Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
Episode 21


__ADS_3

Kukatakan dengan indah


Dengan terluka, hatiku hampa


Sepertinya luka menghampirinya


Kau beri rasa yang berbeda


Mungkin ku salah


Mengartikannya yang kurasa cinta


Tetapi hatiku selalu meninggikan mu


Selalu meninggikan mu, terlalu meninggikan mu


Kau hancurkan hatiku, hancurkan lagi


Kau hancurkan hatiku 'tuk melihatmu


Tetapi hatiku selalu menginginkanmu


Terlalu meninggikan mu, selalu meninggikan mu


Membuatku terjatuh dan terjatuh lagi


Membuatku merasakan yang t'lah terjadi


Semua yang terbaik dan yang terlewati


Semua yang terhenti, tanpa ku akhiri


Kau buatku terjatuh dan terjatuh lagi


Kau buatku merasakan yang t'lah terjadi


Semua yang terbaik, yang t'lah terlewati


Semua yang terhenti, tanpa ku akhiri


Kau hancurkan hatiku, hancurkan lagi


Kau hancurkan hatiku 'tuk melihatmu


Kau terangi jiwaku, kau redup kan lagi


Kau hancurkan hatiku 'tuk melihatmu


*******


Sudah sekian lamanya aku tidak naik angkot. Tetapi rasanya, Suasana naik angkot itu tidak pernah berubah. selalu ada musik yang di putar di dalam nya.


Lagu apa saja, sesuai mood dan asal si supir mungkin?


Lagu pop yang sedang populer, DJ REMIX , dangdut atau tembang kenangan. dulu pun aku sering dapati angkot yg memutar lagu daerah Bahkan suara pentas wayang.


Sekarang, Angkot mulai sepi penumpang. bersaing dengan ojek online yang mudah di akses.


Kudengar dengar lagi lagu milik Peter Pan tadi. Mungkin dulu saat lagunya sedang booming booming nya aku masih di Kampung. Masih mengalami tempaan awal bekal ku untuk hidup.


Aku bukanlah orang yang punya, kisah ku teramat Susah untuk ku ceritakan. Mungkin pahit dan getir jika itu sebuah Rasa yang bisa dikecap.


Aku merasakan nya, Dan terkadang ???😓


Astaghfirullah haladzim - Batinku. Ada perasaan sedih yang tiba-tiba datang menghanyutkan Diriku dalam lamunan.


Astaghfirullah haladzim... Astaghfirullah haladzim.


Kata batinku tak berhenti henti.


Aku menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan.


Alhamdulillah Hirobil alamin.... aku sudah sampai di titik seperti sekarang ini. Aku bisa melewati hari hari ku yang dulu kusut dan kasar. Batinku kemudian.


Alhamdulillah Hirobil Alamin...


***


" Pengadilan ya bang, kiri?" kataku sedikit berteriak kepada si sopir.


Setelah keluar dari dalam angkot yg meninggalkan ku itu, aku berjalan sedikit tertatih Menggunakan Tongkat.hari ini aku ada jadwal dari hakim, Sebagai saksi kembali.


Sudah dua Minggu lamanya aku tak ke pengadilan setelah insiden hari itu.


Jika mendengar cerita,dari pengacaranya si Rudi. Ada tersangka Baru dalam kasusnya.


Katanya sih dulu seseorang satu tingkat di atas ku. jabatan nya. tetapi aku lupa siapa namanya.


Sedangkan selama ini aku tinggal di salah satu kos-kosan yang dulu Livia pernah tinggali, saat berkuliah.


1 rumah yang dihuni oleh beberapa orang, mirip kontrakan ku di Jawa, tetapi di sini ini semuanya dikerjakan oleh pembantu seperti mencuci baju memasak membersihkan rumah dan sebagainya.


******


sudah hampir 2 jam lamanya nya aku berada di pengadilan ini.


Tadi, Salah satu Saksi sempat menyinggung nama mantan mertuaku dan rekannya.


Sepertinya kasus ini Akan melebar kemana-mana.


Aku hanya diam memikirkannya.


Bisa saja nantinya mertuaku itu menjadi tersangka baru atau terlibat di korupsi lainnya.


tapi semoga Saja tidak sampai Begitu. Harap dan;65 doa ku. Bagaimana pun dia sekarang kepada ku, beliau adalah orang Baik yang pernah ku kenal.


Hasil persidangan Hari ini akan dijelaskan Dan diputuskan dalam kurun waktu sebulan kemudian.


Kata pengacaranya Rudi, kasus ini sudah menemukan titik terang.


Dan karena keterangan saksi tadi, Pengawas KPK yang mengikuti proses pengadilan mengatakan bahwa akan ada kasus korupsi baru yang akan diusut, dengan tersangka baru.


******


" Gimana hasil pengadilan tadi??" Tanya nya di saluran telpon ku.


" Menunggu lagi sebulan??" jawabku kepada Livia.


" Terus kamu mau nungguin aja apa mau gimana??" Tanya nya lagi.


" Hmm.. Mungkin aku mau ke Jawa saja. Aku mau belajar di Bengkel kayunya pak Subandi??" Jawab ku.


" Sekarang kamu ada di mana??" tanyaku kepada Livia.

__ADS_1


" Aku sekarang ada di Jogja lah, Dimana lagi??" jawab nya. aku sedikit tersenyum karena jawaban dari nya. Basa basi ku terlalu kering seperti Kanebo. pikir ku.


" Oke..oke.. Nanti aku hubungi kamu lagi jika ada perubahan jadwal dari aku??" kataku kepadanya.


" Okelah, kamu yang hati hati ya??" katanya kepadaku.


" Siap Sayang??" Kataku.


Lalu pembicaraan ku terhenti.


*****


Bapak sedang bicara sama siapa?? pikir ku yang tak sengaja mendapati Bapak ku bersama Pak Yono, seseorang yang biasa bekerja di Rumah.


Mereka tampak berbicara dengan seseorang yang sepertinya pernah aku lihat. tapi dimana?? pikir ku keras.


Apa aku Samperin Saja ya.. sekalian aku juga mau beli sesuatu.


Tak lama kemudian, aku parkir kan mobil ku persis di depan mini market dimana Bapak bersama dengan Kedua orang itu.


Aku menghampiri Bapak yang Tampak berbicara serius. setelah ku panggil, Bapak menolah kepada ku sedikit terkejut.


Aku hanya tersenyum, sambil Mandang pak Yono dan Bapak yang satu nya itu.


Entah kenapa, Pak tua yang Mungkin usia nya tak jauh dengan usia bapak itu sedikitnya terkejut melihat ku. Namun kelihatannya dia berusaha untuk Tenang.


Aku masih belum bisa mengingat nya,dia itu siapa??


" Bapak bawa mobil kesini??" tanyaku.


" Bapak di bonceng Yono tadi??" jawab nya.


" Emang bapak dari mana??" tanyaku lagi.


" Tadi sih niatnya jalan jalan sore, eh kok malah capek. kebetulan si Yono lewat. ya ikut sekalian??" terang nya. aku hanya mengangguk kecil.


" nanti pulangnya mau bareng atau gimana Pak?" tanyaku kepada bapak.


" Yaa bareng sama kamu boleh?" katanya menjawab


" Ooh ya sudah, Estu mau beli sesuatu dulu ke dalam, Bapak mau dibeliin apa ??" tawarku


" Nggak usah lah, Bapak barusan minum ini." katanya sambil menunjukkan teh kemasan dalam botol.


Aku hanya mengangguk pelan.


Dari dalam minimarket, aku secara sembunyi-sembunyi memperhatikan Pak tua itu yang tampak celingak-celinguk karena sesuatu. aku terus memperhatikan gerak-geriknya.


sempat terlihat olehku bapak memberikan sebuah amplop kepadanya, tetapi entah apa itu.


Dan aku masih merasa yakin pernah bertemu dengannya, tapi dimana??


Aku belum bisa mengingatnya.


sepertinya aku bertemu belum lama dengannya.


Tak lama kemudian Pak Yono dan Pak tua itu pergi meninggalkan bapakku sendiri.


Aku pun bergegas untuk membayar belanjaanku dan keluar menghampiri bapak.


" Mau bapak yang nyetir atau Estu saja?" tawarku


" Kamu sajalah, Bapak pingin duduk santai.?" jawabnya.


di dalam mobil aku sempat bertanya kepada bapak siapa Pak tua tadi.


" cuma kenalannya Yono.?" katanya santai


" kemarin ada sedikit kerjaan dan Yono tidak bisa mengerjakannya sendiri. jadi orang tersebut Membantunya?" terang nya.


" Ooooo.....?" kataku panjang


" Emang Pak Yono bapak suruh ngapain??" tanyaku lagi


" Dia diam sejenak, sambil tampak berfikir.


" Bapak suruh Yono sama dia untuk ambil Barang."


" Barang apa??" kataku pelan terus menyetir


" itu bibit pohon rambutan, sebelumnya beli tapi ternyata dahannya patah."


" jadi bapak suruh Yono buat komplain.?" Lanjut nya.


" Ooh, emang Pak Yono nggak tahu tempatnya.?" tanyaku lagi


" Yono kenal sama yang jual pohon,Dia gak tau tempat nya. Nah terus Orang tadi yang tahu tempatnya nya Nganterin Yono??"


" Ooo... kataku lagi.


Tiba-tiba mukaku terasa pucat, aku Jadi ingat siapa Pak tua itu.


aku jadi ingat kapan aku bertemu dengan ya.


saat di rumah sakit ketika menjenguk sakha. bapak itu yang menabrak sakha..


Aku menoleh sebentar kepada bapak yang tampak biasa saja.


Aku berfikir jangan-jangan Bapak adalah dalang dibalik semua ini.


kecelakaan yang menimpa Sakha?!


perasaanku jadi campur aduk. ingin rasanya aku menanyakan perihal ini kepada bapak. namun aku harus hati-hati.


*******


Bagaimana aku tidak jatuh cinta kepadanya?? pikirku sambil memperhatikannya dari jauh.


Dia sangat sopan dan pandai memperlakukan perempuan yang dia cintai.


Sedari awal, Memang aku jatuh hati kepadanya. Dan aku sadar pada saat itu dia sudah memiliki istri dan anak.


Dia sederhana dan tak banyak gaya,namun menawan.


terlihat bersahaja dengan gayanya yang alim.


jujur mungkin akulah yang memberinya sinyal untuk digoda. mungkin Awalnya dia tidak tertarik kepadaku, Namun, lama lama dia jatuh hati juga kepadaku.


Aku mengenal nya dari Rudi, kakak sepupuku.


Memang hubungan kami terlarang,


Dia pernah menawariku untuk berpoligami, menjadikan aku sebagai istrinya. walaupun istri kedua.

__ADS_1


Dia ingin hubungan kami terlihat dimata semua orang.


Dan pada saat itu aku ragu.


Aku sempat menikah siri dengannya.


Karena itu, sebelumnya aku harus mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai syarat awal jika mau menikah dengannya.


Karena cinta aku mau menggadaikan imanku.


Saat itu, aku tak mampu berfikir jernih lagi. Yang ku ingin hanya bisa bersama nya. memadu kasih dengan nya.


Tak terkira kuatnya, keinginan ku untuk mendapatkan nya saat itu.


Setelah itu Kami intens berhubungan, Seolah Dia memberikan Dunia kecil kepadaku. memberikan cinta dan perhatian.


Aku merasa menjadi seorang perempuan yang paling berbahagia mendapatkannya. Aku tak memikirkan benar atau salah lagi.


Mungkin dia merasa bersalah terhadap istrinya karena secara sembunyi-sembunyi menikahiku. Dan berencana mengatakan bahwa dia sudah berpoligami.


Aku Sempat melarangnya, namun dia berkata bawa aku tidak tulus kepadanya. menilai pernikahan bagiku adalah mainan, dan dia tidak ingin menjadi objek permainanku.


Berkali-kali aku melarang nya. memberikan berbagai alasan.


namun pada akhirnya, dia mengakui semua ini dan dia sudah terlanjur berbicara kepada istrinya.


Perselingkuhan kami terbongkar. Estu mendatangi omku, menceritakan semua kepadanya.


keluarga besar ku murka terhadapku. aku di sidang oleh mereka. aku harus memilih antara iman Atau Sakha. Keluarganya atau keluargaku sama-sama tidak mengijinkan kami untuk berhubungan.


Saat itu, dengan perasaan yg patah.Terpaksa aku kembali kepada keluargaku. tanpa meninggalkan penjelaskan sedikitpun kepada Sakha. aku pulang ke Salatiga solo.


Dan kemudian setelah hampir 2 tahun aku tidak pernah berkomunikasi dengan nya.


Sampai aku pernah berharap, perasaanku akan mati begitu saja.


Namun kami bertemu lagi secara tidak sengaja.


namun ini diluar kendali. yang terjadi sekarang aku malah kembali kepadanya.


aku kembali menatapnya dari dalam mobil. menunggu nya saat pulang dari Sholat Jumat.


Lihat betapa gayanya terlihat sangat Romantis.


sepertinya dia sangat mencintai ibadahnya.


Dia terlihat lembut, dengan baju koko dan kain sarung yang dia pakai.


ada peci hitam dikepalanya dengan sajadah Maroon yang dipegang di tangannya.


Memang aku sangat suka melihatnya begitu.


Kemudian Dia terlihat berlari sambil menyeberang ke arah mobil yang aku Naiki.


sesaat kemudian dia sudah ada disampingku.


" Apaa...? kok senyum-senyum??" tanyanya kepadaku


Dan aku belum bisa berhenti tersenyum karenanya.


namun aku hanya berkata enggak??


" Anehh??" katanya sambil melepaskan peci yang dia pakai.


" Pake aja sih yang pecinya, biar kelihatan kayak pak haji??" kataku sambil tersenyum.


Dia menatap ku.


" Kenapa, apa sih maksudnya??" tanyanya kemudian.


" Yaaa gak ada maksud apa-apa. aku cuma suka aja?" jawab ku.


" nggak ahh, gak enak sama Polisi gopek??" kata nya.


" Kok bawa bawa polisi Gopek??" tanya aku heran.


" Ya iyalah... nanti pas kamu belok kiri apa kanan. mau nyebrang kan pasti buka kaca mobil??"


" Lohh, apa hubungannya??" tanyaku lagi.


" Kasihan nanti dia bingung??" katanya.


" Bingung kenapa??" kataku.


" Aku pake peci nih, pas kamu mau belok kan buka kaca mobil. terus di sebrangin sama polisi Gopek.?"


" Kalau dia lihat kamu yang pake Kalung itu, terus lihat aku yang kayak haji ini. kan kasihan Nanti dia bingung??" katanya menjelaskan.


Aku tertawa kecil mendengar penjelasannya itu,seraya melihat kalung dengan salib di tengah nya yang aku pakai.


"Kita mau kemana yang??" tanya nya kemudian.


Aku hanya menatapnya diam.


****


" Ini apartemen nya siapa??" tanyaku


" apartemennya Aldes, teman kuliah aku yang pernah aku ceritain sama kamu itu??" jawabnya.


" Terus dia sekarang dimana??" tanyaku lagi.


" kayaknya lagi ke Singapura sama pacarnya??"


" Hhmmm... orang kaya ya dia??"


" Udah ihh, ngapain sih tanya tanya begitu. Heran deh??" katanya dengan nada ketus.


" Kamu gak kangen aku??" kata nya kepada ku Sambil tersenyum simpul.


" Iya deh nggak tanya-tanya,??" kataku sembari Tersenyum Dan memeluknya.


" terus baiknya ngapain ya??" kata ku sambil Terus menggoda nya.


Dia balik tersenyum Lebar kepada ku dengan segala artinya.


" Ya udah, ayokk Ahh?!" katanya cepat.


kami saling memandang, baik mataku atau tatapan matanya sama-sama mengartikan kerinduan.


dia seperti mengajakku Jauh.


jauh terhanyut dan hilang masuk ke dalam alam yang kami inginkan.

__ADS_1


__ADS_2