
" Estu, kamu dimana. bisa gak kita ketemu hari ini? "
Terdengar suara Sakha dari ponsel yang ku pegang.
" Aku hari ini langsung pulang kerumah kha, ada acara tujuh bulanan Reni??" jawab ku
" Aku harus bicara sama kamu Estu.. tolong lah??" pinta nya.
" Mau bicara apa lagi,hak asuh atau apa??" gertak ku
" Bukan itu Estu..aku sama sekali gak mikirin hak asuh,aku tetap ingin Danesh dan Arcel kita asuh bersama?"
" Oo...kamu yakin mampu datang kerumah orang tuaku??" kataku lagi
" Aku gak ingin cerai Estu.. ngerti gak sih kamu!?" katanya terdengar sedikit keras.
Aku menelan ludah ku sedikit.
" Coba kamu datang ke pengadilan kha, ngomong sendiri.?" jawab ku.
" ngapain sih aku mesti ke pengadilan,aku maunya kamu dengar sendiri Estu...aku gak ingin cerai sama kamu?"
" kenapa sih kamu terpengaruh sama keluarga kamu,aku tau aku pernah salah. tapi kan aku Sekarang gak ngelakuin itu lagi sama kamu.?!"
" Aku gak ada hubungan lagi sama dia,aku udah ninggalin dia?!" katanya sedikit keras.
" Terus,apa dia juga ninggalin kamu..?!"
" kamu yakin dia udah lupain kamu!". Jawab ku sedikit menggebu.
" Estu...aku udah ngomong apa adanya ke kamu.gimana lagi sihh biar kamu percaya ke aku?!" katanya
" Apa ini alasan kamu saja Estu...apa ada maksud lain kenapa kamu Keukeh mau cerai dari aku!?"
" apa keluarga kamu sudah milihin jodoh buat kamu yg lebih baik,lebih pas,sepadan sama kamu...iya?!"
" Apa kamu balikan lagi sama Dimas mantan pacar kamu yang di harepin sama keluarga kamu?!" cecar nya.
" Dengar ya kha...aku mau cerai sama kamu bukan karena keluarga aku,bukan karena apa apa juga!?"
" Aku mau cerai sama kamu,karena kamu udah Zina sama dia. aku gak mau lagi sama kamu itu karena itu?!" kataku sedikit keras.
" dulu aku pingin langsung gugat cerai ke kamu,kehalang aku Hamil Arcel.!"
" kamu sengaja kan perkosa aku, biar aku hamil dan gak gugat cerai kamu!?"
" Mana ada aku perkosa kamu Estu..kamu itu istri aku!"
__ADS_1
jawab nya cepat.
" iya, karena kamu tau bakal aku gugat. kamu pake cara kekerasan. kamu pake cara bagaimana biar gak aku tinggal kan. niat kamu poligami kan kha?!"
" Aku gak Sudi kamu poligami kha...aku gak Sudi berbagi Suami!!" kataku emosi
" itu kan dulu estu.sekarang aku ingin perbaiki semuanya. apa kamu gak kasih kesempatan sama aku ?" katanya sedikit memelas.
" kamu ngomong aja ke pengadilan,jangan gak datang.inget tiga hari lagi sidang kita yang ke dua.?" kata ku sambil menutup ponsel ku.
Aku menarik nafas ku panjang, ada rasa sesak yg ingin ku jadikan tangis.
Aku sesak karena ada wanita lain yang mencintai kamu kha. dan wanita itu juga kamu cintai.
Aku tak ingin berbagi rasa dengan yg lain kalau soal kamu. tapi sayangnya kamu gak tau. atau tak mau tau.
Dari awal kita dekat,enam tahun lalu. aku sudah menaruh perhatian terhadap mu.
Kamu seperti lelaki yang biasa saja. walaupun begitu, aku suka memperhatikan mu secara diam diam. sampai saat kau tak sengaja menanyakan sesuatu di meja kerja ku.
Saat itu memang kamu masih magang di perusahaan yang sama dimana sekarang aku bekerja.
" mbak Estu, nanti ke resepsi pernikahan mas Aryo bareng yah. aku gak tau dimana gedung pernikahan nya,maklum masih baru di Jakarta??"
kata mu sambil tersenyum lebar saat itu.
kamu yang baru lulus kuliah, perantau baru dari daerah terlihat sangat lugu saat itu kha.
Walaupun terpaut usia sedikit,kamu yang saat itu benar benar culun,kurus kecil tak terawat sangat berbeda dengan sekarang.
Kamu sekarang menjadi lelaki ku kha yang lebih terawat,lebih bersih,Dirimu mu semakin berkharisma.
mendapatkan pekerjaan di salah satu BUMN karena Bantuan Ayah ku yang meminta kepada teman nya.
seolah-olah kamu lupa siapa kamu dulu sebelumnya.
kamu bermain api dengan perempuan,yg tak mau kusebutkan namanya. Adik sepupu dari teman kerjamu sendiri.
Kamu lupa, bagaimana dulu kamu merampas ku dari keluarga.
bagaimana cara mu mendapatkan restu dari mereka.
Iya,aku sudah tunangan dengan Dimas.
aku harus menyembunyikan kamu dari keluarga ku.
Sat itu aku LDR sama Dimas yang sedang study ke Kuala lumpur.
__ADS_1
menyembunyikan perasaan ku yang menggebu-gebu, tergila-gila dengan pesona mu yang lembut,humoris dan baik terhadap ku.kamu teramat romantis kha.
Kamu sosok lelaki yang selama ini aku cari. lelaki yang tak melulu memikirkan karier,tetapi punya prinsip.
Aku mau sama kamu kha. sampai aku Hamil Danesh yang benar benar hasil dari luapan cinta kita.
Aku tak memikirkan lagi bagaimana keluarga ku,Dimas atau yang lain.
aku hanya ingin hidup sama kamu kha.
walaupun pada akhirnya,mereka mau menerima mu. Memperbaiki karier mu.
Tapi setelah sekian tahun berlalu..?
Entahlah,bagaimana caranya aku meluapkan rasa cemburuku. Rasa sakit Hati yg teramat.
Aku benar benar tidak bisa menerima kamu yang di cintai oleh perempuan lain.
Aku benar-benar merasa Sakit,kamu sudah berbagi segalanya dengan dia.
Jujur,aku masih ingin kan kamu. tetapi di sisi lain aku sudah seperti kehilangan kamu kha.
Perasaan ku campur aduk, apalagi keluarga ku sudah tau dan harus kuakui,mereka ada andil dalam tindakan ku yang menggugat cerai kamu.
Jujur, sebenarnya aku juga gak tau pasti akan gugatan cerai ku.apakah benar benar aku ingin berpisah dari kamu ataukah hanya pelarian ku saja.
Aku sakit hati sama kamu Kha, aku cemburu, aku marah dan sangat Benci kamu. tetapi disaat yang sama, aku sangat mencintai kamu,takut kehilanganmu. semuanya tentang kamu yang terlanjur sudah kamu bagi dengan perempuan itu.
Semuanya sudah kamu bagi. aku tahu secara pasti, dan aku tak mau itu,aku gak rela. demi apapun,aku tidak rela Kha. Sungguh.
*********
Hujan yang deras sore ini menemaniku saat hendak pulang kerumah. Air yang mengalir dari atap mobil dan turun ke kaca pintu terus ku pandangi.
Sejuta kenangan saat hujan bersama kamu tiba tiba hadir Kha, seolah memainkan perasaan yg indah di hatiku.
Ada rasa rindu,manis,amarah dan cemburu karena hujan ini.
Teringat sesaat terdengar tangisan Danesh kecil, di susul tawa dari mu dan aku yg tengah bersiap menghabiskan hujan dengan menciptakan hujan sendiri dikamar kita.
Rayuan mu,kata manis mu selalu mampu membuat ku meninggalkan segalanya Kha. Menanggalkan seluruh pakaian yang aku kenakan.
Menikmati segala cumbuan dari kamu yang susah ku lewatkan.
Aku selalu terpuaskan secara batin Kha dari kamu. Aku cinta kamu kHa teramat sangat.
Namun tidak untuk saat ini.
__ADS_1