Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
Episode 120


__ADS_3

" Terus sekarang apa yang mau kamu omongin ke aku, alasan yang seperti apa yang bakal kamu ceritain ke aku!!" kataku marah kepadanya.


Tadi, memang hampir saja Aku murka di rumah Estu.


namun Sakha buru-buru membujukku untuk pergi.


dia mengantarkanku, entahlah bagaimana caranya dia beralasan kepada keluarganya Estu.


dia mengantarkanku menggunakan mobil yang biasa aku pakai.


Kami sengaja pulang ke rumah, saat dia memegang tanganku untuk turun dari mobil aku menepisnya. rasanya aku sangat membencinya.


Dia terlihat menghela nafasnya panjang sambil menatapku. menggaruk kepalanya lalu mengusap wajahnya sendiri. Sepertinya dia tampak panik menghadapi ku.


" Kamu Baik baik saja kan?" katanya.


" baik-baik gimana??! Kamu nggak lihat kalau aku marah sama kamu!!"


" kondisi aku nggak baik-baik karena Kamu Tau!!?" kataku membentaknya, yang membuat Sakha seperti tersudut.


" setidaknya kamu tenang dulu, Bicara ini pelan-pelan?" pinta nya.


" ngadepin kamu itu nggak perlu pelan-pelan!!, kamu tuh ngelunjak tahu!! di diam kan malah macam-macam!?" kataku keras. dia menatapku dengan tatapan matanya yang sepertinya Sayu.


" Livia, maaf. emang ini semua Salahnya aku." katanya pelan.


" dari tadi bilang salah salah salahnya aku!!" kata ku keras padanya.


" terus kamu mau bilang apa lagi!!"


dia hanya menatapku diam.


" Apaa!!" bentak aku.


dia membuang nafasnya kuat kuat lewat mulutnya. Menatap ku.


" Iyaa.. dia memang hamil karena kesalahanku, bukan dia yang menggoda aku duluan.?"


" kamu enggak usah Coba coba melindungi nya lahh... kalian itu sama aja.!!"


" sejak kapan kamu menikah dengannya lagi!" kataku.


" Aku menikah dengannya saat terakhir kali ke Jakarta, sebelum aku tahu kalau kamu itu juga hamil."


katanya.


" jadi dia Hamil duluan ketimbang aku??, sengaja kan kamu bikin dia hamil supaya kamu bisa menikahinya lagi!"


" Enggak!?" katanya Sedikit keras.


" Jadi maksud kamu? kamu n**** sama dia itu cuman karena kamu pingin sama dia? iyaa??" kataku lagi.


dia menatapku tajam seolah-olah tidak suka aku berkata seperti itu.


" sekarang semuanya sudah terjadi, Mau dibilang apa juga tetap aku yang salah!!"


" Maksud kamu apa ngomong seperti itu Haahh!!"


" sekarang menurut kamu aku harus gimana kalau tahu dia hamil gara-gara aku, minta gugurin gitu?" katanya


" aku tahu dia hamil sebelum aku tahu kamu hamil juga. dan Aku Memang sebelumnya diminta untuk menikahi Estu lagi oleh almarhum bapaknya?"


" Alahhh... itu kan cuma akal-akalan kamu. bisa-bisanya kamu makai nama bapaknya Estu untuk mengelabui aku melancarkan akal bulus kamu!"


" Terus maunya kamu aku harus jawab gimana!? kalau itu memang sebenarnya terjadi?!"


" Aku mau minta cerai!!" kataku keras.


" nggak mungkin Livia kamu sedang hamil?" katanya.


" itu Kan kata kamu, Pokoknya aku minta Cerai kalau kamu nggak bisa ninggalin ya!!"


dia menatapku tajam.


" aku nggak bisa Ceraikan kamu atau ninggalin dia. Kalian sama-sama mengandung anak aku.!"


" Kamu masih berharap anak ini lahir dari rahim aku?" kataku mengancamnya.


" Maksud kamu apa Haahh!! jangan coba-coba berbuat macam-macam sama anak aku yg sedang kamu kandung itu!?" katanya keras.


" jangan kamu pikiran gila cuma karena kesalahan aku."

__ADS_1


" kamu memang sengaja bikin kesalahan Sakha! sengaja berbuat ini dan itu, aku nggak tahu apa yang ada di isi kepala kamu itu setelah ini!" kataku.


dia menatapku dengan nafas yang sedikit memburu, Sepertinya dia menahan amarahnya.


" livia aku minta maaf, aku nggak sengaja melakukan ini sama kamu dan dia pun sama. salahnya aku memang yang selalu terhubung sama dia dan tidak bisa menahan diri.!"


" kamu boleh marah sama aku boleh benci sama aku boleh berkata apapun tentang aku Tapi tolong jangan kamu berpikir macam-macam sama kandungan kamu!!"


" Itu semua terserah aku yang mengandung kan aku bukan kamu yang repot juga aku bukan kamu kamu tuh tahu apa dan terkesan nggak mau tahu.


" Apa Ada basa-basinya kamu menanyakan ini dan itu setelah kamu kembali ke Jawa.?"


" cuma bilang "Sudah ku transfer untuk Kamu sama Kylie. kamu sehat kan?" cuma itu yang kamu katakan setiap bulannya.!"


" kamu itu nggak ada perhatiannya sama sekali sama Aku!!"


" Aku sibuk Livia! jangan Kamu kira aku berbuat itu cuman sama kamu, aku juga seperti itu sama dia.!"


" itu pembelaan kamu!!" kataku.


" aku nggak membela diri atau pun bermaksud membela diriku sendiri. aku cuma menceritakan apa yang terjadi sama aku?" katanya.


" Kalau kamu tidak percaya coba tanyain langsung sama Mira?" katanya.


" kamu sama adik kamu itu juga sama kongkalikong nya. sebisa mungkin dia akan belain kamu, nutupin kesalahan kamu, kebusukan kamu!!"


" Iya Yang kamu tuduhkan sama aku Itu semuanya benar! aku memang seperti itu dari dulu, tapi kamu ataupun dia sama-sama balik sama aku!!" katanya keras.


" Aku mau balik sama kamu itu karena anak bukan karena enak!!" kataku keras.


" bisa-bisanya kamu ngomong seperti itu, kalau aku enggak terlanjur punya anak dari kamu aku nggak akan balik sama kamu. Lebih baik aku jadi simpanan Om daripada hidup sama kamu!" kataku.


" Livia!!" katanya membentakku keras.


" kamu boleh ngomong apa, tapi jangan sekali-kali ngomong seperti lagi di depan aku.!"


" aku menikahi perempuan baik-baik bukan pelacur?" katanya


" Oo.. sekarang kamu baru sadar kalau aku ini pelacur. iyaa!!" Kataku.


" Plakkkk!!!! dia menamparku cukup keras.


" Aku gak suka kamu ngomong seperti itu!!" katanya.


" walaupun kamu sudah menikah sama aku, tapi aku itu nggak pernah kamu anggap. seolah aku ini masih jadi simpanan kamu.!!" kataku.


Dia menghela nafasnya kuat-kuat.


" susah ya ngomong sama kamu, aku bilang benar kamu nggak gak percaya, Ngomong apa adanya kamu kira aku mengada-ngada. malah omongan kamu kemana-mana.!"


" Sekarang terserah kamu lah livia!! apapun yang kamu inginkan?!" katanya kesal.


" tapi aku nggak akan menceraikan kamu!!" katanya lagi.


" gak usah seenaknya begitu dong, kamu bebas berbuat apapun sama perempuan lain tapi kamu kurung Aku Disini.!!"


" Kamu tuh jahat tauu!!" kataku sambil Menangis. tak tahan menahan rasa sesak di dada.


" Salah apa sih aku sama kamu?, kurang apa sih aku bagi Kamu?? kamu itu selalu kurang kurang kurang sama perempuan.!!"


" sebenarnya kamu itu butuh perempuan berapa banyak... 72 bidadari!!" ujar ku.


" Mati dulu sana!!" kataku kesal.


kemudian terdengar suara Kylie memanggil namaku. Dia baru saja pulang dari sekolahnya.


aku buru-buru menghapus air mata yang tergenang dipipiku.


Kylie mendorong pintu kamar, kemudian berteriak memanggil papanya sambil memeluknya.


Dengan lembut Sakha mencium keningnya itu, menggendongnya sambil membawa yang keluar. Aku tak memungkiri jika Sakha adalah lelaki yang hangat terhadap anak-anaknya.


Aku menghela nafasku, lanjutkan tangis kesedihan ku.


**


Entah berapa lama aku mengurung diri di dalam kamar, sambil menangis meratapi hidupku. berkali-kali aku mengelus perutku yang membuncit.


Aku belum juga Memeriksa nya ataupun USG untuk mengetahui jenis kelamin Jabang bayiku tersebut.


tadinya aku berencana jika Sakha datang ke sini, Aku akan memeriksa berdua dengan nya.

__ADS_1


Namun sepertinya keinginan itu sudah tidak ada.


Aku keluar dari kamarku. sudah pukul 2 siang, dan memang perutku terasa lapar.


Aku tak melihat Sakha maupun Kylie berada di ruang tengah.


mungkin mereka berdua tertidur, tapi sepertinya memang tidak ada mereka berdua Disini.


aku perlahan menaiki anak tangga, dan mendapati mereka berdua Tengah asyik menggambar sesuatu. Hobbi Anak ku itu memang menggambar. persis seperti Anak Sakha yang bernama Danesh itu, yg tak lain adalah kakak Kylie juga.


" Sudah bangun??" kata Sakha menyapaku. aku hanya diam menatapnya yg tersenyum kecil.


" Mama kenapa mata nya seperti itu??" tanya Kylie tiba tiba-tiba. Aku hanya tersenyum kepadanya.


" Enggak kenapa-napa sayang, tadi Mama habis tidur?" jawab ku.


" Kamu mau makan Apa?" tanya Sakha


" Maaf, tadi aku sama Kylie makan siang duluan.?" katanya lagi. Aku masih Diam.


" Aku pesan online yaaa??" katanya.


" Papa, Kylie mau Donat?" kata Anak ku itu yg dijawab oke oleh Sakha.


" Kamu mau makan apa? Ayam Geprek apa Geprek aku?" kata Sakha sembari tertawa yang di barengi Tawa Kylie kecil.


" Papa Geprek??" kata Kylie sambil tertawa terkekeh geli.


Sakha menatap ku lagi. Aku menatapnya dingin.


" Terserah?" kataku sambil turun ke bawah.


***


" iyaa.. nanti sebelum Magrib aku sudah sampai di rumah?" kataku menjawab telepon dari Estu.


" itu pakde Nanyain kamu?" katanya dari sana.


" ya kamu bilang aja, alasan apa gitu? Bilang aja kalau aku lagi ngurus sesuatu Selagi di Jakarta?" kataku kemudian Sambil turun ke bawah.


sepertinya pesanan makanan ku sudah sampai.


" jangan dulu tanya apa-apa sama aku. masih kacau?" kataku sambil membuka pintu.


sesaat kemudian aku berhenti berbicara dengan Estu.


menerima pesanan ku sambil mengucapkan terima kasih kepada bapak drivernya.


" jangan dulu lah, Nanti saja kalau keadaan sudah sedikit kondusif?" kataku kepadanya.


" Papa... Donat nya Kylie mana?" terdengar teriakan anakku.


" Ini Sayang?" kataku sambil mengangkat bungkusan donat pesanannya.


" Kylie mau yang rasa strawberry?" katanya kecil.


" sini-sini... Buka sama Papa?" Kataku kemudian.


" Mungkin ada di kamar nya, ini lagi aku siapin makan?" kataku.


"Ya pastinya lah seperti itu, tapi aku harus gimana lagi selain ngadepinnya?" jawab kepada Estu


" Sebentar lagi aku pulang?" kataku padanya.


" kenapa Lio nangis??" tanyaku


" ya Bilang aja sama dia, sebentar lagi Papa nya datang??"


" udah nggak usah disampahin teleponku, nanti malah aku ngerasa keburu-buru??" kataku lagi.


" Ya udah sampai ketemu ya di rumah? kamu sudah makan siang kan??" tanyaku.


" Ohh... ya sudah. bagus lah kalau begitu?" kataku yang mau nutup panggilan ponselku tersebut.


" Livia, makan dulu gih. itu udah aku siapin?" kataku sambil membuka pintu kamarnya. dia menatapku dingin.


" aku beliin kamu tadi sop daging, kayaknya sih tadi gambarnya enak?" kataku sambil sedikit tersenyum yang tidak direspon nya. lantas aku buru-buru menggulung senyumku itu.


" nanti jam 4 aku pulang ya?, keluarganya nanyain aku??" kataku kepada Livia yang masih saja diam sambil memakan nasi dan sopnya.


" Enak enggak?" tanya aku lagi mencoba berinteraksi dengannya.

__ADS_1


" SOP nya enak tapi enggak sama hidup aku?" katanya pelan tanpa menoleh ke arahku. Aku seperti sedang disindir olehnya.


__ADS_2