Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
Episode 12


__ADS_3

Masa iya ada kebetulan yang di sengaja sihh?? pikir ku.


Setelah pertemuan yg telah lalu, baru kali ini aku sempat memikirkan Livia dan teman nya itu.


Sampai hari ke tiga aku di kota ini, Livia belum menghubungi ku. ya aku memaklumi sikapnya itu. mungkin banyak sekali alasan dari nya.


Sudahlah, sudah berakhir juga kisah kita ini. dengan kehancuran hubungan yg kami miliki bersama pasangan masing-masing sebelumnya,


Pikir ku sambil membasahi Rambut ku dengan air hangat yg keluar dari shower ini.


******


" Minggu depan kan ada tanggal merah mas, kita main yuk ke Bandungan??" kata Eko sambil senyam senyum.


Jujur aku curiga dengan senyum nya itu.


" Dimana itu??" tanyaku dengan muka yang senang. Dia tertawa kecil.


" weslah, yang penting ikut aja??" katanya setengah cekikikan. aku semakin curiga,tetapi tak memperlihatkan nya.


" Ogah aku kalo kamu aneh aneh Ko??" kata ku


" Aneh piye sih mas, cuma rekreasi biasa ini??" jawab nya sambil memakan Snack yang ada di hadapannya.


" Ikmal sama Noval kamu ajak kan??"


" Ooo..Pasti??" katanya tertawa sembari mengacungkan jempol nya.


Hmmm... tempat apa itu?? pikir ku.


" Ayo ke depan Ko... aku mau ambil uang sama makan??" ajak ku kemudian pada nya.


" Males e aku mas. tadi udah makan juga aku??" jawab nya. aku hanya mengangguk menatap nya.


" Ya udah aku pergi dulu yaa??" kataku kemudian.


*****


" Coba ke minimarket yang sebelah sana Pak, disana ada Mesin ATM nya juga kok??" kata mas mas kasir minimarket ini kepada ku.


" ini keluar terus belok mana??" tanya ku.


" Bapak jalan kedepan terus belok kiri. mungkin ada seratus meter dari sini. dekat kok pak??" terang nya. aku hanya mengangguk sambil mengucapkan terima kasih kepada nya.


" Maaf mbak??" kataku sambil buru buru mengambil tas nya yang terjatuh.


Kemudian tas itu ku serahkan kepada nya.


Dan kebetulan apa lagi ini, pikir ku terdiam sambil menatap wajah nya.


" Livia??" kataku pelan. dia tersenyum


" Ngapain mas??" katanya terdengar basa basi.


" Oh, aku cari ini??" kataku sambil mengangkat plastik belanjaan ku.


" Jalan ?" tanya nya. aku hanya mengangguk.


" Kamu baru pulang kerja ?" tanya ku. dia hanya mengangguk kecil.


" Sampai kapan di Jogja mas??" tanya nya.


" Mungkin besok balik ke Kutoarjo nya aku ??"


" Kutoarjo??" katanya pelan.


" Iya, sudah hampir lima bulan aku dimutasi ke sana??" jawab ku. dia hanya diam ternganga.

__ADS_1


" Hmm... ya udah ya. aku mau ke ATM dulu?" kataku kemudian berpamitan kepada nya.


" Loh, bukan nya di dalam ada mas??" katanya.


" Lagi error.?" jawab ku sambil tersenyum kecil.


Kembali dia ternganga.


" Mas..?!" panggil Livia tiba tiba saat aku sudah membalik badan ku. aku menatap nya.


" iya?" jawab ku pelan sambil menghadap kepada nya lagi.


" Mas gak bawa Hape yaa?" tanya nya.


" Enggak, tadi lagi aku cast?" jawab ku.


" Tadi sore??" katanya lagi. aku menatap nya tak mengerti.


" Tadi sore aku Miss call nomer mu. tapi gak di angkat??" lanjut nya.


" Oo... mungkin masih di Cas, terus akunya lagi mandi??" jawab ku.


" Aku belum sempat cek sih??" kataku lagi.


" Nomermu yang ujungnya berapa??" tanyaku.


" 269 mas??" jawab nya. aku mengangguk.


" Nanti aku save kalau sudah sampai Hotel?" kataku.


Kemudian kami tersenyum dan saling membelakangi.


******


" Jadi setelah lulus kamu dapat panggilan kerja Di sini??" kataku sambil memakan mie godok yang ada di hadapan ku.


" Sudah lumayan lama juga ya kamu di sini??" lanjut ku. Dia hanya tersenyum.


" Terus, gimana hubungan mas dengan mbak... Estu??" tanya nya hati hati.


Hampir saja aku terdesak, buru buru aku mengambil gelas berisikan air teh tawar itu dan meminumnya.


Dengan mata yang sedikit berair. aku menatap nya, kusapukan tisu Roll yg ku tarik tadi ke muka ku.


Sesaat aku terdiam.


" Gak ada topik pembicaraan yang lain nihh??" kataku sambil sedikit tertawa kecil. Livi hanya diam.


" Bagaimana keadaan nya Rudi??" tanyaku


" Aku gak pernah ketemu dia lagi mas, terakhir katanya dia kawin siri sama perempuan Bogor itu??" katanya.


" Hmm... pantas saja. Dia gak bakal cerita kalau tidak di tanya??" kataku kecil.


" Gimana mas??" katanya dengan nada bertanya memperjelas.


Aku menatap nya sambil menggeleng kecil.


" Aku sudah selesai dengan Estu, maksudnya rumah tangga kami??" kataku.


Livia tampak terdiam sejenak, memalingkan mukanya menatap mobil yang melintas.


" Lalu??" tanyanya pelan.


" Yaa... lalu ya apa??" tanyaku balik kepada nya sambil tertawa kecil.


" Maksudnya, ya mas gimana sekarang.??" lanjut nya dengan senyuman yang kecil di tarik dari bibir nya.

__ADS_1


" Ya aku Sekarang Duda lah, apa lagi??" kataku sambil tertawa. Livia juga tampak tertawa kecil.


" Bukan itu juga mas maksudnya?"


" Kan kamu tanya nya Aku,ya aku jawab lah ??" terang ku sambil masih tertawa.


" Maksudnya kamu sama anak anak??" kata nya membetulkan pertanyaan nya.


Dan senyum nya yang masih ku ingat itu, terlihat lagi di hadapan ku. Sesekali dia tertawa kecil sambil membenarkan rambut nya yang terurai.


Tangan nya Refleks memegang Bahu ku.


Aku menatap nya lekat.


" Oo.. jadi kamu ngontrak di sini??" kata ku.


Dia hanya mengangguk kecil seraya memandang ku dengan wajah persegi nya.


" Lalu yang kemarin sama kamu di Angkringan siapa??" tanya ku hati hati. Dia menatap ku dan diam.


Aku segera pura pura menghisap Vape ku.


" Maaf?" kata ku kemudian.


Dia hanya kembali diam. lalu aku menatap jam di tangan ku.


" Kayaknya kamu mesti pulang sekarang??" kata ku.


" Tolong pesanin ojek online dulu yaa??" Pinta ku pada nya. Dia diam menatap ku. lalu aku berdiri menghampiri bapak penjual mie ini untuk membayar pesanan ku tadi.


Kami berjalan ke arah parkiran motor.


" Kamu balik Kutoarjo besok mas??" katanya pelan.


" Iya.?" jawab ku cepat.


" Udah aku pesenin ojol nya, tinggal nunggu datang?" katanya. aku hanya mengangguk.


" Ongkos nya segini?" katanya sambil menunjukkan ponsel nya kepadaku.


Tak sengaja, tangan kami saling bersentuhan. kemudian kami saling pandang.


Ada getaran yang terasa, sesuatu gelombang yang tak bisa di jelaskan tetapi kami mengerti pasti itu apa.


" Mas??" katanya pelan.


" Kamu gak mau tau dulu kontrakan ku??"


Aku menatap nya yang juga menatap ku. Rasanya ada yang bergejolak tiba tiba. sekuat bisa aku menahannya dan terlihat tenang di mata nya.


Aku berfikir, apakah ini godaan, ajakan atau hanya basa basi. Ahhh.. rasanya aku mulai goyah.


Aku hanya tersenyum.


" Kamu share lock aja nanti?" kataku sambil memegang satu jemari tangan nya.


" kalau ada waktu luang atau aku kembali lagi ke Jogja aku main ke tempat kamu?" kataku.


Dia tersenyum sambil menatap ku dalam.


Tak lama kemudian ojol ku datang. segera aku berpamitan kepada Livia, Aku memegang tangan dan mengusap kepala nya pelan sambil tersenyum hangat.


******


" Tadi siapa pak. keponakan nya ya?" tanya Driver ojol ini kepada ku sambil terus membawa motor nya..


" Iya pak, tadi keponakan saya. lagi kuliah di sini??" Jawab ku sekenanya .

__ADS_1


Deeeuhhh...pikir ku


__ADS_2