Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
Episode 128


__ADS_3

" Kamu sudah sarapan?" tanya ku Kepada Sakha yang baru saja datang itu. Dia menatap ku.


" Tadi baru minum kopi sama makan roti sihh?" jawab Nya kepada ku.


" Oohh?" kataku datar.


" Tapi kalau kamu mau buatin aku kopi apa teh lagi, boleh. tapi jangan terlalu manis yaa...?" katanya terdengar meminta.


" yang manis kamu aja?" katanya sambil tersenyum kepadaku.


Aku mau memandang nya, memberikan mimik yang seolah olah itu?? dia tertawa lebar.


sebenarnya pun aku ingin tersenyum dan ikut tertawa. namun aku tahan. Gombal batin ku pelan.


" Jadi kamu udah pamitan sama mertua kamu?" kataku sambil meletakkan secangkir teh di hadapan nya itu. dia hanya mengangguk kecil sambil menatap ku.


" He'eh?"


" Kamu semalam baik baik aja kan? gan ada keluhan kontraksi lagi?" tanya nya sambil mengangkat cangkir teh nya.


Aku menggeleng kecil.


" Nyenyak semalam tidur nya?" tanya nya lagi.


" Iyaa... kenapa emangnya?" tanyaku balik.


" enggak sih.. Katanya kalau orang hamil itu ngerasa panas kegerahan?" ujarnya. lantas aku tersenyum.


" Iya sih kadang-kadang, tapi semalam aku tidur nyenyak kok?"


" Malah udah dua malam ini?" kataku. dia menatapku sambil tersenyum kecil sesekali menundukkan kepalanya


" Apaa??" tanyaku kepadanya sambil sedikit menahan senyum. pantes dia menggelengkan kepalanya pelan, Dan menatap ku lekat.


" Nggak cuma tanya aja, syukur deh kalau kamu begitu?" katanya sambil senyum-senyum.


" Aneh ihh?" kataku sambil berdiri untuk mengambilkan nya nya makanan.


" Livia... kamu ikut aku yuk ke Jawa?" katanya tiba-tiba. aku menatapnya sedikit aneh.


" Kok ngajak aku tiba-tiba sih? Kenapa emangnya? ada apa?" tanya ku.


" ya Enggak, aku cuma pengen ngajak kamu aja biar dekat sama aku. apalagi kan kondisi kamu sering begitu?" katanya lagi, dengan suara sedikit khawatir terhadap ku.


Aku hanya diam.


" Kan kamu disini tinggal sendiri, Cuma berdua sama Kylie. ya aku khawatir aja?" katanya.


" ngapain Mesti aku ikut kamu ke Jawa? kan HPL nya aku sama dia hampir sama. malah bikin kamu repot nantinya??" jawab ku.


Dia hanya diam menatapku.


" Apalagi Kylie kan harus sekolah, kalau harus ikut pindah ke Jawa malah ganggu dia nantinya?" kataku lagi.


" terus baiknya gimana?" apa yang terlihat bingung.


" yaudah gak harus gimana gimana kamu kalau mau pulang ke Jawa selesaikan kerjaan kamu Ya silakan. Tapi aku minta kamu bisa kamu nanti balik lagi ke Jakarta. sebulan sebelum HPL nya aku... juga dia mungkin?" kataku.


dia hanya menatapku lekat-lekat.


" kemarin kamu tanya sama dokter apa bidan nya nggak? kira-kira HPL nya dia sama enggak sama aku?" tanyaku kemudian.


Dia terlihat mengangguk.


" Iya... dari perkiraan Dokternya bilang, HPL nya Estu tanggalnya selisih seminggu sama kamu?" katanya.


" Duluan siapa?!" tanyaku sedikit penasaran.


Kemudian dia menatapku sambil sedikit Menelan ludah nya. Mungkin Sakha sedikit canggung menjelaskan nya padaku. dia menatapku sambil terdiam.


" Duluan kamu?" katanya pelan.

__ADS_1


" Oh.?" Kataku sambil melirik nya.


Ternyata, memang dia bermain di belakangku. pikirku Kemudian. mungkin saja, setelah denganku dia dengannya?!. pikirku sedikit kesal jadinya.


Dia terlihat meminum tehnya lagi. pandangan nya menjadi canggung kepadaku.


" Aku mau jemput Kylie. kamu mau ikut enggak?" katanya kemudian.


" ini masih jam setengah sepuluh. masih lama dia keluar sekolah nya?" kataku sambil menatap nya.


" Kamu kok jadi buru buru gitu?!" kataku.


Sakha menatap ku dengan wajah sedikit canggung nya. kemudian terdengar suara nafasnya.


" Maaf Livia. memang semuanya salah nya aku.?" katanya.


" Maksud kamu?" tanyaku tak mengerti.


" Yaa.... mengenai obrolan yang barusan tadi?" katanya sambil terlihat menundukkan kepala.


" Aku... Aku sedikit enggak enak hati dan tak nyaman jika kamu sedikit menyelidik tentang aku sama dia?" katanya.


Aku diam menatap nya.


" Aku tau ini salah aku... tapi, susah payah aku kondusif kan keadaan sama kamu. dan aku pikir memang sebaiknya kamu jangan berfikir seperti itu lagi.?"


" Aku takut kamu stress yang bikin ganggu ke kondisi kandungan kamu?" katanya yg terdengar memutar tetapi aku tahu maksud nya apa.


" sungguh, maksud aku mengajak kamu tinggal sama aku ke Jawa itu karena aku khawatir sama kamu?"


" Masalah HPL nya dia sama dengan kamu yaa memang...??" katanya terhenti.


" Kebetulan?... Apa direncanakan?!" kataku.


" Livia... Tolong. jangang bahas itu lagi?" katanya dengan wajah yang memelas.


Aku hanya Diam, dan langsung meninggalkan nya ke dapur.


tiba-tiba Sakha memeluk ku dari belakang. Dia menciumi ku beberapa kali.


" Livia... Maafin aku ya.?" katanya terdengar Lirih. Kemudian Tangan nya mengelus elus perut ku.


" Aku tahu kamu selalu kesal kalau ingat kejadian itu. Yang salah itu aku... Jangan sampai kamu yang benci dia?" katanya pelan.


Aku langsung membalikkan badan ku, menghadap kepada nya.


" Aku enggak benci kamu atau dia... cuma kesel aja?" kataku sambil pergi meninggalkan nya lagi untuk mengambil Air.


Dia terlihat menyandarkan tubuhnya di pinggir tatakan kitchen set sambil menatap ku.


" Emang Enggak boleh gitu kalau masih punya kesel?" kataku sambil menuangkan air tadi kedalam wadah berisikan agar-agar tadi.


kemudian aku menaruhnya di atas kompor.


" katanya kamu lagi apa itu harus punya pikiran yang positif dan baik baik terhadap orang.?"


" Bukanlah memaafkan itu cara damai yang terbaik buat kesehatan diri sendiri dan juga orang yang bersangkutan.?"


Aku sedikit tersenyum sinis kepadanya.


" itu kan bisa bisanya kamu ngomong aja? coba kamu ada di posisi aku?"


" coba kamu tanya dia sewaktu masih di posisi aku seperti sekarang... kan pastinya kamu juga tahu?" kataku.


Sakha menatapku sambil memainkan mimik mukanya, Dia terlihat menarik nafas nya itu. lalu menghembuskannya perlahan... sedikit terdengar berat. Menatap ku Sebentar, lalu pergi meninggalkan ku sendiri di Dapur.


Aku menuangkan adonan agar-agar tadi ke dalam cetakan kue nya.


setelah dipikir-pikir, Kenapa arah pembicaraanku dengan Sakha tadi malah menjadi kacau seperti ini.


Bukankah awalnya dia hanya menawarkan keinginannya tersebut. Aku juga sebenarnya sudah mencoba untuk berdamai dengan keadaan.

__ADS_1


Namun kadang rasa kesal itu tiba-tiba datang dan muncul, apalagi kalau dia yang sengaja memulainya. tiba-tiba dia menyebutkan namanya di hadapanku.


Rasanya, Namanya itu menjadi Terlarang di sebutkan di pembicaraan Aku dan Sakha.


Namun rasanya, aku sendiri tadi yang memulainya.


bahkan, mau Aku duluan atau dia yang duluan memulai pembicaraan tentang nya, atau sesuatu yang menyangkut namanya itu.


pada akhirnya, Sakha lah yang meminta maaf kepadaku. Aku menghela nafas ku sedikit kuat sambil mengelus elus Perut ku.


Aku menghampiri Sakha yang tengah menelpon itu. sepertinya dia sedang berbicara dengan relasi kerja nya. Dia terdengar beberapa kali menyebutkan nama 'Pak' kepada seseorang di sambungan telepon nya.


Mengatakan Kata kayu dan resin serta model Furniture nya.


Mengatakan nama tempat untuk mengambil Kayu jati ataupun kayu cempaka katanya.


Lantas aku meninggalkan nya ke kamar untuk berganti baju, aku bersiap ikut dengan nya menjemput Kylie.


" Ayo..?" kataku Kepada Sakha. Dia menatap ku.


" Kemana?" tanya nya..


" Katanya mau jemput Anak nya pulang sekolah?" kataku mengingatkan nya.


Lantas dia tersenyum kepadaku.


" iya lupa aku... ayo?" katanya sambil meminum teh nya Sebentar.


" Hmm... Kha, terus siapa akan bisa kamu yang rumahnya di dekat kamu dulu... Pak Bandi? Bagaimana kabarnya??" tanyaku saat setelah mobil milik ku itu melaju.


Sakha menatap ku Sebentar.


" Dia ada.. malah kemarin dia buka usahanya lagi sendiri?" jawab nya.


" terus dia nggak sama kamu lagi?" tanyaku.


Sakha tampak Tertawa kecil.


" Katanya nggak mau kalau harus bekerjasama dengan aku lagi.?" jawabnya.


" kemarin aku tawarin kerja sama lagi denganku, juga ngasih royalti ke dia. semuanya dia tolak?" katanya.


" Lohh.. kenapa?" kataku


Sakha hanya diam. mimik mukanya sedikit berubah Terlihat Gusar.


" Hmmm... dia Masih saudaraan ya sama Ayu!?" Kataku.


Sakha langsung terbatuk kecil karena nya. dia mendeham untuk beberapa kali.


" Bagaimana kabarnya Ayu sekarang... ada di mana dia?" tanyaku.


Sakha menatap ku Sebentar. dia hanya menggelengkan kepalanya pelan.


" Aku nggak tahu lagi dia gimana dan bagaimana... hubungan telepon pun sudah dia blokir?" jawab nya.


" Kasihan..?!" kataku Sambil tertawa kecil kepadanya.


Dia menoleh kepada ku.


" Sudah sih.. Tolong jangan memulai topik keributan yang baru?" katanya terdengar meminta.


" Siapa?... siapa yang mau ribut sama kamu. ke-gr-an!?" kataku sedikit sinis kepadanya.


" kan aku tanya, tiba-tiba ingat dia aja?" kataku.


" Iya... ingat sih boleh-boleh aja sih.. tapi arah pembicaraan Kamu sepertinya akan ke situ?!"! Kata nya.


" Itu Spekulasi kamu aja!?" Kataku pelan.


" Iya sebentar lagi aku aja yang mungkin besar akan akurat.?" katanya.

__ADS_1


" Kamu sendiri gak capek emang?... dari tadi ngomong sama kamu nggak ada teduh-teduh nya... ujung ujung nya cuma ribut?" katanya terdengar mengeluh.


__ADS_2