Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
Episode 23


__ADS_3

" Hampir saja aku ketahuan sama Om kamu itu, aku pikir dia bakal Lama disini tadi.??" Kata nya, Sambil melepaskan jas yang dia pakai.


Aku hanya tersenyum, seraya mendekatinya.


" Maaf ya Yahh..??" kataku manja. dia hanya tersenyum.


" Besok aku mau pergi lagi ke Macau, buat urusan bisnis. makanya aku sempetin mampir ke tempat kamu mumpung kamu masih ada di Jakarta.?" katanya.


aku hanya tersenyum manis sambil merangkul pundaknya.


" Makasih ya ayah Sayang??" Bisik ku di telinga nya.


" Bela belain mau ketemu aku Dulu??"


" Terus mau ketemu aku mau ngapain??" kataku Dengan bibir yang ku lipat di ujung.


dia hanya menatapku seraya berdiri mengajakku ke tempat tidur.


*****


" Maneh masih ingat si Yuli nteu, anak na Mang Tarman Jeung bi EHA??" katanya.


( Loe masih ingat si Yuli enggak, anaknya Mang Tarman sama Bi Eha)


" Yuli NU mana??" kata kucoba mengingatnya


( Yuli yang mana)


" Yuli Nu bareto sering urang Sisienan Hileud NU budak na leutik Tea?"


( Yuli yang dulu sering Kita takuti sama ulet, yang anaknya kecil itu)


" Oohh.. He'eh. Yuli Poni, kunaon emang??" tanya ku


( Ooh iya, Yuli berambut poni. kenapa emang)


" ayeuna maneh na janda. cicing di Pramuka.?"


( Sekarang dia janda, tinggal di Pramuka/ Nama tempat di Jakarta)


" terus ngomong Kitu, emang ku naon?? kataku


dia hanya tertawa memandangku


( Terus ngomong gitu, emang kenapa)


" Saha nyaho maneh hayang kawin jeung jalma salembur ?" katanya sambil tertawa mengikik


( Siapa tau loe mau Nikah sama orang satu kampung


" Ayeuna mah si Yuli geulis, Kajen janda geh.. Beuhhh, kaos kiyeu 👍🏻👍🏻 " katanya sambil mengacungkan kedua jempol nya.


( Sekarang mah Yuli Cantik, biarpun janda juga. pokoknya begini 👍🏻👍🏻)


aku hanya tertawa karenanya


" Nte ahh, urang mah Encan mikirkeun kawin Heula Lier..


( enggak ahh, gue mah gan mikirin nikah dulu. pusing)


" leuwih Lier Mun nte Aya anu ngurusan.?" katanya sambil cengengesan


( Lebih pusing kalau gak ada yang ngurusin)


" Ketemu Jumat Peuting deui, ketemu Minggu Peuting deui, ketemu Selasa Peuting deui??"


( Ketemu Malam Jumat lagi,ketemu malam Minggu lagi, ketemu malam Selasa lagi?)


" Naha jeung sabun-sabun deui??" katanya sambil tertawa terpingkal.


" Masa ketemu sabun sabun lagi?"


" Ari sia goblog??!"


( Bego loe !?")


kata ku mengumpat sambil Tertawa kepada nya.


******


" Thanks ya Bro, atas bantuannya. lu mau jauh-jauh datang buat saksi gua?"


Kata Rudi sambil menjabat tanganku. aku hanya tersenyum kepadanya. terlihat di sebelah sana, tak jauh dari kami ada omnya. Om Vanus.


Aku sedikit tersenyum kepadanya. namun ditanggapi nya secara datar.


" gue tahu lu banyak berkorban buat gue, gue juga tahu sekarang lu lagi di non aktifkan, kan. sama kantor.??"


" Sedikit yang gue tahu, mantan mertua lu masih mengendalikan kantor. bisa jadi lu korban permainannya.?" kata Rudi kepadaku.


aku hanya tersenyum tak bergeming.


" Sudahlah, gue juga. tahu tapi ya biarin aja lah." jawabku.


" Cuma tunggu waktu Aja, nanti dia juga giliran duduk di kursi pesakitan kayak gue .!" katanya sedikit sinis


" Gue sih nggak berharap itu terjadi sama dia. gimana - gimanapun dia orang yang baik sama gua dulu.!'


" Tapi, Terlepas dari itu semua. kalau Ada perbuatannya yg menyalahi Aturan yaa dia harus siap mempertanggung jawabkan nya?" lanjutku.


Rudi tampak tersenyum kepadaku sekali lagi dia menjabat tanganku dan memelukku.


" Thanks bro. gue tahu lu orang baik yang ikhlas. semoga loe ketemu kehidupan yang Baik dimanapun loe berada.??"

__ADS_1


" Karena Kesaksian loe, hukuman gue nggak terlalu Lama di penjara.!"


" Walaupun gue salah.tapi, gue Ngelakuin itu nggak sendirian.?"


" Yang lain juga rame-rame makan duit rakyat??"


" Anjing memang kita ini, Rakus Sama Gemerlap Dunia!" Katanya sambil tertawa lepas.


" Cuman gue bingung, besok kalau gue keluar dari penjara gue mesti kerja apa??"


" Gue kan udah dipecat dari kantor??"


" Saalat gue keluar dari penjara, umur gue udah nggak kompetent lagi buat ngelamar kerja sana sini??" kata Rudi menerawang. Aku Hanya tertawa kecil.


" Kan masih ada keluarga Lo Rud yg solid??" kataku sambil menatap Om Vanus dari tempat ku berdiri.


" Udah, lu jalanin aja dulu. ntar juga ada jalan keluarnya?" Kataku


" Tuhan pasti mau Menolong hamba-nya yang mau bertobat." kataku.


" Siap kapten!!' jawabnya Sambil tertawa


" Oohh iya Kha, gue mau minta maaf.?"


" Kalau keterlaluan ngomong sama berlaku gak sopan ke loe?" katanya sambil melirik ke arah om Vanus. aku hanya tertawa kecil.


" Keluarga gue emang keras, maaf. Bukan gue gak mau sodaraan Ama elo. tapi aturan keluarga gue emang gak bisa di tawar?!" katanya.


" Iya gw ngerti Rud. Gue juga salah deketin Livia, Seolah nyuruh dia milih antara gue apa keluarga nya.Sampein kata maaf gue ya Bro??" kataku.


Dia hanya mengangguk.


" Hati hati di Jawa Bro, Sukses selalu ya. kalo ke Jakarta jangan lupa tengokin gw di penjara.??" katanya sambil tertawa. aku menepuk pundak nya.


" Dua tahun gw keluar, dan Nanti, saat pertama gue keluar penjara. orang pertama yang gue cari elo Bro??" Kata nya.


" Ngapain lagi loe nyariin gue??" tanya ku.


" Mau gue ajak ke Puncak ??"


" Ngapain??" tanyaku


" Apalagi, Gue bakal bayarin loe Buat nge*e cewek cewek Sono!!? katanya sambil tertawa puas.


" Anjing...otak ************. Sialan Lo!!?" umpat ku sambil tertawa.


*****


" Hallo Kha, kamu sekarang dimana??" tanya ku di telfon.


" Masih di Jakarta Estu. kenapa??" jawab nya.


" Enggak, bisa ketemuan gak Kha. sebentar?" pinta ku


" Oke deh. dimana, Kapan??" tanya nya lagi.


" Okelah, tapi bisa gak kamu bawa anak anak juga. Soalnya aku besok mau balik ke Jawa??" katanya.


" Iya, Nanti aku bawa Arcel sama Danesh??" jawab ku.


***


" Sebenarnya ngapain juga aku balik ke Jawa.??" Pikir ku.


" Tapi, ngapain juga aku bertahan di sini. terlalu banyak mudharat dan godaan.


apa baiknya aku mengundurkan diri saja, mencari pekerjaan lain atau membuka usaha.


aku seriusi saja usahaku dengan Pak Subandi siapa tahu ada jalan.


tapi aku terlalu jauh dengan anak-anak pikirku galau


kata kamu rumah indie kamu kontrakan Estu. tanya aku kepadanya. Dia Hanya Diam


aku tidak perpanjang kontraknya. rumahku diacak-acak, nanti malah semakin rusak.


nggak kamu jual aja, cari yang baru kataku. dia hanya memandangku.


kuperhatikan wajah anak-anaku yang tampak akur bermain bersama. kuakui keduanya lebih mirip denganku ketimbang ibunya yang sudah mengandung selama 9 bulan lebih dan menyusui lebih dari 2 tahun. Aku Tersenyum


kenapa senyum-senyum tanya Estu kepadaku


Haahh!! enggak kataku kaget


lagi senang aja ngeliatin Arcel sama Aa nya akur. anak ku ganteng mirip Papa nya kataku dengan sedikit tertawa. Estu tampak mencibir


oh ya kamu kamu pengen ketemu aku ada apa, tanyaku padanya.


hmmm... aku mau tanya sedikit perihal Panji yang pernah kamu temui di hotel.


how yang waktu itu kataku


emangnya kenapa lagi, nanti kamu bilang aku aku ikut campur lagi. sindir ku


ini beda hal tolong kamu jangan bicara seperti dulu. aku hanya diam


kenapa apa tanyaku lagi


maaf ya sebelumnya aku mau tanya sama kamu tapi tolong jangan marah


tanya apa kenapa aku harus marah kata aku tenang


saka apa benar kamu memukuli Panji di hotel tanyanya hati-hati. aku hanya diam meratapi lagi

__ADS_1


panci bilang begitu sama kamu tanya aku


dia hanya mengangguk.


Aku mau cerita tapi terserah kamu nantinya mau percaya aku atau Adik kamu itu


Aku tidak pernah memukuli siapapun sampai hari ini apalagi Panji Adik kamu. kalaupun dia mengatakan aku pernah mukulin ya di hotel dia memutar balikan fakta Estu terlihat sedikit gusar namun dia tetap


tenang


kamu ingat hari dimana Aku mau minjem rumah ini sama kamu Setelah aku ketemu kamu aku langsung pulang ke hotel


Tampa sengaja saat aku keluar taxi ada keributan. saat itu baru ada satpam 1 orang orang yang melarangnya melerai. waktu itu ada 3 orang laki-laki.2 orang berbadan besar dan yang satu orangnya biasa saja seperti marah-marah sama Panji dia dimaki-maki dihadapan perempuan yang ada di foto tersebut . ternyata laki-laki tersebut adalah suami dari pacar adik kamu. saat itu Panji menjawab perkataan-perkataan lelaki tadi sambil memegang tangan pacarnya mungkin karena cemburu lelaki tadi memukuli Panji dibantu 2 orang bodigar nya satpamnya kewalahan melerai aku otomatis lari coba menahan agar lelaki itu tidak memukul Panji waktu aku datang pun dia sudah babak belur


jika Panji ngomong kalau aku yang mukulin dia Mungkin dia kesal aku tidak menolongnya. pastinya kejadian itu membuatnya malu ya malu untuk menceritakan kebenarannya.


tapi kamu bercerita sesuai fakta kan tanyanya curiga.


aku hanya tersenyum.


itu terserah kamu saja, kalau kamu mau minta buktinya Hotel itu kan ada CCTV nya. bisa kamu cek lah aku bohong apa enggak.


tapi kalau by Panji bicara seperti itu ya sudah percaya saja toh nanti dia sendiri akan menerima akibatnya


maksud kamu apa tanyanya


ya nggak ada maksud apa-apa cuman kan ibarat pepatah dia akan menuai apa yang dia tabur jika itu kebaikan kan aku baikan pula yang ia dapatkan jika itu kejahatan bohongan maka dia akan mendapatkan kejahatan yang lainnya. kataku kepadanya


dia menatapku


apa kataku Sambil tertawa


aku sudah pernah membuktikannya kok kamu juga tahu itu kataku sambil senyum-senyum.


*****


tega banget sih Panji berbicara seperti itu tentang SAKA, seandainya dia benci terhadap saka pun kenapa dia sampai tega itu terhadap saka mengatakan bohongan kepada ada Bapak yang memang benci sama saka.


aku rasa kecelakaan itu memang disengaja dilakukan kan oleh Bapak sebagai balas dendam Terhadap saka karena Panji mengatakan keterangan palsu.


pikirku sambil memperhatikan saka dan anak-anaknya.


oh iya besok harus kembali ke Jawa, mungkin nunggu sementara di kontrakan sambil menunggu surat panggilan kerja kembali dari pusat. katanya kepadaku


Aku titip anak-anak ya sama kamu katanya terdengar sedih. aku hanya diam


terus mau ngapain kamu di kontrakan tanya aku


Aku adalah sedikit kegiatan kan mulai join sama seseorang usaha kecil-kecilan


apa kataku tanya aku penasaran.


nanti ajalah ini kan baru mau mulai jalan Pak Malik kalau mau diceritain katanya sambil tersenyum


seketika aku ada perasaan haru terhadapnya, rasanya tak ingin aku melepas tangannya. rasanya aku ingin memeluknya. rasanya Aku menyesali telah bercerai dengan nya sungguh aku ingin memeluk nya dan memilikinya lagi.


dia tampak tersenyum senyum yang teramat berat dia berikan kepada kedua anaknya. kadang dia membelah iya membelai rambutnya penciumannya menciumi berkali-kali hingga anak nya merasa risih dan hampir-hampir menangis.


ya Tuhan rupanya Aku masih mencintainya, mencintai setiap perlakuan romantisnya terhadap anak-anak perkataan nya yang selalu lembut meluluhkan hati siapapun


andai waktu bisa diputar kembali pikirku


Estu, sudah waktunya makan siang kita bisa makan bersama nggak pintanya


aku hanya mengangguk pelan


dia tampak tersenyum sambil menggendong anaknya yang kecil menanyakan ingin makan apa sungguh hatiku tersentuh


Endang nggak makan ya ya katanya kepada anak-anak.


enak pa jawab Danesh sambil mengangkat potongan ayamnya.


besok sini lagi ya pa pintanya manja. saka hanya mengangguk Dan Tersenyum


tapi papa kerja dulu ya danesh sama Arsel sama mama dulu gak boleh nakal jadi anak yang nurut ya jadi anak yang baik biar ganteng kayak papa katanya sambil tertawa sedikit melirikku. aku langsung membuang muka


sudah siang, kamu harus segera pulang nanti bapak marahin kamu lagi katanya mengingatkan


hmmm jawab ku.


aku juga harus balik ke kosan. mau siap-siap aku nanti jam 7 malam berangkat. katanya


Aku pergi dulu ya aku titip anak-anak sama kamu nanti kalau mereka bangun bilang aja aku berangkat kerja atau apalah terserah kamu katanya sambil berdir sambili memegang tongkatnya. Sakha belum begitu pulih.


Aku hanya terdiam dan ikut berdiri bersamanya


aku menatapnya, tiba-tiba aku menangis rasa sedih akan ditinggalkan olehnya dia menatapku heran


aku bergegas memeluk nya. Dia Hanya Dia kamu kenapa tanyanya pelan


enggak enggak apa-apa apa kamu Yang hati-hati ya di sana


dia hanya tersenyum sambil mengelus rambutku aku semakin erat memeluknya. udah Estu udah jangan memperkeruh suasana katanya tapi aku masih memeluknya erat.


aku tak percaya ya kalau kami masih melakukannya. pikirku sambil memeluk tubuhnya pelukannya terasa erat. sangat erat dari terakhir kali Yang kuingat


pertanda apakah ini semua, aku berkali-kali lakukan dosa dengan mantan istriku.


tak ku pungkiri bahwa ini adalah kebutuhan namun seharusnya ini tak terjadi.


aku menciumnya rambutnya dengan mesra. dia hanya diam dan menatap ku.


aku menelan ludah mencoba bertaruh untuk mencumbunya sekali lagi

__ADS_1


Siang pun terasa lebih panas dan bergairah bagi kami,diluar anak kami tertidur dan di ruangan lain kami bertempur. menghabiskan gelora kami yang menggebu-gebu. mengingat-ingat kembali kejadian yang dulu sering kami lalui di kamar ini. menikmati setiap adegan yang kami ciptakan.


Yaa sekarang kami akan melakukannya untuk yang kedua kali.


__ADS_2