Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
Episode 3


__ADS_3

" Yeayy,,mama pulang?" terdengar suara Danesh yg menjemput ku di depan pintu. aku tersenyum kecil melihat tingkah nya.ku hampiri dan ku ulus rambutnya yang berponi itu.


" Nakal gak tadi Anesh, nurut gak sama eyang uti?" tanyaku sambil berjongkok di hadapannya.


seraya tersenyum,dia hanya menggeleng kan kepalanya lirih.


" Maa..kapan sih Papa pulang. Anesh pingin Papa pulang mah. lama Anet sih??" tanya nya gemash


aku hanya kembali tersenyum.


" Anesh mau Papa kenapa emangnya??" tanya ku


" Mau cerita Anesh??" katanya sambil menatap ku dan menggerakkan tangannya yang memegang mainan nya.


" Emangnya mau cerita apa sihh, mama boleh gak denger ceritanya??" tanya ku.


" Tapikan Anesh kangen Papa maa...sambil main raja rajaan kek yg kemarin itu mah?" katanya lagi.


Dekk.. seketika perasaan ku tak menentu. sedih atau terharu atau apalah. rasanya ingin menangis


Aku hanya mampu tersenyum untuk menutupi nya.


" Nanti kita Vidio Papa aja yaaa... kita tanya kapan papa pulang??" kataku menenangkan nya.


Anak ku hanya tersenyum sambil mengangguk kecil.


Aku kembali tersenyum.


" Nanti yaaa...Mama mandi dulu,ini badannya masih banyak kuman.?" kataku sambi mencium pipi mungil nya.


***********


" Hallo Kha, ini Danesh mau Vidio kamu. Tolong ya nanti jangan ngomong yang aneh aneh kedia??" kataku menelpon Sakha.


" Maksudnya??" tanyanya dari sana


Aku menghela nafas lirih.


" Maksudnya, Kan selama ini dia taunya kamu pergi kerja.ya jawab aja seputar itu?" kataku . sesaat kami terdiam.


" Sampai kapan sih kamu pisahin aku sama anak anak??" katanya kemudian.


" Udah lah,gak usah mulai. Make it simple." jawab ku.


" Se simpel apa yang kamu mau Estu, sampai mereka lupa sama aku, gak ada figur lagi aku di mereka??" sudut nya.


" Udah sih,kalau sudah waktunya juga kamu bakal ketemu mereka?" jawab ku sedikit ketus.


" iya,tapi sampai kapan??" tanya nya lagi.


" Nanti juga mereka akan ketemu figur yang beneran papa buat mereka!?" kataku sengaja menyudutkan nya.


Tuuuutttttt.....Suara telepon yang tiba tiba terputus.


" Hallo..hallo..hallooo....??" kataku sambil menatap ponsel ku.


kucoba lagi untuk menelpon ke nomer milik Sakha,tetapi malah sambungan tidak aktif.. dari balik pintu Danesh menghampiri ku bersama ibu ku yg tengah menggendong Arcel.


" Ada apa es..?" tanya ibu ku. aku hanya menatap nya sambil memperhatikan ponsel ku,semoga saja Danesh tak ingat akan janji ku tadi.


" Yowes, nanti lagi.Anaknya masih anteng ini.?" katanya


" susuin dulu ini si Arcel,kasihan dari jam dua minum sufor. Asi yang kamu pompa gak cukup buat dia.??" katanya seraya menyerahkan Arcel kepada ku.


" Loh buk,tadi kan aku ngirim kurir buat antar asi ke rumah??" kataku sambil menyusui nya.

__ADS_1


" Cuma tiga botol ya mana cukup Es.. anakmu ini kuat minum susunya??" jawab nya


Danesh seperti mencari perhatian,dia menaiki punggung ku sambil mengacak rambut ku.


" Ayo sama uti?" ajak ibu ku padanya. anakku hanya memperhatikan nya.


" Sama uti dulu sayang.. iniloh adik masih mik Susu??" kataku membujuk nya.


" Mama..katanya mau viskal Papa??" - maksudnya video call.


Aku dan ibuk ku saling menatap .


" Ayo sama uti dulu, nanti vicall Papa nya??"


anakku hanya diam sambil terus gelondotan di punggung ku


" Nanti aja??" jawab Danesh sambil mengambil handphone yang ada di dekat ku.


" iya nanti sayang. Mama lagi kasih mik adik ini loh??" kataku membujuk nya,sedangkan anak ku menyerahkan ponsel itu kepada ku.


" Sabar ya sayang...Ini adik mau mik dulu,biar kenyang yaa"'..


" Anesh sayang Adik kan, biar mik dulu ya??" kataku menenangkan nya.


" Ayo ikut uti, katanya tadi mau puding?" bujuk ibu ku sambil tersenyum.


" weslah buk, biar aja disini dia?" kataku.


tak berapa lama ibu ku berjalan keluar kamar. Dan tak berapa lama si Danesh menangis seraya memanggil nenek nya.


terpaksa ibuku berbalik dan menggendong nya.


******


Setelah Arcel tertidur, aku kembali menelpon Sakha.


" Hallo Kha...iniloh anak mu nanyain kamu?" kataku


" Ya udah, kamu kesini bawa dia atau aku yang kesana?" jawab nya.


" ngapain mesti kesini,aku cuma mau kamu Vidio dia!?" jawab ku lagi.


terdengar suara ttarikan nafasnya dan dihembuskan berat olehnya.


" Sampai kapan sih kamu pisahin aku sama anak anak Estu?"


" Sampai kapan kamu menghalangi aku sama anak aku buat ketemu?"


" Emangnya kamu aja yang bisa peluk cium mereka?"


" Apa kamu gak mikirin aku yg kangen sama bau bedak,minyak telon, mainan yang berantakan atau suara tangis anak anak??"


" Aku juga pingin peluk,cium,gendong mereka?"


Katanya dari sana.


" Udah deh gak usah lebay,gak usah sok dramatis gitu!?" kataku ketus.


" Aku cuma bilang apa yang aku rasa estu.jauh dari apa yang kamu tuduhkan!?" tangkis nya.


" Sampai kapan kamu jahat begitu sama aku,sama anak anak!?"


" sampai kapan kamu menolak ku untuk menafkahi nya!?" katanya lagi.


" Sampai kamu menyetujui permintaan aku!!" kataku sedikit keras.

__ADS_1


" Apa permintaan kamu!?" tanya nya.


" Cerai. iya!!"


" Apa dengan cerai kamu gak berbuat seperti ini lagi sama aku!?"


" kamu bisa menepati janji kamu emang?!"


" Apa dengan Cerai. apa dengan Figur baru bisa gantiin posisi aku di mereka!!" katanya sedikit keras.


" BISA!!" tangkis ku cepat.


" Istighfar Estu,!"


" Kamu istighfar enggak waktu Ng*we sama perempuan itu Haah!!" kataku keras.


Sesaat dia terdiam. hanya terdengar suara nafasnya.


kemudian terdengar helaan nafasnya panjang.


" Sudah lah, jangan melebar kemana-mana?" pintanya lirih.


" Kamu yang mulai?" Jawab ku kemudian.


kembali dia diam.


" Ya sudah, sepuluh menit lagi lah kamu Vidio call aku.?"


" Aku akan ikuti mau kamu yang tadi. aku mau ke toilet dulu?" katanya sambil menutup telponnya.


******


" Hallo sayang, udah makan belum??" terdengar suara yang bercengkrama dengan Danesh via video call.


sesaat ku tinggalkan mereka dari pengawasan ku.


" iya papa masih ada di jauh sayang??"


" Pesawat nya belum ada yang turun??"


" teyuss papa kapan Puyang?"


" Nanti kalau pesawatnya udah turun ya sayang, Papa pasti jemput Anesh?"


" Tapi Papa bawa crayon gak??"


" oh iya, nanti Papa bawain Crayon sama eskavator,mau??"


" Tapi jangan itu, trek aja?" jawab Danesh


" Ohh maunya trek, iya deh."


" Adek gimana, nangis enggak??"


" Tadi nangis adek pas mau mimik susu??"


" terus Anesh udah mam belum sayang?"


" Udah tadi sama uti pake Top?" (SOP)


" pake Top,enak enggak?"


" enak,tapi kapan bawa trek nya?"


" iya nanti Papa bawain yaa"

__ADS_1


Dari jauh ku perhatikan,sesekali Sakha memalingkan wajahnya.atau menundukkan kepalanya, seperti sesekali menyeka air matanya.


Ada perasaan yang mengiris ku perlahan.


__ADS_2