
" Sebenarnya aku bukan marah ke kamu, cuma aku kesel. Gak bisa ngelarang kalian dari awal??" Kataku.
" Tolong lah, Saling jaga sama ingetin aja. Aku juga banyak salahnya. Kalian aja gak berani Negor aku.??"
" Jangan kamu rusak masa muda kamu dengan hal-hal yang dosa. serius karma itu ada!?"
" Iya mas, maaf aku salah." katanya pelan sambil tertunduk.
" it's okay, ini pembicaraan antara kita berdua aja. gak usah dipermasalahkan gimana-gimana, cuman aku merasa wajib aja ngasih tahu ke kamu ke mereka yang lebih muda daripada aku apalagi aku udah anggap kalian itu saudara.?"
Tak lama kemudian kami sudah kembali ke penginapan. rupanya kaki Irfan terkilir karena terpeleset tadi.
kakinya juga sedikit melepuh karena terkena bara dari kayu yang terbakar.
" Maaf ya mbak, mungkin kalau nggak ada kejadian seperti ini, ya Sampai besok sekalian nemenin Irfan Eko atau Ikmal??" kataku sambil sedikit menelan ludah.
" Gak apa apa Mas, namanya juga kecelakaan??" kata salah seorang diantara mereka sambil tersenyum padaku.
Tetap saja naluriku sebagai lelaki tertarik untuk melihat Sisi main yang mereka miliki. suatu perbandingan dengan perempuan yang lain.??
lalu aku memandang Eko yang ada di sebelahku.
Aku mencolek pahanya untuk mengatakan sesuatu kepada perempuan perempuan itu.
Aku pura-pura fokus menyetir. untuk mengantarkan perempuan-perempuan itu ke salah satu hotel di dekat penginapan.
" Kalau main ke sini lagi chat kita ya Mas??" Kata salah seorang dari mereka kepadaku. aku hanya nyengir kuda.
" Ehehehehe... iya mbak lain kali?" kataku ber basa basi.
Aku buru-buru masuk ke dalam mobil. namun sialnya aku melihat Livia lagi yang tampak keluar dari dalam mobil bersama lelaki Tadi. Kokoh-kokoh pengusaha.
Entahlah??
***
" Mas Itu lihat, mataharinya mulai muncul??" teriak Ayu padaku.
Aku juga sama menatap sunrise dari Balik gunung Ungaran. sinarnya mulai terasa hangat lama-kelamaan. Sudah dari jam lima subuh tadi aku duduk di sini, menunggu sang fajar yang akan terbit dari timur.
" Btw, Maaf ya mas. nanti pulangnya Mas boncengan sama Ayu yaa... pakai motornya Hakka.??" kata Noval kepadaku.
Jujur aku merasa sedikit sebal karenanya.
" Mas Ikmal gak bisa bawa motor CC besar katanya, Terus gak tau rute jalanan juga??" tambah Noval lagi.
" Hakka kan harus naik mobil, kalau ayu ikut naik mobil. takutnya mas ketinggalan apa keduluan di jalan jadi nyasar??" katanya lagi.
Aku hanya diam. Akkhh, Kacau!!
" Yaa Mas yaaa??. maaf ini bukan kesengajaan??" katanya.
" Nanti Aku bilang ke Ayu juga. kalau dia temenin Mas pulang bawa motor??"
***
Aku hanya diam dan sedikit menjaga jarak dari nya. Namun motor ini rasanya tinggi sekali, kalau aku mundur nanti khawatir aku jatuh Njeblak??
Kalau aku maju, takutnya dia merasa gak nyaman.
Sedari tadi mas Sakha hanya diam, entahlah diamnya kenapa.
"Haaahh, apa mas!! Haaahh??!" teriak ku tak jelas mendengar nya yang tampak nya sedang mengajakku berbicara.
Udah bawa motor nya kencang, pake helm Full face, ngajak ngomong kok ya gak dibuka. kacanya?? Pikirku kesal.
Setelah sejam perjalanan, Kami berhenti di sebuah pom Bensin.
__ADS_1
Tampak motor Noval dan mas Eko juga menepi.
" Kalau mau ke toilet,Sana sama Desy Yu??" katanya.
" Istirahat dulu lah, pegel pinggang ku??" katanya Sambil pergi kedalam mini market.
***
" Mana hape kamu??" kataku padanya sedikit emosi.
" Apaan sih Kha??" kata Livia sedikit menghindar
" Kita Harus bicara', Kita belum selesai??" kataku sambil terus meminta tas yang dipegangnya.
" Apanya yang belum selesai?? sudah jelas kok kamu gak pernah nyariin aku sepulangnya dari apartemen??" jawabnya.
" Gak nyariin apanya!!! kamu aja yang ganti nomor.
bisa kali kamu yang telpon duluan ke hp aku??"
" HP aku di banting sama Om aku. kamu kan tahu dia seperti apa, kenapa kamu gag nyariin aku Jogja??!"
" haaahh!! nyariin kamu ke Jogja pakai apa!! jalan kaki??!"
" Setidaknya, harusnya kamu perjuangin aku kayak kamu perjuangin istri kamu dulu.??"
" Apa kamu nggak punya kepikiran ke situ? kamu cuma pengen sesuatu dari aku kalau udah dapat kau pergi begitu aja ya kan??" katanya sedikit keras.
" Gak perjuangin kamu gimana? aku langsung ngomong Sama Om kamu mau nikahin kamu,tapi nggak boleh?!" " Kamu aku ajak bicara ke situ bilangnya nanti aja susah dan sebagainya ?? siapa yang gak mau berjuang.!?" Kataku juga tak kalah keras.
" Iya, tapi kamu itu nggak tulus. Niat kamu itu enggak benar-benar?" katanya.
" Kasih nomor kamu sekarang ke aku, kita selesaikan nanti secara baik-baik. Jangan di sini.!?"
" Apa lagi yang mau diselesaikan?? kita itu udah selesai!?" katanya sambil keluar dari dalam minimarket.
" Belum selesai, tolong kasih nomor kamu ke aku!?" kataku sedikit memaksa sambil mengikuti nya dari belakang
Aku tak bergeming mengikuti langkah Livia keluar dari minimarket ini
" Livia berhenti, tolong kasih nomornya! aku enggak Mau bikin keributan di sini!?" kataku
" Hei apa sih mau kamu!!" kata lelaki yang bersama Livia itu mendorong tubuhku Lagi.
Aku mendorong tubuhnya balik dan hampir saja dia tersungkur. Jujur, aku emosi.
dari kejauhan tampak Noval, Ikmal dan Eko datang menghampiriku.
" Ada apa mas ... ada apa mas??" kata Eko sambil mendekatiku. Aku terus jalan mengikuti Livia.
" Livia kamu kasih nomor kamu atau Aku jadiin setan sekalian di sini !!" kataku membentaknya.
Livia tampak memandangku dari dekat mobilnya. aku lantas menghampirinya. tubuh lelaki itu ditahan oleh Eko, Noval dan Ikmal.
" Sakha apaan sih teman teman kamu itu ??
" Salah apa dia sama kamu, atau ke mereka?? katanya sambil menatap Kokoh itu.
" Kamu kasih nomor HP kamu, apa aku telepon istrinya lelaki itu?!" Ancam ku.
" kamu kira aku nggak tahu siapa dia!?"
" Yaa sudah sudah mana nomor kamu??!" katanya sambil mengeluarkan HP nya.
" Cepat nomornya berapa??!" katanya sedikit memaksa
" Kamu bikin malu aja?!" katanya kesal.
__ADS_1
lalu aku merebut ponselnya itu kemudian memencet nomorku setelah kurasa tersambung aku Menatap nya.
" Jangan kamu blokir dulu nomor aku, nanti aku bisa menggila.??!" kataku kepadanya
" Terserah!! sekarang kembaliin HP aku.?!" katanya sambil menjulurkan tangan.
aku tersenyum sinis kepadanya.
" Aku mau Pesenin taksi online buat kamu biar kamu pulang nggak sama dia!!" Kataku Sambil tertawa sinis.
" Sakha!! jangan gila kamu !?" katanya sedikit keras dan Tampak marah.
" Dia itu atasan aku, kami datang ke sini itu karena mau ketemu klien??!" katanya berdalih.
Aku sedikit mendekat kepadanya seraya berbisik pelan:,
" Kamu mau ketemu klien apa semalam kamu yg ngelayanin dia?? kataku
" Ternyata selama ini kamu begitu? Gak cuman sama aku.
" Mungkin sama semua laki-laki, walaupun berperut buncit, kepala botak klimis, sudah bau tanah juga kamu mau asal bayarannya besar ?!"
" Sakha kamu jangan kurang ajar ya.!?"
" Hahaha.. mereka puas meremas asalkan kamu dikelilingi oleh Emas iya kan??" kataku seraya tertawa mengejek.
" Dengar ya, kalau aku perempuan seperti itu. kenapa aku masih mau sama kamu, kenapa aku mau sih sama laki-laki kere macam kamu.!!" katanya sengit.
" Apa kamu nggak pernah mikir ke situ?!"
" Kenapa juga aku bodoh mau tidur sama kamu tanpa bayaran sepeser pun!! yang ada, aku yang bayarin kamu !?" katanya menyindir.
" Aku bakal pulangin semua punya kamu yang aku pakai, Aku juga nggak mau pakai uang kamu jika kamu itu sampingannya nya seperti !!?" ini kataku balik.
" Itu taksi kamu datang. cepet naik, terus pulang!"
" Nggak usah macam-macam sama aku. kalau aku mau, Aku hancurkan juga rumah tangga orang itu gara-gara kamu. Bakal aku laporkan kamu ke keluarga besar kamu itu sok suci.!?" kataku kesal.
" Cepat naik!" perintahku dia hanya memandangku dengan sengit. Aku memberi tahu mas supir nya untuk sebentar menunggu ku.
" Heii Om. saya yakin kamu punya anak perempuan di rumah yang usianya sudah remaja atau Sudah dewasa.?!"
" Bagaimana perasaannya, jika papi tercintanya jalan dengan perempuan yang lebih muda dari usia Mami nya di rumah. asik check in di hotel habiskan waktu berdua dengan alasan kerjaan an.?!"
" Haaahh, Bullshitt!!" kataku kesal kepada nya.
" Dia itu masih pacar saya, wajar saya marah. Kalau dia mau sama Om, dia cuma pingin Duit dari Om?!"
" Om harus nya sadar diri, walaupun duit nya om banyak, Om pertaruhkan kesenangan itunya Om dengan Keluarga Yang Om miliki !?" kataku sambil memandang ke arah Celananya.
" Sebaiknya Om pulang, sayangi keluarga Om. jangan sampai keluarga hancur karena gara-gara ulah Om sendiri ?!"
" Kalau seandainya Anak-anak Om Tau kejadian ini. mereka Bakalan malu dan jauhi Om, Dan saya yakin masa menyedihkan akan segera tiba kalau Om sendiri tidak mau menyadari kesalahan yang di perbuat.!?"
" Mungkin Bagi Om Dia perempuan yang bisa dibeli, tapi seandainya Om lelaki baik-baik. tidak bakal sampai ke tempat yang semalam!?"
" Om diam saya diam, Om macam-macam keluarga Om berantakan! saya nggak main-main!!?" kataku sambil meninggalkannya.
***
Terus, bagaimana ini?? Bagaimana aku pulang?? pikirku.
Mas Sakha pergi sama Perempuan itu, Mana bisa aku pake motor Gede ini. Akkhh... kataku kesal.
Akhirnya,aku di bonceng oleh mas Eko, mas Ikmal yang membawa motor matic milik mas Eko.
Laju perjalanan kami sangat pelan karena mengimbangi jalan mas Ikmal yang tak tahu Medan jalan.
__ADS_1
Ada perasaan kesal dan jengkel, kesal banget kenapa ini harus terjadi.
Kenapa mas Sakha Pergi!!