Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
Episode 105


__ADS_3

Aku gak tau harus bagaimana saat Haris meninggalkan Aku dan anak anak di sini.?


bukan aku tak mencoba untuk mencegahnya pergi, namun sifatnya yang kekanak-kanakan itu membuat ku


muak.


belum pernah aku dicampakkan seperti itu oleh seorang laki-laki selain dirinya.


jika dibanding-bandingkan, bahkan dahulu semarah apapun Sakha terhadapku dia tidak pernah melakukan hal seperti itu terhadapku.


Setelah percakapan yg dia mulai sendiri tadi, tetap berakhir dengan dia yang merasa Cemburu dan merasa dikhianati oleh ku juga Sakha.


katanya kami sengaja menyembunyikan dan bersekongkol membohonginya.


Selama ini Sakha memang sengaja menyembunyikan identitasnya dari Haris.


dialah yang pertama mengetahui jika aku dekat dengan Haris yang kebetulan berhubungan dengannya menyangkut pekerjaan.


Katanya dahulu, bukan Tampa sebab dia berbuat seperti itu.


" udah nggak usah dipikirin lah kalau dia seperti itu, ya kamu harap maklum saja, nanti juga dia akan sadar sendiri!?" kata Sakha padaku.


" Kamu Bisa tinggal dulu sebentar disini, besok aku carikan tiket Bus atau kereta untuk pulang ke Jakarta?" kataku.


" nanti kamu tidurnya di rumah kontrakan aku kalau mau kalau nggak ya Bisa aku carikan hotel di dekat sini?" katanya kemudian.


" bisa-bisanya lagi Orang seperti itu?" kata livia sambil tersenyum sinis.


" ya bisa-bisa saja sih, namanya juga masih manusia apa saja bisa terjadi.?"


kata Sakha terdengar enteng. aku hanya diam dan masih duduk di hadapan mereka berdua, dan juga masih ada Ayu duduk di antara kami.


Dia terlihat paling diam dan tak berani berkutik.


logatnya Livia seperti akan memangsa kami satu persatu. namun aku berusaha untuk tenang.


" Kamu pasti sekarang sedang puas kan Kha!?. merasa paling hebat." Kata Livia terdengar menyinggung Sakha.


" Maksudnya kamu?'' kata Sakha balik bertanya.


" Kamu pasti puas, tahu Haris Sampai begitu ke kamu!?"


" Seakan dia kalah telak bersaing sama kamu? kamu pasti Puas!?" katanya sinis.


Sakha hanya tertawa kecil yg datar.


" Belum lagi, kamu sengaja mengumpulkan kami satu meja. hanya untuk kepuasan hati kamu kan!" katanya lagi.


Sakha tersenyum sinis menatap Livia Sambil menghembuskan nafas nya yg terdengar keras.


" Puas?! Puas yang seperti apa maksud kamu? kepuasan hati karena merasa hebat.!! haha... enggak sama sekali Livia, apa yang kamu kira itu sedikitpun enggak ada di hati aku.


" kalau aku mencari kepuasan seperti itu lebih baik aku jadi Gengis Khan. enggak tanggung-tanggung perempuannya banyak, banyak ada dimana-mana!?


" Belum lagi seluruh bibitnya tersebar di dunia.!?"


" Kepuasan apa yang kudapat!?" katanya sambil terkekeh sinis.


" Rasanya nya yang ada hanya aku mendapatkan omelan dari kalian secara bergantian.!"


" Tiap kali Bertemu selalu ada saja bahan ungkitan kesalahan dan perbuatan yang kalian sesalkan pernah Hidup sama aku!"


" Iya kan??" katanya sambil memanggku Putri nya itu.


" Udahlah. aku minta tolong sama kamu kalian semua jika mau mulai keributan, nanti saja? menunggu sampai acara ini selesai?" katanya.


" Lalu, maksud kamu apa memasukkan dia?" kata Livia lagi sambil menatap Ayu.


Ayu terlihat terpojok karena perkataan livia itu.


" Yaa Sekalian saja dia biar Tahu? setelah kamu selesai menuntut Cerai sama aku, aku akan menikah dengannya!" katanya terdengar santai.


Muka Livia memerah menahan Marah.


Dan sejujurnya dadaku juga terasa sesak. Namun aku hanya diam.


Sedangkan Ayu terlihat kaget ketika Sakha berbicara seperti itu.


" Kamu itu memang brengsek, baru di gugat cerai segitu saja kamu sudah berencana menikah dengan orang lain?"


" Dan juga kamu mau mbak, nikah sama lelaki macam dia!!" katanya kepada Ayu.


" Haha... Apa bedanya aku dulu sama kamu. waktu aku dituntut cerai sama Estu, aku juga ngajak nikah kamu Kan. tapi kamu sendiri kan yg nggak mau?" katanya dengan nada Arogan.


" Sudah, Tolong jangan ribut Disini aku mohon sama kamu Livia, tolong hargai Mira yang sedang merayakan pernikahannya?" kataku Kepada Livia.


tak begitu lama Mira datang menghampiri meja kami, berbasa-basi menawarkan makanan.


Sepertinya dia tahu jika Aa nya sedang berada di meja yg penuh masalah.


Sakha menarik nafas nya panjang, kemudian dia berdiri meninggalkan kami. Dia berjalan menghampiri orang tua Arya.


tak begitu lama ada seseorang yang mengajak bicara Livia. tampaknya teman sekolah nya dahulu.


aku dengar memang Livia satu sekolah dengan suami Mira ini.


aku hanya tersenyum kepada Ayu Yang sepertinya Kaku.


**


" Kamu Ayu pacarnya Sakha?" tanya Mbak Estu kepadaku aku terpaksa Mengangguk pelan.

__ADS_1


" Jadi Kamu perempuan itu?? pantas saja mantan pacar kamu cemburu Jika kamu didekati sama Sakha?'' katanya lagi.


Sebenarnya aku merasa kikuk dan tak nyaman berbicara dengannya. namun apa boleh buat.


Aku meminum air di gelas yang ada di hadapanku itu, sekedar untuk melegakan tenggorokanku yang terasa kering.


" Kamu pastinya merasa nggak nyaman dan benci keadaan seperti ini kan!?"


" Percaya nggak percaya, Sakha seperti itu orangnya, selalu mengkonfrontasi kami, sengaja mempertemukan kami satu sama lain.?"


" aku sendiri nggak pernah tahu maksudnya apa?, Aku juga merasa muak diperlakukan seperti ini dulu?"


" Kamu sudah lama ada hubungan sama Sakha?" tanya Mbak Estu lagi.


Aku menatapnya bingung dan diam. dia lantas menertawai ku.


" Mencintai Dia sama saja harus terima segala Resiko nya Ayu, masa lalu nya, keluarga nya, Anak anaknya ?"


" Kamu masih muda, masih bisa dapat lelaki yg baik dibandingkan Sakha?!" Katanya.


" Tapi semuanya terserah kamu?!"


" Jika kamu mau seumur hidup berhubungan dengan Aku dan Livia yaa terserah?" katanya lagi.


Aku lantas memberanikan untuk menatap nya.


" Maksudnya, kita kan sudah pernah punya anak dari Sakha. mau gak mau Pasti nya akan berhubungan?" lanjut nya beralasan.


Rasanya lidah ku Kelu akan menjawab nya. Dan juga Pikiranku seolah kemana mana karena perkataan nya itu. Memang ada benarnya mbak Estu yg bilang begitu, tapi??


Dia terlihat menarik nafasnya panjang Sambil Menatap mas Sakha dari Sini.


Aku melihat sorot matanya yg tampaknya masih hangat Kepada mas Sakha? Ada perasaan Cemburu dalam hati ku karena nya.


**


Tik, tik, tik, waktu berdetik


Tak mungkin bisa ku hentikan


Maumu jadi mauku


Pahitpun itu ku tersenyum


Kamu tak tahu rasanya hatiku


Saat berhadapan kamu


Tik, tik, tik, air mataku


Biar terjatuh dalam hati


Mauku tak penting lagi


Kamu tak tahu rasanya hatiku


Saat berhadapan kamu


Kamu tak bisa bayangkan rasanya


Jadi diriku yang masih cinta


****


Kamu tak tahu hancurnya hatiku


Saat berhadapan kamu


Kamu tak bisa bayangkan rasanya


Jadi diriku yang masih cinta


Suara Ayu yang menyanyikan sebuah lagu itu seolah mengisyaratkan Perasaan nya. Aku hanya Diam, dan kulihar Livia tampak Gusar. Sedangkan Sakha terlihat Santai dan terkesan Cuek.


Entahlah, Apa sebenarnya yang terjadi di antara kami berempat. seperti membentuk lingkaran Recicle yg berulang ulang??


Seolah apa yg terjadi padaku dulu, terjadi pada Livia. dan sekarang Livia Kepada Ayu. Sakha yg menjadi pemain nya.


Namun, jika mereka mengetahui hubungan ku dengan Sakha yg lebih jauh? Hubungan ini akan semakin berputar. Sakha ingin menikahi ku kembali, dan juga keinginan Bapak yg seperti nya juga ingin aku kembali dengan Sakha.


Siapakah yg di untungkan Atau dirugikan aku tak tahu.


***


Setelah pesta usai, Kami di antar oleh Sakha menuju Rumah kontrakan nya. Dan ternyata Rumah nya itu berdekatan dengan Rumah yg ditinggali oleh Ayu? Atau mungkin Rumah saudara nya.


karena semalam Ayu juga ikut saat kami akan pulang.


aku pikir Sakha sudah tinggal bersamanya, Namun ternyata Ayu pulang ke rumah, di depan kontrakan milik Sakha.


" Jadi Bapak ini masih Kakak sepupuku nya Ayu?" kata Livia kepada seseorang yang datang menghampiri Sakha ke rumah ini. bapak itu hanya tersenyum,


" Jadi tahu persis dong sama kejadian gudang yang terbakar?" tanya Livia.


" Maksudnya mbak??" tanyanya.


" Iyaa, maksud saya - tanya? apakah benar lelaki yang membakar gudang itu adalah tunangan dari Ayu? Dia masih Keluarga nya Bapak?" tanya nya.


" Iya mbak, dia Adik Sepupunya saya?" jawabnya lugas.


" Owh, jadi seperti itu?!" kata Livia yang sedikit menggebu.

__ADS_1


" Bapak tahu nggak sih Kalau Sakha itu punya hubungan sama Ayu?!" katanya tanpa disangka-sangka. Aku yang mendengarnya pun merasa kaget.


" Maksud mbak apa yaa?" jawab Bapak itu dengan wajah yang sedikit gusar.


diam perhatikan Livia dengan seksama.


" Bapak emangnya nggak tahu kalau saka itu pacaran sama Ayu? dan sekarang malahan berencana akan menikah setelah bercerai dari saya??" kata Livia yang terkesan memprovokasi.


mata orang itu seperti melotot Hendak keluar, mungkin juga tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Livia.


" Livia, kamu kok ngomongnya seperti itu sih!?" kata ku mencoba meredam perkataannya yang lebih jauh.


hanya menatapku sinis.


sepertinya memang sengaja Dia berbuat seperti itu untuk meluapkan rasa kesal bahkan cemburunya terhadap Ayu, atau mungkin aku.


Sakha yang baru selesai mandi, dengan rambut yang masih basah itu menghampiri kami.


dia menatap heran kepada kami, terlebih kepada bapak itu yang seperti yang marah terhadap Sakha.


" Ada apa ini?" katanya bingung.


'' Mas coba jelaskan sama saya Apa benar yang dikatakan Mbak ini Sama saya tadi!?" katanya.


Sakha menatap Livia, lalu menatapku.


" Emang dia bicara apa Pak? saya nggak ngerti, nggak Tau apa-apa??" kata Sakha dengan nada yang masih heran.


" Mbak ini tadi bilang, kalau mas Sakha sama Ayu punya hubungan??" katanya kepada Sakha yang lantas membuat Sakha merasa kaget. matanya sedikit nanar menatap Livia.


Kemudian Bapak tadi itu menelpon, sepertinya mau menelpon Ayu. memintanya untuk segera datang. Tak begitu lama Ayu datang menghampiri kami semua.


" Kamu duduk disitu!?" perintahnya kepada Ayu.


Ayu sendiri menatap heran pada kami semua yang ada disini.


" Sekarang kamu bilang sama Mas, sejujurnya. apa benar kamu punya hubungan sama Mas Sakha!!" katanya yang terdengar mengintrogasi Ayu.


Ayu hanya menatap Sakha kemudian diam


" Sebenarnya tadi Kamu ngomong apa sih Livia sama Pak Bandi?" Kata Sakha yang terdengar seperti marah terhadap Livia.


" Aku nggak ada ngomong apa-apa, tadi aku cuman tanya sama Bapak ini, Apakah dia tahu kalau kamu itu punya hubungan sama Ayu??"


" Aku juga bilang kalau kamu mau menikahi Dia setelah selesai bercerai dengan aku.?! katanya terdengar mengadu domba.


Sakha terlihat sangat murka kepada Livia, atau mungkin merasa malu kepada bapak itu. mukanya memerah menahan marah, otot-otot di leher dan mukanya seperti mencengkram.


" Kenapa kamu bilang seperti itu?" kata Sakha pada Livia.


" Lho... kamu sendiri kan yang bilang begitu sama aku! Aku cuman meluruskan ngasih tahu saudaranya?!" kata Livia yg terdengar Sengaja.


" Tapi nggak seperti ini juga Livia.... aku berencana akan ngomong langsung sama saudaranya disini. Sama Pak Bandi, Tapi bukan sekarang??" kata Sakha.


" Saya nggak nyangka kalau Mas Sakha bisa berbuat seperti itu sama saya, sama keluarga saya?!" kata orang yang bernama Bandi itu kepada Sakha.


" Berbuat apa Sih Pak?" kata Sakha pada Bapa itu.


" Jangan-jangan mas Sakha memang sengaja ingin menggagalkan pernikahan Ayu dan Linggar!!" katanya yang tersebut kesan menuduh.


" Sangkaan itu terlalu jauh, Jangan dulu menuduh saya Pak? jawab saka yang membela diri.


" Yang Sebenarnya Terjadi...?" katanya terhenti sambil menatap Livia dan Ayu Sebentar.


" Saya juga tidak bisa memprediksi perasaan saya yang tiba-tiba suka sama Ayu.?"


" Sebelum saya kawin sama dia?" katanya sambil menunjuk Livia.


" Saya dekat sama Ayu, mungkin dari situlah saya punya perasaan sama Ayu!?"


" Iya, saya yang salah. tapi saya coba berhenti dekati Ayu ketika tahu Ayu bertunangan dengan Linggar.?"


" Kalau masalah Ayu tidak mau menikah dengan linggar, gara-gara linggar perbuat kriminal terhadap kita saya tidak ikut andil.!?" jawab nya.


" Saya tidak pernah menyuruh Ayu untuk menggagalkan pernikahan dengan Linggar. Sebelum dia bertunangan sampai akan menikah.!"


" Emangnya saya sengaja cari-cari masalah sama Linggar, agar dia merasa cemburu sama saya dan berbuat seperti itu!!"


" masalah dia cemburu sama saya selama tindakan dia membakar gudang milik kita itu di luar kendali saya Pak!!"


" dan Memang iya saya berencana untuk menikahi Ayu, tapi bukan sekarang sekarang ini Pak?"


" masih tahap kemungkinan, Iya kalau saya Jadi berserah dengan Livia. bisa jadi tidak jika saya masih bisa bertahan dengannya?"


" dengan kata lain. kata kata yang kamu maksud Adalah, kamu menjadikan Ayu itu Cadangan buat kamu!" kata bapak itu sambil berdiri dan terlihat marah.


" saya tidak bermaksud menjadikannya cadangan, saya tetap berniat menikahi dia tapi itu terserah sama Ayu. saya serahkan itu semua sama dia?"


" Ayu mau tidak kawin sama saya?" katanya.


" badjingan kamu!!" kata bapak itu sambil memukul wajah Sakha dengan keras.


kami yang ada disini berteriak reflek.


" Jang Mas, kalau Mas Sakha salah, saya juga salah!!" kata ayu sambil buru buru mencegah kakak nya itu.


sekalian terlihat Tersungkur kemudian berdiri, sudut bibirnya pecah dan mengeluarkan darah.


terdengar Suara tangis anak-anak sambil Memanggil nama Papa nya.


Aku Lantas menelepon Mira, agar suaminya bisa datang ke sini. aku panik jika perkalian ini menjadi Panjang.

__ADS_1


" Saya enggak apa-apa Estu, gak usah manggil siapa-siapa?" katanya kepada ku.


__ADS_2