
" Saya enggak setuju Kalau pernikahan ini di lanjutkan.!"
" lebih baik keluarga kami menanggung malu karena gagalnya pernikahan daripada mengorbankan anak kami kepada seseorang yang kriminal.!" kata Pak Bandi dengan lantang berbicara.
" Pak, tapi kita semua mengeluarkan ini biayanya Tidak Sedikit loh Pak?"
kata salah satu perwakilan keluarga Linggar berkata dan tampaknya merasa tersinggung dan marah.
" Terus emang nya keluarga kami tidak mengeluarkan uang juga untuk acara ini, semua uang dari keluarga linggar yang sudah masuk akan dikurangi dengan uang Keluarga kami yang sudah terpakai sisanya kami pulangkan kepada kalian?" kata seorang pakde ayu yang lebih tua.
" Mana bisa begitu pak, kami tidak terima karena keluarga ayu melanggar kesepakatan."
" tidak ada pelanggaran kesepakatan jika Linggar tidak ditangkap polisi karena melakukan tindakan kriminal.!" kata pakde nya lagi yg salah seorang TNI.
" Gara gara dia semua acara jadi berantakan, seandainya dia bisa bijak dalam menyikapi perasaannya mungkin tidak akan seperti ini.?!" jawabnya lagi.
" kita semua di rugikan kok sama Linggar. ya uang kehormatan, waktu tenaga.?!"
" tidak bisa begitu Pak kami tidak terima!!" kata keluarga Linggar marah.
" sama!! keluarga kita juga semua tidak terima dengan perbuatan Linggar yang seperti itu.!"
" Belum lagi berapa ratus juta kerugian yang saya harus tanggung dengan mas Sakha!! apa bisa dengan sekejap keluarganya linggar bisa mengganti!!" kata mas Bandi emosi.
" kalian jangan cuma berpikir bisa mengganti yang sudah habis terbakar, Apa kalian bisa mengganti jumlah kontrak yang harusnya kamu bisa kerjakan ditarik dan bahkan tidak jadi oleh pembeli!!"
" jangan asal bicara bisa ganti! Saya tahu keluarga kalian orang kaya, dengan mudahnya bisa mengganti atau membeli segala sesuatu. tapi apa kalian berpikir semuanya bisa dibeli dengan uang!?"
" secara tidak langsung kalian merendahkan keluarga kami yang mungkin tidak seberapa dan tidak sebanding dengan keluarga kalian.!!"
" beruntung kejadian ini terjadi sebelum anak kami menikah dengan Linggar?"
" jika itu terjadi setelah menikah apakah kami tidak rugi secara material moral dan moril!!"
" pokoknya keluarga kami tidak menerima jika pernikahan Ini dibatalkan kamu akan tuntut balik keluarga kalian!!" kata salah seorang perwakilan keluarga Linggar.
" oh ya silakan, serahkan tuntutan semau kalian. ini semua sudah dari tadi kita sudah bicarakan secara baik-baik! dari tadi kita sudah membahas ini, pastinya keluarga kalian juga sudah menghitung untung dan rugi kan!!" kata pakde
" tetap pada pendirian kalau keluarga kami tidak menerima jika pernikahan Ini dibatalkan.!!"
" jika kalian terus mengatakan pembatalan kami akan menuntut secara hukum dan jangan salahkan kami jika ada apa-apa dengan kalian semuanya!" katanya dengan nada mengancam.
kemudian keadaan menjadi Riuh karena pernyataan tersebut.
" Hei kalian sudah mengancam kami!! di sini banyak yang merekam banyak saksi. jika terjadi sesuatu di antara kami, sama Ayu atau bahkan ada yang meninggal di sini, salah satu dari kami!! kami juga tidak bisa Ambil Diam!!" kata pakde yang TNI.
aku menarik nafas ku yang terasa berat Kenapa permasalahan semakin rumit.
Aku sedang memikirkan perasaannya Ayu mungkin dia sekarang sedang menangis. sungguh berat penderitaan nya yang harus ditanggung. seharusnya ini adalah hari hari terindah baginya malah menjadi kenangan yang buruk di hidupnya.
**
sudah pukul 2.30 pagi ketika aku kembali ke tempat tidur, di salah satu rumah milik keluarga Ayu.
aku coba memeriksa ponsel aku, dan memeriksa notifikasi Kapan terakhir Ayu melihat aplikasi perpesanan ini.
ternyata baru beberapa menit yang lalu dia online.
aku mengirimnya pesan:
" are you oke? tanyaku.
" emoji menangis." balasan nya
" Don't be sad Allah knows Who best for you.
__ADS_1
" Aku malu mas ππ.." balas nya.
" Yang sabar ya, semoga semuanya cepat selesai dan baik-baik.!"
" aku harus menaruh mukaku di mana?" katanya.
" di tempat seperti biasanya? π balas ku.
" I'm not joking π€
" sorry, intermezo...ππΌ"
" Terima kasih karena dengan baik menyembunyikan cerita kita?" katanya.
" I will do my best for youππ»"
" Mas, kok Jadinya kayak gini. rasanya aku pingin mati ππ..
" Pingin mati?? Belinya Dimana, nanti aku anterinβπ»
" Masπ‘
" Ahehe π maaf.
" Aku minta maaf juga kalau gara gara aku semuanya jadi berantakan?ππΌ
" kamu tahu juga kan kalau aku melakukan ini setengah Hati?"
" bukan salah kamu juga, salah aku dan juga kehendak Tuhan. π katanya.
" Hmm.. besok kita bahas lagi aku ngantuk!" kataku
" Ok" Balas nya.
***
Di samping ku pak Bandi, Dia sedang menghisap rokoknya. tetapi sepertinya pikirannya pun kacau.
" Mas Sakha Saya mau tanya sama Mas tapi sebelumnya saya minta maaf." katanya.
" Ada apa Pak?" tanya ku sambil menatapnya sedikit tegang.
" Tolong bilang sama saya sebenarnya mas Sakha sama Ayu itu bagaimana?" katanya yang terasa seperti mencolok mataku.
Aku menatapnya seperti terpojok.
" saya akan merahasiakan nya saya janji?" katanya.
" jujur, sebagian keluarga saya itu tidak suka sama mas. tapi mas kesini pun atas dasar saya. ya jadi saya merasa harus melindungi mas?" katanya yang seolah sedang menyiram ku dengan air panas.
Aku menatapnya, menarik roko yg ku hisap.
" Maaf Mas, saya akui saya sama Ayu pernah jatuh cinta. tapi saya nggak tahu persisnya itu Kapan terjadi.?"
" itu terjadi begitu saja saya jatuh cinta sama dia sebelum saya menikah dengan istri saya yang sekarang ini?" kataku.
" mungkin tadinya Ayu juga jatuh cinta sama saya tetapi setelah tahu saya menikah dengan Livia, Dia menjadi kecewa.?"
" saya dan Ayu berusaha untuk bersikap biasa saja setelah semua ini terjadi. Jika masih ada yang melihat perasaan saya sama Ayu atau sebaliknya??
" ... Saya harus bagaimana lagi Mas, kita harus bagaimana menutupi nya.?"
" ini hati mas, bukan pintu yang bisa ditutup dan dibuka.!" kataku.
" Tapi saya sadar diri dengan posisi Saya yg sekarang. dan tidak mungkin juga bagi saya dan Ayu untuk bersama.?"
__ADS_1
Mas Bandi menatapku, Mungkin sebenarnya dia tahu tetapi sedang menguji kejujuranku.
Dia tersenyum lalu menepuk pundakku.
" kamu itu baik Mas, pintar, cerdas, bertanggung jawab. dan cacat mu itu cuman satu? sama perempuan kamu nggak bisa tahan!?" katanya sambil sedikit tertawa kecil.
Aku hanya diam. tapi sebaik-baiknya yang mengetahui Kesalahan, kekurangan dan dosa adalah diri sendiri dan Tuhan.
" menurut kabarnya, Linggar itu cemburu dan marah saat kamu menghentikan dia yang hendak memperkosa Ayu?" katanya terdengar sedikit tertawa geli.
" katanya juga sih cemburu sama Mas, kalau pas lagi main ke rumahku - Ayu selalu buru-buru bikinin Mas minum atau membantu Mira, mengasuh anaknya Mas si Kylie?"
" sedangkan Ayu selalu tidak mau jika diajak bermain ke rumah kakaknya yang memiliki anak kecil. maksudnya daripada mengasuh anak orang lain Lebih baik mengasuh keponakan sendiri?" lanjut nya.
" katanya Linggar cemburu juga setelah mengetahui bahwa Mas sama Ayu pernah jalan-jalan ke Semarang boncengan berdua hujan-hujanan?" lanjut nya.
" itu mah sudah lama sekali Pak. saya juga masih kerja di kantor?" jawab ku. dia hanya mengangkat pundaknya.
" kalau saya tanya Mas sudah pernah ngapain aja sama Ayu?" tanyanya menjebakku. aku jadi merasa tersudut dan dia menatapnya.
" Yaaa.. yaa.. Yaa, dulu saya pernah cium dia?" jawab ku. kemudian dia tertawa geli.
" Terus ngapain lagi?" katanya menyelidik
" pertanyaan apa sih Pak ini menjebak sekali?" kataku mengelak Sambil tertawa.
" saya sih sebenarnya mau kalau Ayu itu menikah dengan mas nya? tapi reputasi mas Sakha itu udah ANCUR??" katanya Sambil tertawa lebar.
" Apa Mas Bandi tahu kenapa sampai Hakka ikut-ikutan membantu Linggar?" tanyaku.
" Kalau dia Katanya sakit hati sama mas yang tidak memperbolehkan dia dekat sama Mira?" jawabnya yang membuat aku terkejut.
padahal Hakka sendiri tahu jawabannya? apa dan Kenapa dia masih marah kepadaku bahkan dendam dan melakukan hal yang bodoh?
" oh mungkin saja dia yang mengompori Linggar, yang mengatakan bahwa aku pernah berboncengan dengan Ayu berdua saat hujan.
pikirku kemudian.
" Terus sekarang jadinya bagaimana Pak permasalahan Ayu sama Linggar?" tanyaku kemudian.
" nanti malam kami mengadakan pertemuan lagi yang melibatkan perangkat desa.?" jawab Nya sambil menghisap rokok nya dalam-dalam.
Aku hanya mengangguk perlahan.
" saya pulang sekarang saja ya pak biar tidak bertambah ribut?" kataku.
" jangan Mas gimana gimana juga Mas dan saya terlibat Karena kepemilikan CV yang terbakar." katanya. Aku mengangguk.
" mas Dimana?" bunyi pesan dari Ayu.
" Ada di dekat kolam ikan?" jawab ku.
" Bisa pulang sebentar?" katanya. sejenak aku berpikir
" sebaiknya kita jangan ketemu dulu?" kataku.
" aku mau ngomong sama mas." katanya.
" On the text?" Kataku.
" aku mau ngomong langsung!?" katanya.
" Nanti saja di Kutoarjo?" Balas ku.
" pesan dari siapa Mas Serius amat?" tanya Pak Bandi kepadaku yang sedikit mengagetkan.
__ADS_1
" Ini pak, istri saya?" kataku beralasan.