Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
Episode 73


__ADS_3

" Ya memang seharusnya kita gak seperti ini Ay?" kataku Kepada nya yang duduk disebelah ku.


" Kamu sudah punya Linggar, Dan aku pun masih terikat dengan nya?"


" Apa coba yang bisa kita lakukan sama hubungan ini... apa yang kita harapkan?!" kataku Kepada nya.


" Tolong lah, kamu pertahankan Linggar. balik sama dia. Aku tuh..??" kataku terhenti.


" Aku apa mas!?" tanyanya sambil memandang ku.


" Aku gak lebih baik dari Linggar mu itu, Kamu sama aku cuma?" Kataku terhenti lagi sambil menatap matanya yg mulai berkaca-kaca. Dia tampak memalingkan wajahnya dari ku.


" Aku yang salah Ay, Aku yang diam diam suka sama kamu, dan merespon perasaan kamu ke aku. aku sadar kemarin aku Kesepian?" kataku lirih.


" Cuma karena kesepian mas??" katanya


" Aku loh beneran ke kamu dan kamu cuma anggap aku sebagai pelarian dari kesepian mu itu?" katanya terlihat kesal. aku hanya diam.Dia mulai mengusap air matanya.


" asal kamu tahu aja, aku tuh nungguin kamu Buat ajak lari aku tapi kamu milih Diam.!!" katanya.


" Ngajak lari gimana?? kamu kan sudah di ikat sama Linggar. Apa pantas kamu aku ajak lari sedangkan aku berhubungan baik sama keluarga kamu!!" Kataku sedikit kaget.


" Aku mikirnya bukan cuma kamu Ay!, Aku mikirin gimana kerjaanku, Usaha ku yg baru di rintis. aku Mikirnya ke banyak hal!!" kataku sedikit jelas kepada nya.


" Sudahlah, baiknya kita saling mengiklaskan. merelakan untuk yang terbaik.!" kataku kepadanya.


Dia hanya diam menatap ku.


" Aku ingin kamu bahagia dengan Linggar !" kataku.


" sebentar lagi kamu akan menikah, kamu harus fokus kepernikahan kamu itu. lupakan aku, aku disini cuma ada karena urusan bisnis sama keluarga mu." kataku.


" Maafkan aku Ay, atas semua yang sudah terjadi dan yang sudah ku perbuat sama kamu dulu?" kataku pelan.


" Lupain kalau kita pernah punya perasaan dan Hubungan."


" ini salah, kita, aku yang salah. Maaf." Kataku berbicara di samping nya yang memalingkan mukanya.


Dia hanya diam Dalam tangisnya itu. terdengar lirih, Aku memegang tangan nya. sekali lagi mengucapkan kata maaf sebelum akhirnya kami saling meninggalkan.


***


" Loh, anak siapa ini Mira??" tanyaku heran kepada nya. Dia menatapku.


" Anaknya Aa Sakha lah mbak. anaknya siapa lagi emang??" katanya sambil sedikit tertawa kecil.


dan aku masih menatap keduanya penuh dengan rasa heran.


" bukannya anak mas Sakha itu laki-laki??, dua duanya laki-laki." tanyaku heran.


Mira hanya tersenyum kepadaku.


" Iya mbak, anaknya Aa dari Mbak Estu memang semuanya laki-laki.?" jawabnya.


" maksud kamu apa.??" tanyaku semakin heran.


" Ini Anak nya Aa dari Cece Livia?!" jawab nya.


Perkataan nya tadi seakan meruntuhkan segala perasaan dan Harapan ku terhadapnya. Aku menarik nafas ku.


aku tak menyangka, jika Mas Sakha memiliki anak dari perempuan lain juga. Ternyata dari perempuan itu. pacarnya yang pernah mendatangi nya dulu.


Rasanya ingin menangis, tapi tak mungkin Jika aku menangis di hadapan Mira tiba-tiba.


Aku terdiam untuk beberapa saat. itu kah maksud dari ucapannya kemarin kepadaku?


Jadi selama ini aku juga dibohongi oleh Sakha.


mungkin aku berselingkuh dari Linggar. tetapi dia juga berselingkuh dari pacarnya itu. diam-diam dia mempunyai anak yang disembunyikan dariku.


mungkin sebenarnya Dulu mereka sudah menikah, dan berpisah hanya untuk sementara.


Dan Mungkin ini maksudnya, jika aku hanya dijadikan sebagai pelampiasan dan mengisi Rasa sepi nya.


Rasanya sangat kesal, terlebih melihat Gadis kecil dihadapanku ini.


Wajah mas Sakha terukir jelas pada raut mungil nya.


" Namanya Kylie mbak. Keponakan ku ini sedikit berbeda dari yang lain. sedikit istimewa." kata Mira kepadaku aku hanya menatapnya.


" Maksudnya, emang kenapa dia?" tanyaku.


" Dia dari kecil punya kelainan jantung mbak. ketimbang Lio atau Danesh. Aa spesial banget sama Kylie?" jawabnya.


" itu Aa, cari Pengasuh satu lagi untuk membantu saya di sini untuk Kylie.


" Pengasuh nya yg satu iman sama Kylie. Mama nya Kylie, kan non muslim mbak." cerita nya.

__ADS_1


Aku makin terkejut dibuat nya.


" Terus, kenapa Mama nya saja yg ngurus Dia?" tanya ku.


" Mama nya Cece Livia juga sakit sakitan mbak. sekarang ada di Jakarta. di Rumah Sakit Kanker."


" Cece Livia anak tunggal, jadi harus merawat mamanya." jawab ya.


Aku hanya diam, sesekali melihat Gadis kecil itu yang sedang asyik menggambar.


" kebiasaan Kylie hampir sama dengan kakaknya Danesh, yg suka menggambar?" katanya sambil membenahi krayon yang berantakan.


Semakin lama semakin kesal dan merasa sia sia perasaanku selama ini terhadap mas Sakha.


Percuma, dan Sepertinya Aku bodoh sekali kemarin.


" Terus, Mas mu menikah sama Mama nya dia ??" kataku sambil menatap nya.


" Sesuai keyakinan Cece mbak, tapi Aa bilang kalau gak mau pindah ke agamanya Cece." jawab nya yang mengejutkanku... Berarti?? pikirku kemudian.


" Apa mereka sudah menikah lama?" tanyaku sekali lagi dengan hati hati.


" Kata Aa.. mereka dulu pernah nikah siri tapi Pisah lalu ketemu lagi sekarang terus nikah Gereja.!" katanya.


" Kapan?" tanyaku.


" Bulan kemarin Mbak." katanya sambil menatap ku lekat.


Aku semakin kaget karena nya. Antara percaya ataupun tidak terhadap Sakha .


Tak butuh waktu lama. Aku Segera berpamitan kepada Mira.


***


Sepulang nya dari bekerja, aku kembali memikirkan kejadian tadi siang. memikirkan perkataan Mira tentang Sakha.


Aku masih tidak menyangka jika Dia memiliki wanita lain selain istrinya itu.


Dan Aku rasa, umur Anak keduanya dari istrinya itu, Hampir sama dengan Gadis kecil yang bernama Kylie Tadi. Apakah itu berarti jika Dia?


Jadi Selama ini Dia?? Pikirku sesak menerka, dan menganalisa serta merunut kejadian yang bukan urusan ku ini.


Tak lama kemudian, pintu kamar ku di ketuk. aku menatap jam yang berada di dinding, sudah pukul sepuluh malam. Siapa yang datang pikirku sambil membuka pintunya.


" Mas Linggar, ada apa?" kataku Sedikit heran menatapnya yang terlihat seperti mabuk.


Dia masuk kemudian, aku hanya diam.


Mulut nya bau alkohol. aku yakin kalau dia memang mabuk.


" Kamu mabuk ya mas?" Tanyaku.


" Enggak, aku tadi cuma minum sedikit. nemenin si Satrio, kan besok dia mau nikah. kayak kita??" katanya sambil tertawa.


Aku jadi jijik melihatnya. apalagi matanya yang terlihat berat serta sedikit memerah.


" Kamu tadi kesini sama siapa mas?" tanya Ku padanya


" Ya sendiri lah, masa mau rame rame." katanya semakin melantur.


" Mana kaos nya, sekalian aku numpang mandi yaa." katanya. Aku hanya diam.


Ketika dia sudah membuka bajunya itu, dia mendekati ku. Bau alkohol tercium sangat tajam dari mulutnya itu.


" Dek..mandi bareng aku yuk." katanya sambil memegang bahu ku.


" Apa apaan sih mas,?" kataku sambil mendorong nya.


tapi dia malah memeluk tubuh ku.


" Kan kamu bakalan jadi istri ku dek, Sudah Boleh kalau aku test Drive sedikit." katanya sambil menahan ku.


Aku sedikit meronta, dan mulai panik menghadapi nya.


" Mas... mas.. mas, lepasin mas. aku gak mau!?" kataku sambil meronta, melepaskan tangan nya itu.


" Kenapa sih gak mau, kan kita akan menikah.!" katanya sambil berusaha mencium ku, Aku terus menghindar.


" Kamu mabuk mas, kita gak boleh seperti ini kalau belum sah!!" kataku sambil mendorong tubuhnya itu.


" Kan sebentar lagi Lo dek, cuma tinggal sebulan lagi kita menikah. masa iya aku harus nungguin terus?"


" Ayolah dek, dikit aja.?" katanya sambil meremas payudara ku.


Sontak aku berteriak dan meronta-ronta, ketika dia semakin liar terhadap ku.


Brakkkk!!!! Suara pintu yang di dorong terdengar sedikit keras. Mas Sakha muncul dari balik pintu.

__ADS_1


" Ada apa ini!!" katanya terdengar jelas. Aku menyembunyikan wajah ku. Aku merasa malu terhadap nya.


Kemudian Linggar mendekati nya.


" Biasalah mas, ini urusan antar kami berdua. dia memang seperti itu pada awalnya.!" katanya sambil menunjuk ke arahku.


Mas Sakha tampak memperhatikanku. kemudian dia malah merangkul pundak Linggar.


" Gak gitu caranya Linggar, sekarang kamu mabuk." katanya.


" Aku nggak mabuk kok Mas, aku masih sadar. Buktinya Aku kesini naik motor tidak jatuh atau kecelakaan?!" jawabnya sambil cengengesan.


" Maksudnya aku, caranya nggak seperti ini, Gak harus pakai kekerasan.?" katanya terdengar pelan.


" Loohh... dia calon istriku lho Mas!! sebulan lagi kita menikah masa Kalau cuman test drive nggak boleh sih?" katanya.


Mas Sakha terdengar sedikit tertawa.


" Iya memang, itu urusan kalian. mau tes atau enggak? tapi sekarang dia kayaknya nggak mau sama kamu!?" kata Mas Sakha sama mas Linggar. Dia sedikit melirik kepadaku.


" Kenapa harus nggak mau, dia itu bakal aku nikahi bulan depan apa salahnya sih Mas.?!" kata Linggar terdengar ngeyel.


" Yaaa... salahnya karena dia nggak mau sama kamu sekarang, maksudnya belum siap sama kamu?"


" Loo... belum siap apa lagi??! Apa kurangnya aku sama dia? semuanya udah aku turutin, kok dia masih belum siap!?" katanya semakin ngelantur kemana-mana


Mas Sakha hanya tersenyum sambil merangkul pundak Linggar kembali.


" Maksudnya bukan nggak siap mau kamu nikahi, maksudnya dia belum mau melakukan nya.!"


" Mungkin Belum mau melakukannya sama kamu sebelum menikah Linggar!?" katanya terdengar menjelaskan.


" Laah kok Mas bisa tahu, kalau dia maunya abis nikah sama aku Kenapa??!" katanya semakin menjadi.


" udah udah udah udah, sekarang kamu pulang dulu tenangin diri kamu. mandi besok kamu ngomong Lagi Sama Ayu.?!" katanya sedikit tertawa kesal.


" Kalau diteruskan omongan Ini makin menjadi kemana-mana, bikin kamu salah paham sama aku.?" katanya kepada Linggar


" Gimana gak salah paham lho Mas, kamu bisa tahu kalau dia itu enggak mau sama aku. nggak mau aku sentuh sebelum menikah!?"


" kamu pernah Jadi pacar nya dia juga apa!!" katanya terdengar marah.


" Bukan seperti itu Linggar?, aku cuman meluruskan kalau ini tuh belum baik dilakukan sebelum menikah??"


" ya kan bulan depan kita menikah Mas Kenapa dia nggak mau.!" kata Linggar dengan pertanyaan mengulang-ulang.


Mas Sakha hanya tersenyum Menghadapi nya.


" Kamu Jangan berpikir macam-macam sama aku Linggar?, aku sama dia Cuma sebatas biasa saja. dia udah aku anggap sebagai adikku. wajar kalau aku berkata seperti itu.


" Enggak berarti aku punya hubungan sama dia.!" katanya menjelaskan


kemudian terdengar Linggar tertawa dengan sinis.


" Hahaha, apa Iya kalian memang benar-benar enggak punya hubungan? aku nggak yakin!!" katanya terdengar curiga


Mas Sakha menatap Linggar dengan Tatapan yang sedikit ter tersudut.


" Aku sudah menganggap Ayu sebagai Adik! kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu? Linggar kamu juga adik bagiku!" katanya


" Aku Iki udu dulurmu!! gak usah ngaku-ngaku!!" katanya terdengar marah.


Tak lama kemudian Mas Bandi datang bersama Mbak Asih, Mbak asik langsung mendekatiku.


" Linggar Ada apa ini? wis bengi kok ribut-ribut!!" katanya kepada Linggar.


linggar hanya diam dan sedikit tertunduk di hadapan Mas Bandi.


" Kowe Mletre, Kowe mabuk ya Linggar!! apa-apaan sih Kowe!?" kata Mas mandi terdengar marah terhadap Linggar.


kemudian terdengar Mas Sakha sedikit menceritakan kronologi yang kualami tadi kepada Mas Bandi.


kemudian Mas Bandi sedikit melotot menatap Linggar.


" Kamu ini pancen mabuk, ngomongnya ngelantur. jadi ke mana-mana!!"


" Enggak ada hubungannya Sakha suka sama Ayu sama tindakanmu tadi yang dicegah oleh Sakha.!"


" Kamu harusnya mikir, kamu itu Siapa, keluargamu Bagaimana!? kalau kamu cacat, perbuatanmu cacat yang malu itu bukan cuman kamu, tapi keluarga besar kamu juga!?" kata Mas Bandi marah.


" Benar kamu itu akan nikah sama Ayu sebulan lagi, tapi nggak gini caranya pakai minta test drive segala kamu pikir Adikku itu mobil!!"


" Nggak pantes Linggar kamu melakukan itu sama Ayu, walaupun seumpama Ayu itu mau melakukannya sama kamu sekarang!!"


" Apa sih susahnya nunggu sebulan lagi?? sudah ada Jalan yg mudah, malah carinya jalan yang susah- pakai mabuk-mabuk segala.!!"


" Apa sih susahnya nunggu sebentar lagi, apa sih susahnya sabar cuma sebulan lagi!"

__ADS_1


kata Mas Bandi terdengar menasehati Mas Linggar sambil sedikit marah.


Kemudian Mas Linggar meminta maaf sambil menyalami Mas Bandi, menatapku sebentar lalu kemudian pergi.


__ADS_2