
Kata katanya yang barusan keluar itu jujur membuatku merasa sakit hati dan ingin menangis.
Bagaimana Mungkin dia tega mengatakan hal seperti itu tadi secara gamblang.
aku jadi merasa Apa yang dilakukan selama ini terhadapku adalah kepura-puraan.
Aku sakit Bangsat!!! umpatku dalam hati.
Aku menatapnya tajam dan sengit. lantas aku mendekatinya dengan mata yang sedikit berkaca-kaca. seketika hidungku terasa pedas tapi aku menahan nya. Aku menelan ludahku.
" Dengar Ya Estu! sekalipun Aku nggak pernah minta kamu untuk menghargai aku!!'
" Aku enggak pernah meminta kamu datang saat ibu aku meninggal ataupun Bapak aku meninggal ataupun siapapun keluargaku yang meninggal!!"
" Bahkan jika aku nanti mati, aku nggak pernah memintamu untuk hadir di pemakaman ku.!!"
" Kamu itu perempuan berhati apa sih!?"
" Kenapa Aku bisa Sebegitu jatuh cintanya dulu sama kamu!?"
" Atau memang benar, Dugaan kamu kalau aku memandang kamu itu cuman dari harta dan jabatan.!?"
" Tampa itu Mungkin kamu tidak akan dipandang sama laki-laki?" kata ku sengaja mengejeknya.
" Cukup sulit buat aku untuk menghadapi wanita seperti kamu!!"
" Aku lembut kamu injak, aku kasar kamu maki.!"
" hahaha.... untungnya sekarang kita sudah nggak punya hubungan apa-apa lagi." kataku puas.
" Coba kamu putuskan sekarang! anak-anak Kamh bagi bagaimana Semestinya?!"
" Akulu nggak Mau kalau semuanya Diasuh sama kamu. salah satu harus ada yang ikut dengan Aku?"
" ingin tahu sih Seperti apa anak hasil didikan kamu nantinya.!?"
" Mungkin salah satu dari mereka yang ikut aku nantinya pendidikan nya tidak akan setinggi anak yang dididik oleh kamu tapi setidaknya anak yang dibawa aku itu akan lebih menghormati dan berperasaan dalam menghargai seseorang atau orang lain tidak seperti mamanya.!!" kataku kasar sambil menunjuk nunjuk ke bawah.
" tidak ada seorangpun dari mereka yang ikut kamu!" katanya sambil berteriak keras.
" Terus sekarang maunya kamu apa Haahh!!!" kata aku keras setengah berteriak kepadanya.
" aku begini salah, begitu salah! apa kamu pengen aku mati biar kamu nggak bisa nanti nggak ada sesuatu yang bisa kamu tuntut dari aku?".
__ADS_1
" Kayak orang psyco kamu lama-lama!!" kataku membalasnya.
" Kalau kamu punya masalah sama orang lain, janganlah melimpahkan kemarahan kamu itu sama orang terdekat kamu.!"
" Lama lama kamu itu mirip Bapak kamu ya!? culas dan jahat?!" kataku sambil mencibirnya sinis
Estu hanya diam. tatapannya tajam, nanar kepadaku.
" Apa!!" kataku sambil mendongakkan wajah ku padanya.
" Kayak kamu menjadi manusia paling baik aja di dunia, mungkin kamu itu lebih sopan santun daripada aku tapi kelakuan kamu tuh b******* b******!?" katanya terdengar marah-marah.
" oh aku b******* aku b****** Kenapa masih mau aku ajak nikah dulu?!. Kenapa masih mau aku En*** kamu Kemarin!?" kataku.
Dia melotot melihat ku. Aku tertawa sinis kepadanya.
" Kamu gak nyadar kalau kamu itu maksa, mau kasar atau halus kamu tuh selalu maksa sama aku.!?" katanya kesal.
" Semoga Saja kamu nggak murahan sama laki-laki lain!" kataku tajam menyindirnya.
" Binatang kamu?!" katanya marah-marah. aku hanya tersenyum sinis sekali lagi kepadanya.
terdengar suara Tangisan Lio yang menghampiriku.
dia berteriak memanggil pengasuhnya anak-anak namun tak kunjung datang. aku bermaksud untuk menggendong Lio dan menenangkannya.tetapi Estu langsung menarik Lio dari gendonganku.
Estu semakin menggila dan berusaha melepaskan tanganku. dia meraih Lio berkali-kali dan aku merasa jika itu membuat nya kesakitan karena perbuatan Estu aku mendorongnya sekuat tenaga sampai dia jatuh tersungkur.
" Estu!! kamu sudah gila!?" bentak ku. aku menatapnya heran.
" Ini sebenarnya masalahnya apa sihhh? kok jadi ke mana-mana?!" kataku keras.
" Masalah sepele kok jadi besar kayak gini. Kamu teriak-teriak orang gila dan enggak waras. istighfar Estu!" kata Ku keras. suara tangis Lio yang terdengar semakin membuatku merasa pusing. rasanya aku ingin membentak nya juga, perasaanku kesal.
Namun saat aku menatap matanya yang berair itu hatiku menjadi semakin terasa sakit dan merasa terenyuh.
Aku mencium nya dengan sedikit meneteskan air mata aku menelan ludah berkali-kali, menahan rasa sakit di dadaku, menahan rasa sedih yang tak terkira.
Aku Bagaimana hukumnya sambil berusaha menenangkan Arcelio, mengelus-elus punggungnya.
" Aku salah apa sih Estu?" kata ku dengan suara yang bergetar menahan tangis. aku lantas menarik nafasku panjang.
" Aku cuma ingin menyenangkan anakku karena aku akan pergi meninggalkannya lagi?"
__ADS_1
" aku cuma pengin gendong Dia, buat Dia merasa tenang dan senang saat ada didekatku, karena aku sadar waktuku nggak banyak buat dia, buat mereka.?"
" Aku cuma laki laki yg miskin dan bodoh Estu, aku gak tahu caranya mendidik anak secara modern seperti kamu?"
" masalahnya sih kamu ngasih tahu secara pelan dan baik-baik tanpa harus mengungkit masa lalu aku.!" kataku bergetar sambil mengusap air mata di pelupuk mataku itu.
" Apa salahnya aku sih Estu, kamu selalu tidak pernah menganggap perbuatanku itu baik.!"
" jika pun aku salah tidak pernah kamu tegur aku secara baik-baik atau memberitahuku cara yang lebih baik daripada cara ku ini."
" Aku cuma gak pengen kehilangan momen sama anak-anak selagi mereka masih kecil, selagi mereka masih bisa dekap. selalu mereka belum memanggil lelaki lain dengan sebutan Papa!" kataku sambil menangis.
" Aku salah apa Estu?" kataku bergetar sambil tersedu-sedu. Arcelio ku dekap, dia juga masih menangis
" Aku cuma gak siap ngadepin masa depan tanpa kamu Sakha?"
Kata nya yang tak ku duga duga. aku menatapnya heran dan sedikit bingung.
" Aku gak pingin ada orang lain yang mengusik kehidupan aku sama kamu meskipun kita sudah nggak bersama?!"
" Aku nggak pingin anak-anak selalu Nanyain kamu kalau kamu sudah pergi!"
" Aku cemburu sama cara kamu membahagiakan anak-anak.!" katanya terdengar sedih.
" Dan aku nggak pengen kamu selalu mengungkit kejadian masa lalu yang pernah kamu lakukan sama aku?" katanya sambil menatap ku.
" Apa kamu beneran nggak tahu atau nggak peka apa saking bodohnya gak ngerti apa yang aku perbuat sama kamu Sakha!!?" katanya kesal sedikit geram.
Aku semakin bingung Dan mengusap cairan kental yang keluar dari hidungku.
" Aku masih ngarepin kamu Sakha, aku rela kamu berbuat seperti itu karena aku masih cinta sama kamu!?" Katanya.
Seperti ada rasa sesak Dalam dada yang terbongkar karena kata-katanya. Aku menatapnya sambil berjalan lalu memeluknya erat-erat sambil menangis.
" Aku masi cinta sama kamu Sakha! Aku menyesal bercerai sama kamu Dan sekarang aku nggak tahu harus berbuat apa Saat tahu kamu sudah menikah sama dia! aku nggak pengen kamu tinggalin, aku cinta sama kamu aku butuh kamu di Hidup aku?!" katanya sambil terisak-isak.
Aku membelai rambutnya, mencium nya sesekali. selalu selalu membuat keributan katakan apa yang sebenarnya ada di hatinya. Estu, Kamu perempuan yang unik buat aku. Aku cinta kamu. kamu selalu membuatku bergairah dan emosional saat menghadapi kamu.
Aku mencium keningnya, pipi dan Bibir nya yang merona. aku mencium nya Hangat Berbalas dan menggairahkan. Gairahku Seketika bangkit.
Namun ada Lio yang masih di gendongan ku.
Aku menatapnya, kami saling menatap dan kemudian saling tertawa satu sama lain.
__ADS_1
Aku mencium nya kembali. Seperti dulu, Estu selalu tepat memegang sesuatu dan membelainya.
Damn!!! I want make in love with Her.🥺😳