Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
Episode 83


__ADS_3

" Aku tadi ke Rumah Sakit. tapi kata perawat nya, kamu seharian gak ke Rumah Sakit? kamu kemana?" Tanyaku Kepada Livia setelah sampai aku di rumah.


Dia menatap ku.


" Seharian aku di Rumah. Capek, jadi aku titipkan Mama sama perawat?" jawab nya.


Aku tersenyum.


" Kamu Capek ngapain?" kataku sambil mendekat, Berusaha untuk memeluknya. namun dia mendorong ku.


" Mandi dulu sana, Kamu bau Asem!" katanya datar. aku hanya mengangguk.


" oh iya Livia, hape ku dimana?!" kataku sambil berjalan menuju kamar mandi.


" Masih di tempat yang sama, Kamu charge kan?" katanya. Aku mengangguk.


Setelah selesai aku mandi, aku berjalan ke dapur. tidak ada tanda tandanya memasak. diatas meja makan hanya ada Donat beberapa potong. sisa aku beli kemarin malam.


" Sayang, kamu gak masak yaa?" tanyaku sedikit berteriak.


" Aku pesan Online tadi. lagi malas masak!" katanya menyahut ku.


Aku hanya menelan ludah, kulihat jam di dinding. sudah pukul 9 malam. apa yang harus ku makan ini, pikirku. Lalu aku mengambil ponsel ku.


Lalu kemudian aku memesan makanan. Nasi goreng lagi.


" Yang kamu mau pesen apa. aku beliin sekalian!?" tanya ku lagi kepadanya.


" Gak usahlah, aku kenyang?" jawab nya.


Ada sedikit perasaan curiga aku terhadap nya. kenapa dia sepertinya Dingin malam ini kepada ku? Lalu aku buru-buru mengecek pesan pribadi ku di Ponsel. namun sepertinya tidak ada yang salah? Lalu apa. pikirku sambil menunggui makanan ku datang.


" Kha, besok mobil aku bawa yaa? mau aku servis?" katanya kemudian.


" Servis Dimana?" tanyaku


" Di tempat biasanya aku servis di Jakarta lah!" katanya.


" Kamu mau pulang kapan?" tanyanya lagi.


" Mungkin lusa. besok aku masih harus mengurus Teteh?" jawab ku.


" Gimana keadaan nya Kha, apa dia jadi pulang ke kampung?" tanyanya.


" Kemungkinan jadi.?" jawab ku.


Setelah sejam kemudian, setelah aku selesai makan malam dan berniat untuk tidur aku menyusul Livia di kamarnya itu.


Aku mendekati nya, berusaha untuk mencium nya.


" Udah ikhh, Aku Capek!" katanya sedikit ketus. aku mulai curiga kepadanya dan berusaha untuk menciumnya kembali.


Namun lagi lagi dia menolak ku. Aku semakin merasa curiga.


" Udah sih Kha, kamu gak punya Capek apa!? kok yaa pikiran mu Kesana terus!" katanya.


" Kesana apa?" kataku sedikit Mesra dan Mencoba merayu nya.


" Udah Kha... Udah!!" bentak nya. Aku menatapnya heran.


" Aku gak Mau!!"


" Kamu kenapa yang!?" tanyaku padanya.


Dia menatap ku tajam.


" Kamu bohong kan sama aku?!"


" Kamu masih berhubungan sama Perempuan yang namanya IndahAyu_kha99 itu kan!!?" katanya.


" Indah Ayu siapa?" kataku.


" Itu followers mu di akun Instragram!!" katanya.


Aku jadi merasa kaget dan menatap nya lekat.


" Begitu yaa cara main kamu sama dia. kirim pesen nya lewat DM. terus foto-fotonya kamu simpan di file manager ponsel kamu yang pake sidik jari kamu!!" katanya sangat marah. Aku hanya diam menatap nya. Rasanya kuping ku terasa panas.


" Mana janji kamu mau beresin hubungan kamu sama dia!?"


" Iya..iya Sayang. nanti kalau pulang ke Jawa aku beresin!!?" katanya sambil menye-menye.


" Kamu tuh Bullshitt!!"


" Sadar gak sih kamu itu punya anak perempuan?!"


" Apa sih yang bakal bikin kamu Sadar, Kalau anak yang penyakitan Gak bisa menghentikan Kamu yang Badjingan itu!!?" katanya membentak ku.


Aku menatapnya tajam, Mulut ku masih Diam. tak tahu harus berkata apa, Karena aku sadar. akulah yang salah.


" Jadi Diem kan kamu, ngaku salah kan kamu Sama perbuatan kamu sendiri yang bedebah itu!"

__ADS_1


" Apa iya kamu mau jadiin aku seperti Estu, kamu selingkuh lagi terus Cerai, kawin sama selingkuhannya terus selingkuh lagi!?"


" Kamu sampai kapan mau berhenti nya Kha!!" katanya.


Disaat seperti itu, malah ponsel ku berbunyi kembali. Sial umpat ku.


" Itu, pacar kamu pingin di Gilir! sana balesin Dulu sekalian kamu C***!!" katanya. Aku memandang nya sengit.


" Aku tau aku salah. tapi kamu apa iya pantas ngomong kayak gitu sama aku!" kataku tak terima.


" terus maksud kamu, harus nya aku ngomong gimana? lemah lembut begitu!? mempersilakan kamu baik-baik?" katanya dengan bibir yang mencibir.


Aku menatapnya tajam.


" coba sekalian buka isi Galeri kamu. file manager di ponsel kamu. biar aku tahu apa isinya!" katanya sambil mengambil ponsel ku Dan menyodorkannya.


Aku menatapnya.


" Gak berani kan kamu!? apa sebenarnya isinya Hahh!!" katanya membentak ku.


" Foto bugil dia apa ******** dia!!" katanya keras.


mukaku rasanya terbakar karenanya. aku masih menatap nya tajam sambil menarik nafas ku Panjang.


aku mengambil ponsel ku, kemudian direbut olehnya secara paksa. Aku menahannya. namun terbanting keras ke lantai. Duhhh?? pikirku.


" benar kan kamu mau balas pesan dari dia itu! cepet aku pengin tahu isi chat kamu itu sama dia!!" katanya terdengar sangat marah.


" Livia, nothing special About her. I really want to stop my relationship with her!?" kataku.


" Halahh k***** !! Nothing spesial Nothing spesial Tapi Ng*** Juga!" katanya yang membuatku merasa di tampar oleh nya.


Lalu aku mendekati nya mencoba memeluk nya.


Dia menolak ku, mendorong tubuhku dan menjambak rambutku.


" Aku Benci sama kamu benci Banget!!" katanya sambil menarik rambut ku. Aku hanya Diam Sambil menahan rasa perih di kepalaku itu.


" Kenapa aku mau Nikah sama kamu, kalau Tahu kamu begini mending aku jadi Simpanan om Om lagi!!" Katanya.


Aku menatapnya tajam. lalu aku menampar pipi nya keras hingga wajahnya berpaling.


" Ohh... akhirnya keluar juga omongan lacur kamu itu!!"


" Aku pikir kamu sudah benar-benar tobat, tapi tobat kamu itu palsu!! lantas apa bedanya dengan aku!?" kataku marah.


" Pantas saja Mama gak kunjung sembuh, kamu pakai uang hasil Ngelon** kamu itu buat dia. yang ada dia semakin parah!" kataku


" Plakkkk... gantian aku yang di tampar nya. Ditampar lagi dan di Cakar olehnya. Dia memakiku sambil berteriak teriak. Aku berusaha menahan nya sambil memegang Pergelangan Tangan nya itu kuat kuat.


Aku semakin menggila melihat nya meronta.


Ku tampar dia sekali yang membuat nya semakin lemah. Aku melucuti nya yang tak berdaya itu, lantas aku menurunkan Celana ku.


" Aku gak mau nge** Sama Anjing kayak kamu Sakha!" Katanya yang langsung menghentikan ku.


Rasanya, Dalam dada ku ini sakit sekali. lebih perih dari jambakan tangan nya di kepala ku, lebih sakit dari Tusukan Pisau mungkin. dan lebih menampar keras di dalam Jiwaku. Aku disamakan Dengan hewan oleh Nya!.


Aku Berhenti dari aksi ku, menatap wajahnya yang memerah karena tamparan ku tadi. Aku sakit, namun bertambah sakit saat aku menyadari telah melukai nya.


Perlahan aku mulai menjauhinya, menatap nya sambil membetukan reselting ku.


Dengan perasaan yg sakit di dalam dada, Seperti tertindih oleh batu besar tak terkira yang kutahan.


Kemudian aku memakai Kaos ku, kemudian merapikan Barang barang milik ku lalu berniat untuk pergi.


" Kamu mau kemana!!" teriaknya Kepada ku. aku tak bergeming.


" Sakha, kamu mau kemana!!" katanya mengulang.


Aku menatapnya dengan Sengit. Amarah ku memuncak lagi.


" Aku mau cari lon**!! Aku mau nge**!!" kataku keras.


" Aku ***** banget malam ini, pingin ngen*** Sama Lon** yang masih manusia.!"


" Ternyata selama ini aku nge** Sama Siluman ular yang bermulut kotor!" kataku padanya sambil pergi.


" Kalau kamu keluar, gak usah Pulang kamu. sana urusin aja Simpenan mu!" katanya keras.


" Hahaha.... Bukannya itu Bagus buat kamu, biar dapat kakek tua Bangka lagi, mau koleksi berapa pun Bebas!!" kataku. Sambil berjalan pergi.


" Sakha!!" teriaknya namun aku tak menggubris nya.


***


Aku masih menangis setelah kepergian nya itu. Rasanya aku tak percaya bisa berbicara sekasar itu kepadanya, pastinya dia sangat terluka.


Aku menyesalinya Kenapa tadi aku sangat bodoh dan mengedepankan emosi. Sekarang aku tak tahu dia kemana. Semua barang nya sudah di bawa. mobil pun dia tinggal.


Kenapa tadi tak ku coba cegah saat di rumah pikirku Bodoh.

__ADS_1


Yaa Tuhan, kemana Lelaki kesayangan ku itu. pikirku sambil menangis dan memanggil namanya perlahan.


Berkali-kali aku mencoba menghubungi nya lewat telepon. tetapi ponselnya tidak aktif.


Tadi ponsel nya itu Sempat ku banting.


Kemana dia, pikirku. sambil menyeka air mata ku, aku menengok Kesana kemari dari dalam mobil ku.


Aku tak mungkin ke Rumah mbak Estu untuk mencari nya. aku tidak ingin dia berfikir bahwa aku sekarang sedang mendapatkan karma.


***


Namanya Tita, Astita. perempuan yang menggoda Kaka iparku itu. tak sengaja aku menemuinya di Tenda pecel lele bersama Lelaki lain yang tampak gemulai. mungkin Teman nya.


Aku memperkenalkan diri ku, dengan sedikit pesona ku yang sudah tercakar tadi oleh Livia.


Hanya bermodal kan Ngobrol, bayarin makan, belikan Rokok dan rental mobil, Dia bisa ku ajak dengan dalih mengantar kan nya pulang ke kost.


" Bisa nggak malam ini kita check in?" kataku berbisik pelan di telinga nya. dia tersenyum kecil sambil sedikit mengedipkan mata.


" Di kostan ku aman kok?" katanya.


Aku sedikit berfikir.


Setelah sepakat dengan harga, aku lantas membayar nya di muka. dua kali lipat. yahhh... standar pikirku.


Sebelum nya aku sudah berjaga jaga, jika terjadi sesuatu hal yang ke bablasan. Aku sedia Pengaman.


Dia melayaniku dengan sangat baik, memperlakukan ku seolah olah aku adalah Pacar nya.


Aku sedikit nakal, ketika dia sedang Nye**** Kon*** ku.


aku memotret nya. Aku tidak berniat meniduri nya hanya meminta membantuku untuk Or*** S** dan mengeluarkan nya Tampa Berhubungan badan.


" Tita kamu kenal haji Rahman?" tanyaku sambil memakai celana ku itu.


" Aku gak kenal?" katanya menjawabku.


Aku sedikit Tertawa kecil.


" Kirain Kamu tau dia.?" kataku.


" Berarti Tita Pacar nya itu bukan kamu ya?" kataku. matanya sedikit tersudut..


" Dia itu kakak ipar ku loh. istri nya yang stroke itu Kakak perempuanku satu satunya!?" kataku sedikit serius. dia hanya diam.


" Aku sih gak masalah kalau kakak ku yang stroke itu di Cerai oleh suaminya. aku masih bisa merawat nya.?" kataku sambil merokok.


" Coba kamu pikir kalau itu ibu kamu, atau seandainya kamu di posisi itu?" kataku.


" Bagaimana perasaan nya. mungkin mending mati saja dengan keadaan nya yang seperti itu?" kataku.


" Aku gak akan cegah kamu menikah sama pak haji. Baik aku atau kakak ku gak akan menuntut harta Gono gini.?"


" Harta ayahku masih cukup kita makan sampai nanti mati?" kataku


" Apa kamu gak sayang sama tubuh kamu, bakal di gerayangi lelaki Bangka.!?' kataku sambil Tertawa mengejek nya.


" Bukannya gak enak tadi, kamu cuma ngocok aku, Nye**** ko**** doang??" kamu pingin kan ngerasain kemampuan ku??" kataku.


" Kamu bakalan kayak gitu kalau menikah sama dia?" kataku sedikit tertawa.


" Yahh, kepuasan apa yang bakalan kamu peroleh dari dia selain harta yg gak seberapa itu!?" kataku. Dia hanya diam.


" Lebih bagus, kamu menikah sama lelaki yang sebaya atau lelaki yang kamu dapatkan Tampa menyakiti Perempuan lain?"


" Makasih ya, tadi sedotan nya kenceng!?" kataku sambil mengedipkan mataku nakal dan pergi meninggalkan nya.


***


Aku terbangun dari tidurku, rasanya badanku pegal pegal sekali. semalam setelah pergi dari kost-an tita aku langsung pergi ke penginapan kecil.


Aku membasuh muka ku, Menatap cermin sambil memikirkan Dua kejadian semalam.


Perasaan ku masih kesal karena Livia.


Lalu kemudian aku mandi.


Setelah menemui teteh ku di rumah keponakan ku itu, Kami sepakat berencana untuk membawa teteh ku pulang ke kampung. karena teteh bersikeras untuk tetap pulang ke kampung halaman.


Setelah lima jam perjalanan akhirnya aku sampai di kampung ku. Teteh menangis haru dan meraung Kepada Abah.


" Sing sabar, Sing kuat. Engke juga si Rahman bakal ka dieu nyusul maneh nyai?" katanya.


" Hayu Mun arek cicing di diyeu mah nyai. Sareng Abah Amih Siga bareto, urang hirup barbarengan.?" katanya yang membuatku sedih dan terharu.


Sedikit kilas balik, dahulu saat aku dan teteh ku kecil. jarang sekali tinggal bersama dengan Abah dan Almarhum Amih. Sakit sekali rasanya mendengar Abah berbicara seperti itu.


Tak terasa Aku menitikkan Air mata ku. Aku Memeluknya mereka.


" Sepp, tolong Pang bejaan si Mira. titah balik ka lembur. Abah teh Sono ka anjeuna?" katanya terdengar pelan. Matanya seperti berkaca kaca. Aku seperti menangkap Sesuatu pertanda?

__ADS_1


Bagaimana ini? pikirku. Aku harus minta tolong kepada siapa? Akan repot bila Mira pulang sendiri menggunakan Bus. lalu Anak ku Kylie.


Rasanya tiba tiba Hatiku bertambah Sakit.


__ADS_2