Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
Episode 109


__ADS_3

" Sudah bangun?" kata Livia padaku sambil berdiri. Aku diam menatap nya seraya mengangguk kecil.


Perasaan ku sedikit merasa terseret kala menatapnya, semacam rasa sakit. perasaan takut jika dia memulai pertengkaran denganku lagi, seperti di telepon tadi.


" Papa?" sapa Lio Kepada ku yang di susul oleh suara Kylie yg manis. aku tersenyum sambil menghampiri mereka yg Tampak Akrab bermain bersama.


Aku mencium keduanya.


" Pak, makan siangnya sudah saya siapkan?" kata mbak Yuti kepada ku sambil menunjuk ke meja makan. aku hanya tersenyum sambil mengangguk.


" Makasih ya mbak?" kataku.


" Livia, ayok sekalian makan siang?" tawar ku.


" Aku masih kenyang, kamu aja?" katanya menolak.


" Kylie? Apa sudah makan siang??" tanyaku.


" Dia belum makan sih??" jawab nya.


" Aku ajak makan dia ya. biar aku suapi?" kataku.


" kamu makan aja sendiri, biar Kylie aku yang menyuapi nya?' katanya menjawab.


Aku hanya mengangguk, kemudian kami ke meja makan.


" Lio, Sendok nya di pegang nya begini sayang. Lihat Papa?" kataku kepada Lio yg ingin makan sendiri. dia duduk di kursinya yg lebih tinggi.


Sedangkan Kylie duduk sambil disuapi oleh Livia.


" Enak ya Sop nya?" tanya Livia.


" Iya enak, kamu coba makan sedikit deh. di jamin pasti pingin pakai nasi?" kataku Sambil memakan nasi yg ada di hadapanku itu. Livia hanya menggeleng perlahan.


" Ibu Livia loh pak yang masak sayur SOP nya?" kata mbak Yuti menyeletuk.


Aku tersedak dan batuk karena sedikit kaget mendengarnya. Aku menatap Livia yg seolah olah membuang muka kepada ku.


Cepat cepat aku minum.


" Sejak kapan kamu datang?" tanyaku sambil memakan kembali nasi yg ada di hadapanku ini.


" Enggak begitu lama setelah menelepon kamu?" jawabnya datar. aku sedikit tersenyum.


setelah aku selesai makan, aku menyuapi Lio agar makanya cepat selesai.


sedangkan livia menambahkan sedikit nasi dan sayur ke piring bekas Kylie makan. untuk nya sendiri.


Hmmmm..


" Makasih ya, Sayur nya enak?" kataku kemudian setelah kami selesai di meja makan dan kembali ke ruang tengah.


Livia hanya menatapku Diam. dengan sorot mata yang sedikit berbinar.


**


Sekitar 20 menit setelah aku nelponnya tadi, aku mengarahkan mobil yang biasa dikendarainya ini menuju rumah Mbak Estu.


Memang sebelumnya aku berencana untuk menjemputnya di rumah sakit. kata mbak Estu memang jadwal Hari ini Sakha bisa pulang dari rumah sakit, dia meminta tolong kepadaku kemarin untuk menjemputnya hari ini.


Namun aku kalah cepat dengan taksi yang membawanya pulang ke rumahnya Mbak Estu.


Sesampainya aku di rumah mbak Estu pun, Sakha baru saja tertidur. sempat beberapa kali mbak Yuti mencoba membangunkannya yang sudah tertidur dan mendengkur.


Aku sempat menengoknya tadi saat Sakha tertidur di kamar, Wajah nya Tampak sangat letih dengan tubuh yang sedikit mengecil.


Jarum infus nya tadi masih ada yang menempel, menghabiskan sisa Obat. namun sekarang sudah di lepaskan nya.


tulang tangan nya terlihat jelas, membuat jemari tangannya terlihat panjang dan keras.


**


Sakha sedang meminum obat yang dibawa nya dari rumah sakit. Aku memperhatikan nya dari sini.


Dia yang mengenakan kaos oblong berwarna putih dengan kain sarung kotak-kotak itu.


terlihat sekali dia masih sangat lemas, hampir-hampir aku menangis tadi saat melihatnya yang berjalan sedikit terhuyung keluar kamar menuju tempat wudhu untuk salat.


Rambutnya yang terlihat basah, lalu dengan peci hitam menutupi kepalanya itu, serta kain sarung yang dia kenakan selalu menjadi outfit favoritku darinya.


Disaat yang bersamaan, aku kadang teramat mencintainya lalu kemudian Aku sangat membenci apapun darinya.

__ADS_1


kadang di lain waktu, bagaimanapun caranya aku ingin membuatnya nya marah kepadaku.


Mood ku selalu berubah-ubah jika mengingatnya. namun aku sangat mencintainya dan sejujurnya aku tidak ingin kehilangannya.


aku menyesalkan dirinya yang seolah-olah tidak mempertahankan aku.


Apakah sedikitpun di benaknya, tidak ada rasa takut akan kehilangan ku. Tidak ingin berpisah atau bercerai dari ku.


Perasaan ku yang seperti itu, yang membuat aku selalu mencari gara-gara dengan nya.


melihat sikap yang sangat lembut memperlakukan kedua anaknya, membuatku semakin jatuh hati kepada sosok lelaki yang ada di hadapanku ini.


Aku tidak ingin membaginya dengan siapapun. namun terkadang aku harus rela Jika dia dicintai oleh wanita lain. memang terkadang aku bisa mengalah, namun saat ini aku sangat ingin menggenggam ya di tanganku. Terserah itu sakit baginya atau tidak, Aku ingin mempermainkan dan memiliki Sakha seutuhnya.


" Ada apa Livia?" tanyanya yg menyadarkan ku. aku buru-buru menggelengkan kepalaku.


***


" Aku tuh mau serius sama kamu Estu!" kata Haris


" Tapi kenapa seakan kamunya yg gak merespon niatku ini? aku seperti itu kemarin karena aku cemburu sama kamu!? Bisa bisanya kalian merahasiakan nya dari aku?" Katanya.


" Siapa yg sengaja merahasiakan nya? kamu sendiri yg gak mau tau muka mantan suami aku?!" kataku membalas nya.


" Aku tuh gak nyangka kamu masih kekanak-kanakan yaaa!!"


" Ninggalin aku begitu aja di pesta punya orang?!"


Kataku kesal.


" Tapi kan di sana Kamu kenal banyak orang dan mereka dulu keluarga kamu?" katanya.


" tapi perlakuan kamu ke aku itu enggak pantas kamu lakukan.!!?"


" mau sama siapapun, kamu itu enggak pantas berlaku seperti itu. kamu tuh kekanak-kanakan tahu!?". kataku Jengkel. menyinggung perlakuannya kemarin saat meninggalkan ku aku di pesta pernikahannya Mira.


" Aku tahu aku salah aku minta maaf. kalau saja aku Aku tidak cemburu Aku tidak mungkin melakukannya.?" katanya membela diri.


" Ya salah kamu sendiri, Kenapa juga Kamu mesti cemburu sama dia? kami sudah nggak ada hubungan apa-apa lagi. Kamu saja yg mikir nya kejauhan!" kataku


Dia hanya diam memperhatikanku.


" Aku minta maaf Estu, Aku akui aku yang salah. aku mohon kamu mau memaafkan aku dan kita melanjutkan hubungan ini.?" katanya. aku hanya diam


" kalau hal yang seperti itu bisa membuat kamu marah dan berburuk sangka, sampai tega meninggalkan aku. Aku gak jamin kalau kamu tidak seperti itu di keadaan yg lain".


" Aku gak yakin kamu bisa merubah sifat kamu secara cepat?"


" Kamu kekanak Kanakan?" kataku mencibir nya.


" Coba kamu fikir, aku akan berhubungan dengannya seumur hidup selama anak-anak kami belum dewasa?"


" Aku gak yakin kamu bisa maklum?" kataku lagi.


Mukanya Haris tampak merah padam menahan marah atau Malu Kepada ku.


Aku menahan unek-unek ku yg mungkin saja akan membuat nya semakin marah. Namun rasanya Mulut ku susah ku rem.


" Aku nggak yakin kamu tidak cemburu. coba kamu pikirkan Aku nggak bisa hidup sama lelaki yang pencemburu seperti kamu." kata ku kemudian.


" Maksud kamu apa!?" tanyanya kepadaku.


aku kembali diam.


" lebih baik kita saling intropeksi terlebih dahulu sebelum memutuskan melanjutkan atau tidak hubungan kita ini.?"


" Sebelum semuanya berjalan ke arah yang lebih serius." kataku lagi.


" Kamu pikir selama ini aku nggak serius sama kamu!" katanya dengan nafas yang sedikit memburu


" Lalu kemarin itu apa? apa artinya buat kamu!!"


" aku udah ngenalin kamu lho ke keluarga aku di Jogja?


" Kamu tidak bisa mempertimbangkannya itu.?" Katanya yg terdengar emosi


" Aku nggak tahu lah Haris? aku nggak mau pusing dulu tentang hubungan kita. Kamu tahu kan kalau aku sekarang lagi banyak masalah."


" Anak aku harus masuk rumah sakit sepulangnya dari Jogja kemarin.


Ayah aku juga sedang sakit." kataku beralasan.

__ADS_1


" Maksudnya?!" katanya bertanya lagi kepada aku.


" Iya, aku ingin kita saling intropeksi dahulu Aku ingin break untuk menjernihkan pikiranku.!?" kataku


" Damn!! katanya terdengar marah sambil menggebrak kemudi mobilnya itu.


aku hanya diam.


" Kamu ya Estu?!!"


" Bener bener perempuan yang nggak tahu diuntung, Aku mau serius sama kamu, sengaja melatih mental kamu menghadapi aku. baru segitu saja kamu sudah minta Break!!" katanya marah sambil menunjuk-nunjuk ku.


" Loh, Aku mau kamu latih mental sengaja untuk menghadapi kamu? kamu pengen jadi suami aku atau asrama militer sih??!" kataku yg juga tinggi.


" keluar sekarang juga dari mobil aku. Keluar!!" katanya sambil berteriak.


" Kamu itu Emang lelaki yang menjijikan, mana ada wanita yang tahan hidup sama kamu! kamu bikin muak!" kataku sambil meninggalkannya.


Dan dua kali sudah aku di campak kan nya seperti ini.


Aku terpaksa pulang ke rumah naik ojek online.


**


Sesampainya aku di rumah, terlihat mobil Milik Livia yg sudah terparkir di depan rumah. Entahlah, sejak kapan dia Datang.


Setelah aku mengucapkan salam dan masuk ke rumah ku itu tak terdengar Suara mereka.


Aku mencari Anak- ku. Namun kudapati Sakha yg sedang tertidur pulas di lantai bersama kedua anaknya.


Sedangkan livia tertidur di sofa. Aku berjalan pelan menuju kamar ku.


" Sudah pulang mbak?" terdengar suara Livia Kepada ku. aku menoleh lalu Tersenyum.


" Sudah lama datang?" tanyaku padanya. Dia hanya mengangguk kecil sambil berjalan ke kamar Mandi. Aku masuk kedalam kamar ku.


setelah aku selesai mandi dan keluar ke kamar, ternyata Sakha juga sudah terbangun.


tampak Livia yang sedang menyadarkan anaknya tersebut.


" Kylie sayang, bangun nak?" katanya pelan sambil menggendong nya.


" Sudah lama Pulang nya?" tanya Sakha sambil mengucek matanya.


" Belum lama lah, paling sekitar 15 menit yg lalu?" jawab ku.


" mobil kamu kemana?" tanya nya lagi.


" Kam dari tadi ada di garasi Kha?" jawab ku.


" ohh Iya lupa, kamu tadi pagi di jemput yaa?" katanya


" Pantas saja aku gak dengar suara mobil kamu?" katanya lagi.


Sementara Livia masih sibuk membangunkan anaknya itu.


" Masih ngantuk dia?" kata Sakha Sambil berjalan ke kamar mandi sedikit lunglai.


**


Terdengar suara tangis Kylie yg Seperti nya tidak suka di bangunkan oleh Livia itu dari sini.


Aku baru saja selesai mandi.


" Sayang bangun, ayo pulang?" kata Livia pada Kylie.


" Mau Sama Papa, maa?" katanya merajuk.


" Ehh, Papa mau Kerja loh. Ayo pulang?" katanya lagi. Aku hanya diam melihat nya.


" Kalau dia maunya begitu, nanti aku antar saja Livi?" kataku kemudian. Dia menatap.


Lalu aku ingin kata kata kemarin.


" Kamu mau nginep disini?" katanya pada ku. Aku hanya mengangguk kecil. terlihat raut muka Livia yg seperti nya tidak suka.


" Aku mau kebekasi juga tanggung. Besok aku harus balik ke Kutoarjo.?" jawab ku.


" Ohh, katanya.


" Aku mau nengok Danesh juga Sebentar. sekitar jam dua siang, aku pulang naik kereta. aku sudah pesan tiketnya." kataku.

__ADS_1


" Kamu antar aku aja dulu yuk, biar Kylie mau di ajak pulang?" Sambil menatap nya, Aku sedikit kaget karenanya.


__ADS_2