
Aku menoleh kepadanya.
" Apa??" kataku sambil menaikkan Alis ku.
" Mas udah berapa lama berpisah dengan??" katanya terdengar hati hati.
" Belum begitu lama lah, mungkin baru mau setahun??" jawab ku.
" Kenapa??" tanyaku balik.
" Ya enggak, cuma mau tahu aja??" katanya.
" Ooo... kirain mau ngenalin aku sama siapa gitu??" kataku sambil tertawa.
dia hanya tersenyum.
" Ehmm, Mas. yang semalam tadi sama mas Eko, sama yang lain juga. cewek ceweknya itu pacarnya atau siapa Mas??" Tanya nya penasaran.
" Kenapa??" Tanyaku.
" Enggak, Soalnya aku ngerasa pernah kenal sama salah satu ceweknya??" jawabnya.
" yang mana ya??" tanya ku lagi.
" perempuan yang tinggi kecil rambutnya panjang pakai baju krem semalam??"
" Katanya sih cuma temennya tapi aku nggak tahu pasti temen yang seperti apa??" jawabku sambil terus berjalan santai dengan Ayu.
" Terus, kalau itu cewek kamu kenal kira-kira dia siapa??" Kataku.
" Hmmm... maaf nih Mas bukannya aku menuduh, cewek yang aku maksud tadi itu Teman sekolahku dulu di SMK. dulu dia populer banget di sekolah apalagi dikalangan cowok-cowok. tapi ya itu dia terkenalnya negatif ??" kata yang terdengar hati-hati.
lantas aku hanya tertawa kepadanya.
" Nanti aku tanyakan siapa namanya kalau namanya seperti nama temanmu berarti ya iya??" kataku.
Dia hanya sedikit memperhatikanku sambil terus berjalan.
" Nggak usah aja mas, takutnya aku salah orang??" katanya.
" Yaa gak apa apa?? biar sekalian jelas. kalau kamu salah kan kamu bisa istighfar, kalau kamu bener ya kamu bisa menghindar??" jawab ku.
"ehmm, Tapi Bukan bermaksud melindungi atau gimana yaaa? kalau Bisa, seandainya jika itu benar iya Teman kamu? tolong kamu pura-pura enggak tahu aja ya??" kataku.
" Takut nya mereka jadi gimana gitu ke kamu terus kamu jadi gimana ke mereka.??"
" Lebih baik sih dihindari jika suatu saat mereka mengajak kamu seperti ini lagi??"
" takutnya nama kamu terbawa-bawa??" kataku.
" Terus Mas nya, Gimana??" tanyanya polos.
" Yaa ikut lah masa enggak ikut. namanya juga senang senang??" kataku Sambil tertawa lebar.
" Huuuu...??" sahutnya Sambil tertawa.
" Yaa gak juga lahh, jangan kamu anggap serius??" kataku masih tertawa.
**
" Yang .... ayo ke situ, Katanya kamu mau selfie di sana??" teriak seseorang yang membuatku berpaling untuk melihat.
__ADS_1
Mungkin usianya sekitar 50 tahun ke atas. hampir ber usia sama dengan kakak iparku.
Tak lama Ada seseorang yang menghampirinya, mengenakan setelan serba putih dengan topi bunga sebagai penyempurna penampilan nya itu.
Seseorang yang pernah kukenal dan selalu seperti itu penampilannya. Elegan dan menawan.
Cukup dari sini aku memperhatikan. ketika dia di tarik dan dipeluk oleh lelaki yang berada di sampingnya.
Panggilan sayang tak pernah berhenti keluar dari mulut lelaki itu.
Romantis sekali, pikirku.
Mungkin juga dulu aku sepertinya, terhadap perempuan itu. aku hanya tersenyum dalam diam.
Entah sebenarnya apa yang kurasakan dalam hati, mungkin perasaanku terlalu campur aduk. sehingga aku tidak bisa mengartikan.
Sesaat kami saling beradu Pandang.
Aku hanya diam, sambil duduk di kursi taman ini.
Dia Juga Diam terpaku. Sambil membuka kaca matanya dan memperhatikanku. ketika dia Seperti nya akan mendekatiku, lelaki itu kembali memanggil ya.
Tak berapa lama, Ayu sudah berada di Samping. Sambil menunjukan Buket kecil bunga edelweis berwarna ungu kepada ku.
" Mas, Bagus kan??" katanya sambil memberikan nya kepadaku.
Aku hanya tersenyum seraya meraih pemberian nya.
" Ayooo... Kita kesana??" Ajak nya sambil menarik tangan ku.
***
Kenapa sih harus bertemu di sini?? pikirku kesal dalam hati.
Aku hanya tersenyum Kecil seraya menggelengkan kepalaku perlahan.
Kenapa juga dia bersama perempuan itu? bukankah perempuan itu masih sangat muda untuknya, kurasa sangat jauh perbedaan usia diantara keduanya. Tidak lah Cocok.
kenapa sekarang seleranya berubah pikirku.
dari keseluruhan perempuan yg dulu bersamanya, hanya gadis ini yang terlihat lugu dan sangat polos.
Apa mungkin seleranya bergeser sesuai dengan tempat di mana dia tinggal, atau uang yang dia punya atau apa pikirku keras??
jujur Aku tak rela, masih ada persoalan dari kami berdua yang belum terselesaikan.
Seharusnya dia mencari ku dong bukan malah cari pengganti.
Seharusnya aku diperjuangkan seperti dulu dia mencoba mempertahankan istrinya.
kenapa aku tidak pernah di perlakukan secara istimewa olehnya??
kenapa hanya aku yang mencintainya dan ingin terus bersamanya, sedangkan dia tidak.
" Yang kamu kenapa sih dari tadi diam, mau pulang ke hotel atau bagaimana?? tanya Alfred tiba-tiba.
aku kembali tersenyum dan menggelengkan kepalaku pelan kepadanya.
" Yang maaf ya, tiba-tiba Aku bad mood. bisa nggak kita pulang ke hotel Saja??" kataku merayunya. dia hanya tersenyum dan mengiyakan ku.
***
__ADS_1
Aku tahu pasti, perempuan tadi adalah mbak mbak yang dulu pernah datang ke kontrakan Mas Sakha.
Dari caranya memandang dan memperhatikan, Sudah pasti ada sesuatu di antara mereka.
Aku pikir mas Sakha sudah selesai dengan nya, namun rasanya. Pikir ku Resah.
mengapa juga mesti resah?? kenapa juga perasaan ku yg jadi tak menentu begini. seolah??
Kenapa sih mereka harus Bertemu?? pikirku.
Setelah memotong kue ulang tahun Desy, Yang lain masih tampak berkumpul sambil barbeque an. Aku sedikit menyingkir, merasa tidak enak dengan kehadiran Marissa. teman SMK ku itu, yang nota bene sedang di booking oleh Hakka dan kawan kawan.
Rasanya, tidak bisa ber baur saja dengan mereka.
" Ayu, kenapa melamun??" kata mas Sakha sambil duduk di samping ku. Aku cuma diam. Dia tersenyum sambil memberikan ku sepiring Barbeque.
" Makasih mas?" Jawab ku.
" Besok Senin rencananya aku mau ngelamar kerja, ngisi kekosongan hariku??" katanya.
" Lho kan masih terikat sama kantor To Mas? terus cuek sama Mas Bandi gimana??" tanyaku padanya.
" Yaa tetap jalan lah kan enggak setiap hari ngerjain furniture, juga rencananya Aku cuman jadi sales di showroom mobil??" jawabnya.
aku cuma mengangguk pelan.
tiba-tiba keriuhan terjadi, Hakka tampak terpeleset ketika hendak menuruni tangga. kakinya tergelincir menendang bara api yang ada tepat di hadapannya.
seketika mas Sakha berlari, menghampiri dan membantu yang lain.
****
" Mau cari kemana tukang urut malam-malam seperti ini??" tanyaku kepada Ikmal sambil terus menyetir mobil.
" kata pengelola penginapan sih di belokan sebelah sana mas??" jawab Ikmal kemudian.
" Tadi Hakka Mabuk apa gimana, kok bisa kepeleset gitu??"
" Kayaknya sih Mas??" katanya. aku langsung memandangnya.
" Ya Ampun, ini belum larut malam loh. udah mabuk mabuk aja, kamu ikutan minum enggak tadi??" tanya aku.
" Enggak mas, belum??" katanya sambil nyengir.
" Sebenarnya, aku sedikit menyesal ikut kenapa mesti boking Hoocker Segala sihh?! pesta ****, beli miras!?" kataku sedikit kesal.
" iya Mas maaf, ini semua ide nya Hakka??"
" Mau idenya siapa juga tetep aja salah.! kamu booking booking cewek sembarangan kalau kamu kena penyakit menular gimana!?" kataku.
" iya kamu udah kerja. lah mereka itu masih kuliah lho?! uang jajan juga masih dikasih sama orang tua!!bisa-bisanya kamu mau aja, nurut mereka yang lebih muda??"
" apalagi kamu kan katanya tahun depan mau nikah. sekarang lagi LDR sama pacar kamu di Riau, harusnya itu kamu nggak gini??"
" Ngeri Boss, kalau kayak gini nggak segera kamu hentikan, kamu anggap ini gak apa-apa. cuman sekali dua kali ini mikirnya!! kita laki-laki, tahulah kelemahan kita apa!?"
" Aku jujur awalnya cuman ikut-ikutan lama-lama kebiasaan terus jadi gaya hidup, kamu lihat aku sekarang kayak gimana Aku cerai sama istri aku, keluarga aku berantakan. saudara aku nggak ada yang mau deketin aku, kerjaan aku hilang.?!"
" masih banyak karma yang Mesti aku rasain Nantinya dan bakal aku Temuin satu persatu!?"
" Aku belum tahu aja, hal atau kejadian apa yang bakal aku jalanin nanti. Akibat segala dosa dan kesalahanku Yang awal nya cuma iseng !?"
__ADS_1
" Jangan memulai kebiasaan jelek dan kamu berpikiran gampang, ah cuman sekali ini aja, ah dia nggak tahu ini, ah nggak apa apa, Salah Mal?!"