Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
Episode 86


__ADS_3

" Aku harus buru-buru pulang, aku ada jadwal operasi Livia?" kata Arya kepada ku.


Harusnya aku pulang semalam atau tadi pagi. tapi Gak di sangka-sangka?" katanya.


" ini juga jadwal operasi nya aku undur. Untung saja kondisi pasien masih baik?" katanya.


" kok kamu bisa kesini?" kataku sambil menggendong Kylie. Dia tersenyum.


" Aku diminta mas Sakha antar si Mira, kemarin sewaktu Ayah nya sedang kritis.?" jawab nya.


" Kok mas Sakha sih? bukan nya dari segi umur. kamu sepantaran dengan dia?" kataku. Dia kembali tersenyum.


" Bukannya malah Mas Sakha lebih muda dari kamu juga?" katanya lagi. Aku menatapnya Faham.


" Apa kamu sama Mira pacaran?" tanyaku menebak.


" Semalam kami menikah Agama Livia?" katanya pelan.


Aku menutup mulut ku. Hampir hampir aku tak percaya. Aku menatapnya, Dia mengangguk perlahan.


" Tolong rahasiakan ini. Soalnya aku masih terikat perjanjian dengan mas Sakha. kamu tanya dia sendiri lah?" katanya.


" Aku harus buru-buru siapa siap. bukan aku tak ingin berlama-lama, Tapi aku ada tanggung jawab yang lain.?" katanya. Aku mengangguk.


" Oh iya Livia, anakmu Kylie jangan sampai kaget atau panik lagi ya. itu memicu nya Stres. aku takut itu berimbas pada kesehatan jantung nya?"


Aku menatapnya tak mengerti Kenapa dia bisa tau Anak ku sakit?


" Wait... Wait... Wait? How did You know if my daughter have problem with her heart.?" tanyaku.


Dia tersenyum.


" Mas sakha pasti gak cerita sama kamu Yaa??" katanya sambil tersenyum.


" Bulan kemarin aku yang nanganin Anak kamu. Anak kamu trauma setelah melihat kebakaran di gudang mas Sakha?" katanya.


Aku menelan ludah ku, mataku sedikit melotot. Jadi gudang Sakha juga terbakar? pikirku. Aku menatapnya


" Sepertinya cobaan gak berhenti datang ke dia, Setelah gudang nya terbakar, lalu Kylie sakit. maksud hatinya mau nengokin dan antar Teteh nyai yang sakit malah Bapak meninggal.?" katanya. Aku hanya diam.


***


Aku masih membantu Elis dan Mira yang tengah menyiapkan ini dan itu. sedangkan Sakha masih menyalami kerabatnya yang hendak pulang. Tadi Livia membantu ku menidurkan Lio dan Kylie Putrinya tersebut.


Lio dan Kylie memiliki wajah yang mirip satu sama lain. lebih mirip ke Sakha sih tepat nya.


Ternyata Mira sudah menikah semalam. dengan lelaki itu, yang katanya Kakak kelas Livia yang seorang Dokter?


Kami bersalaman dengan nya, ketika dia berpamitan kepada kami semua. Arya- namanya Dokter Arya.


Sakha memeluknya, mengucapkan salam perpisahan dan meminta nya berhati-hati di jalan.


Lalu mata kami semua menatap Arya dan Mira yang sepertinya masih malu malu. Mereka harus berpisah karena Arya harus segera kembali ke Kutoarjo.


Mira mencium tangan Arya, Kemudian dengan malu malu Arya mencium kening Mira.


Kami semuanya Tertawa mungkin di dalam hati melihat kedua nya.

__ADS_1


" Aku mau istirahat sebentar ya. mau tidur." kata Sakha setelah mengganti pakaian nya itu.


Aku dan Livia saling pandang.


" Kalian istirahat dulu, nanti malah sakit?" katanya sambil masuk ke kamar bekas Almarhum ayahnya tersebut.


***


Setelah Livia menceritakan semua Kepada ku barusan. aku jadi mengerti jika dia tak menemui anak anak kemarin.


Aku menatapnya. Apa mungkin Livia juga baru mengetahui.


" Kalau Arya tadi gak cerita. mana saya bisa tau mbak. Sakha itu apa apa gak mau cerita?" katanya.


iya juga sih pikirku.


" Saya juga gak tau Kalau dia pergi antar teteh ke sini. Soalnya dia gak bawa mobilnya?" katanya lagi. Aku menatapnya diam.


Sakha memang pandai sekali menutupi jika dia punya Masalah, atau sedang ada masalah dengan orang lain.


" Mbak Kita mau pulang kapan. Saya gak bisa lama lama di Sini juga?" kata Livia lagi.


" Kalau Besok Gimana?" tanyaku. dia mengangguk Pelan.


" Tapi kita pulang pakai apa? Rencana saya mobil biar Sakha yang Bawa?" Katanya.


Tiba-tiba Terdengar suara tangis dari Kylie memanggil Papa nya. Livia langsung Ke kamar untuk menenangkan.


" Iya sayang, Papa lagi tidur. Nanti yaa?" katanya Sabar sambil mencium putri nya tersebut.


" Ayok Sama Bibi?" kata Mira pada nya. tapi Anak nya masih saja menangis.


" Capek kali dia mbak. Apa mesti di urut ya?" tanya Livia


" Bisa jadi sih? Namanya Anak kecil?" jawab ku sambil membawa nya kedepan rumah.


Tak Lama kemudian terdengar suara Lio berteriak memanggil nama ku sambil menangis. Aku dan Livia saling pandang dan Tertawa kecil.


***


" Kha besok aku pulang ya sama Mbak Estu. Aku harus Buru-buru juga. Kasian Mama?" kata ku.


Dia menatapku Sebentar, kemudian membuka baju Koko nya itu untuk ganti dengan pakian yang lain.


" Ya sudah, Gak apa apa?" jawab nya Dingin. Hatiku sedikit bergetar karena perlakuan nya tersebut.


" Kamu masih marah sama Aku?" tanyaku memberikan diri. Dia diam tak bergeming.


" Aku minta Maaf?" kataku sambil memeluk nya. Seje dia membiarkan ku. lalu tangan nya melepaskan pelukan ku itu.


" Aku gak mau bahas itu sekarang. Kamu Kasar." katanya Dalam.


" Aku minta maaf Kha?" kataku lagi sambil memeluk nya lagi dengan mata yang sedikit berkaca kaca.


Dia seperti menarik nafas nya panjang.


" Aku Capek Livia. Aku gak ingin membahas nya, yg ada kita bisa ribut disini.?"

__ADS_1


" Apa kamu gak malu sama Estu?" katanya lagi. Aku diam dan masih menatap nya.


" Tapi aku minta maaf Sakha. Aku kesel sama kamu?" kataku sambil menahan tangis.


" Udah lah, gak usah kesel kesel sama aku yang biangnya kesel ini. Capek kamu Nanti." katanya sambil keluar dari dalam kamar.


***


" Ayok tidur sayang?" kataku berbisik kepada Lio yang sedang bersandar pada Papa nya tersebut.


" Nanti lah?" katanya terdengar menggemaskan. Aku dan sakha Tertawa kecil.


Sakha sedang duduk bersila dan ada Kylie yg sedang ngedot susu di pangkuan nya. bersandar Santai pada salah satu paha Sakha.


" Kha, aku Pulang besok ya sama Livia.?" kataku padanya. Dia mengangguk.


" Tadi dia juga bilang begitu." katanya.


" Kamu bisa kan Antar Kita ke Pull Bus?" kataku lagi.


" Loh, kenapa gak bawa mobil?" tanya nya heran.


" Livia atau aku capek nyetirnya.?" Jawa ku.


" bisa bisa aja sih kalian naik Bus, tapi katanya Kylie mau di bawa. Aku khawatir sama Dia. Takutnya AC mobil nya kotor, kalau gak di bus sesak?" Katanya khawatir.


" Belum lagi Lio yang Udah mulai Bandel gak mah diam. Nanti malah repot sendiri lah?" katanya.


" Ya mau naik apa lagi? kan mobil mau di tinggal biar kamu gak begitu repot?" Kataku. Dia hanya diam.


Tak lama kemudian Livia datang. matanya sedikit memerah. seperti habis menangis?. Apa mungkin tadinya mereka sedang bertengkar pikirku. Aku sedikit memperhatikan nya.


Sedangkan Sakha menanggapi candaan dengan ke tiga anaknya tersebut.


Sebenarnya apa yang terjadi? Sakha dengan Livia juga Antara dia dengan Kakak iparnya tersebut?? Tiba-tiba saja ponsel ku itu berbunyi.


" Mah, ada telepon dari om Haris nih?" kata Danesh sambil menyerahkan ponsel ku tersebut. Aku menatap Sakha yang pura pura tak melihat ku.


Livia juga seolah bertingkah aneh dengan pura pura hendak Menggendong Kylie.


***


Ternyata yang kulihat kemarin memang benar Haris bersama dengan Estu.


Semua sudah tahu jika gudang ku terbakar. namun jangan sampai Estu tau, jika aku sudah kenal Haris atah sebaliknya. Haris tau jika aku mantan suami Estu.


Ya, Aku takut pengajuan pinjaman ku nanti nya tidak akan di ACC.


Pikirku terhadap Estu.


**


" Ya Hallo Ris?" sapa ku.


" Ohh.. Aku sedang keluar kota. ada kerabat ku yang meninggal dunia?" jawab ku.


" Hmm... mungkin besok?" jawab ku.

__ADS_1


" Iya, maaf. Aku buru-buru jadi gak ngasih tau?".


" Ya sudah, nanti kita jadwal ulang saja?" kataku padanya.


__ADS_2