Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
Episode 57


__ADS_3

" Aku mau membicarakan Anak kita!" Kataku kepada Livia. dia memandang ku, lalu meminta ku untuk memelankan suara.


" Sebaiknya jangan disini, aku takut mama dengar." Katanya. Aku kembali memandangnya, mengangkat Bahu ku. Dia memandang ke Ruangan lain di rumah ini.


Lalu kami berjalan ke lantai dua rumah ini. duduk di Balkon kecil yang di sulap seperti taman itu.


" Namanya Kylie - Sakha dan Livi." jelasnya sambil sedikit tersenyum memandang ku.


" Kylie?" kataku sambil menatap nya dan tersenyum kecil.


" Brielle Nurizza Sakyalie Yesafa." katanya. Aku tersenyum memandang Foto Kylie, Lalu memandang wajah Livi.


Ada perasaan senang bercampur dengan Sedih Atau apalah. Rasanya beragam.


" Dia lahir Cesar, di Solo aku melahirkan nya. Aku titipkan Kylie sama Teman ku, Maurice."


" Dia seorang Biarawati, sekarang Kylie tinggal di Panti Asuhan di Salatiga." Katanya lagi.


" Semenjak lahir, Kylie mengalami kelainan jantung. Dokter bilang itu Patent foramen ovale atau PFO."


" Kelainan jantung bawaan pada bayi, Jadi katanya katup jantung nya tidak sempurna, untuk menormalkan Fungsi nya itu Kylie harus di operasi."


" Itu membuat Kylie sedikit berbeda dengan yang lain. Dia tidak bisa terlalu Aktif seperti anak lain nya."


" Dia paling suka menggambar." kata Livia lagi sambil tersenyum mengingat ingat Anak nya itu.


Menggambar? ternyata kebiasaan Kylie sama seperti Danesh. pikir ku.


" Aku ingin bertemu dengan nya." kataku kepada Livia.


Livia menatap ku.


" Aku harus berbicara dengan Maurice dulu." katanya.


" Livi, Kamu boleh menghubungi aku kapan saja jika ini menyangkut dengan Kylie. aku pun bersedia menjaga nya!." kataku sambil memegang tangan Livia.


" Aku gak bisa berlama-lama di Jakarta. aku harus kembali ke Kutoarjo Besok." kataku.


Dia memandang ku.


***


Aku mendapati Rumah yang Hening setelah aku kembali bekerja. Tak ada Riuh tawa anak anak seperti kemarin bersama Papa nya itu.


Seketika perasaan ku menjadi kosong. Seperti kehilangan sesuatu. Aku mencarinya di kamar anak ku, aku mencarinya di kamar Tamu. dan menduganya berada di kamar tidur ku. Berharap dia masih ada disana atau di suatu sudut dalam rumah ini. tak terasa Ku teteskan air mataku ini untuk nya. Aku merasa kehilangan dia untuk kedua kalinya. Rasanya Sakit sekali.


Aku menghampiri mbak Yuti, dan menanyakan tentang Kepergian Sakha serta Mira.


Sekitar jam dua siang tadi, Mira dan Sakha pergi saat Danesh juga Lio sedang tidur siang.


Katanya Mira pun sempat menangis.


Seketika Hatiku rasanya hancur. Buru buru aku mengambil ponsel ku. Aku mencoba menelepon Sakha namun nomor nya tam aktif.


Aku hanya menangis, menyesali perbuatan ku.


( # https://youtu.be/7Nc0g010fkk )


borasbicheuro muldeun haneul


sseulsseulhan barame deouk siryeooneun bam


nae mame saegyeojin iksukhan gieokdeuri


dasi neoro gadeukhan i bam


gomaun gieokman namaseo


hamkke seolleideon useum jisdeon neowa na dasi


byeori doeeo sarajilkka bwa


i maeum binjarie ganjikhalge


nun gameumyeon nega seonmyeonghaeseo


bichnadeon nega deo geuriwojyeoseo


gin bameul jisaeon neoui jarie


nan jamsi swieoga gyeote meomulge


jichin mame nunmullo pieonan


naui noraega haneure daheumyeon


cheoncheonhi yeongwonhan kkumcheoreom dagawa jwo


byeori doeeoseo nae gyeote


neoui mami naege daheul ttae


gakkeum nal bichudeon haneurui byeolbichdeureun machi


ttaseuhi nae mameul gamssadeon


neoui daedap gataseo gomawo


nun gameumyeon nega seonmyeonghaeseo


bichnadeon nega deo geuriwojyeoseo


gin bameul jisaeon neoui jarie


nan jamsi swieoga gyeote meomulge


jichin mame nunmullo pieonan


naui noraega haneure daheumyeon


cheoncheonhi yeongwonhan kkumcheoreom dagawa jwo


byeori doeeoseo nae gyeote

__ADS_1


Ijji moshal geunaldeureun


ttatteushage bichna jeo haneure


`````


Langit berwarna ungu


Malam yang lebih dingin dari angin sepi


Kenangan yang akrab terukir di hati aku


Malam ini penuh denganmu lagi


Hanya kenangan indah yang tersisa


kamu dan aku terbang bersama atau tertawa bersama


Jika kamu menjadi bintang dan menghilang


Aku akan menyimpannya di tempat kosong ini


Saat aku menutup mata, kamu jelas


Karena aku lebih merindukanmu


Di tempatmu yang telah melewati malam yang panjang


Aku akan istirahat dan tetap di sisiku


Berkembang dengan air mata di hati yang lelah


Saat laguku mencapai langit


Datang perlahan seperti mimpi abadi


Menjadi bintang dan berada di sisiku


Saat hatimu menyentuhku


Cahaya bintang di langit yang terkadang menyinariku seperti itu


Itu dengan hangat menyelimuti hatiku


Terima kasih atas jawaban kamu


Saat aku menutup mata, kamu jelas


Karena aku lebih merindukanmu


Di tempatmu yang telah melewati malam yang panjang


Aku akan istirahat dan tetap di sisiku


Berkembang dengan air mata di hati yang lelah


Saat laguku mencapai langit


Datang perlahan seperti mimpi abadi


Menjadi bintang dan berada di sisiku


Itu bersinar hangat di langit.


***


" Maaf pak, Saya mengganggu Bapak malam malam begini." kataku sedikit sungkan Berbasa-basi dengan nya.


" Ini adik saya pak, namanya Mira." kataku mengenalkan nya kepada pak Subandi. Dia tampak sedikit tersenyum.


" Iya mas, gak apa apa." katanya.


" Berangkat jam berapa dari Jakarta tadi mas?" tanya nya.


" Jam 3 atau 4 sore lah pak dari pull Bus nya." Jawab ku. Dia terlihat mengangguk.


" Saya bermaksud untuk menitipkan Mira disini sama Bapak, Menumpang untuk sementara sampai saya dapat rumah kontrakan sendiri." kataku.


" Loh, emangnya Adik nya mas mau lama di sini?" tanyanya kemudian. aku tersenyum.


" Iya pak, mau saya kursus kan dia di sini. sekalian bisa bantu bantu saya nantinya." Jawab ku.


" Emangnya, mau bantuin apa ya mas??" tanya nya lagi penasaran.


" Anu pak, saya mau ambil anak saya nantinya. mengasuh nya disini." kataku lagi.


" Emangnya, ibunya kemana mas?" kata Bu asih sambil membawakan nampan berisi teh.


" Ada Bu, hanya saja memang sekarang saya yang ganti mengurus anak saya itu. saya juga ingin dekat dengan anak anak kan Bu?" kata Ku kepadanya.


" Iyaa yaa... memang harus begitu mas. " katanya sambil memperhatikan Mira.


" Biar dia tidur sama Ningrum sementara ini." katanya lagi.


" Terima kasih Banyak Bu." kata ku padanya.


" Nantinya, biar dia tinggal di kontrakan sama Ayu." Katanya lagi.


" Saya berencana cari rumah satu, untuk di kontrak Bu." kata ku buru buru menyahut.


" Ooo... Ada Seperti nya. itu rumah pak Santoso, yang di sana itu. kosong, mau di jual atau di kontrakan per tahun mintanya."


" Iya Bu besok saya mau lihat rumah nya terlebih dahulu." Jawab ku.


***


" Eh mas Sakha, kapan pulang?" tanya Noval sambil menyalami tangan ku. Dia datang bersama Irfan.


" Semalam, jam dua apa ya." jawab ku sambil meminum kopi yang baru saja ku buat. Aku melirik ke jam di dinding. ternyata sudah jam tiga sore. sedangkan aku terbangun baru satu jam yang lalu.


" Kalian sehat sehat kan?" Tanya ku.


" Alhamdulillah mas, kita baik. gimana mas di Jakarta kemarin? Sudah beres kan?" tanya nya. aku hanya mengangguk.

__ADS_1


Lalu aku Bercerita jika sudah tidak bekerja lagi di kantor.


" Iya Mas, ini Irfan juga bulan depan mau menikah sama Tiwi." kata Noval kepada ku. aku sedikit kaget mendengarnya. lalu aku memandang Irfan yang cengengesan itu.


Aku sedikit mengecilkan mataku Kepadanya.


" Hehehe... Iya Mas, saya salah." Katanya.


Aku sedikit tertawa geli. Anak Ng***** pikirku. sama sih dengan aku.


Tak lama terdengar suara motor milik Hakka berhenti di pelataran.


" Assalamualaikum.." katanya kemudian.


" Waalaikum salam." jawab kami hampir bersamaan.


" Mas Sakha.." teriaknya Sambil menghampiri ku.


" Kapan Datang?" katanya lagi sambil menyalami tangan ku.


" Semalam." jawab ku singkat sambil tersenyum kepadanya.


Tak lama telepon ku bergetar. Notifikasi pesan Dari Ayu.


" Kalian tahu enggak sih siapa yang ada di rumahnya pak Bandi itu?" tanya nya kepada Noval dan Irfan.


" Sopo emange?" tanya novel balik.


" Eee... ditanya balik tanya sih!" katanya sedikit kesal.


" Kapan Leh mu ndelok?" kata Irfan kepada Hakka.


Aku hanya memperhatikan.


" Tadi pagi dia nyapu halaman nya pak Bandi. gak lama si indah Dateng nyalami cewek Ayu mau Kuwi!" katanya excited.


" Sek.. tunggu bentar. Maksudnya gimana sih? Ada indah nyalami Ayu apa gimana? Bukannya indah itu Ayu dan Ayu itu indah??" kataku berpura-pura.


" Jadi si Indah nyalami si Ayu. berarti dia nyalamin diri sendiri dong?" kataku sambil tertawa ngakak."


" Eee... Mas Sakha ini kok malah guyon sih?" katanya kesal kami tertawakan.


" Katanya si indah gak boleh kita Panggil Ayu. kan Ayu punya nya Mas Sakha?" katanya lagi. Aku masih tertawa karena nya.


" Emangnya ceweknya Cantik?" tanyaku.


" Manis Mas, Cantik banget pokoknya." Katanya sambil mengacungkan jempol nya.


" Terus mau kamu Deketin, mau kamu pacarin?" tanya ku lagi.


" Pastikan, jangan di sia sia kan lah mas. kesempatan gak datang dua kali." katanya sambil senyam-senyum.


" Owh, lah pacar kamu Gimana?" kata ku lagi.


" Piye nasib e pacarmu nanti Ka?" tanya Noval pula.


" Main Cantik lah, jangan sampai tahu." kata nya.


" Kalau cewek cantik itu udah punya pacar gimana?" kata ku lagi.


Dia memandang ku tiba tiba, muka nya sedikit pucat. berubah.


" Lah Mas? Apa cewek itu pacar mu?" tanya nya gagap.


Noval dan Irfan tampak tertawa terpingkal pingkal.


Aku menatapnya tajam.


" Lah Mas, aku gak tau ke kalau dia pacar mu?" katanya lagi sambil meminta maaf kepada ku.


Aku hanya mengepalkan tangan ku padanya.


****


Selepas Ashar aku datang ke rumahnya pak Subandi. Aku merangkul Mira adik ku itu, sengaja agar terlihat oleh teman satu kontrakan ku. terutama Hakka.


Dan disana Ada Ayu, Rupanya dia sepulang dari bekerja. Aku menatapnya dalam batasan.


" Gimana kabarnya mbak Ayu?" tanyaku canggung Kepada nya. Dia pun berusaha menyembunyikan rasa Canggung nya kepada ku.


" Baik Mas, Mas nya sendiri baik kan??" tanyanya. aku cuma mengangguk di hadapan Mira.


" Oohh, iya ini adik Saya. Mira! Sudah kenalan belum?" kataku kemudian.


" Sudah Mas, Tadi." jawab nya sambil mengangguk kan kepalanya perlahan.


" hmm, Mbak. Tolong kalau ada waktu, temanin adik saya ya disini. Biar gak merasa sendirian." Kata ku.


" Iya Mas, Nanti saya ajak main main dia." jawab Ayu.


" Kalau diajakin main jangan ahhh." kataku sambil tersenyum" Aku takut dia malah kemakan Garangan* sini." kataku sambil tertawa kecil. (* Istilah untuk menyebutkan lelaki playboy )


Dia membalas tertawaan ku. Senyuman nya itu, membawaku hanyut kepada keinginan yang lain.


Tak lama kemudian, Ada seseorang yang datang. ternyata Pacar resmi nya Ayu... si Linggar.


Kami bercakap-cakap sebentar sebelum akhirnya aku kembali ke kontrakan.


*Notifikasi pesan Dari Ayu*


-Ayu: Mas, jangan marah ya. Aku gak tau kalau dia mau kesini.


- Aku: iya gak apa-apa, biasa aja. namanya juga simpanan ya harus tau diri. 😁


- Ayu: Kok ngomong nya begitu. 😔


- Aku: Lah harusnya apa? Suami mu.😋 Udah biasa aja. met seneng seneng ya.


- Ayu: Maunya seneng seneng sama kamu, kapan kita ber dua aja.👉🏻👈🏻


Aku: Nanti kalau aku ada waktu ya. banyak yang mau aku kerjakan.


Ayu: Miss you so Bad Mas❤️

__ADS_1


Namun aku tak membalasnya lagi. Ada telepon masuk dari Estu


__ADS_2