
" Sebenarnya kamu sama Linggar itu gimana??"
" Jangan sampai keluarga nya itu merasa digantung sama Kamu Yu ?" kata Mas Bandi bertanya kepadaku.
" Aku yang belum siap mas. nanti kalau sudah siap juga aku pasti mau menikah dengannya.??"Jawab ku.
" Yaaa, kalau kamu nggak ada niatan sama dia jangan sampai terjadi hal yang lebih serius.??"
" Lebih baik diakhiri sekarang sebelum terjadi pernikahan.??"
" Mas Bukan nyuruh kamu ninggalin Linggar lohh, Dia Orang nya Baik kok buat kamu??"
Aku hanya diam mendengarkannya berbicara.
Dia tampak sedikit mendekat kepadaku.
" Mas mu ini tahu loh, kalau kamu setengah hati sama Linggar. kamu harus bisa memilih Linggar atau yang lain.??"
katanya dengan suara yang perlahan. aku memandangnya lekat, seolah aku memberikannya isyarat minta tolong.
" Kalau kamu memilih, kamu juga harus siap sama akibatnya Dan konsekuensinya. kamu itu sekarang sudah dewasa.!?"
katanya kepadaku.
Memang saja, perkataannya itu semuanya benar, Aku ragu apalagi hadirnya Sakha di hidupku sekarang.
aku tidak bisa melupakannya sedetikpun. bayangan dirimu selalu hadir, aku seperti mabuk kepayang karenanya. penyemangat hariku, teman dalam mimpiku dan hayalku.
aku juga sekarang sudah dewasa, aku mengerti akan hasrat itu. jujur aku terobsesi kepadanya ingin dengannya!! Sungguh.
***
Tiba-tiba ponselku berdering, ada panggilan video dari Ayu. aku mengangkatnya. Apakah dia sekarang libur pikirku.
Aku menggeser panggilan di ponselku untuk menjawabnya.
hampir saja tidak mengenali, berhadapan dengan seseorang yang tidak terlihat begitu sebelumnya.
Aku mengulum senyum ku.
Ya Tuhan, Kali ini Dia terlihat lain. Bagiku terlihat Menggoda, Dengan wajah Cantik dan Tubuh nya itu. Part of Body nya yang sedikit Terlihat??
" Ada apa tumben telepon??" tanya Ku Berlagak Biasa, Menyembunyikan tatapan liar ku.
" Mas Lagi apa??" tanyanya Pelan.
" Ini lagi Istirahat, habis bantuin bapak di kebun ambil kayu!?" jawab ku.
" Terus Danesh sama lio mana??" tanyanya
" Tuhh??" kataku sambil membalikan kamera di ponselku ke arah Lio dan Danesh.
" Kamu libur hari ini??" tanyaku kepada Ayu
Dia terlihat mengangguk kecil. caranya mengangguk manja itu loh membuatku melayang sampai mana mana Yaaa Tuhan pikirku??
kenapa juga mesti Begitu sih dia terhadap ku.
Naluri ku seperti kaktus yang disiram air hujan melihatnya seperti itu.
" Mas kapan pulangnya??" tanyanya kemudian sambil menghadapkan ponselnya tetap dihadapannya.
Aku Menelan ludah ku sedikit Menatapnya yang Terlihat Seksi itu.
Aku Hanya diam Dan Aku menikmatinya.
" Mungkin 1 hari lagi aku disini, Lalu kembali ke Jakarta dari Jakarta itu aku langsung pulang ke Kutoarjo." jawabku
" Urusan Mas di pengadilan sudah beres??" tanya nya
aku hanya mengangguk. sesekali aku ber gumam kecil Dan menelan ludah.
Entahlah, Pikiran Dewasa ku sudah ke mana mana.
" Hari ini nggak Usah PAP yaa mas, kan udah lihat langsung??" katanya menggoda.
" Apanya??!" kata kau pura-pura tak mengerti sambil mengulum senyuman ku.
Kemudian Dia tersenyum, Aku juga tersenyum.
Dia menatapku Tajam tak berkedip. Kemudian Dia Tampak menggigit ujung bibirnya perlahan membuatku panas dingin.
__ADS_1
Sungguh!!
" Gimana kabarnya Pak Bandi Ay??" kata ku kepada Nya. Berusaha Mengalihkan dan Merubah topik pembicaraan
" Dia baik-baik aja kok. Kadang Dia bilang kok Mas gak ada kabarnya, nggak pulang-pulang atau nelpon dia katanya??"
" Mau telpon Mas duluan kata nya sungkan. takut ganggu Mas??" Katanya.
Aku sedikit tertawa.
" Iyaa Sihh, Aku lupa. Nanti aku telepon dia deh??" Kataku kemudian.
" Lalu, gimana kabarnya Linggar pacar kamu itu??" tanyaku padanya.
Seketika raut mukanya berubah menjadi Berubah. Seperti tidak suka. Dia hanya diam.
" Apa kamu sudah nentuin Tanggal nya Ay??" Tanyaku kepada nya iseng.
" Kenapa sih kamu tanya-tanya itu Mas??" katanya seperti tidak suka.
" Yaa, aku tanya aja emang enggak boleh??"
" udahlah, Bisa gak sih kalau kita lagi ngobrol begini Jangan bawa-bawa dia,bikin bad mood??!" Katanya terdengar Sewot.
" Kok bikin bad mood?? aku nggak salah kan nanyain pacar kamu itu.??"
" Dia baik-baik aja. udah makan, udah mandi, udah tidur, terus sekarang lagi kerja!! terus mau tanya apa lagi!!?" katanya terdengar kesal.
Aku hanya tertawa.
"Cieee, yang Hafal banget Sama Pacar nya?? Cuitt-Cuiitt??" Kataku menggoda nya.
Dan Dia terlihat semakin kesal, Menatap tajam kepada ku sambil melipat bibir nya dengan Giginya itu.
" Kenapa??" Kataku sambil menaikan kedua alis ku serasa tak Mengetahui Bersalah.
Aku mengulum senyum dan menahan Tawa ku kepada nya.
" Kok kayaknya Marah sihh? Kenapa kali??" Kataku pura-pura.
Dia Terlihat masih diam. Mukanya tampak Masam.
" Kamu marah Yaa?? tanyaku.
" Kok Cemberut Gitu??"Kata ku lagi.
" Mana Cemberut??" Katanya dengan Muka Galak.
Aku tersenyum kepadanya.
" Marah yaaa??" tanya ku.
" Enggak!!?" katanya ketus. Aku Tertawa kecil.
" Itu Kelihatan marah nya??" kata ku.
" Mana!? Mana ada aku Marah??" Katanya memaksa Tersenyum kepada ku.
" Ya udah kalo gak marah Mah, Marah dulu Dong Biar aku gak salah Nuduh??" Kataku menggoda nya.
Dia terlihat memalingkan wajahnya. Menahan Senyum nya.
" Cieeeee, Ay?? kataku sambil tertawa kecil.
" Ay, Aku nya di sini?? kamu lihat apa sih??" kataku sambil senyam-senyum menggodanya.
Dia tak bergeming.
" Ay... kamu lehernya lagi Sakit ya? Apa lagi pose tampak samping??" kataku lagi menggoda.
Aku tertawa karena nya.
" Udah ahhh,, Jangan Godain Aku kalo kamu gak marah Mah?? Kataku padanya.
" Siapa juga yang marah, Siapa juga yang Godain Mas??" katanya tampak Masam.
Lagi lagi aku tersenyum.
" Ya udah, Godain aja deh..?" kataku sambil sedikit tersenyum geli.
" Ogah!!?" Katanya ketus. Aku lagi lagi tersenyum. Makin menggemaskan sih Makhluk yang di hadapan kh ini?? Pikirku
__ADS_1
" Yaa Udah, Aku Pingin itu yaa?? Kataku sesaat setelah kami saling diam. Dia tampak memainkan jemarinya.
" Pingin apa??" katanya sambil menatap ku.
Sontak aku tersenyum kepadanya, senyum yang sedikit ku tahan. melihat reaksinya.
Dia pun sedikit tersenyum kepada ku sambil menahan Tawa nya.
Ayu tampak mengangkat dagunya, menengah ke atas
Dia berusaha menyembunyikan Tawa kecilnya yang menggemaskan.
" Ay.. Kalau pingin ketawa. ya ketawa aja. gak usah Naif begitu. Kalau gak mau ketahuan, lain kali kamu pake topeng kalo gak kepala kamu Di tutupin ember aja??" Kataku sambil tertawa kecil melihat tingkah nya.
Dia menatapku, kemudian tertawa geli sambil mengangkat dagunya kembali.
Sungguh, Senyuman dan tawa nya sangat Mempesona.
Aku memperhatikan setiap gerak gerik nya.
Terkadang Tawanya di tutupi oleh jemari nya yg Tampak lentik. Atau tiba tiba dia merapikan rambutnya yang Terurai.
Merapikan tank top nya yang membuka pusar nya.
Apapun Darinya. Aku merasa dia sangat mempesona.
" Sudah yaa, Ay? Aku pingin..??
" Pingin apa??" katanya memotong cepat.
Aku hanya tersenyum menatap nya tajam. Dia juga begitu terhadap ku.
" Kalau aku bilang Kepingin yang gak boleh? Bisa??" Jujur aku Menggoda nya kali ini.
" Apa yang gak boleh, Bisa apa??" tanyanya kemudian aku hanya terdiam sambil senyam-senyum kepadanya.Sesaat kami hanya saling pandang dan terdiam.
" Aku bolehin kok buat kamu semua.??" kata-katanya seperti mentraktirku Sesuatu.
" Udah ah Ay, kamu itu cuman bikin Puyeng?? udah dulu yaaa?!" kataku pada nya.
" Kalau Puyeng minum Obat Mas, Jangan cuma Sambat(Mengeluh) ?" katanya.
Aku hanya diam.
" Ya udah, Sambatan* yuk??" Ajak ku. (* kerja bakti)
Dia tersenyum,Hanya senyum yang menggoda yang bisa ku artikan. Dan Naluri ku makin tak karuan.
Rasanya berdebar hebat disini.
Kami terdiam, Dan hanya diam dalam Artian yang hampir sama mengerti nya.
" Sekarang Boleh gak??" kata ku berkata iseng sambil membuka baju.
" Kamu mau yang mana??" katanya menggoda.
" Mau ditemenin kamu sampai itu boleh??" kataku. Dia menunjukan dari sorot matanya yang mempersilahkan.
Aku mengunci pintu, Menggoda, Merayu Lewat Panggilan Video Dengan nya.
Dia melakukan apa yang ku Perintah kan. Aku perlihatkan apa yang ingin dia lihat.
Dia tak tampak Sedikit pun Ragu dengan semuanya, Suaranya, desahannya, Rintihan dan Ekspresi nya Memenuhi Stimulus di otak Ku.
Jiwaku merasakan Kepuasan. Ada sesuatu yang membuat ku merasa Terlepas dari Rasa ingin.
Dia membantuku Klimaks di terakhir nya.
***
Aku masih berfikir Dalam tentang nya.
Kenapa sampai begitu tadi, kenapa dulu pun sampai begitu??
Jelas jelas aku merayunya, Merayu seseorang yang sudah punya pacar.
Apakah aku sedang berselingkuh dengan nya atau apa?? Apakah aku kini adalah godaan baginya,karena sebentar lagi dia akan menikah??
Seperti petuah yang pernah aku bicarakan kepada nya saat di Bandungan kemarin??
Semula ku tak menyangka jika dia bisa se nekat itu melakukannya denganku.
__ADS_1
Walaupun hanya menggunakan panggilan telepon. Hingga kami sama-sama klimaks dengan imajinasi masing-masing.
Tiba-tiba anakku memanggil memanggil nama ku yang sedang mandi. aku buru-buru membilas Rambut ku yang Bershampo itu.