Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
Episode 127


__ADS_3

" besok aku pulang ke Jawa ya... nanti aku sekalian Pamitan sama ibu." Kataku Kepada Estu sambil sesekali meminum jus yang ada di hadapanku.


" Hmmm.." terdengar Estu hanya bergumam.


kemudian dia menatapku.


" Apaa?" tanyaku padanya.


" Kha... tadi kamu Baik baik aja kan?" kata yang terdengar sedikit gelisah. lantas aku tersenyum kecil.


" Yang mana..?" tanya ku lagi. Estu menatap ku sedikit dalam.


Aku tertawa kecil karena nya.


" Haris?" kataku menduga. Estu hanya melipat bibir nya.


Aku menghela nafasku perlahan.


" kamu nggak usah khawatir, keadaan seperti ini memang sudah menjadi resiko ku." kataku sambil memegang jemari nya.


" Iyaa... tapi aku rasa Dia sedikit terlalu sama kamu?!" katanya.


" yaa wajarlah. dia seperti itu pasti ada sebabnya? sudah, kamu nggak perlu ambil hati sama ucapan nya tadi." kataku Mencoba menenangkan nya.


" yang penting... dia enggak mengganggu kamu, juga anak anak." kataku.


Estu Menatap ku lekat.


" Tapi tetap saja itu tidak pantas dia katakan apalagi di depan anak-anak?"


" Ya mau gimana lagi..., kita kan nggak bisa mengharapkan orang itu selalu baik sama kita.?" jawab ku pelan.


" Apalagi sebelumnya dia merasa ada sesuatu yang belum selesai sama kamu.?"


" bisa jadi itu bentuk kekecewaannya karena terlalu berekspektasi sama kamu.?"


" Iyaaa.. Aku tahu?" jawab nya pelan.


Lalu aku tersenyum.


" Terus, Kapan kamu balik lagi ke Jakarta?" tanya Estu kepadaku.


" ya mungkin sebulan sebelum kamu lahiran aku sudah kembali ke sini."


banyak yang harus aku selesaikan disana?" kataku.


" Kha.. apa kamu enggak bisa menunda kepulanganmu ke Jawa seminggu lagi?" kata yang terdengar meminta.


aku menatapnya sambil tersenyum.


" Maaf Estu, Bukannya aku nggak mau tapi memang minggu depan aku diundang untuk mengisi sambutan di komunitas pengusaha kecil di Surabaya.?"


" apalagi yang mensponsori ku adalah Bank yang memenangkan ku dalam perlombaan an UMKM kemarin.?" kataku menjelaskan.


" Hhmmm... Bank tempat sepupunya dia kerja?" katanya bermaksud mengatakan Richard.


Aku mengangguk.


" Yaaa.. bisa saja aku menolak. Tapi mengingat jasa Richard sama aku, aku nggak bisa seenaknya aja menolaknya.?" kataku.


" Iyaa... nanti pastinya aku akan sedikit bertambah repot, kalau Lio terus-terusan menanyakan kamu.?' katanya.


" Kamu masih bisa telpon aku kan?" kataku.


" kalau bisa kamu tinggal dulu sementara sama ibu sampai aku nanti datang?"


" aku juga sedikit khawatir sama keadaan kamu...


ya sih kamu terbiasa mandiri tetapi tetap saja aku kuatir karena kamu sekarang sedang mengandung." kataku.


Lalu Estu tersenyum dan mengeluarkan suara tawa yg ringan.


" pastinya kamu juga sama terhadap Dia... iya kan?" katanya.


" Yaa pasti nya Sama. Kalian kan memang seharusnya dekat sama aku, aku jaga. tapi keadaannya memang harus seperti ini. Jadi mau bagaimana lagi?" jawab ku.


" Apalagi Dia sering mengalami kontraksi ringan, jika berpikir berat atau merasa stres?" kataku.


" Oohh...?" terdengar suara nya yg seperti Acuh Tak Acuh itu.


Aku tertawa kecil karena nya.

__ADS_1


" Maaf, bukan maksudku untuk ngasih tahu kamu atau pamer... tapi apa yaaa?? memang keadaannya seperti itu?" kataku memperjelas.


" Iyaa..?" katanya pelan.


" Mau pulang sekarang atau mau kemana lagi?" tanyaku Kemudian. Estu Menatap ku.


" Aku ingin Pulang malam ini ke rumah kita?" katanya.


" rumah kamu kali Estu...?" kataku sambil tersenyum.


dia menatapku lekat.


" kan kamu Sama aku lagi di sana... Paa?" katanya.


Lantas aku menatapnya sambil tersenyum lebar. hatiku terasa senang mendengarnya.


" Apaa? tadi kamu bilang apa?" kataku mengulang dengan wajah yang tersenyum.


" kan kamu sama aku lagi Disana!?" katanya.


" Bukan.. bukan yang itu??" kataku meledeknya.


dia menatapku lekat, dengan wajahnya yg tersenyum mengembang.


" Paa??" katanya mengulang.


" Apaa?" kataku lagi.


" Papa..?" katanya Sambil tertawa kecil dengan rona yang memancar merah di pipinya.


" Apa..apaa?" kataku lagi dengan tawa kecil.


" Tauk ahh?" katanya sambil memalingkan muka. tetapi aku tahu kalau dia tersenyum dengan sangat cantik.


lantas Aku menggenggam jemarinya yang lentik.


aku rasakan remasan tangannya yang seolah tidak ingin melepaskan ku.


aku seperti merasakan jatuh cinta lagi terhadapnya. rasanya sangat indah dan membangkitkan kebahagiaan dan rasa bersyukur dalam hatiku terhadapnya.


" I love you." kataku pelan kepadanya.


dia hanya tersenyum dengan bibir yang ke lipatnya itu. urutan kebahagiaan terlihat jelas dari sorot mata dan raut Mukanya.


😘😘


***


" Bu.. malam ini Estu nginep di rumah dulu ya sama anak-anak. besok saka harus pulang ke Jawa.?"


" katanya, minggu depan dia harus ke Surabaya juga. dia bilang kalau ada seminar atau apa gitu.?" kataku kepada ibuku.


" Lohh.. cepet amat mau pulang ke Jawa?" kata ibu.


" Ibu pikir dia mau nungguin kamu sampai lahiran?" katanya menduga.


aku hanya tersenyum.


" maunya Estu juga begitu Bu, tapi memang keadaannya seperti ini. apalagi pekerjaannya ada di Jawa?" jawab ku.


"Yaa sudah, iyaa sana?" kata ibu menjawabku.


" kamu sudah baikan kan sama dia??" tanya ibu yang terkesan meledek.


aku menahan tawaku dan tersenyum menatap ibuku sambil mengangguk kecil.


Ibu membalas senyumku dengan senyumnya yang simpul.


" Ibu enggak apa-apa kan Estu tinggal semalam?" kataku meyakinkan keadaan.


" Iya nggak apa-apa... cuma Semalam kan?? juga masih ada bude mu dari Jawa yang belum pulang itu?" jawabnya meyakinkanku. Aku kemudian mengangguk.


***


" Iyaa... Mira. Aa juga gak lupa?" kataku menjawab pertanyaan Mira kepadaku lewat telepon.


" gimana keadaan kamu di sana? baik-baik aja kan?" kataku.


" syukurlah kalau begitu. besok siang Aa pulang naik kereta?" kataku lagi.


" ya nanti aku sampaikan sekarang lagi di rumahnya Estu?" kataku.

__ADS_1


" Iyaaa.. Cece mu juga Alhamdulillah baik. besok Aa sampaikan ke dia?" kataku lagi.


" kamu mau oleh-oleh apa dari Jakarta? Nanti Aa carikan?" kataku kepada Mira.


" Ya siapa tahu kamu ngidam apa gitu?" kataku sambil tertawa.


" kan kasihan lihatnya kalau keponakan Aa itu sampe Ngences banjir??" kataku meledaknya dan terus tertawa.


" Aa sih maklum kalau Arya itu kurang memperhatikan kamu.. dia kan memang sibuk, super sibuk malah?" kataku meledaknya.


" jadi kasihan kalau kamu itu kurang diperhatikan... kurang kasih sayang??" kataku sambil terus tertawa.


terdengar suara Mira yang menyangkalnya dan sedikit membela suaminya itu. aku semakin tertawa dibuatnya.


" Aa sih masih wajar sama Arya, Dia kan baru pertama kali ini mau menjadi seorang ayah? harusnya dia banyak belajar dari Aa. Bagaimana caranya memperlakukan seorang istri dengan baik dan benar??" kataku sambil menggerak-gerakkan tangan ku. Sengaja meledeknya.


namun tak kusadari jika ada Estu yang berdiri di sampingku, lantas dia menjewer kuping ku perlahan. aku sedikit terkejut dengan nya.


namun aku tersenyum kemudian tertawa kecil.


" Baik dan benar??" kata Estu pelan. seraya menggerakkan kepalanya, seolah-olah ngeledek ku itu.


aku tersenyum geli kepadanya. selalu berusaha untuk memeluknya. nama untuk buku itu didorong nya perlahan.


" ya Iya adik mau bercanda sama kamu... Udah dulu ya nanti aku sambung lagi. ada nyonya besar disini?" kataku sambil memandang Estu dan tersenyum lebar.


setelah aku matikan sambungan telepon ku, aku langsung mendekap Estu kembali, tersenyum kepadanya.


beberapa kali aku mencoba untuk menciumnya, namun Bibir ku meleset, hanya jatuh di pipinya yang halus itu.


" Anak anak nanyain kamu itu?" elaknya padaku.


" Mana??" kataku sambil terus Mendekap nya.


" isshh.. Lepasin lah. Pengap tau?" katanya mengelak dan berusaha melepaskan pelukan ku.


" Ayoo...?" Kataku padanya.


" Kok malah ayook sihh.. lepasin..?" katanya terdengar manja. aku semakin tersenyum lebar karenanya.


aku memeluknya dari belakang. lantas Dagu ku. ku sandarkan di pundak nya itu.


sesekali aku ciumi pipinya yang halus tersebut. Ataukah lehernya perlahan.


Aku seperti Jatuh Cinta lagi dengan nya. Perasaan ku memuncak indah saat dia diam sambil memegang pelukan tangan ku.


Rasanya Aku tidak ingin lagi berpisah dengannya.


perasaanku mengatakan ingin di dekatnya terus. namun aku sadar, sekarang keadaanku berbeda dengan keadaanku dahulu? Saat masih menjalani awal-awal pernikahan dahulu bersamanya.


Sebelum kerajaan naga api menyerang... Hahaa😂


**


Kenapa ini? pikirku.


Kenapa Sakha jauh lebih romantis dari sebelumnya?


Apa yang dia perbuat terhadap ku jauh terasa lebih manis dan lembut.


Sentuhan dan kata-kata rayuan nya itu - seolah-olah melambungkan hatiku. dia membuat semuanya terasa indah.


perasaan yang hadir dalam hatiku juga menjadi berlipat-lipat terhadapnya. aku mencintainya dan sebenarnya, jika boleh aku tidak ingin jauh lagi dengannya.


Aku ingin terus bersamanya.


Merasakan setiap keindahan yang ia diberikan.


Merasakan Sentuhan dan perkataan yang penuh cinta, tulus dan kesabaran.


Aku menggelinjang Perlahan. Tampak Raut wajahnya yang penuh dengan Kebahagiaan.


Suaranya yang sedikit menggeram Terdengar sangat membahagiakan ku. Aku puas melihat nya terpejam Puas.


Dia sangat pandai menempatkan ku di titik puncak yang tiada Tara ini.


Rasanya, beberapa kali lagi pun aku masih Mau karena nya. Aku dan Sakha saling memberikan kebahagiaan.


Mengisi Malam ini dengan Rasa kebahagiaan.


" I love you." katanya Terdengar penuh cinta.

__ADS_1


" I love Yo too Paa?" balasku sambil meminta nya untuk mencium ku kembali.


__ADS_2