
" Jam berapa ini!?" kata ku setengah Kaget dan langsung bangkit dari tidur ku.
Sudah ada bantal di bawah kepalaku tadi. padahal tadi aku hanya menggeletak kan badan saja di lantai ini pikirku.
Aku memandang ke arah jam. Masih jam empat sore. pikirku.
Aku berjalan ke toilet rumah, untuk membasuh muka dan ber wudhu. Rupanya hampir satu jam aku tidur.
Rumah terlihat sepi, mungkin semua nya lagi tidur.
" Di kamar tamu aja Kha sholat nya?" kata Estu tiba tiba. aku menatapnya sambil mengangguk.
Selepas shalat aku menuju kamar anak anak ku yang masih pulas tertidur. aku berbaring di samping nya. lalu mencium mereka bergantian.
Mereka tampak sedikit terusik karena ku.dan sedikit merengek aku hanya tersenyum.
" Biarin Napa Kha, Anak anak juga capek.!" kata Estu yang terdengar tiba tiba dari pintu kamar. aku menatapnya.
Aku tersenyum kepadanya sambil menghampiri nya.
" Aku pamit ya. aku titipkan anak anak." kata ku Kepada nya.
Dia hanya diam menatap ku.
" Kamu gak mau mandi dulu?" Katanya lagi. Aku melirik ke arah jam.
" Sekalian Aku minta kopi lagi boleh.?" kataku sambil tersenyum. Dia hanya menatap ku datar.
***
" Eh iya Kha, kalah mau pake Shower. yang di kamar atas Aja." kata ku sambil berjalan ke dapur.
Tak lama kemudian dia kembali kepada ku.
" Estu, aku pinjam Handuk nya." katanya.
" Ambil aja sih di lemari kamar." kataku padanya. Dia hanya terdiam kepada ku. Aku seperti nya lupa.
dan aku juga Menatap nya, lalu aku tertawa kecil.
" Kamarnya masih sama." katanya terdengar dari pintu. aku sedikit menoleh. sambil sedikit mencari cari handuk yang dulu biasa dipakai oleh Sakha.
" Ya masih sama lah, cuma beda sedikit.!" kataku sambil menyerahkan handuk itu. Dia tersenyum. lalu pergi mandi ke kamar atas.
" Anak anak belum bangun Estu?" tanya nya sambil mengusap rambut nya yg basah itu. aku menatapnya sambil menggelengkan kepalaku perlahan.
" kopi nya Kha, nanti dingin lagi." kataku mengingatkan.
" Kamu mah makan dulu." tawar ku kepada nya.
" Gak usah lah, masih kenyang." katanya Sambil meminum kopi itu.
Aku hanya menatap nya, lantas pergi ke kamar untuk mengambil berkas laporan ku yang belum sempat aku kerjakan kemarin.
" Estu, aku pamit yaa?" katanya sambil melongok kan kepalanya dari balik pintu . aku menatapnya.
Dia terlihat membawa handuk nya tadi sambil menyerahkan nya kepada ku.
__ADS_1
" Aku titip anak anak. kalau ada apa apa, telpon ya?" katanya sambil sedikit mendekati ku. Aku menatapnya
Dia memeluk ku sambil mencium rambut ku.
Setelah nya dia menatapku, aku menatapnya datar.
Dia kembali mencium kening ku. Tiba-tiba bibir nya menyentuh pipi ku, aku terdiam dan menatap nya tajam. sedikit menarik nafas ku. kami saling bertatapan dan saling mendekat.
Sakha mencium bibirku, dan aku membalas nya. untuk beberapa saat kami saling terlarut. Kami saling bertatapan dengan wajah yang sama sama mengisyaratkan.
Sebelum akhirnya aku memutuskan untuk mengunci pintu kamar. Kami kembali melakukan itu. Dia memberikan segalanya sesuai mau ku.
***
" Aku pamit yaa, katanya lagi. Kami saling bertatapan tajam.
" Nanti kalau anak anak tanya, bilang Papa nya kerja ya.!" katanya sambil memakai kaus kaki nya itu. Aku hanya diam.
" Kamu yang hati hati Disana." kataku kemudian. Dia hanya mengangguk Sambil Menatap ku.
" Estu, yang tadi?" katanya sambil menunjuk ke kamar. aku langsung tajam menatap nya.
" Kamu mau kan?" kataku datar. dia terlihat mengangguk angguk kecil sambil tersenyum bias.
" Aku hanya gak ingin bikin kamu luka lagi Estu!" katanya.
" Sudah terlanjur Kha, aku hidup sudah dengan Luka karena kamu. Dan parahnya, aku gak bisa menolak kamu." kataku padanya. Dia menatapku sambil berdiri lalu menarik nafas nya panjang.
" Ya bukan maksud ku, namun kita masih terikat satu sama lain meskipun sudah terpisah?!" katanya.
" Aku harap kamu gak Sakit karena kesalahan aku yang seperti itu.?" katanya
" Sudahlah..!" potong ku.
" Apa lebih baik kalau kita menikah lagi Estu?" katanya yang membungkam kata kata ku. aku hanya diam sambil sedikit tersenyum getir Kepada nya.
" kamu mau duain Dia, apa tiga in dia?!" kataku. dia hanya tertawa kecil.
" Sudahlah, lain kali kita bahas nya atau gak jangan sampai terjadi lagi dan lagi!" katanya sambil memeluk ku dan mencium rambut ku lembut.
" Aku pamit yaa." katanya sambil berjalan keluar rumah. aku masih menatap nya, sesekali dia tersenyum.
Tiba-tiba Lio terbangun dan memanggil nama Papa nya sambil menghampiri ku. Aku menenangkannya Sambil menyuruh Sakha untuk pergi.
***
" Kamu lama tadi di rumah mbak Estu?" tanya nya kepada ku.
" Enggak, aku tadi habis ngantar langsung ke rumah nya teman ku." jawabku bohong.
" Kamu ngantuk apa Capek sih. kok kusut amat!" tanya nya lagi.
" Aku pingin mandi Livi.?" kataku Kepada nya.
" Kamu mau antar pulang dulu atau gimana? ada om Vanus gak di Rumah?" kataku.
Dia menatapku tajam Sambil tersenyum.
__ADS_1
" Om Vanus lagi ke Bogor, ikut Rombongan lagi wisata rohani.?" katanya.
" Ya sudah kita pulang dulu.?" katanya sambil tersenyum padaku. Seketika aku langsung tau arti dari senyuman nya itu.
**
" Jam sebelas kan nanti kamu balik ke Purwakarta?" katanya sambil bersandar di dadaku. lantas aku mencium keningnya itu beberapa kali.
" Kamu langsung ke Jawa apa stay di rumah Abah Kha?" tanya nya.
" Ya paling satu dua hari aku disana lanjut pulang ke Jawa." jawab ku.
" Kha, aku gak pingin kamu masih punya hubungan sama dia. apalagi kata kamu dia mau nikah." katanya kepada ku. Aku hanya diam setelah mengiyakan dia.
" Jangan hanya iya.. Iya... Iyaa, kalau kamu ketemu orang nya langsung mleyot lagi!?" katanya sedikit kesal.
" Kan dia juga mau menikah Estu..eh maksud ku Livi.?" kataku keceplosan dan meralat nya. Dia langsung menatap ku.
" Ngobrol apa kamu sama Dia!?" katanya tiba-tiba curiga.
" Cuma ngobrol masalah anak kok." kata ku.
Dia menatapku seperti curiga.
***
Sebenarnya apa yg dia obrolkan dengan mantan nya itu. Sepulang dari sana, dia terlihat kusut dan Tampak memikirkan sesuatu.
Seperti nya Ada yang dia sembunyikan dari ku. tapi apa? pikirku sambil memeluk tubuh nya itu.
Kemudian dia kembali menciumi Rambut ku beberapa kali dan lama. aku sedikit menengadah Kepa nya yang langsung disambar oleh ciumannya itu yang menggelora.
Kami saling memberikan perlawanan satu sama lain, memancing semua yang kita miliki. siap menumpahkan nya untuk yang kedua kali.
Dan masih sangat Kuat dan prima nya dia, membuat ku menahan berkali kali dengan rintihan yang tertahan. Seolah-olah semakin menjadi Jadi Dia. hingga akhirnya diapun ikut mengerang.
Sudah pukul setengah satu malam. dan dia masih tergeletak tidur di samping ku dengan dadanya yang terbuka.
Melesat jauh dari perkiraan setengah sebelas tadi.
" Kha, kamu mau pulang besok apa sekarang?" tanya ku sedari tadi. setelah untuk kedua kalinya itu.
" Sekarang." katanya tapi tak juga bangun bangun dari tidur nya itu.
" Kha, udah jam dua loh?" kataku sambil mengguncang kan tubuh nya itu.
" Aku gak mau loh, disalahkan. nanti kamu bilang gak di bangunin." kataku sedikit kesal.
Tak begitu lama dia terbangun. lalu berjalan menuju toilet. aku pikir dia akan mandi. namun kembali lagi ketempat tidur lalu memeluk ku dengan liar.
" Sakha, Udah ihh. Aku Capek." kata ku pada nya. namun percuma dan sia sia.
Ya seperti punya energi lebih yang dia transfer kepada ku. seketika Akupun jadi mau untuk nya. mengantarkan nya kembali tidur setelah barusan ini.
Dia mencium ku lembut, Memeluk ku erat. membenamkan wajahnya ke dada ku. sesekali menengadah kan wajah nya, mencium bibir ku. betapa manjanya dia, pikirku.
Segala nya yg dia perbuat sangat romantis jika aku ingat kembali.
__ADS_1
perlakuan nya terhadap anak nya, Kepada ku juga terhadap adik nya itu. Atau mungkin juga perlakuan nya terhadap mantan nya, mbak Estu?"
Siapa sih yang tidak menaruh hati pada Sakha jika begini. pikirku sambil memeluk nya erat erat.