Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
Episode 27


__ADS_3

Rasanya seperti Di penjara. Belum pernah se umur umur merasa tidak nyaman tinggal bersama orang tua sendiri, keluarga sendiri.


Rasanya sudah hilang segala keharmonisan yang Pernah ada di rumah ini.


Sudah hilang Aura Kekeluargaan, Saling menyayangi satu sama lain dan Ketenangan yang biasanya Selalu Tercipta Di rumah ini sebelumnya.


Bapak Setiap harinya, tiada hari tanpa marah marah. Berteriak ataupun mbentak. Siapa saja yang melakukan Tindakan yg tak disukainya. Walaupun itu mungkin tidak sengaja.


Imbas nya, Danesh yang sering terkena Semprotan dari Bapak.


Tak jarang, aku sering mendengar Aduan dari Danesh bahwa, Eyang Kakung nya sering memarahi nya, malah kadang mencubit dan memukulnya menggunakan Mistar kecil.


Arcelio pun tak luput dari kemarahan nya. Setiap ada mainan yang berserakan karena mereka, Langsung dia memarahi sampai membuang mainan itu??


Seperti nya, Rasa ketidak- Suka an nya terhadap Sakha dan Aku menjadi berlipat lipat.


Bapak murka setelah kejadian kemarin, dan Ego nya yang merasa anak lelakinya itu tak melakukan kesalahan. Dia Paling terdepan membela Panji.


Selalu saja dia Melindungi Panji dari setiap komentar Negatif yang menyerangnya.


Bahkan, Dihadapan orang tua Reni pun Bapak masih keukeh mengatakan bahwa Panji tidak selingkuh dan tuduhan Reni kepada Panji adalah kesalah Fahaman.


Reni sengaja di hasut oleh seseorang yang menginginkan perceraian antara Reni dan Panji.


Terang terangan Bapak menyebut Nama Sakha sebagai biang keladi.


Padahal Dia ada di mana, bagaimana keadaan nya pun, Sekarang aku gak tau.


Panji dan Reni menikah karena perjodohan diantara keduanya.


Reni adalah anak dari teman bapak Dulu. Ayah mertua Panji adalah pensiunan Militer yang mempunya pangkat cukup tinggi. dan sekarang ayah mertua nya itu aktif di sebuah partai politik yang ada di negri ini.


Itulah mengapa, bapak selalu mencoba mempertahankan Hubungan Panji dan Reni.


Sebelumnya, Panji pernah bertunangan dengan perempuan yang di pacari nya dari semester Tiga di bangku kuliah. mungkin hubungan mereka sudah berjalan 6 atau 7 tahun.


Namun, Panji memergoki pacar nya itu selingkuh dengan temannya sendiri.


Tak mau melihat anaknya bersedih dan terlihat Stres itulah,Bapak memperkenalkan Panji dengan Reni anak Temannya Bapak.


Tak perlu waktu lama. tiga bulan setelah mereka berkenalan lalu menikah.


****


" Ada masalah apa sih pak!!" kataku setengah berteriak ketika aku mendapati Bapak yang sepertinya hendak memukul Danesh dengan sesuatu di tangannya.


Arcelio tampak menangis diantara mainan nya.


Aku langsung mendekati nya..


" Ada masalah apa sih pak?! kenapa sampe marah marah begitu??" kataku sambil mengangkat Arcelio yang menangis.


" Ini, anak anak mu. sudah di bilang jangan berantakan mainan..Masih saja!!" katanya dengan nada tinggi.


" Yang ini, senenga nya kok coret coret tembok!?" katanya sambil menunjuk Danesh menggunakan Kayu kecil di tangannya.


" Ya gak usah Di pukul juga lho pak?? Namanya juga anak kecil??" kataku.


" Kebiasaan kalo di diamkan!"


" Anak lelaki memang harus di didik keras!?" jawabnya.


" Apa dulu Panji bapak didik seperti ini??!"


" Apa dulu Panji bapak pukul, Anak Estu cuma berantakin mainan sama coret-coret dinding aja Bapak marah kok sampai begitu!?" kataku dengan nada tidak terima.

__ADS_1


" Lahh, dulu Panji sampai mecahin guci keramik kesayangan Bapak yang harganya mahal, apa bapak sampai memukul dia.??"


" mecahin kaca rumah, nabrak mobil ke pagar tembok tetangga, ngilangin motor teman nya... apa bapak sampai marah-marah yang gimana ke dia sampai memukul anaknya!! Bapak pernah begitu sama Panji!?"


Kataku marah.


" nggak usah ungkit-ungkit masa lalu!!


" Karena Anak sendiri, Bapak tahu senakal-nakalnya dia akan berubah!?"


" kalau anak ini kan nggak sepenuhnya anak Bapak?!"


" Maksudnya Apa pak?!" kataku keras.


" Bapak sengaja memang ngerasain anak kamu ini?!"


" Jangan Sampai Anak kamu ini kayak bapaknya, yang berengsek, badjingan, kurang ajar?!"


" Bapak !!" Teriak ku.


" Bagaimana bisa Bapak beranggapan seperti itu, Anak anak Estu kan masih kecil Pak!?"


" Justru itu, karena masih kecil mereka harus dididik secara keras?"


" Haaahh!!! bilang saja Bapak Tidak ingin mereka gagal seperti Panji juga kan!!?" kataku terdengar mencela.


" kurang ajar kamu maksud kamu apa!!?"


kata bapak keras sambil mengayunkan tangannya bersiap menamparku.


" Pak...!!" terdengar teriakan ibu keras


" Istighfar loh pak, masalah sepele kok merembet kemana-mana!?"


" Istighfar loh Pak??!" katanya sekali lagi


berani ungkit-ungkit kejadian masa lalu!?"


" Apa coba mensalah-salahkan cara didikan saya,


terbukti Panji lebih bagus dari mantan suaminya itu!?"


" Bagus apa ya, mereka itu sama-sama brengsek nya??!"


" Udah Estu, Tolong gak usah ngomong lagi??" kata Ibu


Aku hanya memandang nya.


" Bapak saja yg nggak tahu !?"


" Sekali sekali Bapak Percayai omongan Orang, atau cari tahu sendiri. Gak usah menutup mata dengan Kesalahan yang Panji Buat!?"


" Kurang ajar kamu!!" kata nya, Berbarengan dengan suara tamparan keras mendarat di pipiku.


" Bapak!!!!" teriak ibu keras


" Kurang ajar kamu, sudah berani beraninya Ngajarin Aku, Dikte Perbuatan ku!!"


Aku hanya Diam, baru kali ini aku ditampar seumur-umur oleh Bapak.


aku hanya menatapnya nanar penuh marah.


kemudian kugendong Arcelio yang masih menangis dan ku tarik Danesh ke kamar.


" Aku akui aku sangat marah terhadap Bapak, bagaimana mungkin dia selalu membanding-bandingkan Panji dengan Sakha.

__ADS_1


Kelakuan anak-anakku selalu saja disangkut pautkan dengan tabiat Sakha yang negatif. Bukankah Masih banyak sifat Sakha yang baik dan terpuji, yang Dulu pernah Bapak Bangga kan.


Jauh..jauh dari Sifat Panji - Walaupun dia adik ku sendiri.


***


" Mas, nanti bawa mobilnya gantian yaa??" kata Irfan kepalaku sesaat kami akan berangkat menuju Bandungan - Semarang.


Aku hanya tersenyum Kecil Sambil membuka pintu mobil di samping nya.


" Mas, Duduk di belakang aja dulu. biar nggak capek istirahat nanti kan mau gantian??" katanya kepadaku sambil tersenyum.


aku sedikit melongo menatapnya. dia hanya cengar-cengir padaku. apa ini, pikirku. apa aku sudah menjadi lelaki tua yang tidak peka?? apa iya??


Kemudian aku duduk, tetapi disampingku sudah ada Mbak Mbak kasir minimarket itu.


Mungkin aku tadi tidak menyadarinya. sewaktu Aku menuju pintu samping sebelah sopir, mungkin mbaknya itu sudah masuk ke dalam mobil.


" Mas, nanti nyupir nya gantian ya kalau pas ketemu pom bensin??" kata Irfan kepadaku.


" Siap mas??" kataku bercanda kepadanya yang disambut tawa kecil dari mereka yang ada di dalam mobil.


" Mas-nya nanti di navigator i sama Ayu ya??"


" Dia tau kok Jalan nya??" Kata Irfan. Aku mengangguk sambil menatap Mbak Kasir yang Biasa saja kepada ku.


" Yaa hallo??" Kataku sambil mengangkat Telepon seluler milik ku.


" Hallo sayangnya Papa.. Apa kabar??" kataku sambil berbicara dengan Danesh anak ku.


Sejenak aku larut dalam pembicaraan dengan anakku, tanpa menghiraukan yang ada di dalam mobil.


lagu tersenyum kadang tertawa berbicara dengan Danesh. Atau Berbicara Acak mengikuti Arah pembicaraan dengan Arcelio.


" Kamu lagi dimana??" Tanya Estu kepadaku lewat telepon.


" Eemmm, Aku lagi dijalan sama teman satu kontrakan. Mau lihat Material Barang??" jawab ku. sambil melihat ke arah teman yang lain. mereka tampak menatapku juga.


" Hmmm, Material Barang Apa.. Mau kemana??" tanya nya lagi.


" Mau ke mana itu, ke Wonogiri??" jawab ku Sedikit mengingat nama tempat nya.


" Rencananya temen mau ngajak join Usaha. nah sekarang lagi ke TKP lihat Material nya apa??" jawabku dengan sedikit menelan ludah.


" Kenapa Estu.. are you okay??" tanya ku.


" Aku mau Pindah ke Rumah?!" jawab nya.


" Kenapa? Mendadak sekali??" tanya aku.


" Sebenarnya gak mendadak juga sih, Rencana Sudah lama. Tapi baru bisa sekarang??" katanya.


" Kapan??" tanyaku lagi.


" Besok pagi mungkin??" katanya.


Lalu, dengan tiba tiba Tiwi pacar nya Irfan mendadak bersin yang cukup keras.


Aku sedikit terkejut, dan berfikir Kacau??


" Kamu sama siapa, Teman kontrakan kamu ada yang Perempuan??" Selidik Estu.


" Emmm... Itu Pacar nya Teman ku??


" Oohh... seperti itu??" katanya terdengar sinis.

__ADS_1


" Eeeee...??" kata ku dengan mulut ternganga.


" Ya udah.. Have fun yaa??" kata nya sambil menutup telponnya tanpa mengucapkan salam seperti biasanya.


__ADS_2