
" Lohh.. mana Mbak asih?" tanyaku kepada Ayu yang baru saja keluar dari toilet umum di SPBU ini.
" Dia lagi mual mual mas. Kayak nya mau muntah?" jawab nya sambil duduk di samping ku.
" Kok kamu tinggal?" katanya.
" Dia yang suruh tadi?" jawab nya.
" Engga kamu tawarin kerik?" kataku. Dia hanya menggeleng.
Ketika aku sedang mencoba menghidupkan musik berbarengan dengan dia yang hendak mengecilkan AC mobil. tangan kami bersentuhan. kami saling menatap.
Sekalian saja, Aku beranikan memegang jemarinya itu.
Dia hanya diam.
" Ay.. Mungkin ini terakhir kalinya aku pegang jemari kamu.?" kataku.
" Terima kasih ya Pernah mengisi hati aku, terima kasih kamu sudah mau mampir di hidup aku. Aku minta maaf. maaf kalau selama ini perbuatan aku banyak salahnya ke kamu.?" kataku.
" Aku ingin kamu setelah menikah mendapatkan kebahagiaan yang lebih hakiki. selama ini aku memberikan kebahagiaan yang terbatas sama kamu.?"
" awalnya juga aku nggak yakin, Apakah aku beneran suka sama kamu atau hanya iseng ingin tahu kamu?"
" tapi ternyata, memang perasaan gak bisa dibohongi meskipun kamu seperti adik buat aku, tapi aku cinta sama kamu. seperti halnya laki-laki terhadap perempuan yang sudah dewasa.?"
" Jika seumpama kita bertemu tidak telat, mungkin hari ini yang menikah adalah kamu sama aku. bukan kamu dengan linggar?" Kataku.
" Nanti setelah menikah, inginnya aku, kita tetap berhubungan baik. tanpa melibatkan perasaan dan hal yang pernah terjadi.?" kataku lagi. kemudian aku mencium jemarinya itu.
Dia tampak seperti akan menangis. dia terlihat sedikit gusar.
" Mas, aku juga ngerasa ini berat buat aku. aku beneran belum siap. tapi keluarga nya dan keluarga ku terus menekan untuk menikah?" katanya.
" Sekarang jalan satu-satunya ya hanya kamu hadapi, Bismillah untuk awal yang baik.?" kataku. dia menatapku Lekat. rasanya matanya mengatakan sesuatu.
Sesaat kami Menatap ke sekeliling. belum juga tampak mbak asih yang mau datang. mobil memang ku parkir menghadap tembok batas.
entahlah, aku masih berani untuk menciumnya. dan dia masih membalas ciumanku dengan hangat.
Rasanya ini gila. aku seperti mencuri Cake pernikahan seseorang dan memotongnya sebelum Cake tersebut dipotong oleh sang pengantin.
Kami saling bertatapan mengisyaratkan. jika tidak bersama dengan mbak Asih. mungkin kami akan berhenti di penginapan.( maaf, Otak mesum ku berjalan. 🤯)
**
" Ay, sudah sampai?" kataku padanya pelan. Sudah sejak tadi dia tertidur. ketika sudah seperempat Perjalanan menuju Rumah nya.
Ayu terbangun, kemudian dia membangunkan mbak Asih. tak begitu lama kami sudah sampai di pelataran. Kedatangan kami di sambut oleh keluarga nya yg sudah berkumpul.
Setelah berbasa-basi dengan yang lain, aku dipersilahkan untuk istirahat. Ayu datang sambil membawa segelas kopi.
Aku tersenyum kepadanya.
" Loh bukannya istirahat kok malah repot-repot bikinin aku kopi?" kataku. dia tersenyum
" yang Lain Masih pada sibuk mas, jadi nggak ada yang layanin tamu?" katanya. aku kembali tersenyum.
memang keadaan sepertinya Riuh. dalam rangka mempersiapkan pernikahan Ayu.
sudah ada beberapa orang yang sedang sibuk memasang tenda.
bau asap dari kayu yang terbakar juga tercium, sepertinya Ibu sedang mempersiapkan sesuatu di dapur.
Dalam hatiku pun ingin rasanya, merasakan pernikahan seperti ini. semua keluarga berkumpul mempersiapkan danmemasak ini dan itu. terdengar selamat pagi ibu-ibu yang bergosip sambil mengupas bawang ataukah tawa bapak-bapak dengan jokes receh nya. atau mungkin sekumpulan anak muda yang bermain poker atau domino pada malam harinya.
itu semua kenangan yang pernah aku dapat ketika masih hidup di kampung sebagai bujang yang biasa.
Aku teringat kembali saat aku menikah dengan Estu, hanya keluarganya yang datang di gedung pernikahan ku kala itu. hanya teman nya Estu dan kenalan mertuaku dulu yang datang.
Hanya abah dan Ambu, teh nyai dan Elis yang datang. itupun juga pas hari H nya.
Bahkan saat menikah dengan Livia, aku hanya berdua dengan Mira yang sebagai saksi di gereja.
Resepsi pernikahankuTidak manis, tetapi perjalanan pernikahanku sangatlah manis.
Aku mencintai dan menyayangi kisah pernikahanku itu.
" Mas kalau capek tidur aja?" kata Ayu yang membayarkan lamunanku tersebut.
aku menatapnya dengan mata yang terasa berat karena mengantuk. aku mengangguk, Kemudian aku bertanya di sebelah mana aku bisa beristirahat.
Lalu aku mengikutinya berjalan keluar Rumah. kami menuju sebuah rumah kecil di belakang rumahnya itu.
cara orang menyapa Ayu dan dia membalasnya dengan senyuman dan jawaban menggunakan bahasa Jawa. aku juga hanya tersenyum tidak mengerti.
" Rumahnya siapa ini Ay, kok kayaknya kosong?" tanyaku.
" ini Bapak membuatkan rumah untuk Mas Dwi, almarhum kakak ku pas mau nikah mas?" jawabnya.
" Owh, kamu pernah punya kakak?" tanya aku kepadanya dia hanya mengangguk kecil.
" lima tahun jarak usia nya sama aku." katanya.
" 1 bulan mau menikah, Mas Dwi malah kecelakaan dan meninggal.?" katanya sedikit sedih.
Aku hanya diam.
__ADS_1
" ini Mas Bandi juga tidur di sini, itu barang bawaannya?" kata ayu Sambil menunjuk di sebelah kamar Buat ku itu.
" Nggih Mas, kopi lan jajan isikna ning kene?" katanya pada seseorang yang membawa nampan berisikan kue dan kopi milikku.
" Kalau mau mandi di sana kamar mandinya ya Mas?" katanya sambil menunjuk.
Lalu aku berjalan-jalan untuk melihat ke sekeliling rumah. ada beberapa orang yang sedang merapikan kayu bakar. sepertinya memang pesta untuk Ayu akan berjalan mewah.
" Rame banget ya Ay yang mau mau bantuin pernikahan kamu di sini.?"
" semua pada datang pada bantu." kataku.
" namanya di kampung Mas masih pada rukun,masih Guyub.?" jawab nya.
**
setelah Ayu pergi meninggalkanku aku langsung membuka baju dan celana panjang yang kukenakan tadi bermaksud untuk menggunakan celana pendek dan sarung saja.
" Mas kalau maj makan nanti ke rumah saja kalau enggak aku siapin di atas meja ya?" kata Ayu tiba-tiba sambil melongok ke dalam kamar.
Aku kaget dan reflek menutup pinggangku dengan sarung. dia menatapku Geli.
" Maaf aku gak tau mas?" katanya sambil tersenyum
" Aku pikir kamu sudah benar-benar pergi tadi, kebiasaan juga aku buka-buka juga sembarangan, maaf?" kataku. kamu berdua saling tertawa
" Iya nanti, Aku ambil sendiri. aku mau tidur dulu?" jawab ku. dia mengangguk lalu pergi.
" Mas, kamu kalau mau mandi?" katanya lagi Yang mengagetkanku yang sedang menggaruk area vital ku. aku menatapnya sambil sedikit malu.
" Astaga... kamu !" kataku sedikit keras. dia kembali tersenyum dengan Tatapan yang sedikit lain.
harusnya dia sih malu, aku juga harusnya begitu tapi mungkin karena kami sudah saling mengetahui satu sama lain?
" Kenapa kalau aku mau mandi Emang kamu mau mandiin aku?" kataku bercanda.
" Kamu mau!?" katanya meng Skak mat aku. mataku sedikit melotot Kepada nya.
" Ayu, Nggak enak kalau ada yang denger. jangan sembarangan ngomong lah?" kataku.
" Siapa yg mulai?" katanya. aku hanya diam.
" Nanti kalau mau mandi sabunnya ada di kresek hitam yang di gantungin itu lho Mas?" katanya. Aku mengangguk.
**
Aku sedang makan ketika terdengar suara ribut-ribut dari rumah utama Ayu.
" Ada apa ? pikirku.
memang sebelum maghrib tadi aku terbangun dari tidur, aku duduk sambil merokok dan minum kopi sebelum memutuskan untuk mandi.
baru di pagi hari pas acara di hari H nya. keluarga besarnya akan datang iring-iringan.
aku melirik jam, masih pukul 8 malam. ingin rasanya aku ke sana tapi sepertinya itu bukan urusanku.
Tak lama kemudian terdengar suara Pak Bandi memanggil namaku berkali-kali. Ada apa ini pikirku lagi sepertinya genting.
Apa mungkin hubungan ku dengan Ayu terbongkar atau tadi seseorang mendengarkan percakapan kami yang ditanggapi secara serius.
aku merasa tiba-tiba menjadi pucat, bisa mati aku disini pikirku. jika yang ku duga benar.
" Mas Sakha... mas...mas?" teriak Pak Subandi kepadaku.
" Ada apa pak!!" tanyaku panik.
" tolong sekarang Cepat ke sana mas, ada anak buah Pak Kapolres yang nyariin Mas?" katanya.
aku sedikit bingung dan semakin panik karena ucapannya tersebut.
" Ada apa ini pak? saya apa hubungannya?" kataku.
" pokoknya Mas cepat sekarang ke sana.!!" katanya setengah berteriak.
aku sangat kaget karenanya. karena selama ini, baru sekali ini dia berteriak seperti itu kepada aku.
kemudian aku buru-buru mengganti kaos yang kukenakan. dan berjalan mengikutinya.
Semua orang tampak memperhatikan kedatanganku, anak buah Pak Kapolres sedang meringkus Linggar dan sebagian temannya termasuk Hakka.
sepertinya tangan mereka sudah terborgol dan berada di balik ketiak si polisi.
aku menatapnya heran dan bertanya-tanya.
" Ada apa ini pak!?" tanya aku.
" selamat malam Pak Apa benar bapak yang bernama Pak Sakha pemilik CV Adhiban furniture yg terbakar tersebut?" katanya.
" Iya benar saya Sakha? Ada apa ya pak?" tanya aku bingung.
" Maaf pak, sesuai penyelidikan kamu menetapkan saudara Linggar dan kawan-kawan sebagai tersangka pembakar CV Bapak dengan sengaja!?" katanya yang sedikit membuatku kaget. aku menatap Linggar dan Hakka yang tampak meringis.
dengan sekuat tenaga aku menonjok Linggar sebelum yang lain menahanku. aku sangat marah terhadapnya Kenapa dia tega berbuat seperti itu kepadaku.
jika kesalahanku terhadap Ayu yang diketahuinya mengapa tempat usahaku yang dibakar bukan aku saja pikirku.
keadaan menjadi riuh Aku mengumpat dan berkata kasar kepada keduanya.
__ADS_1
" Sabar Pak jangan main hakim sendiri, semuanya akan kami bawa ke kantor polisi dan kami proses?" kata Pak polisi itu.
Pak Bandi dan lainnya berusaha sekuat tenaga menahan ku.
" GUE SALAH APA SETAN!!, KALAU LU BENCI SAMA GUE, LU HARUSNYA BERANTEM SAMA GUE BUKAN TEMPAT KERJA GUE LU BAKAR!!"
kataku marah marah sambil terus mengumpat dan berkata kasar.
" Maaf Mas saya khilaf." kata Linggar Seperti menyesal.
" KHILAF T**!!! LU TAU BERAPA BANYAK KERUGIAN YANG GUE TANGGUNG GARA-GARA PERBUATAN LU ANJ***!!" kataku tanpa berpikir tata Krama lagi.
" Iya mas, saya Salah. Saya minta maaf. Tapi tolong saya Besok saya menikah?" katanya memohon.
dengan cepat aku menggelengkan kepala ku.
" MAAF, GUE NGGAK BISA NOLONGIN LU. SEPERTI CV GUE YANG HABIS LU BAKAR!! NGGAK ADA SATU PUN YANG TERSISA!!" kataku.
" Mas Sakha, tolong mas. Semuanya mau saya ganti tapi Biarkan saya menikah dulu.?" katanya memohon.
Aku masih menatapnya sengit.
Semua orang memandangku.
" Mau gue maafin lu sekarang pun itu enggak akan membuat lu lepas dari tangan polisi ngerti!! prosesnya tetap berjalan setelah lu ditangkap tau.!!" kataku sedikit melunak.
" gua nggak bisa mutusin lu bebas sekarang atau besok. gua ikutin aturan hukumnya!!"
" masalah kawin itu urusan keluarga lu sama keluarganya Ayu, bukan gue!?" kataku sedikit keras.
" maaf pak, saya bawa mereka?" kata pak polisi kepadaku sambil membawa Linggar dan kawan-kawan.
masih terdengar suara Linggar yang memohon-mohon kepada aku, dan berteriak memanggil Ayu. meminta belas kasihan kepada kami semua yang menatapnya. menyedihkan sekali dia, pikirku.
" Mas saya minta...?? Baakkbaakkk!! suara tinju ku di perutnya.
Saat Hakka melintas di depan. ku sebelum dia selesai mengucapkan kata maaf, aku dua kali memukul perutnya dengan keras sehingga kembali terjadi keributan.
aku ditahan oleh keluarga Ayu dan pak Bandi.
" ANJ*** KAMU!!" kataku sambil menatapnya dengan tajam. sedangkan badanku yang bergetar menahan marah masih ditahan oleh Pak Bandi.
**
" Ini masalahnya CV saya yang habis dibakar sama Linggar!! Kenapa jadi saya yg harus ngaku perasaan saya sama Ayu sih pak?!" kataku Sedikit keras kepada salah satu perwakilan keluarga Linggar.
setelah kejadian tadi sehabis Isya, seluruh keluarga Ayu berkumpul dan beberapa perwakilan keluarga Linggar yang datang.
Aku jadi terbawa bawa.
" Iya Mas sabar dulu, tapi kan ini untuk memperjelas Kenapa Linggar sampai berbuat seperti itu.!"
katanya sok bijak.
" Maaf Pak Linggar itu melanggar hukum?! masalah dia bakar CV punya saya karena alasan cemburu sama saya, sama Ayu itu masalahnya dia Pak.!!"
" Kenapa dia pendek akal!! kenapa dia nggak tanya langsung sama saya atau Ayu? kenapa enggak mau berantem in saya aja malah ngerusak aset yang nilainya ratusan juta!!" kataku sedikit Ngotot.
" Kalau masalah dia enggak jadi nikah besok sama Ayu itu urusannya dia dong! masalahnya dia!!"
" Emang Saya yang nyuruh Pak Kapolres Nangkep Linggar sekarang, malam ini! emang Saya udah tahu sebelumnya kalau pelakunya adalah Linggar? mikir yang jernih Pak!!" kataku marah-marah yang sedikit ditenangkan oleh Pak Bandi.
" Iya Mas, tapi kan masalahnya besok mereka berdua mau menikah kita sudah mempersiapkan ini semua lho mas masa batal begitu saja?" katanya.
" itu urusan keluarga kalian. silakan dibicarakan baiknya bagaimana. mau diundur atau di batalkan terserah.? Kenapa saya dibawa-bawa!!" Kataku lagi.
" Tapi Kalau Mas enggak nyuruh bawa Linggar sama pak polisi mungkin nggak dibawa Mas ditunda sampai besok selesai Acara!?" Katanya.
Aku menatapnya sangat muak dan tertawa sinis.
" Emangnya saya tahu Linggar mau ditangkap malam ini. Saya yang nyuruh polisi..gitu!?
" saya tahu pelakunya Linggar juga barusan malam ini kenapa bawa bisa ngomong seperti itu sama saya!!" kataku marah.
" Kan baiknya besok mas kalau sudah selesai?" katanya lagi berputar-putar omongan nya itu.
" kenapa jadinya situ ngatur-ngatur polisi, Apa hubungannya sama omongan saya!?. polisi tangkap Linggar itu sudah sesuai prosedur!! bukan sesuai prosedur dari saya, atau perintah dari saya.!!"
" Emang kalian pikir saya punya dendam apa sama Linggar, apa yang membuat saya iri sama Linggar!!" kataku masih dengan nada marah.
di sebelah sana ada salah satu keluarga Linggar atau Ayu yang mengabadikan percakapan kami ini menggunakan ponsel. terserahlah pikirku.
" Intinya kami mohon Mas, ini acara pernikahan sudah kamu persiapkan dari lama loh?"
" Saya tahu itu Pak, tapi dari tadi itu sepertinya Bapak ngomong kalau saya ini seolah-olah yang menggagalkan pernikahan Linggar dan Ayu.?!"
" saya bisa tuntut Bapak sekalian sekeluarga Linggar dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan dan fitnah!!?"
" sabar dulu mas, jangan malah marah-marah seperti itu?!" katanya salah seorang dari mereka.
" Loohh, apalagi kalau bukan seperti itu. dari tadi kalian ngomongnya seperti itu kok, muter-muter!! disini banyak orang, banyak saksi. tindakan saya itu, omongan saya itu benar.!!" kataku.
sesaat mereka berdua terdiam.
" Sekarang begini saja Pak, saya enggak Ingin di sangkut pautkan sama gagalnya acara pernikahan ini.!
sekarang Bapak sama Ayu sama keluarganya mau dilanjutkan atau tidak Itu terserah kalian!"
__ADS_1
" kalau seandainya kalian mau melanjutkannya, besok saya coba bicara sama Pak Kapolres nya!!" kataku.