Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
Episode 111


__ADS_3

" Malam ini aku tidur sama Kylie yaa?" kataku.


" Percuma juga pulang ke rumah Estu udah tengah malam kayak begini. yang ada malah aku ganggu dia?" kataku.


Dia hanya diam menatap ku.


" Livia?" kataku lagi


" Boleh enggak?" tanyaku padanya.


" Terserah kamu aja?" katanya sambil berdiri lalu berjalan ke kamar nya.


Aku lantas menarik nafas ku... Terserah.. terserah.. terserah?? kataku dalam hati.


Aku mencoba mencari sesuatu Di kulkas yg mungkin bisa dimakan. Ada banyak bahan makanan mentah sih, tapi aku bingung harus masak apa.


perutku lapar. pikirku.


Sebenarnya aku ingin mencari mie instan saja yg mudah untuk di masak. namun aku tak tahu Livia menaruhnya di mana.


" kamu cari apa!?" kata Livia tiba tiba yg mengagetkan ku.


" Kamu punya mie instan gak? Aku laper." kataku. Dia menatapku tajam.


" Kamu kan baru sembuh, mana boleh makan mie?" katanya.


" Aku sudah keburu lapar kalau harus masak sayur?" kataku.


" Yaa bikin nasi goreng lah?" katanya sedikit membentak. Aku menatapnya sambil tersenyum. iya juga ya? pikirku.


Kemudian dia pergi sambil membawa segelas Air.


" Berisik banget sih kamu. sini aku buatin?" katanya kemudian Kepada ku.


" Gak usah, aku bisa buatnya. kamu tidur saja?" kataku


" Kamu berisik? Aku gak bisa tidur!?" katanya sambil menyuruh ku untuk menunggu.


" Nasi goreng nya enak, kenapa kamu gak coba jualan aja?" kataku pada Livia. dia yg juga ikut makan terhenti sambil memperhatikan ku.


Lantas aku tersenyum kepadanya yg tak di tanggapi nya itu.


" Tapi ini seriusan enak Livia..?" lanjut ku


" bisa gak sih kamu diem aja sambil makan?" katanya seperti mengomel. aku kembali tersenyum.


" Makasih ya. dari tadi aku di masakin enak sama kamu??" kataku. dia hanya diam.


" Baru kali ini yaa... kamu masakin aku? ehh.. iya enggak Sih??" tanyaku.


" Iya.. aku memang enggak bisa kayak Estu?" katanya.


Lahh kok? ujungnya bikin dia marah lagi? pikirku??


" Aku tuh cuman ngomong..? bukan bermaksud banding-bandingin kamu sama dia. kamu ini sensi amat sih! dikit-dikit tersinggung?" kataku.


" Lagi dapet yaa?" kataku sambil menyelesaikan makan ku.


**


" Lohh kok kamu tidur disini?" kataku pada Livia.


" Kan kamu tadi yg suruh aku tidur disini?" katanya menjawab ku.


" Aku pikir kamu gak bakalan mau?" kataku


" Aku pikir kamu ngomong serius?" katanya


lalu kami saling terdiam. Bener bener ya??


Hanya makhluk tuhan bernama perempuan yang susah di mengerti.


kami saling berhadapan, hanya terhalang oleh tubuh Kylie.


" Livia, kalau boleh aku tanya. Dulu kenapa kamu gak bilang kalau kamu hamil anak aku??" tanya padanya.


Dia menatapku.


" Aku gak mau bilang karena kamu bilang Estu hamil dan kamu gak mungkin menceraikan nya.!?" katanya menjawab ku.


" Lantas, selama kamu ninggalin aku dulu itu. kamu dimana?" tanyaku.


" Aku tinggal di salah satu rumah milik keluarga Maurice di Surabaya. dia yg nolongin aku." katanya.


" Apa kamu pernah punya niat untuk gugurkan kandungan kamu dahulu??" tanya aku hati-hati.


" pernah. tapi aku takut."Jawab nya.


" Lalu?" lanjut ku.


" aku cuma berfikir Kalau kehamilan aku ini adalah konsekuensi dari tindakan yang aku lakukan. Tuhan ingin aku bertanggung jawab sama hidup aku. sama calon kehidupan yang aku hadirkan sendiri?" katanya.


Sambil mengelus rambut Anak ku itu.


" Lantas kenapa kamu bisa langsung percaya, kalau dia ini anak kamu?" katanya balik bertanya padaku.


" Yaa seperti terkoneksi saja, pertama lihat dia juga aku bisa yakin dia ini anak aku. sekilas Kylie mirip dengan Lio.?" kataku.


" Emang iya? dia Bukan anak aku??" kata ku Sambil sedikit tersenyum.

__ADS_1


" Sembarangan!?" katanya dengan nada yg Sewot. lantas aku tertawa kecil.


" Livia..... Aku mau ngucapin Terima kasih sama kamu. sebelum aku lupa mengucapkan nya sama kamu?" Kataku. Dia menatapku tajam.


" Makasih ya, sudah melahirkan anak aku yang cantik. Anak kita ini yg akhirnya mengabulkan keinginan aku, yg dulu pingin nikahin kamu.?" kataku. dia tertawa kecil.


" Lohh... bisa saja kan dulu kamu nekat ngaborsi dia??" kataku.


" tapi rasanya tuhan ngabulin doa aku lewat dia?" kataku sambil tertawa kecil juga. kami saling bertatapan.


Aku mencoba memeluk nya meskipun terhalang Kylie.


dia hanya diam saat tangan ku memegang pinggang nya.


" Sudah malam, ayo tidur?" kataku sambil mematikan lampu meja.


maksud ku untuk memeluk tubuh mungil Kylie yang tak sengaja berbarengan dengan tangan nya yg Memeluk Kylie juga. kami bersentuhan.


Kami saling menatap dalam gelap. Aku mengangkat kepalaku perlahan, mendekati nya dan mencium Nya yg di balas oleh Livia.


Awal itulah yg menjadikan kami mengulangi persetubuhan Bergelora Bagi ku dan Livia yg seperti dahaga. tak munafik, aku masih mencintainya dan Sepertinya dia juga begitu. kami masih saling membutuhkan. dan itu terjadi dua kali, dengan nada yg sama sama menggebu.


entahlah, itu akan menjadi malam terakhir kami Ataukah Awal bagi kami?


**


aku menatapnya Sakha yg tertidur sambil Mendengkur itu. Sepertinya dia sangat Full dan lelah setelah kami tadi...??


Iya.., aku dengan sadar juga menginginkan nya.


kami tadi berdua Sampai Sengaja memindahkan tubuh Kylie ke pojok ranjang. dekat dengan tembok, agar kami leluasa untuk itu??.


Aku sedikit berfikir. Besok aku harus bagaimana? apa yang akan dipikirkan nya tentang aku besok.


gugatan cerai ini akan dilanjutkan atau tidak pikirku.


Ada perasaan bahagia namun kesal, dan kesal tapi senang? Rasanya semua nya bercampur aduk dengan perasaan yang lain.


sudahlah, aku tak mau ambil pusing sekarang. Aku kembali memeluk nya yg tertidur itu sambil sesekali mencium Dada nya.


" Jam berapa sekarang Livia?" kata Sakha padaku pelan.


" jam lima mungkin?" kataku dengan tangan yg masih Mendekap nya. Sakha mencium rambut ku.


" Aku kangen kita begini?" Katanya pelan sambil mencium rambut ku kembali beberapa kali.


" Kenapa sih kita mesti berantem dulu?" katanya.


" tapi mungkin seni nya disini yaa?" katanya sambil menatap ku. dia tertawa kecil.


" Aku mau mandi dulu, mau shalat.?" katanya sambil mengangkat badannya.


" Livia, Sebentar saja?" katanya lagi.


***


" Hallo Mira, gimana keadaan Disana?" kataku pada Adik perempuanku itu.


" Maaf Aa belum bisa pulang, kemarin Aa masuk rumah sakit, kena DBD. sekarang masih di rumahnya Livia.?" kataku Kepada adikku itu.


terdengar suaranya yang kaget dari sana, bahkan terdengar sedih.


memang, Mira cepat sekali tersentuh..


" Maafin Aa ya... yang ngerepotin kamu terus?" kataku kepadanya.


" nanti Aa nelpon Arya?" kataku.


" ya Bukan masalah dia adik ipar Aa, tapi kan memang dia orangnya sibuk ditambah kerjain lagi sama urusan Aa?" Kataku.


" Ooh.. kamu yang handle urusan Aa di CV?" kataku.


" Terima kasih ya, Enggak nyangka kamu sering Nyuri dengar obrolan Aa??" kataku sambil sedikit tertawa.


" Terus apa Pak Bandi bantuin kamu?" tanyaku.


" Enggak? Dia gak pernah kelihatan di CV?" kataku mengulang perkataan Mira itu.


aku diam sedikit tertegun. Apa keputusan Pak Bandi itu sudah bulat pikirku lagi.


sebenarnya, Sangat disayangkan jika gara-gara urusan pribadi merusak hubungan kerjaan kami.


Aku tahu aku yang salah, tetapi aku masih bisa membedakan mana urusan pekerjaan dan mana urusan pribadi. pikirku.


" Mira?.." kataku sedikit pelan kepadanya sambil menatap ke sekeliling.


" terus Ayu Bagaimana kabarnya? Kenapa Aa nggak bisa nelpon atau kirim pesan ke nomor telepon nya??" Kataku.


Aku sini mendengarkannya dengan seksama.


ternyata setelah kejadian hari itu, Ayu pulang ke kampungnya. Mira pun sudah tidak bisa menghubungi lagi. baik telepon ataupun sekedar berkirim pesan.


kata Mira, katanya dia mendengar jika Ayu pergi ke Surabaya. ikut kerja dengan salah satu temannya di sana.


dengan artian Aku mungkin tidak akan bertemu lagi dengannya. seperti ada perasaan sedih dan menyesal aku terhadapnya.


perasaan bersalah dan juga malu terhadap Ayu ataupun keluarga nya itu. terutama Pak Bandi.


aku sangat menyayangkan keputusan rekan kerjaku ini.

__ADS_1


" kamu masih penasaran sama dia?" kata Livia tiba-tiba dari balik punggungku.


Aku sedikit tersentak kaget karenanya. lantas aku hanya diam sembari menatapnya yang membawakan ku sarapan itu.


" Iya Kha? kamu masih penasaran sama yang namanya Ayu itu??" katanya dengan nada bicara yang sedikit perlu dipertanyakan??


" ya nggak aku pin cuma pengen tahu kabarnya aja?" kataku mengelak.


" tanya kabar apa tanya kabar?" katanya yang terdengar menyindir.


" Aku jadi penasaran Sebenarnya kamu pernah ngapain aja sih sama dia? sampai segitunya. kalau dia pergi ninggalin kamu ya udah Kenapa mesti kamu kejar.


" kamu nggak ingat kata saudaranya itu sama kamu, dia orangnya nggak profesional juga yaa! mencampur adukkan permasalahan pribadi sama kerjaan.?" katanya.


" ya kalau aku pikir itu wajar lah, karena aku yang salah sama dia. aku sih nggak masalah dia marah sama aku tapi kalau sampai dia ninggalin aku sendirian di CV yang telah kita bangun bersama-sama ini aku menyayangkan nya?' kata ku.


" Emang kamu nggak bisa nanganin nya sendiri?" kata Livia.


" apa kamu bantu bantuanku?" katanya yg terkesan menodong.


Aku menatapnya Dalam. dan berfikir seandainya dia yang membantuku, pasti aku dalam pengawasan sehari 24jam olehnya?? kemudian dia tersenyum.


" kamu pasti nggak mau kan Yaa, nggak bakalan sanggup gaji aku. atau nggak bakalan sanggup kalau dekat sama aku terus-terusan??" katanya


" kamu tahu sendiri lah jawabannya, enggak perlu aku jawab!?" kataku.


" Kenapa?!" katanya.


" ya Aku nggak pingin aja jawaban aku ini nantinya kamu plintir. terus jadi permasalahan baru di antara kita?" kataku.


" baru aja aku ngerasain keadaan yang sedikit kondusif. terus di sodorkan lagi dengan bibit permasalahan baru? udahlah livia, aku capek?" kataku.


Lantas dia tertawa.


" terus Hari ini kamu mau kemana?" tanyanya kemudian.


" hmm... Aku mau nengok anakku. kamu mau ke mana?" tanyaku pada Livia. dia hanya menggelengkan kepalanya perlahan.


" kamu Jadi pulangnya hari ini?" tanyanya lagi. aku hanya diam sambil menatap Livia.


" Aku enggak tau?" jawab ku. dia tertawa kecil.


" kan urusan kamu di sini udah selesai, bukannya urusan kamu disana banyak??" katanya dengan sorot mata yang seperti mau mengungkit sesuatu.


" Terus, urusan kamu sama aku udah selesai?" kataku balik Bertanya kepadanya. gantian dia menatapku dengan sorot mata yang tersudut.


" Tauk ahh!!" katanya sambil memalingkan muka.


lantas aku tersenyum sambil mendekatinya. memeluknya dari belakang.


" Apaan sihh??" katanya terdengar galak. lagi aku tertawa kecil karenanya.


**


Aku memakai celana ku dihadapannya yang masih berbaring di tempat tidur yang tertutup selimut.


" Aku mau ke rumah anakku sekalian aku pamit.?" kataku sambil memakai kaos.


tak berapa lama terdengar suara kecil Kylie Yang sepertinya membuka pintu.


" Eh anak Papa udah bangun?" kataku sambil menyambut nya.


" Papa mau kemana? Kylie ikut?" katanya dengan suara kecilnya. aku hanya tersenyum.


" Sama Mama dulu Yaa?" kataku.


" Papa mau kemana Emang?" tanyanya lagi.


" Papa mau kerja Sebentar sayang. sama Mama yaa?" kataku.


" Livi.. kamu mandi dulu gih? ini loh ?" kataku. dia menatapku sambil meraih Dress satin tidur nya dan CD nya yg berada di samping itu.


" Sama Mama ya..?" katanya sambil meraih tangan Kylie.


Aku menatapnya yg terlihat adorable dan seksi itu dengan tatapan yg Nanar.😳


" Jangan malam malam yaa.. Aku pingin nonton film sama kamu?" katanya pada ku. Aku mengangguk sambil mencium nya.


" Udah ahh... nanti kamu gak jadi pergi lagi?" katanya. aku tersenyum.


" ihh.. kebiasaan? bisa gak sih tangan gak kemana-mana?" katanya sambil menepis tangan ku. aku lantas tertawa.


" Nanti Kylie lihat?" katanya. Aku lantas tersenyum


***


" Kamu baru datang Kha? semalam tidur Dimana?" tanyaku padanya.


" Lohh... kamu gak kerja Estu?" katanya padaku. aku hanya menggeleng.


" Bapak masuk rumah Sakit semalam?" kataku.


" ini aku mah ke jenguk Dia?" kataku.


" Kamu mau ikut?" tawar ku


Dia terlihat diam sambil memperhatikan ku.


" Kalau kamu gak mau ikut, aku titip Lio yaa?" kataku Kepada nya kemudian.

__ADS_1


__ADS_2