Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
Episode 6


__ADS_3

" Lepaskan Kha...kamu mau apa!?" kataku setengah meronta. dia hanya diam dan terus menatap ku.


Dekapan nya sangat kencang, Sakha mendekatkan wajahnya ke padaku.


Tatapan matanya liar penuh arti, Suara nafasnya terdengar cepat.


" Sakha..!! lepaskan!!"


" Sakha..!! lepas, kalau gak aku teriak!!" ancam ku.


" Sakha!!" kataku sedikit keras sedangkan dia semakin mendesak ku. terasa keras apa yang kulihat tadi?


Dia memaksa menciumi leher dan bibir ku. meski ku hindari namun semakin tak bisa aku meronta.


dekapan nya seperti melilit kuat di tubuh ku yang kecil.


Dia menarik ku ke ranjang,menjatuhkan tubuhku.


meski aku mencoba menendang,dan mencakar dada nya, Sakha semakin liar menghadapi ku.


kemejaku dia tarik paksa,hingga kancingnya terlepas.


Dia menindihku. memaksa melakukan itu.


Aku mencoba.Berteriak,namun mulutku di tutup oleh tangan nya yang lebar.


" Diam!!" katanya sedikit kasar.


Aku coba meronta, melawan sebisaku namun apa yang dia sudah terhunus di Punya ku.


Aku di perkosa olehnya untuk yang kedua kali.


Tangan ku di rejang olehnya,mulutku disumpal oleh ciuman nya yang jujur aku merindukan nya.


Aku mencoba samar, untuk tak terlihat menikmati nya.


Apa yang dia lakukan sangat jelas dan terasa hausnya.


Sudah lama kami tak melakukan ini memang.


******


Sakha tampak mencari anak kunci yang dia lempar tadi.Dia terdiam.


Setelah terselesaikan apa maksudnya tadi. dia mastikan aku juga mendapat kan nya.


maaf, sebenarnya kami tadi klimaks bersamaan.


tapi selalu dia tak tau itu.


" kamu mandi dulu deh,baru nanti aku antar pulang?" katanya sambil menatap ku.


aku pura pura memalingkan muka.


Dia berdiri di depan cermin,mengusap leher dan dadanya.


Sesaat aku melihat dada nya yg memerah karena cakaran tangan ku tadi.


Setelah dia keluar,aku buru buru mengunci pintu kamar ini. agar dia tak masuk lagi.


atau bahkan menyerang ku tak terduga seperti tadi.


Di dalam kamar mandi,aku mengingat perlakuan nya yang cepat tadi dan tak terduga. andai aku tak sengaja mengembalikan barang tadi ke dalam kamar, mungkin kemeja YSL ku tak rusak seperti ini. Aku sedikit melupakan hal tadi, seperti ada perasaan maklumlah atau sejenisnya.


aku pun jujur merindukan itu.

__ADS_1


******


Kami saling diam di dalam mobil yang sedang berjalan ke arah rumah orang tua ku.


hanya sesekali dia mencuri pandang dari kaca spion yang ada dihadapannya.


" Estu..?" kata nya pelan.


Aku tak menjawab nya.


" Bukan maaf sih yang mau aku ucapkan, hanya??" katanya mengambang.


( Bukan maaf!! )apa kali yang dia pikirkan. kataku dalam Hati.


" Aku hanya bertindak Spontan Sama kamu. Mungkin tadi adalah puncak Keinginan ku sama kamu selama ini yang aku pendam!?" lanjut nya.


( Spontan dan puncak Keinginan yang terpendam. apa lelaki cuma ada *** dan bagaimana caranya nge*e di kepalanya.!!! ) pikir ku lagi.


Dan aku hanya diam.


" Estu..?" panggil nya.


aku hanya sedikit menoleh.


" Besok aku ke rumah orang tua kamu ya, aku mau mulangin apa yang tersisa?" katanya.


" mungkin jam sepuluh pagi ya?" katanya lagi.


" tolong kamu jangan menghindari aku?"


" Aku mau ketemu anak anak juga!?" katanya sedikit menekan.


" Ya lihat saja besok!?" jawab ku sekenanya.


" Ya kamu harus ada dirumah sama anak anak!!" katanya sedikit membentak, Aku sedikit terkejut.


" Kalaupun kamu gak mau nemuin aku, jangan hindari anak anak dari Aku.?!" katanya, aku hanya diam.


" Kamu dengar gak aku ngomong aku Estu!?" katanya sambil memberhentikan kemudi mobil nya.


Aku menatap nya kesal.


Terlihat dia tersenyum menyeringai.


" Kamu kesel sama kejadian tadi!" tanyanya.


" Anggap saja tanda perpisahan,kenang kenangan!?" katanya sambil tertawa puas.


Aku menatap nya. ( Kamu pikir itu tadi souvernir!!) pikir ku.


" Estu!!" bentaknya sedikit keras.


Aku menatap nya tajam.


" Apa!!" kataku sedikit keras.


" kamu jawab kek kalau ada orang tanya,orang ngomong?!" katanya sedikit menekan


" Kamu bales sama makian kek, kata kata kasar, atau cacian biar ngobrol nya tik tok!?" katanya


Aneh juga ni orang pikir ku.


Aku hanya diam.


" Kamu maunya gimana emang Kha.!"

__ADS_1


" Aku tuntut kelakuan kamu tadi, aku visum terus datang ke polisi!?" gertak ku. dia menatap ku.


" terserah kamulah, setidaknya kamu Udah tau mau aku?" katanya sedikit tersenyum.


" iya..mau kamu cuma nge*we.. bagaimana caranya nge*we..kapan ada kesempatan Ng*we!!" kataku menyindir nya.


" isi kepala kamu cuma perempuan dan nge*we!!" lanjut ku lagi.


" Aku Benci kamu banget Kha!!" kataku sedikit kesal.


" Nah gitu dong marah!!?" katanya meledek.


Aku menatap nya kesal, tak sadar aku memukul nya dengan tangan ku, dan menjambak rambut nya beberapa kali.


******


" Akan aku ingat hari ini Estu, saat kita berpisah dan entah kapan akan ketemu lagi!?" katanya pelan. terdengar sangat Dramatis.


" Mungkin nanti hanya suaranya aku yg kamu dengar pelan.?!"


" Jangan kan menemui, nanti pasti kamu gak akan mau bicara sama aku lagi. walaupun itu telpon?" katanya sambil menarik nafas panjang.


" Tolong Nanti kalau menyangkut anak anak. kamu harus bicara sama aku. semisal sekolah atau khitan atau apapun yang menyangkut anak?"


" Aku pernah merasakan gak enaknya jadi anak, mau ke ayah salah mau ke ibu buntu."


" Rasanya sesak, pingin nyalahin tapi siapa.?"


" untung aku di pesantren. ada Abah yayi sama ustadz yg membimbing ku.?" katanya sedikit menerawang masa lalunya yg sudah sering ku dengar kan.


******


Memang kisah hidup nya pilu, berbanding terbalik dengan kehidupan ku dulu sewaktu kecil.


Setelah kedua orang tua nya berpisah, Sakha katanya masih duduk di kelas satu SD.


Dulu Sakha di besarkan oleh nenek nya dari ibunya,dia memanggilnya amih. itupun tak berapa lama.


Kelas tiga amih nya itu meninggal, lalu dia ikut dengan bibi nya bersama dengan ketiga kakaknya. tapi karena Sakha kecil termasuk nakal jadi iya di titipkan di pesantren.


umur 14 tahun dia keluar dari pesantren. hidup dengan kakak perempuan nya yang belum lama menikah,sempat tak bersekolah setahun. untung saja ada bibinya yang janda dan perduli dengan Sakha. dia dimasukkan ke Tsanawiyah. setingkat dengan SMA.


Itupun Sakha Sambil kerja serabutan untuk membantu bibi nya. kadang cari kayu bakar, bantu petik kelapa, menggembala kambing atau sapi milik pak haji di kampung nya.ambil bambu,membuat sapu lidi dll.


apapun dia lakukan asal ada tambahan buat bibinya yg hanya berjualan lotek.


Boro-boro pacaran katanya dulu. cewek sekampung nya hanya menganggap dia lelaki dari kasta bawah yg tak layak Di pandang.


Jika pemuda lain pandai bermain gitar,bola,futsal atau volleyball, tak ada keahlian sedikit pun yg dia miliki layaknya lelaki seusianya selain melakukan pekerjaan kasar.


terkadang, dia tidur di musholla dekat rumah nya karena rumah bibinya yang kecil terasa sesak penuh. Sakha selalu berbagi tempat tidur dengan dua sepupunya yg terpaut beberapa tahun di atas nya.dan itu masih berbaur dengan sepupu nya yg kecil.


Saat kelulusan Tsanawiyah, jangan kan menyewa jas untuk hari kelulusan. sepatu pantofel nya pun usang, hasil meminjam milik tetangga nya yg guru. itupun kekecilan katanya.


Kalau yang lain berjas berdasi, yg perempuan memakai setelan kebaya. dia hanya pakai kemeja putih.


Yang lain sibuk foto sana sini. Dia hanya mojok memperhatikan dari jauh.


Memang kisah hidupnya sangat Tragedi,sedih. tapi satu hal yg membanggakan darinya.dia mengatakan tak menyesali masa kecilnya yang tak bahagia,masa remajanya yang seperti terbuang, masa masa Susah hidup nya ataupun menyalahkan orang tuanya yg tak bertanggung jawab.


Sekarang, anak-anak nya harus tumbuh lebih baik dari nya. itu katanya.


itu yang membuat nya menjadi pribadi yang tanggung jawab terhadap keluarga nya. aku dan kedua anaknya.


Dari pertama aku ketemu dia, aku yakin dia lelaki yang istimewa. Benar saja. namun itu tak berlangsung lama.

__ADS_1


Namun sekarang aku menganggap nya lelaki biasa, dan terkadang membenci nya.


__ADS_2