
" Maaf mbak.?" kata ku padanya.
" Tapi mbak ini beneran mirip loh sama kenalan saya itu?" kataku sambil berdiri di hadapan nya. Dia hanya tersenyum simpul.
" Mirip bukan berarti Sama kan pak?" katanya menjawab ku. Aku tersenyum juga kepada nya.
" Iya sih??" kataku sambil tertunduk menatap Sepatuku.
" Yaa sudah mbak. Maaf mengganggu waktu kerjanya?" kataku Kemudian.
" Saya mau kembali ke Lounge, Nungguin Kenalan saya?" kataku kemudian sambil menatap jam tangan ku. lalu tersenyum kepadanya.
Dia tersenyum hanya sedikit Kepada ku.
Aku berfikir, apa mungkin dia merasa jijik atau tidak suka dengan caraku tadi? maksudku ku, menyamakan dia dengan Ayu.
Dan aku pergi meninggalkannya. sambil duduk di kursi, aku sesekali membaca Teks yang sudah aku persiapkan untuk berpidato nanti.
sedangkan aku masih menunggu kedatangan Richard, sebelum aku masuk ke dalam ballroom di hotel.
Tak Lama yang kutunggu datang Richard.
Aku bersalaman dengan nya, dan sedikit berbasa-basi tentang hal yang akan kami lakukan nanti.
kemudian aku melangkah bersamanya,memasuki ballroom hotel.
***
Hampir saja?!
Hampir saja tadi aku Goyah karenanya. ternyata dia berani menemuiku langsung dan bertanya tentang ku.
asalku dari mana, pernah kerja di mana, Terus tinggal di mana??
Sepertinya dia gigih kepadaku, menanyakan siapa aku sebenarnya. ternyata feeling nya masih terlalu kuat terhadapku.
Yaa... seandainya itu bukan Mas Sakha, mungkin saja setelah aku pergi menjauh darinya dan bertemu lagi seperti sekarang, orang lain akan Acuh terhadap ku.
bahkan tidak akan menanyakan rinci itu terhadapku.
Seperti Mas Sakha tadi.
Aku menghembuskan nafasku sedikit kuat.
rasanya aku merasa sia-sia bersembunyi darinya jika aku masih terus memikirkannya. apalagi Sekarang, dia ada di dekatku.
sejujurnya, aku ingin sekali berbicara dengannya.
mengatakan rindu dan segala perasaan yang ada di hatiku.
Namun??
" Indah... Kenapa kamu ngelamun?" kata Manda tiba-tiba kepadaku. tadi dia sempat pergi ke toilet, jadi sewaktu tadi Mas Sakha datang menghampiriku, dia tidak ada.
" Nanti kamu diminta menjaga ballroom, memeriksa kartu undangan para Peserta.?" kata manda kepada ku sambil membaca pesan di ponselnya itu.
" Lohh... kok aku?!" kataku Kepada nya.
" ini loh pesan dari Pak Agus, manager kita.!" katanya sambil menyodorkan uang soalnya itu kepadaku.
Lantas aku membacanya.
" kan yang harusnya menjaga itu Saiful sama Wulan, tapi Wulan mendadak izin. karena orang tuanya meninggal??" kata Manda Kepada ku.
Aku hanya diam.
" Enggak susah kok. paling nanti kamu nyocokin nama sama kartu undangan. Terus bantuin nyalurin konsumsi. paling cuma air mineral?" kata Manda Kepada ku.
Lantas aku menarik nafas ku Sedikit Panjang.
**
Aku menatapnya yang sedang berpidato dari sini. ternyata di luar sepengetahuan ku, Mas Sakha jago untuk memotivasi orang orang.
Gayaknya berpidato sudah seperti Gayaknya elite politikus saat kampanye.
Ada Rasa kagum yang terselip kepadanya.
tetapi memang rasanya, kekagumanku ini sudah sejak lama dan tanpa alasan?
Mungkin setelah dulu aku sempat ngobrol dan menatap bintang-bintang bersamanya.
kharisma nya itu, Gaya nya dan suara yang terdengar hangat sangat membekas dalam pikiranku.
Dan sekarang, aku berkesempatan menyaksikan Gaya nya lagi. Aku menatapnya sambil sedikit tersenyum.
Ada rasa Bangga, bawa aku pernah dekat dan sedekat Itu dengannya.
__ADS_1
makan Kami punya hubungan yang spesial dan sangat luar biasa.
Tiba-tiba, ada semburat rasa malu di wajahku karenanya.
Malu karena aku Pernah sebahagia itu dengan nya. dan malu karena pernah melakukan kesalahan dengannya.
Rasanya tak karuan.
Lalu tepukan dari peserta yang datang, mengapresiasi pidatonya tadi.
aku menatapnya lekat dari sini, dan Sepertinya dia juga menatapku.
aku buru-buru memalingkan muka. rasanya aku hampir tertangkap basah olehnya.
***
" Saya mau check out mbak?" kataku kepada resepsionis hotel yang aku tinggali.
Aku sedikit mencari, Di manakah resepsionis yang bernama Indah itu.
" Ehh, Mbak. Resepsionis yg namanya Indah itu belum datang atau sedang kemana yaa?" tanyaku memberanikan diri.
" Ooo... Mbak indah nanti jam 8 baru datang pak?" jawab nya kemudian.
Aku hanya mengangguk kecil sambil melihat jam di tangan ku.
Setelah Check out selesai, aku Duduk di restoran untuk Breakfast.
Aku meminta kopi, beberapa potong Roti dan Sausage dan salad.
Baru pukul Tujuh, pikirku.
Aku akan naik kereta untuk kembali ke Kutoarjo nanti siang, Masih ada satu pertemuan lagi dengan Richard yang mengajak ku untuk Bertemu dengan nya di hotel lain di Surabaya ini.
Dia berencana untuk membantu mengembangkan usaha ku ini agar ber skala Nasional.
Memang, beberapa kali aku di promosikan untuk mengikuti pameran Furniture di Swedia. sesuai Asal Peritel tempat- ku mengirimkan barang.
Namun sepertinya, Ada yg sengaja menghalangi ku. Apalagi setelah dia tahu aku menikah lagi dengan Estu...
Yaaa... bukannya berprasangka Sih, namun memang sudah tiga kali kemarin, aku sudah dimintai ini dan itu, bahkan meminta ku membuat paspor dan visa. Namun Sebulan sebelum keberangkatan pasti di gagalkan??
Aku sempat bercerita tentang masalah ini dengan Richard..
Kata katanya sewaktu itu menghibur ku. bahkan memotivasi ku.
" No matter How Hardes, Tuhan akan selalu memberikan nya jalan dan kemudahan.!"
Itu kata kata dari Richard yang ku ingat.
Aku meminum pelan kopi hitam di cangkir ku. Sambil sedikit menatap ke sekeliling.
Aku berhenti pada satu titik. Dimana berdiri.
Sepertinya, Dia baru datang dan bersiap untuk bekerja. Namun ini masih pukul 07.15 pagi.
Aku segera Bergegas menghampiri nya.
" Mbak.. mbak, Sebentar tunggu??" kataku padanya.
Dia menoleh.
Lalu aku tersenyum kepadanya itu.
" Yaa pak? Ada apa?" katanya kemudian.
Aku sedikit mengatur Nafasku sebentar.
" Mbak maaf... hari ini kan saya checkout, Jadi Sebelum saya pergi, Saya ingin minta maaf atas pertanyaan saya kemarin. yang mungkin mengganggu mbaknya?" kataku kemudian.
Dia hanya tersenyum kecil.
" nggak masalah Pak, setiap orang pasti sering melakukan kekeliruan dan menduga-duga.?"
" Bukan 1 ata 2 orang yang bersikap seperti itu kepada saya. saya anggap itu biasa saja?" katanya yang sedikit dingin.
Aku menatapnya sambil tersenyum kecil.
" Iya Mbak saya mengerti, Tapi tetap saja kalau bagi saya, Sepertinya saya kurang pas jika tidak meminta maaf Lagi atas kekeliruan saya.?" kataku sedikit mencari jalan.
" Yahhh... terlepas dari mbaknya nya Itu Indah Ataukah Ayu yang Saya kenal. Yaa... Saya minta maaf?" kataku sambil memperlihatkan name tag nya.
Dia memang Ayu, pikirku Tampa dia sadari.
" Saya Pamit mbak, Saya minta maaf atas kejadian kemarin Ataupun Kejadian yang Telah lalu.!?" kataku sambil tersenyum.
Dia menatapku sedikit dalam.
__ADS_1
Tak bisa di pungkiri lagi, bahwa dia memang Ayu. Penyamaran nya Sudah terbongkar Tampa dia sadari.
" Kalau Pas pulang kampung, Kapan kapan sempat kan main ke tempat saya yaa?" kataku sambil menyerahkan selembar kartu nama kepadanya.
" Saya permisi mbak Indah. Mbak Indah Rahayu Puspayogi." kataku padanya.
Dia sedikit terkejut sambil memegangi name tag-nya. namun aku kemudian cepat pergi darinya.
***
Mampus Aku? pikirku merasa Bodoh.
Serasa sia-sia dan percuma selama ini aku berakting di depannya.
Aku membongkar identitas kusendiri, tanpa kusadari.
dan Dengan bodohnya, Masih saja aku bersikap dingin terhadapnya tadi.
Aduhh... bodoh..bodoh..bodohh pikirku sambil meletakkan tas di loker kemudian menguncinya.
Lalu aku berjalan ke arah Lounge, menuju tempat kerjaku.
tidak sengaja aku mendengarkan Rekan kerja ku. sepertinya Tengah membicarakan sesuatu kejadian.
" Iya, bapak yang Tadi sarapan di meja itu, Katanya sih tadi dia lagi nunggu taksi di depan hotel.?"
" kebetulan Kok ada mobil dari arah sana cepet banget. Tau-tau nabrak dia. langsung mental lahh.?"
Katanya bercerita Sedikit keras.
" Kayaknya patah tulangnya,bisa tangan apa kakinya. lah aku lihat langsung muntah darah?" kata rekan kerja ku yang lain.
" Itu, baru aja di bawa Ambulans. ke rumah Sakit Sutomo Kayak nya?" katanya lagi.
Karena penasaran aku langsung mendekat.
" Ehh.. indah?" sapa rekan ku.
" Ada apa sih?" tanyaku Kepada mereka.
" Ini lohh... nyeritain Kecelakaan?" katanya.
" Dimana? kapan??" tanya aku sedikit kaget.
" barusan aja lah, Wong katanya dia baru keluar dari hotel ini.?" katanya lagi.
Aku hanya diam.
" Ehh... indah??" sapa Manda yang baru saja datang.
" Ngeri banget tadi... bisa-bisanya aku Nyaksiin kecelakaan itu??" katanya yang seolah-olah ngeri kepada ku.
Aku hanya tersenyum kecil.
" pas aku masih di seberang jalan Aku sempet lihat dia, pakai baju putih, Jas nya hitam.?"
" mirip bapak-bapak yang kemarin Nanyain kamu itu lo udah?" katanya kepada ku.
" Yang mana??" tanyaku sedikit bingung.
" Lahhh... yang bilang kalau kamu itu mirip sama seseorang. itu.... Bapak itu salah satu peserta di seminar kemarin?" katanya.
Aku menatapnya sedikit melotot. dan tiba-tiba aku merasa panik karenanya.
Apa mungkin yang diceritakan Manda adalah Mas Sakha??
Lantas Aku buru-buru menelponnya. tetapi teleponnya itu tidak diangkat olehnya.
aku mencoba menelpon beberapa kali.
dan kali ini berhasil diangkat. aku sedikit lega.
" Yaaa Hallo?" suaranya terdengar asing.
" Mas Sakha?" kataku.
" Maaf Bu... Saya perawat di Rumah Sakit Soetomo. apa Ibu kerabat dari bapak Yang punya telepon ini.??" katanya kemudian.
" Yaa pak, saya adiknya??" kataku sedikit gugup.
" Maaf Bu sebelumnya, tapi kalau bisa Ibu segera ke rumah sakit Soetomo. Kakak ibu mengalami kecelakaan!?" katanya yang membuatku merasa syok.
Aku Sedikit tak percaya karenanya.
rasanya tiba-tiba tenggorokanku menjadi kering, dan buliran air mata sepertinya terkumpul di pelupuk mataku Ya sudah memakai eyeliner ini.
" Indah, kamu kenapa?" tanya Manda.
__ADS_1