ke Hotel naik apa??" tanya nya lagi.
" Kan bisa pake aplikasi??" kataku lagi.
Tak lama kemudian mereka berpamitan dengan ku. aku hanya tersenyum menatap wajah nya.
" Eee... Livia nomer telpon kamu ganti yaa??" tanyaku berpura-pura. dia tersenyum.
" Enggak mas,masih nomer yg lama??" jawab nya.
Aku menyodorkan ponsel ku kepadanya Tampa menghiraukan teman nya itu. Livia hanya tersenyum.
__ADS_1
" Nanti aku Miss call aja ya mas, aku juga gak begitu hapal. Sekarang hape ku lagi lowbatt.!?" katanya buru buru.
Aku hanya mengiyaka nya. mungkin dia menjaga perasaan teman nya itu. lalu setelah mereka ber pamitan kemudian meninggalkan ku.