
Entah Bagaimana ceritanya sampai keluarga Ayu bisa menghandle tamu-tamu yang yang berniat akan datang di hari ini.
hari ini tidak ada tamu yang datang yang seharusnya disambut oleh pesta pernikahan.
memang keadaan rumah nya sedikit semrawut, seluruh keluarganya turun tangan bahu-membahu menutup segala kekurangan.
sebab dari kejadian semalam, seolah-olah mereka bertindak cepat. agar aib tertutup serapi mungkin. salah seorang keluarga Ayu berkata kepadaku - memberikan alasan," Lebih baik pernikahan dibatalkan daripada Ayu berdiri sendirian di pelaminan."
sedangkan seluruh orang tahu jika calon suami Ayu adalah seorang kriminal yang mencelakai saudaranya sendiri, yaitu pak Bandi.
ya memang mereka tahunya jika CV itu milik Pak Bandi?
dari tadi aku tidak bertemu dengan Ayu, bahkan dari sehabis kejadian semalam. kami berdua hanya berkirim pesan. aku tak bertemu dengannya. kata salah seorang kerabat mengatakan jika Ayu mengurung diri di dalam kamar dia merasa malu Atas kejadian yang menimpanya itu.
bahkan katanya sampai-sampai Ayu ditunggui oleh salah satu kerabat, khusus menjagai jikalau Ayu akan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. semacam bunuh diri misalnya. namun aku tak yakin jika Ayu akan melakukan hal senekat itu.
***
" jadi Mas pertama-tama kedatangan kami kemari itu untuk meminta maaf atas kelakuan Linggar yang tidak terpuji sama mas nya. membuat kerugian yang tidak sedikit karena perbuatannya itu."
kata salah satu perwakilan keluarga dari Linggar kepadaku.
kami berkumpul di rumah utama, joglo milik orang tua mas Bandi. di situ juga terkumpul beberapa orang perangkat desa sebagai saksi, pihak kepolisian serta.
perwakilan dari keluarga Linggar, perwakilan dari keluarga Hakka dan perwakilan dari salah satu temannya Linggar.
" selain untuk meminta maaf, kami juga meminta tolong kepada mas-nya baik mas sakha ataupun Mas Bandi.?"
" Bukan hanya sekedar memaafkan Linggar dan kawan-kawannya tapi Bagaimana baiknya jika ini diselesaikan secara kekeluargaan." katanya.
Aku hanya diam. mas Bandi juga diam.
" Ada baiknya, dan Sangat Baik jika ini tidak diperpanjang di kepolisian Mas. Kami berempat siap mengganti kerugian yang ditanggung oleh Mas nya.
" Pak Maaf saya potong, bukan nominal kerugian saja yang saya rasakan tetapi membuat saya takut dan merasa tidak aman tinggal di lingkungan Saya yang Sekarang."
" Siapa sih saya dibandingkan keluarga kalian yang mempunyai nama di Kutoarjo?"
" Apakah proses secara kekeluargaan ini menjamin saya untuk bisa tumbuh dan berkembang kembali di Kutoarjo tidak ada gangguan teror atau semacamnya untuk saya?"
" jadi proses secara kekeluargaan ini menurut saya kurang tepat Karena saya lebih mempercayakan semua ini dengan hukum yang berlaku.!" kataku.
" Kita siap ganti kok semua kerugian yang Mas alami, kita bisa jamin keselamatan ya Mas, dan saya pastikan kalau usaha yang Mas jalani akan berkembang!" kata salah seorang perwakilan keluarga Linggar.
" Kalau saya sendiri menolak untuk menyelesaikan ini secara kekeluargaan bagi saya yaa, yang bersalah harus tetap dihukum supaya ada efek jera bagi si pelaku dan contoh untuk masyarakat umum jika berbuat sesuatu harus dipikirkan sebab dan akibatnya!" kataku.
" sebenarnya kan ini cuman masalah sepele. karena Linggar merasa sakit hati sama saya, dendam, cemburu atau sebagainya yang masih bisa dibicarakan secara lelaki!? bukan melakukan tindakan bodoh untuk dirinya sendiri dan merugikan saya, serta orang yang bekerja bersama saya.?" kataku.
" jadi dengan kata lain saya menolak upaya kekeluargaan ini!!" kataku tegas.
__ADS_1
kemudian keadaan menjadi Riuh. banyak yang tidak bisa menerima dengan keputusanku ini.
" sebenarnya masalah ini bisa diselesaikan Mas, kami siap kok mengganti segala kerugian yang Mas tanggung?"
" Setidaknya tolonglah mereka walaupun cuma sedikit, tolong pikirkan kan masa depan dari mereka jika ada noda seperti ini. cacat secara hukum!" kata bapak tadi.
" lo itu urusan mereka, bukan urusan saya!!"
" mereka sudah dewasa dan mereka sendiri yang melakukan tindakan bodoh!!"
" mereka sendiri yang tidak punya pikiran panjang!emangnya Hanya mereka yang mempunyai masa depan, saya juga ingin punya masa depan!!"
" Bapak tahu yang mereka bakar itu adalah masa depan saya!? yang nyata saya lakukan, tempat usaha saya, tempat saya mencari nafkah? apa itu bukan masa depan?!" kataku Sedikit geram.
" buka masalah diganti Pak! bukan masalah uang ataupun nominal, tapi kepercayaan saya yang juga terbakar hangus bersama gudang kayu yang saya punya.!"
" apalagi yang membakar itu adalah salah satu orang yang saya kenal bahkan sudah saya anggap adik sendiri.!!"
" kami pernah tinggal bersama di satu kontrakan rumah. kami dulu sering Sharing pengalaman, ngobrol kesana kemari bercerita apapun itu. kok dengan teganya dia membakar usaha saya karena saya larang berpacaran dengan adik kandung saya sendiri?"
kataku menceritakan tentang Hakka.
" ini kejahatan besar Pak, mereka merencanakan ini semua dan bukan tindakan spontan.!"
" walaupun diselesaikan secara kekeluargaan, ini tidak akan secara otomatis selesai."
" Dan saya tekankan sekali lagi ini Bukan masalah uang, tapi tanggung jawab kedepannya bagi mereka sendiri. Bagi keluarga Bapak, atau bagi semua yang mendengarkan disini bahwa tidak semua hal bisa diselesaikan dengan uang.?!" kataku
" Saya setuju dan mau menerima Jika saya mau memaafkan mereka secara keluarga. tapi tidak dengan kejahatan mereka terhadap saya!!" kataku tegas.
" Dengan kejadian ini, berapa banyak pihak yang merasa dirugikan Pak. selain saya ataupun Mas Sakha!? coba pikirkan keluarga Saya. Bapak ibunya ayu yang seharusnya menjadi besan dari kalian?"
" Ayu sendiri yang sedari kemarin malam mengurung diri di kamar, dia malu bahkan dari kami takut jika dia sampai mengalami depresi. dan takut jika dia melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.!?"
" setelah kejadian ini apa Bapak dan Ibu bisa jamin mental dari Ayu, Apakah Bapak dan Ibu bisa jamin ayo bisa seperti Ayu yang dulu!?" kata Pak Bandi.
" Saya juga setuju dengan mas sakha yang mengatakan ini tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
" Proses hukum harus tetap berlanjut Dan ditegakkan mereka setidaknya harus merasakan hukuman atas apa yang mereka lakukan?"
" kalau begitu jelas sudah, permasalahan ini saya serahkan kepada pengacara untuk menghadapi kalian?" kata salah seorang bapak perwakilan dari keluarganya Linggar.
" Oh silakan kalian menggunakan pengacara. bagi setiap tersangka pun masih mempunyai hak untuk membela diri. silakan.?"
" kami tidak takut karena kami berada di pihak yang benar.!" kata mas Bandi
" Semoga saja perkataan kalian tadi adalah bahasa yang biasa yang dipergunakan, bukan suatu bentuk ancaman verbal pada kami.?"
banyak mata yang menatap sengit padaku dan mas Bandi, namun tak ku hiraukan
__ADS_1
***
" saya maafkan Pak kalau Hakka sudah melakukan itu sama saya, Saya nggak menyesali tempat usaha yang Sudah dibakar oleh dia.?"
" Saya maafkan Pak semua kelakuan dia sama saya, tapi saya tidak sekonyong-konyong melupakan perbuatannya tersebut?"
" Menurut saya Hakka belum dewasa pemikiran nya di usianya yang sekarang?"
" Semoga saja dengan kejadian ini bisa membuatnya lebih dewasa dan memikirkan segala sesuatu secara baik dan benar bukan karena terpengaruh, bukan menyalahkan minuman keras dan obat-obatan Atau bahkan menyalahkan keadaan?!"
" Yang salah itu dia sendiri menyikapi rasa sakit hatinya terhadap saya yang pernah menolaknya untuk berhubungan dengan adik kandung saya.?"
" Tapi tolong lah Mas, Hakka itu masih muda wajar jika dia melakukan kesalahan.!?" kata Bapak nya lagi.
Terus terang perkataan orang tua Hakka tadi membuatku merasa marah.
" Bapak bilang wajar kalau masih muda melakukan kesalahan?" kataku sambil tertawa sinis dan bertolak pinggang reflek sambil menatap seseorang yang dihadapan ku tersebut.
" Seandainya Hakka melakukan kejahatan yang lain, semisal memperkosa anak orang apakah itu wajar??"
" Wajarlah Hakka dipenjara, Dan itu hanya beberapa tahun. tapi bagi korbannya? itu akan menjadi cacat seumur hidup!!"
" jadi jangan bilang wajar melakukan kesalahan sewaktu muda!!"
" Massa sekarang akan menentukan Massa yang akan datang pak!!?"
" kalau Bapak bilang seperti itu, selamanya hakka tidak pernah menjadi seseorang yang menghargai orang lain.!" kataku kesal.
Jadi seperti ini ajaran dari orang tuannya? Jadi Ini contoh nyata dari peribahasa: " guru kencing berdiri, murid kencing berlari??" Pikirku sinis.
" Maksudnya saya bukan seperti itu mas. bagaimanapun saya kan orang tuanya, saya bertanggung jawab atas dirinya sebelum dia menjadi sukses dan mampu berdiri sendiri dengan kedua kakinya.?"
" itu urusan Bapak. cara Bapak mendidik anak bapak sendiri?"
" Ini masalahnya bukan uang kerugian nya pak!?"
" Kalau masalah uang itu bisa dicari dengan cara meminjam uang atau menjual properti yang saya miliki, tetapi setelah kejadian ini.... saya rasa, kata-kata yang terlontar dari mulut kalian yang mengatasnamakan kekeluargaan itu, kekeluargaan yang seperti apa bentuknya ??"
" Apakah itu menjamin kami hidup dengan aman dan tenang seperti sedia kala?"
" Saya rasa tidak!?"
" Bukan masalah uang pak, Terus terang saya punya ketakutan jika saya terima uang dari bapak?"
" Pasti ada saja yang usil mengatakan saya yg sok jual mahal, bilang kalau uangnya sedikit atau apalah??"
" Saya hanya mengantisipasi omongan-omongan yang mungkin ada terhadap saya, jadi Maaf jika saya melanjutkan ini secara hukum?!
" Saya serahkan sepenuhnya dengan hukum saja, terserah Bapak menghadapinya atau Bagaimana caranya Terserah kalian, Saya pun akan melakukan hal yang sama?"
__ADS_1