Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.

Untuk Redanya Hujan, Kamu & Mau.
Episode 38


__ADS_3

" Maaf, kenapa Arcelio??" Tanya nya lagi.


Sejenak, kutarik nafasku menyeimbangkan perasaan yang sedikit kacau karena percakapan Sakha dengan Pacar nya mungkin.


" Aku sudah pernah membawanya ke dokter anak??" kataku.


" Emangnya, dia kenapa??" katanya terlihat kuatir.


" Dia secara fisik dan mental baik dan normal. hanya saja kemampuan berbicara nya lambat??" kataku menjelaskan.


" apa ada yang salah dengan pita suaranya atau telinga, hidung, tenggorokan nya??" katanya menyembunyikan rasa kuatir terhadap anaknya itu.


" Semuanya baik, yang jadi masalah cuma kemampuan berbicaranya yang lambat.!?" Kataku mengulang


" Jujur, aku merasa kuatir sama Arcelio. Aku akui aku sibuk. jarang mengajaknya berbicara dan Danesh pun lebih suka menggambar dibandingkan bermain dengan adiknya.?"


" Jadi di rumah jarang sekali ada yang mengajaknya berinteraksi, seperti tanya jawab atau mengobrol dengannya??" kataku menjelaskan. Dia sedikit mengangguk paham.


" Sakha, bukan aku nggak mau ngurus dia. tetapi memang aku akui aku sibuk akhir-akhir ini??"


" Maksudnya??" tanyanya kemudian.


"Aku mau minta tolong ke kamu untuk sementara waktu, bisa nggak Kamu bantu urus dia??" kataku.


" Tentu saja bisa.?" katanya cepat.


" Tapi setelah urusan aku selesai ya di Jakarta, biar aku sedikit focus ke dia??" katanya meminta kelonggaran.


" Aku gak minta kamu yang gimana gimana juga kok Kha??" kata ku.


" Ya enggak, aku juga tau maksud kamu. Tapi kalau seandainya besok juga aku belum bisa maksud ku.?"


" Ya gak gitu juga Kha??" kataku sedikit tertawa.


" Emangnya, Kamu sedang ada urusan apa di Jakarta??" tanya ku pura-pura tidak tahu kepadanya.


" Adalah, sedikit urusan. semoga saja urusannya cepat kelar??" kata nya.


" Oh iya, bagaimana keadaan Bapak sama ibu??" tanya ya. mengubah topik pembicaraan.


" Bapak sedang sakit Sakha, minta doanya biar dia segera sembuh?" kataku kepadanya.


" Bapak kena serangan jantung, sekarang sedang di rawat di Grand Hospital.??"


" Dan Aku belum sempat menjenguk nya, kemarin Aku sedikit punya masalah dengan nya ??" kataku.


" Kenapa bapak Sampai kena serangan jantung??" tanya nya.


" Apa, karena kamu diam diam pindah ke rumah atau masih karena aku??" katanya sedikit tertawa.


Aku menatap nya sebentar. seperti tahu saja dia?? pikirku.


" Bukan, Masalah Panji dan masih banyak lagi ?" kataku.


" Hmm...ya sudah, dimaafkan saja. apapun kesalahan nya sama kamu. dia banyak baiknya dari pada salah nya kan??" Katanya.


" Aku yakin sih, dia akan sembuh dan akan baik baik saja. Nanti aku doakan Dia ??" jawab nya.


Sakha, Apakah setulus itu hati kamu, seperti yang kamu ucapkan tentang Bapak?? pikirku.


Masihkah kamu berpikiran Mulia seperti itu terhadap nya, Padahal Sikap bapak dan rasa bencinya ke kamu melebihi dari apa yang kamu tahu.


Seolah-olah Kamu adalah bagian yang pantas berada di bawah kakinya.


Padahal Bapak Banyak berbuat Jahat Sama kamu. Kamu sering disakiti nya berkali-kali Baik itu ucapan ataupun tindakan. dan aku tahu pasti kamu mengetahuinya.


" Hmm... Estu. Aku kan sekarang sudah tinggal di Jawa, mungkin nanti nya Arcelio aku bawa kesana juga yaa??"


" Maksud kamu. dia harus jauh dari aku??" kataku sedikit keberatan.


" Iya," katanya sambil mengangguk perlahan.


" Terus, aku nanti bertemu dia bagaimana??" kataku sedikit sedih.


" Yaaa kalau tidak begitu bagaimana aku bisa menjaganya sedangkan kerjaanku ada disana??" jawabnya berbohong.


Ingin rasanya aku menawarkan pekerjaan kepada nya, Agar aku tak terlalu jauh dengan Arcelio nanti nya.


namun aku takut dia akan merasa malu dan minder kepada ku.


Aku jadi merasa menyesal telah mengatakan itu padanya. Bagaimana ini.


" Tapi Sakha. Aku nggak pingin Arcelio terlalu jauh sama aku??" kataku sedikit khawatir.

__ADS_1


" Terus bagaimana, aku nggak bisa ninggalin kerjaan aku di sana juga. kalau aku yang menjaga Arcelio nantinya. mungkin kemampuan berbicaranya akan lancar!?" jawab nya.


Namun aku masih khawatir akan kehilangan nya.


" Kasih aku waktu, Nanti kalau Arcelio sudah lancar berbicara dan kamu mau mengambil nya kembali. aku persilahkan??" katanya.


Aku menatapnya, mencoba percaya. namun tetap saja aku tak rela.


" Mungkin, Nanti aku akan sering bermain Dulu ke rumah kamu. Buat ajak Arcelio main dan dekat dengan ku. Aku tidak bisa langsung membawanya pergi ke Jawa juga kan??" katanya.


" Tapi, aku membawa nya main keluar dari rumah Yaa??"


" Mungkin menemani ku bertemu orang yang berurusan dengan ku??" katanya.


" Nanti, waktu nya dia tidur. aku kembalikan dia ke rumah??" katanya.


" Maksud kamu mengajaknya keluyuran??" kata ku.


" Loh... harusnya bagaimana?? sebagai terapi juga bagi dia. berinteraksi dengan orang asing selain yang ada dalam rumah?? Katanya masuk akal.


Aku hanya diam.


***


Hari ini, Rudianto kembali memberikan kesaksian nya di pengadilan. seperti janjinya, dia membeberkan semua penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh petinggi di kantor kami dahulu.


seperti korupsi dan kolusi yang secara gamblang dia katakan lumrah.


Dan Karena Pernyataan nya itu, Keadaan Pengadilan semakin riuh karena kesaksiannya. hari ini mantan mertua ku kembali tak hadir, karena masih sakit.


Aku sempat bertemu Juga dengan om Vanus Di pengadilan hari ini.


Namun aku mencoba untuk biasa saja kepada nya, seperti tidak pernah ada yang terjadi.


Hubungan ku dengan Livia kini pun sudah jelas, kami tidak mungkin bersama. dan sulit bagiku untuk menerima nya, setelah mengetahui Serangkaian keburukan nya Itu.


Aku sesekali mencoba untuk tersenyum kepada om Vanus yang tertangkap sedang memperhatikan ku. matanya seperti menyimpan sebuah pertanyaan kepada ku. Ataukah hanya perasaanku saja.


Hakim memutuskan bahwasanya aku sudah diperkenankan dan bebas dari segala tuntutan dan kewajiban.


yang artinya aku akan segera kembali ke Jawa.


namun ku putuskan untuk tetap tinggal di Jakarta beberapa saat, sampai Arcelio merasa dekat denganku Atau aku mengetahui hasil sidang mantan mertua ku itu??


dan pastinya jika dia mengetahui kehadiranku di pengadilannya, mungkin jiwanya akan merasa terhina dariku yang sering dihina olehnya.


Mending aku pulang ke Jawa lanjutkan rintisan usahaku, in focus mengasuh Arcelio.


***


Sengaja, memang Aku Bangun pada jam segini. 02.50 dini hari untuk menunaikan salat sunnah.


secara perlahan aku pergi ke kamar mandi yang melewati tempat tidur Azis dan istrinya itu. maklumlah Aku ini numpang di kontrakannya Azis yang hanya berupa 3 petakan kecil.


Masih beruntung aku mendapatkan tempat tinggal, meskipun hanya numpang. Dan tidur hanya berbantal dengan beralaskan karpet karet.


setidaknya aku masih ada tempat untuk berteduh.


kadang makan sehari sekali Di Rumah kontrakan karena merasa tak enak hati dengan Azis.


Sebenarnya dia biasa saja namun akunya saja yang merasa tidak biasa-biasa.


kadang aku pura-pura membeli Mie instan, Karena rasa sungkan ku terhadap Santi istrinya Azis.


Ponselku pun sudah berganti, ke model yang lebih murah dan biasa saja.


kemarin aku menjualnya, karena selisih yang kudapatkan bisa membantu ku untuk bertahan hidup.


Sebenarnya, Hatiku sedikit merintih, memikirkan kemungkinan yang akan terjadi.


tabunganku sudah habis, investasiku berkurang. Aku kehilangan pekerjaan, Usaha ku baru saja akan di mulai namun aku tidak memiliki modal dan sekarang aku diberikan tanggung jawab untuk mengurus Arcelio.


Iya saja jika keadaan Finansial ku seperti dulu, tidak akan terasa sulit bagiku Untuk membelikan susu formula Arcelio yang harganya cukup mahal.


memang Estu sangat perhatian terhadap asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh anak-anaknya.


Sanggup tak sanggup akan kujalani.


Bismillahirrahmanirrahim, tekad ku dalam hati. seraya mengucapkan kalimat:


حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ


Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir

__ADS_1


(Cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Allah sebaik-baik pelindung)


Setelah salat sunnah kukerjakan, aku sempatkan membaca surah Yasin. agar segala permasalahan ku dilancarkan olehnya.


***


" Ini anak lo sama Estu??" tanya Rudi kepadaku.


" Iyalah, Kamu pikir aku punya anak dari perempuan mana lagi??" kataku sambil tertawa. dia membalas tertawa ku dengan suara tawanya yang lebih keras.


" kenapa mesti kamu ajak ke penjara juga sih dia??" Tanya rudi kepadaku.


" Anak gue yang ini sedikit berbeda, kemampuan berbicaranya itu kurang. mungkin karena jarang berinteraksi dengan orang."


" Sengaja gue bawa pergi pergi ya biar dia bisa pinter interaksi, mungkin rasa ingin tahunya bisa lebih tinggi, nah di situ mungkin dia akan berusaha bertanya sama gue??" jawab ku.


" Ooh iya benar juga yaa, logis sih jawabannya lo. keren.?!"


katanya sambil mengacungkan jempol.


aku hanya tersenyum pada Rudi.


" Selain itu juga biar dia dekat sama gue. kemarin Estu minta gue untuk menjaganya? ya sebelum gua ajak dia ke Jawa kan harusnya, kita harus deket dulu.?!" kataku lagi.


" Terus lu bakal sering nginep dong di rumahnya Estu?" tanya aku ku sambil memainkan mata knight kepadaku. kami berdua tertawa.


" Kalau itu aku nggak tahu, mungkin saja iya bisa saja akunya yang nggak mau??" jawab ku kepadanya.


" Kenapa nggak mau segala, naif lu bro??" katanya sambil tertawa mengejek. aku juga tertawa.


" eh ngomong-ngomong lu nggak curiga sama dia?? tiba-tiba banget Estu bilang minta lu bantuin jagain anak??"


" Apa dia mau kawin lagi sama orang lain??"


" Lu enggak kepikiran tanya sampai ke situ??" kata Rudi kepadaku


" Yaa nggak tahu juga sih, cuma kewajiban gue juga Lah ngurus anak. kalau seandainya dia maunya begini ya gua siap melaksanakan!?" jawab ku


Rudi hanya manggut-manggut kecil.


Sedangkan Arcelio tampak berjalan berputar mengelilingi Ruangan ini.


" Ooh iya, Kha gue kan udah ketemu Richard langsung kemarin. bahas yang pernah gue omongin ke lu itu."


" Lu tinggal datang aja ke kantornya. Katanya sih setiap hari Selasa jam 9 gitu dia ada waktu luang sampai jam 12.?"


" Kalau hari yang lain kadang dia meeting atau keluar kantor.!" katanya.


" Bisa lah kamu ketemuan Nanti sama dia, sekalian bahasa yang pernah gue omongin ke lu.?"


" itu kan uang deposito gua, selama gua di penjara. bunganya nggak gua ambil. itu bisa lu pakai dulu ya enggak gede sih cuman 450jt kali Ada.?"


katanya yang membuatku terbelalak.


" Gede amat bro, itu gua gimana bayarnya sama lu?" tanya aku. dia hanya tertawa.


" Kata gua pakai aja dulu, gua nggak minta bunga dari lu. Gue tahu lu enggak bakal bisa ngasih bunga ke gue. haram bagi lu juga kan??! katanya sambil tertawa


" Gua percaya sama lu, kalau semisal lu Mau nipu gua juga gua udah ikhlasin Itu ke elu.!" Katanya.


" Lu Serius apa cuma mau mainin gue yang sekarang miskin??" tanyaku padanya.


" Apa Gue pernah main-main sama omongan gue!, lu kan tau gue kayak gimana udah pakai aja buat modal usaha lu. semoga duit yang gua serahin ke lu bermanfaat??" katanya terdengar tulus.


" Lu aneh juga Rud. kenapa lu baik banget sama gua?" tanyaku penasaran.


" Yaa Gua ngerasa lu baik sama gua, maka gua berusaha baikin elu?!"


" Oke, tapi Lu normal kan yaaa?? Gak Homo ke gue??" kataku bercanda dan tertawa kepadanya.


" Anj***...!! Najis gue sama Lo. Bangsat setan, kenapa lu tanya sampai ke situ situ sih??!" katanya sambil tertawa


" Itu bukan duit haram juga kan? gue nggak mau Kalo ternyata Lo ma Cuci uang lewat gue!!?" kata aku kembali.


" Yaaa Allah ( pengucapan secara Katolik) udah gua bilang dari awal itu duit investasi gue!! murni duit halal!! dulu gaji gue, gue cemplungin ke situ!?"


" Sumpah, itu duit Halal. Mau gak sih lu, banyak bacot amat!!?" katanya. aku hanya tertawa.


" Gue makanin Baby baby, sama gue senang-senang Pake duitnya, ya duit yang seperti itu.!?"


" Bini gue Dulu gak mau gue nafkahin, Dia Ngerasa mampu tampa gue?"


" Ini boleh ya gua pakai dulu?" Kataku lagi kepada Rudi " Semoga duit yang Lu serahin ke gua bermanfaat buat gua!?" kataku.

__ADS_1


" Ameen!!" ucapnya


__ADS_2