
" Asana Maneh teh masih aya Jodoh Jeng si Estu.? Estu lain ngaran Pamajikan maneh teh??" katanya.
Ternyata Abah masih ingat Nama Mama nya anak anak ku. Aku hanya mengangguk.
( Sepertinya, kamu masih ada jodoh sama si Estu, Estu Bukan nama istri kamu itu?)
" Abah teh di wartos keun Ku Saha, Upami abdi Atos cerai??" tanya ku. dia kembali tersenyum.
( Abah di kasih tahu/Kabarin siapa, kalau saya sudah Bercerai?)
" Nyaa maneh Sorangan Nu Carita ka Abah, Nu masihan Terang??" Katanya santai. dia sepertinya tahu benar keadaanku seperti apa dan bagaimana.
( Yaa, kamu sendiri yang cerita ke Abah. yang ngasih Tau)
Memang Abah, sering dimintai Tolong oleh orang-orang. kata orang kampungku Abah termasuk orang sakti, tetua desa.
Yaa.. Aku biasa saja menanggapinya.
" Sing benar lamun milih awewe, sing adil lamun maneh hayangna kaos gitu??"
#(Yang benar kalau milih perempuan, yang adil kalau kamu maunya seperti itu??"
" Lain perkara mudah adil teh, maneh pan Nyaho Mun Redho Istri Aya di salakina, tapi Mun pamajikan na nyampe nyeri hate, nte Redho bakalan runtuh hirup Si Lalaki.??" katanya.
#(bukan perkara mudah adil itu, Kamu kan tahu kalau ridho istri ada di suaminya, tapi kalau istrinya sampai sakit hati nggak ridho bakalan runtuh hidup /rejeki suaminya)
" Kasenangan/Ridha salaki nyaéta surga pikeun pamajikanana Sareung kasenangan pamajikan nyaéta kasenangan Allah pikeun salakina.?"
#( Ridha seorang Suami adalah Surga untuk istri nya dan Ridha Seorang Istri adalah Ridha Allah untuk suami nya.)
" Upami anjeun henteu di Ridhoi ku pamajikan anjeun, pastina nasib anjeun bakal hésé. enya atanapi henteu?" katanya menyindir ku.
#(Kalau kamu Gak di Ridhoi istri, Sudah pasti rejeki kamu akan sulit. iya nggak??") .
Aku hanya diam. Tampa di jelaskan juga dia sudah tau kesalahan ku.
" sadaya awéwé anu anjeun pendakan dugi ka ayeuna mangrupikeun awéwé anu leres-leres ikhlas sareung anjeun.?"
#(semua perempuan yang kamu temuin selama ini -perempuan yang benar-benar tulus sama kamu.)
" Anjeun kakurangan, leres. awéwé kirang, janten teu aya anu sampurna Sareung henteu ngaraos langkung anjeun!"
#(kamu kurang nya gitu. perempuan itu kurang ya gitu. nggak ada yang sempurna dan jangan merasa kamu lebih baik dari dia.)
" Ngan lakukeun naon anu Anjeun pikahoyong, tapi émut henteu nyabut anjeuna ti batur.?"
#( lakuin aja apa yang kamu inginkan, Tapi ingat jangan sampai ngerebut dia dari seseorang.?")
" Éta pantangan anjeun. Upami aya tanda yén anjeun ngagaduhan batur, anjeun kedah ngajauhan. Entong dideukeutan, awak anjeun sorangan bakal rusak / gering?!
#(Itu pantangan kamu. kalau sudah ada tandanya punya orang sebaiknya kamu menjauh. jangan di deketin nanti badan kamu sendiri yang rusak/sakit?!)
__ADS_1
" Sanés Abah nteu hoyong ningali anjeun di Jakarta, ningali anjeun Sareung Si nyai Teteh anjeun. Indung maneh sering gering.?"
Abdi salaku salakina kedah ngurus anjeuna. sumuhun leres aya adi anjeun, si Mira tapi anu leres-leres diperyogikeunna kedahna mah Abah?"
#(Bukannya abah by nggak pengen nengokin kamu ke Jakarta, nengokin kamu sama nyai kakak kamu. ibu kamu itu sering sakit-sakitan.
saya sebagai suaminya harus menjaganya. ya memang ada adik kamu si Mira tapi yang dibutuhkannya sebenarnya harus ada saya ya?)
" Aang Maneh si Ridwan, Maneh na henteu jauh tina kahirupan urang, ngan ukur henteu Katingali?" Katanya penuh misteri.
#(Abang kamu Ridwan, enggak jauh-jauh dari hidup kita cuman nggak kelihatan aja??)
" Sepp, Maneh Kur hiji-hijina budak lalaki. Tanggung jawab Maneh, Teteh Sareung adi anjeun. Abdi nyanggakeun kanggo anjeun upami teu aya dinten? "
#( Kamu kan anak lelaki satu-satunya. tanggung jawab kamu Sama kakak, sama adik perempuan kamu. abah titip kalau seumpama apa tidak ada suatu hari.)
"Punten di jaga, punten Di Rawat Boga Abah. Upami anjeun sibuk. sawah Sareung kebon, Amih Si Maja ngalakukeun padamelan éta. ?"
#( Tolong rawat tolong jaga punya Abah. kalau kamu sibuk mah urusan ladang sama sawah biar Si Maja aja yang kerjain.)
" Bumi keun diantosan Ku Elis, punten bawa si Mira. Pang Pasihan anjeuna élmu deui. naon anu anjeun teu sanggup ngalakukeun?
#( rumah biar ditungguin sama Elis, Tolong kamu bawa Mira. kasih dia ilmu pengetahuan lagi. abah udah nggak mampu.)
" Tong hariwang teuing ka murangkalih anjeun, murangkalih anjeun henteu kunanaon. tong salah sangka Didik tong percaya teuing kana lingkungan Sareung tong di manja teuing?"
#( Jangan terlalu kuatir sama anak-anak kamu, anak kamu baik-baik aja semuanya. jangan salah Didik jangan terlalu percaya lingkungan dan jangan terlalu dimanja?".)
****
" Anak-anak Kamu kemana?" tanya Erwin kepada aku
" lagi ikut papanya ke kampung, nemuin kakeknya?!) jawabku.
" Hmmm.. dia orang mana??" tanya si Erwin kemudian
" Bapaknya orang Purwakarta ibunya orang Bandung. tapi dia kecilnya di pesantren di Tasikmalaya?" jawabku.
" Apa dia Anak korban broken home??" tanya ya.
" Aku nggak tahu pasti sih, lupa?" jawab ku padanya
" Yahh, biasalah Sukunya itu suka kawin cerai??" katanya tiba-tiba.
Hei maksudnya apa ini pikirku kepadanya.
" pastinya anak yang selalu jadi korban.?" katanya yang terdengar menyimpulkan.
aku hanya tertawa kecil karenanya
" Aku juga dulu nggak pengen bercerai, Aku mikirin anak-anak seperti yang kamu bilang tadi.!?'
__ADS_1
" Tapi kalau aku mikirin anak-anak yang masih ada aku dan dia yang sayang mereka, lalu siapa yang akan sayang sama aku??"
" Aku tidak tahan cobaan apalagi menyangkut hati." kataku terdengar curhat.
" Maaf, bukannya aku bermaksud menyindir kamu, tapi aku cuman mengatakan dari banyaknya pengalaman anak-anak broken home.?!"
" Iya gapapa aku juga cuma bercerita sedikit kok??" Kataku sambil tersenyum.
" Kapan kamu pulang ke Jepang??" Tanyaku kemudian kepadanya.
" Sepertinya, Aku mau resign saja!, Mama memintaku untuk mencari kerja di Jakarta, maklumlah Rendy adikku satu-satunya sedang kuliah di Ausi, jadi dia Sendiri di rumah.??" jawabnya. Aku hanya tersenyum
" Hhmmm, Di tempat mu tidak buka lowongan Kerja Estu??" tanyanya.
" Entahlah, aku nggak tahu biasanya sih ada. nanti semisal ada aku kabarin Kamu yaa??" kata ku kepadanya dia hanya mengangguk.
Atau mungkin kamu Tahu, kapan ada Pendaftaran CPNS?? Katanya.
Aku Tertawa.
" Kenapa??" tanya nya heran.
" Yaaaa kamu, Bilang mau daftar Ikutan CPNS?? Bukannya kamu dulu yang sering ikut demo anti pemerintah?? Kataku.
Dia menatapku, kami berdua saling tertawa.
****
" coba kesini bawa anak kamu yang kecil itu."kata Abah Berbahasa Sunda, berkata kepadaku.
Dihadapan, sudah ada segelas air putih ya mungkin sudah didoakan olehnya. aku sedikit tersenyum dan berjalan ke mendekatinya sambil menggendong Lio - Arcelio.
" coba sayang buka mulutnya akkk..?? kataku sambil membuka mulut, Memberikan contoh kepadanya.
ldia tampak sedikit bingung memandangku dan memandang kakeknya.
ketika Lio sudah membuka mulutnya, jari telunjuk milik Abah dimasukkan ke dalam mulut Arcelio yang sontak saja terkejut dan menangis mencoba melepaskan tangan kakek nya itu.
aku menenangkannya, Sedangkan kan Abah tampak terdiam berdoa.
Kemudian jarinya itu tampak sedikit ditekan di atas lidah Lio. Arcelio menangis merasa tidak nyaman
lalu Abah meniup di atas ubun-ubun Lio.
Arcelio terlihat sangat syok Mungkin, dia masih menangis sambil memegang dan menjulurkan lidahnya itu.
Mungkin terasa pahit karena Abah sering memegang tembakau. kemudian aku memberikan Lio air yang sudah di jampi oleh ayahku
sesaat Kemudian Lio sudah diam dan bermain kembali bersama Danesh dan tantenya.
sakti juga ayahku ini pikirku.
__ADS_1