Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
Episode 61


__ADS_3

" Aku dipercaya memakai uang milik Rudi, makanya aku bisa bayar Utang ke kamu itu." kataku sambil memasukkan sendok berisi nasi goreng itu kedalam mulut ku.


Dia masih menggendong Kylie yang baru setengah sadar dari tidur nya. tadi kami membawanya Serta dari Hotel. sekedar untuk mencari makan malam.


" Lalu kamu ide dari mana mau usaha itu?" tanya nya.


" yaa awalnya aku minat sama kayu, sejenis furniture eksterior sama interior. kataku unik aja dan belum banyak saingannya lah produk ku ini. aku masih urus urus surat mau bikin CV.?" kataku.


Kemudian aku gantian menggendong Kylie. Bergantian dengan Livia yang akan makan nasi goreng.


Kylie sedikit memandang ku. namun mungkin karena dia terlalu mengantuk jadi dia tertidur kembali di pelukan ku.


Aku merasa takjub saja, menggendong nya. Menggendong perempuan kecil yang manis ini sebagai anak ku. anak perempuan ku sendiri. Kadang aku tersenyum sendiri.


" Bulan depan aku siap membawanya dengan ku Livi." kataku Kepada nya.


" Sekalian, selepas kita melangsungkan pernikahan." kataku sambil tersenyum senang kepada Livia.


" Kamu mau kan menikah sama aku?" tanyaku kepada nya. Dia menatapku, seolah olah ingin melempar senyum nya yang di kulum itu.


" Pacar kamu?" katanya memancing keributan.


Aku menatapnya Gemas, Rasanya ingin Bertanya: "Terus om Vanus kamu Gimana kalau tau kita akan menikah.?" Namun aku hanya mengulum senyum ku sambil menciumi putri kecil kami.


****


" Hallo sayang.?" terdengar suaranya dari Ponsel ku. tak lama kemudian dia tengah sibuk berbicara dengan Danesh anak nya itu, sesekali mendengarkan Lio yang berbicara Kesana kemari di video call dengan Sakha.


Aku yang pertama mengirimi nya pesan agar bisa menelepon anak anak nya. tak begitu lama dia pun menelepon dengan panggilan video.


Entah sedang dimana dia sekarang. seperti di dekat kolam renang atau semacamnya. entahlah, aku tak ingin menayakan itu kepada nya.


" Kamu lagi dimana?" tanya ku kemudian Berbasa-basi dengan nya.


" Aku lagi di solo. rencananya mau ke Wonogiri, mau lihat kayu di sana?" katanya menjawab.


" Kayak nya ada di dekat kolam renang?" Kataku lagi.


" Eee, iya sih. Aku sama rekan ku Semalam tidur di hotel. jadi ini berenang dulu?" katanya terdengar gugup.


" Ooo...!" kataku.


" Bagaimana perkembangan persidangan Bapak, apa sudah ada keputusan?" Tanya nya dari sana.


Aku sedikit menarik nafas panjang.


" Sudah, Bapak di vonis bersalah. Dia di tuntut dengan 5tahun penjara." kataku.


" Yang sabar ya Estu, semoga dibalik ini semua kita mendapatkan hidayah dan pembelajaran." katanya. aku hanya mengangguk.


" Gimana usaha kamu?" Kataku kemudian.


" Sedikit demi sedikit lah berjalan. masih proses pembenahan dan perbaikan di sana sini." jawab nya.


" Kapan ke Jakarta lagi?" tanya ku random.

__ADS_1


" Belum tau Estu, nanti semisal Aku ke Jakarta. aku Pasti nengokin anak-anak."


" Terus, kapan kamu nikah lagi?" Kataku yang membuat nya sedikit memperhatikan ku lama. dia tersenyum.


" Secepatnya lah, kalau ada perempuan yang mau aku nikahi. Tapi gak sekarang sekarang ini. aku masih sibuk sama urusan kerjaan ku." katanya menjawab.


Aku hanya diam. memainkan sedikit rahangku perlahan.


" Sakha, Akhir akhir ini Danesh sering menginap di rumah ibu. sedangkan Lio sendirian di rumah."


" Lalu, kenapa gak ajak dia menginap di rumah ibu?" katanya memotong ku.


" Dianya gak Mau, selalu nangis kalo nginap di rumah Ibu. aku sendiri gak tega kalau ibu sendirian di Rumah. Panji Sudah tinggal di rumahnya sendiri." kataku.


" Ya gak apa-apa kalau Danesh kerasan tinggal sama eyang uti nya.." Kata nya lagi.


" Terus masalahnya Lio Kenapa?" tanya Sakha.


" Dia sering nanyain kamu kalau gak ada Danesh. terakhir terakhir ini juga aku sering meninggalkan nya di rumah berdua saja sama mbak Yuti karena aku ngikutin seminar sampai malam." jawab ku


Dia sedikit terdiam.


" Aku takut, dia akan mengalami kesulitan bicara lagi seperti kemarin. apalagi dia di rumah hanya dengan mbak Yuti yang jarang sekali bicara." kataku sedikit khawatir.


Dia sedikit menarik nafas nya.


" Ya sudah, Nanti kalau ada waktu aku ke Jakarta." katanya Sambil Menatap ku.


" Aku juga disini membutuhkan Mira. apalagi mulai Minggu depan dia sudah ikut program sekolah paket C dan aku berencana memasukkan nya di kursus salon kecantikan." katanya.


Lalu aku sama Siapa? Pikirku.


" Bagaimana dengan Erwin teman mu itu?" tanyanya kemudian. Aku hanya diam, mengingat Erwin yang baru kemarin mengungkapkan perasaan nya yang belum ku tanggapi.


" Kamu mau menikah lagi kan Estu?" tanyanya lagi.


Kemudian dia tertawa.


" Aku rasa dia baik buat kamu Estu." katanya beranggapan. aku tak menanggapi nya.


" Kalau bukan seperti dia, lelaki seperti apa yang kamu harapkan? Jangan sampai kamu tertipu sama Lelaki lagi loh.." Kata nya sambil tertawa.


" Sekarang aku cuma bisa doain kamu dapat yg terbaik. terus gantian dong ngasih doa ke aku." kata nya sambil tertawa lagi.


" Ngarep amat!" kataku sedikit ketus. dan itu membuat nya tertawa lebar.


Belum bisa aku mengganti kamu dengan lelaki lain Sakha. batin ku.


***


" Hoooo.... kesenangan banget dapat telepon dari mantan!" kataku sambil melemparkan handuk kepadanya. dia hanya tertawa sambil menatapku.


" Kesempatan banget bernostalgia sama mantan, inget ya sama yang manis manis!!" kataku sedikit kesal. dia cuma nyengir sambil berpura-pura berbicara dengan anaknya.


" Ayo sayang, berenang sama Papa." katanya mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


" Dia udah lama di kolam renang tadi.! kalau bukan sama aku, udah mengkerut kali dia di air kamu tinggal teleponan!" kataku masih kesal.


" Jadi sudah berenang nya sayang?" katanya mesra sama Kylie. Aku sama sekali tidak di respon nya.


Kemudian Dia menggendong Kylie ke ruang ganti. aku mengikuti nya dengan langkah yang masih kesal.


Dia menatapku.


" Jangan marah dulu lah, nanti aja di kamar. nungguin Kylie tidur. Gak enak berantem depan anak." katanya beralasan. Aku hanya diam.


" Coba kamu pikir, seandainya yg telpon tadi itu kamu. ngasih kabar anak kamu, terus sama istri atau pacar aku, kamu di cemberutin. gimana rasanya?"


" Masalah kamu lah!!" kata ku kesal.


" Iya sih, mau sama kamu ataupun dia, posisi aku yang salah. kalau sama dia aku di marahin kamu. Kalau sama kamu juga bakal di marahin.!"


" Padahal ini cuma ngomong masalah anak loh, bukan Masalah ranjang atau balikan!?" katanya mulai kesal.


Aku hanya diam.


Kemudian dia membawa Kylie ke restoran cepat saji dan membiarkan nya bermain dengan anak anak yang lain di kolam bola.


Kami berdua hanya saling diam satu sama lain. cuma memperhatikan Kylie yang tampak menikmati permainan itu.


Sekilas, tak ada yang aneh padanya. padahal dia tak seperti anak lain nya.


Beberapa kali Sakha mengambil Foto anak nya itu, tersenyum, berteriak atau memanggil manggil namanya.


mengarahkan pada permainan yang lain. Aku menangkap rasa bahagia nya menyenangkan anak perempuan nya itu. Nanti sore kami harus mengembalikan nya lagi ke Panti, menitipkan nya lagi kepada Maurice.


Entahlah, bagaimana nanti saja urusan pernikahan ku dengan nya. Setelah rasa kesal ku reda.


" Livia.." panggil nya kepada ku. Aku diam tak bergeming Sambil mengusap rambut anak ku ini.


Dia terdengar menarik nafas panjang dan menghembuskan nya kemudian.


" Kamu masih Marah?" tanya nya.


" Apa sih yang Bikin kamu marah?" tanya nya lagi yang tak ku respon.


" Coba sedikit flash back ke jaman dulu. saat aku sama kamu baru baru kenal dan kita punya hubungan. kamu dulu gak pernah marah kalau aku dapat telepon dari dia terus ngomong masalah anak?"


" Kenapa sekarang lain sih sikap kamu?" tanya nya lagi.


Aku hanya diam dan dia beberapa kali menarik nafas panjang.


" Coba kamu fikirkan, apa gak kasihan sam kylie yang bertahun-tahun kita titipkan ke Panti. seharusnya kan dia bersama kita.!?"


" Sama halnya dengan anak-anaku dari Estu, yang harus terpisah dari kasih sayang kami orang tuanya. wajarlah kalau Anak- ku tadi meminta perhatian dari ku.


" Sebelum aku bilang mau mengasuh Kylie pun, tadinya aku berencana mengasuh Lio bersama ku." katanya yang tak ku tanggapi.


Dia diam sendiri akhirnya, mungkin karena kesal dengan ku Atau apa.


Sesampainya di hotel, dia meminta Kylie yang Tengah tertidur berada di pelukan ku. Dia menggendong nya, sepanjang jalan menyusuri lorong menuju kamar. tak sedikit pun dia berbicara dengan ku. Tampaknya dia yang jadi kesal. Aku yang masih kesal dengan nya jadi salah tingkah sendiri.

__ADS_1


__ADS_2