Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
Episode 130


__ADS_3

" Apa kamu nggak bisa pulang barang seminggu lagi?" Kata Livia Sedikit pelan, sambil memeluk tubuh ku.


Aku menoleh kepadanya yang berada di samping ku itu.


" Kenapa? kok tumben?" Jawab ku pelan.


" Kalau aku mau pulang aja ditahan-tahan . Giliran deket aja, diajak ribut mulu??" kataku Sambil tertawa kecil.


lantas dia mencubit pinggang ku, aku kembali tertawa karenanya sambil mengaduh kecil.


" Iya kan? kamu begitu?" kataku.


" Yaa Kamu nya bikin Sebel!?" katanya terdengar sedikit manja. Aku kembali tersenyum.


Aku membalikkan badan ku, Menghadapi nya. Lantas mengelus perutnya itu pelan.


" Aku kan tadi pagi udah nawarin kamu, aku minta kamu ikut aku ke Jawa. tapi apa? ujung-ujungnya malah ribut?!" kataku.


dia diam dan menatapku sedikit lekat.


" Iya sihh.. tapi kan masalahnya Kylie sekolah? aku nggak mau dia ke ganggu?" Jawab Livia.


" Tapi aku enggak salah kan kalau ngerasa khawatir?" kataku lagi pada nya.


Dia kembali diam. lalu terdengar helaan Nafas nya.


" Yaa kamu bantuin doa aja, biar aku sama Kylie juga bayi kita gak ada apa apa?" katanya sambil mengusap perut nya juga.


" kalau itu sudah tentu Sayang?" kataku sambil mencubit pipi nya pelan.


Lalu dia memelukku dengan erat.


" Aku mau minta satu hal sama kamu?" katanya kamu tidur sambil menengadahkan wajahnya kepadaku.


" Apa??" kataku sambil menatapnya.


" Nanti, kalau kamu sudah di Jawa. kamu harus Telepon aku ya? paling nggak sehari sekali?" katanya.


" Siap!?" jawab ku sambil tersenyum.


" jangan siap-siap aja! kamu mah kadang sering bohong. yang alasan enggak ke angkat lah, lupa lah, kalau enggak lagi urusan bisnis lahh?" kata yang terdengar mengeluh.


Aku Kembali tertawa karenanya


" Iyaa... maaf. Aku usahain deh?" kataku lagi.


Livia memainkan mimik mukanya. wajahnya Jadi terlihat manja dan semakin cantik rasanya dimataku.


Aku tersenyum, seraya mengucapkan rasa syukur dalam hatiku karena memilikinya.


pada wajahnya yang sedikit oriental, Cindo solo itu terlihat sangat Ayu, cantik dan manis menjadi satu.


Entahlah, rasanya hormon dalam diriku keluar menjadi berlipat-lipat.


Aku merasakan sangat senang,jatuh cinta dan muncul birahi terhadapnya.


Aku sedikit menahan Nafas ku yang tiba-tiba menjadi cepat.


" Kha... kira-kira nama anak kita siapa?" katanya kemudian. Aku hanya diam menatap nya. sedikit Bingung Mungkin.


" menurut kamu, nama yang bagus apa?" kata aku menjawabnya.


" Kamu maunya apa??" katanya kemudian.

__ADS_1


" Maksud nya.?" kataku ku kurang jelas.


" iya.. kan waktu Kylie lahir. aku yang kasih dia nama?" katanya.


" Sekarang, kamu mau namain dia Sesuai Ingin nya kamu apa Aku?" tanyanya.


Aku memandang nya kembali.


" Kan kamu pernah bilang, anak kita kalau perempuan ikut kamu. kalau anak laki-laki ikut aku?" kataku padanya. maksud nya Sesuai dengan kepercayaan kami. Dia menatap ku.


" Kan dia anak kamu juga? jadi kalau cuma nama ya kamu boleh lah ngasih Saran?" katanya sedikit geregetan dengan ku.


Aku tersenyum.


" Aku nggak pandai mencari Nama yang bagus Livia... kata almarhum Abah juga, namaku bisa Lain Sendiri karena dikasih saran nama sama atasan nya dulu?" kataku sambil tertawa kecil.


" kalau ngikutin nama kampung, mungkin aku nggak bakal Berjodoh sama kamu?" kataku sambil tersenyum.


" Kok kamu bisa bilang begitu kamu?" katanya sedikit heran.


" iya, kalau aku dulu kenalan sama kamu namanya Supriatna kalau nggak Ujang Safrudin? apa kamu mau sama aku??" kataku sambil sedikit tertawa.


Livia kemudian tertawa Lebar Sabar sedikit menjorokan tubuhku. dia merasa lucu dan geli.


" Dihh... Ujang??" katanya sambil tertawa terpingkal pingkal seraya memegangi perutnya.


sedikit lama aku menikmatinya, Caranya Tertawa dan Suara tawa nya menghibur hati ku.


" Kata orang, nama itu adalah mantra yang terpendek di dunia.?"


" Sebuah nama berisikan Harapan orang tua terhadap anaknya."


" memang setahu ku, kami disarankan untuk memberikan nama yang bagus dan berarti baik kepada anak-anak kami. dan itu ada dalam Hadits."


Dia tampak memperhatikan ku, seraya mengangguk perlahan.


" Kalau Bayi kita perempuan, kamu pingin manggilnya siapa.?"


" Terus kalau seumpama bayi kita laki laki? namanya yg seperti apa yang kamu ingin ucap kan?". tanyanya...


" Hmmm... kalau bayi kita nanti perempuan, Aku pingin n' Jill namanya itu yang kesannya lembut dan cantik.


halo kalau bayi kita laki-laki, Aku ingin namanya terdengar kuat dan para karakter serta ramah?" kataku..


" Emang ada nama yang seperti itu?" katanya kemudian?"


" Yaa Pasti nya lah, Contoh nya nama Presiden di negara kita.. Semuanya mempunyai panggilan yang berkarakter. atau nama presiden di Amerika serikat, atau nama-nama orang hebat di dunia.?"


" Secara enggak langsung, nama itu membentuk karakter si pemilik nama. jadi kita nggak boleh salah menamai nama anak kita?" kataku.


Dia Diam Sebentar.


" Kalau bayi kita laki laki, aku ingin dia punya nama Xavier atau Edgar di keseluruhan namanya.?"


" Kalau dia perempuan, aku pingin Memanggil nya dengan Fhio.. mungkin Fhioralbaa.?" kata ku.


" Kalau enggak salah, Arti nya Bunga. yg terpenting, aku mendengar nya seperti teduh gitu?" kataku.


Livia hanya terdiam.


" Itu juga kalau kamu setuju kok?" kataku melanjutkan.


" Bagus kok Nama nya?" jawab nya kepada ku.

__ADS_1


Aku hanya tersenyum sambil mengelus rambut nya perlahan.


" Livia... kamu tahu enggak sih kalau aku sayang banget sama kamu?" kataku.


" Gombal?!!" katanya sambil tertawa lagi. lantas aku tersenyum.


" Beneran ini?" kataku sambil tertawa kecil.


" Percaya sama kamu musrik?" katanya sambil terus tertawa. Aku tersenyum lebar karenanya.


" Beneran... Aku tuh dari pertama kenal kamu langsung mikir. Cewek ini harus jadi milik gue nih?" kataku kemudian.


" Terus kamu Sengaja Pelet aku yaa?" katanya masih tertawa.


" Ihhh, enggak lah yaa?? Kamunya aja yg langsung ngikutin Sendiri gitu?" kataku sambil tersenyum


" Udah kayak anak bebek aja kalo sama aku... kemana mana maunya ikut..??" hahaha... kataku seraya tertawa lebar.


" Halahhh, ngaku? kamu pelet aku kan??" katanya sedikit memaksa dengan tawa nya.


" Enggak! Suer?!" kataku sambil mengangkat dua jemari ku.


" Bohong lahh, kamu kan temenan sama siapa itu? yg sering pergi ke dukun??" katanya terus mencerca ku dengan Tawa nya yg tak berhenti.


" Enak aja... memang dia sering ke dukun. tapi aku enggak yaa??!" kataku menyangkalnya.


" Kamu kali yang pasang Susuk kebanyakan jadi aku sampai tergila-gila gini??" kataku.


" Lahh... emang dasar kamunya aja yang kegatelan. gak bisa lihat perempuan cantik kayak aku??" katanya sambil tertawa terbahak-bahak.


" bisa-bisanya kamu bilang, kalau ada perempuan cantik merasa dirinya di pelet.. padahal memang sifatnya aja yang ganjen sama Perempuan??" katanya sambil mendorong hidungku dengan telunjuk nya.


Aku masih tertawa karena nya.


" Tapi beneran, aku sayang banget sama kamu. sampai tergila-gila begitu??"


" Kok bisa-bisanya yaa??" kataku pura-pura bingung.


" Tauuu... emang dasar kamunya aja enggak kuat iman!?" katanya menjawabku.


" Emangnya iman kamu kuat?!" balas ku kepadanya.


ketua tersenyum karenanya.


" I love you." kataku pada Livia pelan.


Dia hanya tersenyum menatap ku dengan pandangan Rasa sayang nya itu.


Aku kembali tersenyum kepadanya sambil memeluk nya. Beberapa kali aku mencium rambut kepalanya serta kening nya itu.


" I love you so much Kha." katanya pelan sambil membalas pelukanku itu dengan Erat. terasa sekali sentuhan penuh cintanya padaku.


Aku mencium keningnya kembali sebelum akhirnya mata kami saling bertatapan.


Aku menyentuh bibirnya itu dengan ciumanku. Dan dia membalasnya dengan kelembutan.


Satu hal yang aku suka dari nya, Ciuman nya itu selalu membawa ku Merasa Terbang tinggi.


Caranya selalu berbeda dan selalu mesra jika Sudah benar benar seluruhnya kepadaku.


Dan akhirnya, keinginan kami menjadi satu. dalam Pergumulan yang penuh cinta itu.


Kami saling melepas, dan merasakan Puas Atas tercapai nya maksud hati.

__ADS_1


__ADS_2